
“Tapi memang kelihatanya kaka, sudah mulai tertarik denganku, kan?” goda Amerta, menarikk ke dua alsinya ke atas. Tanpa rasa canggung. Dia berbicara di depan semua orang yang ada di samping dan di depannya.
Lie Wei mengernyitkan matanya, mentap aneh pada gadis kecil di depannya itu.
“Ogah, lebih baik aku gak pecaran dari pada harus suka dengan wanita aneh seperti kamu,” ucap Lie Wei tegas, ia kembali duduk santai menyandarkan pungungnya di sofa, melipatkan ke dua tanganya di atas dadanya, dengan pandangan menatap ke depan.
“Jangan bohong deh, aku tahu kamu pasti akan tertarik dengan kecantikan aku.” Goda Amerta, penuh percaya diri.
“Gak akan!!” ucap Lie Wei semakin tegas. Mentap tajam ke arah Amerta yang duduk di samping Grace.
“Sudah-sudah, lebih baik sekarang kamu ceritakan semuanya. Apa yang kamu ketahui tentang mereka?” tanya Lian yin pada Amerta. Yang merasa mulai risi di saat serius malah dia bercanda sendiri tidak menghargai yang
lainya.
Amerta menatap bingung, dengan tangan menunjuk ke arahnya sendiri. “Maksud kamu aku, yang kamu suruh cerita semuanya.” Ucap Amerta ragu.
“Iya, siapa lagi kalau bukan kamu,” ucap Lian yin kesal.
“Iya, kamu pasti kenal jauh dengan Jack.” Sambung Grace.
“Jack?” ucap Lie Wei, Lian yin dan Ley serta Yiwen kompak, bangkit dari sandarannya, mengegser lebih mendekat ke depan. Menatap ke arah Grace bersamaan dengan memasang wajah seriusnya masing-masing. Nama yang sangat familiar di telinganya membuat mereka semua merasa sangat antusias seketika.
“Iya, emangnya kalian kenal dengan nama itu?” tanya Grace. mengerutkan wajahnya menatap mereka semua, yang terlihat melongo, dengan mulut sedikit terbuka menatapnya.
“jadi Jack, yang dulu berkeja sebagai agen intelijen, dia ternyata juga gabung dalam dunia mafia?” tanya Yiwen, membuat semuanya hanya diam, tak paham dengan apa yang mereka ceritakan.
“Apa kamu juga kenal dengan Jack?” tanya Grace.
“Iya, dia teman satu pekerjaan dengan aku, meski aku tidak pernah melihatnya. Tapi kami memang selalu berhubungan di setiap tugas. Aku dan Mei serta dia gabung dalam agen intelinjen yang sama.” Jelas Yiwen.
“Jadi Jack itu teman kamu juga? Kenapa kamu gak pernah bilang denganku?” tanya Lian yin sewot, menatap ke arah Yiwen, dengan tatapan seakan memancarkan api cemburu.
Yiwen menatap ke arah Lian yin, yang mulai cemburunya, bikin ia tembah gemas dengannya. Di saat seperti ini masih saja sempat dia cemburu dengannya. Yiwen menarik napasnya dalam-dalam, mencoba menahan emisinya yang seakan ingin sekali keluar.
“Sudah deh, jangan ceburu ya. Aku dan dia gak ada apa-apa, dia memang mantyan Mei. Dan baru saja putus saat Mei kenal dengan Lie Wei,” ucap Yiwen, menatap ke arah Lian yin. Dengan tatapan lembutnya.
Lian yin memalingkan pandanganya dari Yiwen, mengerutkan bibirnya kesal. “Lagian siapa juga yang cemburu.” ucap Lian yin, menarik sudut bibirnya.
“Kamu tadi cemburu padaku,” ucap Yiwen.
“Enggak!!”
“Bilang saja kalau cemburu, jangan terlalu gengsi.” Ucap Yiwen.
__ADS_1
“Kalian mau bahas tentang Jack tahu bahas cemburu kalian.” Saut Ley, yang mulai kesal dengan tingkah kekanak-kanakan mereka berdua.
Lian yin dan Yiwen saling sewot tanpa memandang satu sama lain. Mereka sama-sama kesal, melipat ke dua tanganya di atas dadanya, dengan wajah muram penuh dengan rasa kesal dalam diri mereka.
“Grace, sekarang ceritakan siapa Jack?” sambung Lie Wei, melirik ke arah Grace.
Grace hanya diam, ia bingung mau cerita dari mana pada mereka semua. Jika ia cerita semuanya maka semua akan terbongkar dan tentang dirinya juga. Meskipun tidak terlibat denganya tapi ayahnya yang terlibat
denganya, ia mereasa tidak enak, jika harus menceritakan semuanya.
Apa aku harus cerita semuanya pada Lian yin, tapi aku merasa tidak enak. Karena ayah aku yang terlibat langsung dengannya. Aku jadi merasa sangat bersalah pada semuanya. Haahh... lebih baik aku diam, tetap di sini menjaga mereka agar ayah aku tidak melakukan hal keji lagi pada mereka semuanya. Aku harus menghentikan tindakan ayah aku.
“Apa yang kamu pikirkan Grace?” Lie Wei, menepuk bahu Grace, seketika membuat gadis itu tersadar dari lamunannya.
“Iya, ada apa?” tanya Grace gugup.
“Kalian semua pasti ingin tahu semuanya kan? Biar aku yang cerita semuanya tentang mereka semua.” Saut Amerta, melirik ke arah Grace, ia tahu jika kakak Grace di depannya tidak mau cerita, karena ada hubungan dengan orang tuanya.
