Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Grace pulang


__ADS_3

Yiwen yang sudah berada di rumah Jack. Kali ini Changmin dan Grace juga akan berangkat kembali ke rumah Grace. Hanya untuk mengumpulkan bukti tindak kejahatan yang di lakukan oleh ayah Grace. Dan Grace sekarang juga sudah berlapang dada, menerima jika ayah satu-satunya orang yang ia syangi harus masuk dalam penjara. Ia tidak mau ayahnya akan bertindak lebih jauh lagi. Demi ayahnya bisa sadar, ia rela haru menjebloskannya sendiri ke dalam penjara.


Jam 10 pagi. Grace masih bersiap membereskan barang-barwngnya. Dan Changmin, juga entah kemana. Ia juga tidak perduli. 


Dan kemarin malam, Ia sudah bilang pada Boby agar ikut dengannya san menyuruhnya untuk bersiap. Grace meminta dengan Boby agar Changmin tidak terlalu dekat denganya. Karena mungki setelah ini akan ada sebuah perpisahan yang sangat menyakitkan. Ia tidak mau Changmin terluka lagi, seperti dia mencintai Mei dan dihianati olehnya. Grace lebih memilih untuk, berjaga jarak dengannya. 


Drrrttt.... Drrttt


Ponsel Grace bergetar, wanita itu melirik siapa yang mengirimkannya pesan. 


"Lian yin!! Kenapa dia mengirimkan aku pesan," tanya Grace, pada dirinya sendiri, dan segera membaca pesan itu.


"Kamu sudah berangkat belum? Aku hanya ingin bicara dengan kamu. Jika ada orang yang harus kamu bantu. Kamu ingat jika Changmin mencari kakaknya dulu. Sekarang bantulah dia," pesan Lian yin. 


Grace tak membalasnya dan lebih memilih untuk diam, dan sekarang ia ingin membuktikan pada Lian yin. Ini terakhir yang akan ia bantu. Setelah menikah nanti, semuanya berakhir. Ia memasukan ponselnya ke dalam tas. 


Ckleekkk...


"Grace kamu sudah siap sekarang" tanya Changmin, duduk di samping Grace. 


"Siap, apa kamu gak takut masuk ke rumahku?" tanya Grace 


"Enggak, asalkan bersama denganmu, apapun aku akan hadapi," goda Changmin, berjalan mendekati Grace. 


Grace manarik sudut bibirnya sinis, tatapanya terlihat sangat datar pada Changmin


"Gak usah sok, Lagian kita bukan siapa-siapa, tolong jangan terlalu dekat denganku."


Changmin menautkan ke dua alisnya,


"Kamu kenapa? Padahal aku hanya ingin berteman denganmu, memangnya aku gak boleh berteman dengan orang yang aku suka, tapi gak di balas." ucap Changmin menggebu.


Grace masih sama, sibuk membereskan semua bajunya. Dan tanpa perdulikan Changmin sama sekali. Bahkan menatapnya saja dia tidak mau.

__ADS_1


"Jika teman, tak boleh ada perasaan di antara kita. Kau harap kamu mengerti tentang itu. Jadi tolong jauhi aku, aku gak mau kamu terlalu dekat dengan aku. jangan harap kita bisa berteman, jika kamu ada perasaan dengan aku. Aku gak mau itu terjadi."


Grace beranjak berdiri, membalikkan badanya, menarik kopernya bergegas pergi meninggalkan Changmin, yang masih terdiam, seakan jadi pantung mendengar apa yang di katakan Grace tadi, benar-benar membuatnya sangat sakit. Tubuhnya tak bisa berkutik, harus menerima jawaban. Entah kenapa nasibnya berubah sekarang.


Htinya terasa di cengkram erat mmebuatnya semakin sakit dan sakit, saat melihat langkah kaki Grace yang sudah menjauh, tanpa melirik sama sekali ke arahnya 


Changmin menarik napasnya kesal, penuh dengan amarah. Rasa kecewa dan sakit hati dalam hatinya. Hayinya sekana di siram air panas, membuatnya semakin mendidih.


"Haahh... Kenapa jadi aku yang selalu di sakiti wanita. Padahal dulu aku sering menghina Lay, dan sekarang Lay jauh lebih bahagia, dia perlahan bisa meluluhkan hati Lyli sedangkan aku. Grace tidak pernah menganggapku, dan Mei pergi menikahi orang lain. Terus siapa yang akan jadi pasanganku.." gerutu Changmin, penuh penyesalan dalam hatinya. Sekarang cintanya seakan tak ada ujungnya, selalu di sakiti, dan di sakiti 


Tiada angin, tiada hujan. tiba-tiba Amerta sudah berdiri di depan pintu, mendengar semua yang Changmin bicarakan.


"Gimana kalau aku jadi pasangan kamu?" ucap seorang wanita sangat lantang, membuat Changmin menoleh ke sumber suara dan Grace yang sudah meuruni anak tangga, mendengar suara Amerta yang baru saja melewatinya. membuat dia menghentikan langkahnya. 


Seketika mata Changmin, terbelalak, melihat yang bicara adalah Amerta. Gadis yang membuatnya sangat geram, setiap bertemu.


