
Lian yin melanjutkan perjalanannya, ia menatap ke arah Yiwen yang hanya diam, menyangga dagunya, menatap ke arah kaca jendela mobil, menatap ke luar.
Dengan wajah yang terlihat sedang menyembunyikan sesuatu, entah apa yang ada dalam pikiran Yiwen sekarang. Lian yin yang dari tadi melirik ke arahnya, seakan ragu untuk bertanya. Takutnya dia marah lagi dengannya. Sepertinya suasana hatinya sedang buruk sekarang, dan tidak bisa di ganggu.
Padahal ia ingin bertanya, soal pertengkaran tiba-tiba tadi.
"Matanya aku pernah lihat, tapi di mana, merasa tidak asing dengan wanita itu"ucap Yiwen, tanpa menatap ke arah Lian yin.
"Siapa maksud kamu?"tanya Lian yin, yang memberanikan diri untuk bertanya kali ini.
"Wanita tadi"ucap Yiwen.
"Oo.. Tapi aku mau tanya, kamu jangan marah ya"gumam Lian yin.
"Ngapain juga aku marah, aku gak ada masalah dengan kamu."ucap Yiwen.
"Terus kenapa tadi kamu menamparku, seolah aku salah denganmu. Bahkan kamu membentakku. Aku bingung itu rencana kamu atau beneran kamu memang marah denganku"tanya Lian yin, yang penasaran dengan perubahan sikap Yiwen tadi yangs ecara tiba-tiba.
Yiwen tertawa, "Aku sudah bilang padamu tadi, jika aku itu hanya acting, pagian kamu kenapa serius amat, berarti tadi kamu gak denger rencana aku ya, padahal aku sudah banyak bicara denganmu oanjangoebar tadi di restaurant. Tapi kamu tidak menghiraukan apa kataku. Jadi aku tadi urus dia sendiri dengan caraku."gumam Yiwen, menatap ke arah Lian yin.
"Terus kenapa kamu tadi gak kasih kode aku dulu sih, jadinya aku salah paham kan sama kamu, aku kira kamu marah denganku. Kalau dari awal aku tahu, pasti aku bantu kamu. Jadi kamu gak hadapi dia sendiri, seperti itu" ucap Lian yin.
"Meskipun aku sendiri, aku bisa hadapi dia. Sekarang lebih baik kamu fokus mengemudi. Jangan banyak tanya, dan terus melirik ke arahku. Lagian kamu bisa melihatku kapan saja. Tapi lihatlah ada seseorang yang mengikuti kita dari tadi sampai kamu tidak sadar"ucap Yiwen, melirik ke arah spion.
Lian yin menatap ke spion mobil, ia memang melihat ada mobil hitam yang mengikutinya. Kaca mobil itu tidak tembus di lihat dari luar, semua hitam. Jadi ia tidak bisa melihat siapa orang yang ada di dlaam mobil itu. "Siapa mereka?" tanya Lian yin.
"Sekarang kamu cepat mengemudi dengan kecepatan tinggi, dan aku yang akan mengalihkan mereka. Tapi jangan di jalan raya. Bawa mereka ke tempat sepi, Dan mana senjata kamu"ucap Yiwen, mengulurkan tangan ke arah Lian yin, ia meminta srnjat
"Kamu mau ngapain"ucap Lian yin, ia takut jika Yiwen berbuat nekat nantiny.
"Tenang saja aku hanya mengalihkan mereka"
Baiklah, ekarang pakai sabuk pengaman kamu, dan pehangan erat aku akan menambah kecepatan laju mobil"gumam Lian yin.
"Baiklah"
Lian yin melaju dengan kece0atan di atas rata-rata. Mobil yang mengikutinya juga menambah kecepatan dan mengejar mereka.
CIITT.... SREEKKKK....
Shiiiitttt..
__ADS_1
Lian yin membanting setir ke kenan, dengan kecepatan tinggi, ia sangat lihainya mengemudi menyalib berbagai mobil di depannya . tanpa mengurangi kecepatan sama sekali.
CIIITTT...
BRAAKKKK.. BRAAAKKK...
Lian yin menabrak kotak kayu yang tertata di pinggi jalan, ia sengaja biar kotak itu berantakan dan menghalangi mobil yang mengikutinya di belakang.