“Kamu juga tahu?” tanya Lian yin.
“Aku dan Boby tahu semuanya. Tetapi aku lebih tahu lama siapa Jack, dan semua tentang dia termasuk kepribadiannya.” Jelas Amerta.
“Lebih baik kamu ceritakan sekarang,”
selama ini ia lancarkan pada Yiwen, yang teman sesama agen intelijen denganhya,
ia memanfaatkan dia untuk mencuri seustau dari kamu dulu. Dan dia juga yang melibatkan penyerangan pada kamu dan tamna-tamn kamu akhir-akhir ini di bantu dengan kelompok mafia lainya, dari berbagai kota.” Jelas Amerta, mencoba menjeda ucapanhya menarik napasnya dalam-dalam, lalu melanjutkan kembali.
“Dan satu yang paling ia takuti adalah kamu. Karena kamu orang yang paling susah di hasut dan di ajak kerja sama. Ia memang selalu mengawasi kamu setiap gerak-gerik kamu, karena dia juga tinggal di sini. Semakin mempermudah dia mencari informasi tentang kamu. Dan sebenarnya kakak aku meski sudah mantan, mereka masih saling berhubungan satu sama lain. Seakan merka memang tidak bisa terpisahkan, dan masih saling mencintai.” lanjut Amerta menjelaskan semakin terperinci.
“Maksud kamu, semuan dunia mafia kenal denganya?” tanya Lian yin menyakinkan.
“Dan jadi selama ini perasaannya Mei dengan Lie Wei hanya palsu belaka, untuk bisa tinggalmdi sini dan mendapatkan semua informasi dari mulut Lie Wei langsung.” Saut Lay, yang semakin tertarik dan penasaran.
“Kalau soal perasaan aku gak tahu, selama ini kakak aku memang diam soal perasaan, dan seperti yang aku bilang tadi, kamu dan yang lainya bisa menyimpulkan sendiri. Bukanya aku menjelakkan kakak aku. Tapi aku gak mau dia terlibat dalam masalah ini.” Lanjut Amerta.
“Kenapa kamu gak mau dia terlibat?” tanya Lian yin.
“Karena dunia mafia sangat kejam, aku tidak mau dia terjerumus terlalu dalam.” Jawab Amerta, dengan kepala sedikit menunduk menahan kesedihan dalam dirinya.
Grace melirik ke arah Amerta, ia paham dengan perasaan Amerta. Yang sama dengan perasaannya saat ini dengan ayahnya.
“Tak hanya itu, dia orang yang sangat kejam. Dan juga sangat lirik. Lebih baik kalian hati-hati saja.” ucap Grace memotong cepat pembicaraan mereka.
__ADS_1
Grace Beranjak berdiri, “Kamu hati-hati saja dengannya, jangan sampai dia bisa menguasai semuanya.” ucap Grace “Sekarang kamu Lyli ikut denganku. Dan kamu Amerta kamu ceritakan semuanya pada Lian yin. Siapa sebenarnya Jack” Lanjutnya.
Amerta sontak terkejut, ia menunjuk dirinya sendiri. “Kenapa harus aku lagi?” tanya Amerta. Seakan sudah tidak bisa cerita lebih banyak lagi pada mereka semua.
“Karena kamu tahu semuanya. Dan aku dengan Lyli masih ada urusan. Jadi kalian gak apa-apa kan aku tinggal” ucap Grace, menatap ke arah Lian Yin dan Yiwen bergantian.
“Gak apa-apa, kalau memang itu penting.” Jawab Yiwen.
Lie Wei mentap ke arah Grace.
“Tunggu!! Kamu mau kemana?” tanya Lie Wei, memegang tangan Grace.
“Aku masih ada urusan, jadi kamu tetap di sini saja.” ucap Grace dengan wajah seriusnya.
“Gak, aku ikut dengan kamu.” jawab Lie Wei tegas.
Grace menarik napasnya dalam-dalam, dengan terpaksa ia harus menuruti apa yang di katakan Lie Wei. “Ya,sudah terserah!!” ucap Grace.
“Lie Wei, menarik sudut bibirnya, membentuk sebuah senyuman tipis. “Biar aku yang bantu kamu.” Ucap Lie Wei, meraih tangan Grace,
meletakkan di leher belakangnya. Dan melangkahkan kakinya pergi. Meninggalkan
mereka semua tanpa sepatah kata-pun. Dan Lyli berjalan di belakang Lie Wei dan
Grace.
“Apa itu pacar baru Lie Wei ya?” tanya Amerta penasaran.
“Emangnya kenapa kamu tanya hal itu?” ucap Ley mengerutkan alisnya menatap curiga pada Amerta.
“Aku hanya tanya.” Jawab Amerta mengerutkan bibirnya. “Lagian, bukanya dia masih ada status dengan kakak aku. Tapi kenapa dia sudah punya pacar lain?”
“Lagian kakak kamu juga akan menikah. Jadi gak salah jika Lie Wei punya wanita lain.” Sambung Lian yin.
“Sudah sekarang ceritakan apa yang kamu ketahui tentang Jack?” sambung Yiwen.
“Baiklah!!”
“Biar aku yang ceritakan semuanya.” Saut Boby, yang dari tadi hanya diam, ia mulai membuka suaranya.
“Terserah!! Siapa saja yang cerita, asalkan membawa informasi yang baik.” Sambung Ley, menatap tajam ke arah Amerta.
“iya, dan setelah itu kalian boleh kembali ke rumah kalian masing-masing.” Sambung Yiwen.
__ADS_1