"Kamu? Jadi pasangan aku? Jangan mimpi, aku gak mau sama anak kecil, nanti aku kena pasal dan di penjara, gara-gara, undang-udang perlindungan anak." umpat kesal Changmin, memalingkan wajahnya, tanoa mau menatap ke arah Grace.


"Aku bukan anak-akan lagi. Aku sudah dewasa. Dna aku sudah boleh menikah," ucap Amerta penuh rasa percaya diri, entah kenapa ia merasa Changmin sangat berbeda. Sejak pertama bertemu Amerta mulai tertarik dengannya. 


"Aku gila, karena kamu Changmin!!" Amerta memeluk tubuh Changmin, membuat alki-laki itu merasa sangat risih, ia melirik je arah pintu, melihat Grace yang tenyata ada di depan pintu, Changmi memohon padanya, dengan memberikan kode agar, gadis itu mau melepaskannya. 


Grace beranjak pergi, meninggalkan Changmin. Ia tak mau melihat seseorang bermesraan di depan matanya. 


"Dasar wanita gila!! umpat kesal Changmin, melepaskan tangan Amerta kasal.


"Changmin, aku gak ingin jauh dari kamu. Kamu tahu, awal pertama kali bertemu, kamu yang ada di depan gerbang rumah Jack kan?" tanya Amerta, mencoba mencari sebuah jawaban yang ia nantikan itu.


"Jangan banyak bicara, aku gak ada waktu Meladeni kamu sekarang. Aku harus pergi." Changmin terus menepis tangan Amerta, yang terus menghalanginya 


"Jangan pergi, kenapa kamu gak di aini saja." Amerta, memegang erat tangan Changmin


"Shhitttt.... Kamu siapa aku, dasar gadis kecil murahan. Cepat pergi. aku gak suka dengan wanita kecentilan seperti kamu. Lihatlah Grace, dia wanita yang cuek, tidak mudah di dapatkan. Membuat aku tertarik dengannya."

__ADS_1


"Aku jijik melihat wanita seperti kamu. Cepat pergi. Aku gak ada banyak waktu lagi. Sekarang aku ada tugas." Changmin, beranjak pergi meninggalkan Amerta sendiri, ia berlari mengejar Grace yang sudah meninggalnya menjauh. 


"Grace, tunggu!!" teriak Changmin, berlari mendekati Grace, yang sudh mukai amsuk ke dalam mobilnya


"Ada apa, kalau kamu bermesraan terus. Lebih baik sekarang kamu cepat kembali ke sana. dan aku akan pergi." ancam Grace. 


"Kamu mau meninggalkanku sendiri "


"Emangnya kenapa, aku gak ada perasaaan sama selali dengan kamu. dan sekarang lebih baik kamu temui dia. Aku mau pergi dengan Boby. Aku sudha gak ounya banyak waktu, Changmin."


"Apa katamu? Dengan Boby?" Changmin seketika membuka matanya, gara-gara hal sepele, Grace tiba-tiba marah dengannya.


"Iya," jawab lantang Grace. 


"Boby, cepat ke sini. Kamu sudah beres semuanya." teriak Grace memanggil nama Boby yang sudah dari tadi siap.


"Grace, aku ingin bicara dengan kamu. Jangan seperti ini, apa kamu gak tahu, jika aku tidak ada perasaan sama sekali dengannya." Changmin menegang tangan Grace. 


"Aku gak perduli,!!" bentak Grace. "Boby kamu cepat masuk," lanjutnya. 


Grace tiba-tiba terdiam, jika Lian yin ingin ia membantu Changmin menemukan kakaknya. Melihat Changmin, ia tidak tega harus seperti ini. Dan ada tugas yang penting, untuk menyatukan keluarga yang hilang sudah sangat lama. 


"Grace, aku mohon!!"


"Cepat masuk!!" ucap Grace, tanpa ekpresi. Dan Changmin langsung masuk ke dalam mobilnya. kali ini ia yang mengemudi mobilnya.


Amerta yang melihat mereka dari jauh, seketika terdiam, memandang mereka berdua.


"Memang sepertinya jika mereka saling suka. Tapi bukanya kak Grace akan menikah, apa Changmin belum tahu soal itu. Jika dia tahu gimana, apa dia akan marah besar nantinya, tapi sepertinya aku jangan ikut campur urusan mereka. Aku hanya ingin mendekati Changmin. Agar dia tidak terluka lagi nantinya. Aku merasa bersalah dengan apa yang sudah di lakukan kakak aku Mei." gerutu Amerta, dan melangkahkan kakinya pergi dari rumah Lian yin. 


"Sekarang kita kemana dulu?"


"Kita pergi ke Timur. Aku gak mau lama-lama. Dan kita harus selesiakan segera. Dan ingat jangan banyak bicara di sana. ikutibapa yang aku kayakan. Aku gak mau mereka curiga dengan kalian berdua. Dan ingat jangan bertindak gegabah, aapapun yang sudha terjadi. kalian gak boleh terbawa emosi."

__ADS_1


"Baiklah!!"


__ADS_2