"Aku akan buka kaca jendela, kamu atur kecepatan laju mobil kamu"ucap Yiwen.
"Baiklah"
CIITTT.... SRUUAAAKK...
Mobil itu putar balik hampir 90 derajat berbalik ke belakang. Ia melaju dengan melawan arus dengan kecepatan tinggi.
DOR.. DOR.. PRAAKK..
"Cepat masuk kita pergi dari sini"ucap Lian yin, menarik baju Yiwan agar masuk kembali tubuhnya yang separuh keluar dari jendela untuk membidik musuhnya.
"Terakhir, kamu tidak akan bisa mengejarku. Sekarang ucapkan selamata tinggal. "ucap Yiwen, yang mulai menyipitkan matanya, membidik ke arah ban mobil lawan yang sudha mulai dekat, dengan sangan sempurna.
DORR.. Ciiiittttssss..
"Yee berhasil"ucap Yiwen, yang kemudian segera masuk ke dalam mobilnya, menutup raapat kaca jendela.
"Sekarang cepat pergi, kita harus cepat sampai ke hotel, jangan sampai orang itu bisa mengejar kita lagi. "ucap Yiwen.
"Tenanglah, sekarang serahkan padaku" Lian yin, bermain demgan setir mobilnya.
Ciittttsss... Sreekkkkk..
Mobil itu memutar balik sangat cepat, ia menuju ke kiri jalan. Kini Lian yin mengemudi dengan kecepatan tinggi menuju ke perbatasan dengan segera. Tak mau ada orang lagi yang berusaha menyelakai Yiwen. Dari kamarin Yiwen selalu bekerja sendiri. Bahkan aku belum membantunya sama sekali. Tapi setidaknya aku bisa membuat dia tetap aman.
Lian yin segera melesat masuk ke parkiran hotel. "Sekarang sudah sampai"ucap Lian yin, yang mulai turun duluan, dan membuka pintu mobil untul Yiwen.
"Sekarang kamu bisa aman di sini." Lian yin mengulurkan tangan ke arah Yiwen.
Yiwen hanya tersenyum menerima uluran tangan Lian yin, dengan segera masuk ke kamar yang sebelumnya sudah ia pesan lebih dulu.
"Aku Lian yin, orang yang memesan kamar nomor 435 tadi " ucap Lian yin di depan receptionis.
__ADS_1
"Ooo.. iya silahkan tunggu sebentar"ucap pegawai hotel itu.
"Iya, buruan aku tidak punya waktu lama lagi"gumam Lian yin.
"Iya sebentar, ini kartunya. Anda bisa langsung masuk sekarang"ucap pegawai receptionis tersebut.
Dengan segera Yiwen dan Lian yin berjalan menuju kamar itu, dengan langkah semakin cepat. Ia takut ada seseorang yang memata-matainya.
"Sepertinya aku harus menghubungi Luhan nanti. Aku harus tanya tetang orang yang mengejar kita tadi. Baik wanita di mall tadi dan mobil yang kejar-kejaran dengan kita"gumam Yiwen.
"Baiklah, kita bicarakan di dalam. Sekarang masuk dulu"ucap Lian yin,
"Apa kamu tahu siapa mereka?" tanya Yiwen duduk di ranjang.
"Dari mana aku tahu? Kalau aku tahu udah aku kasih tahu kamu dari tadi"Lian yin membaringkan tubuhnya di atas ranjang, ia merasa lelah hari ini, dengan wajah nampak sayu.
Yiwen yang duduk di ranhang, mencoba menggelengkan lehernya yang terasa capek.
"Aku mandi dulu"Yiwen beranjak menuju ke kamar mandi lebih dulu.
"Iya, aku akan istirahat dulu. Kepalaku terasa pusing hari ini"gumam lian yin.
"Baiklah"
Yiwen sudah pergi masuk dalam kamar mandi, lian yin terdiam dan segera meraih ponselnya. Ia ingin menghubungi Lay sampai di nana sekarang dia.
"Lay di mana kamu sekarang? Apa kamu sudah sampai di barat"ucap Lian yin.
"Aku sekarang di hotel, kali ini aku merasa ada yang aneh. Ada seseorang yang sepertinya terus mengikutiku tadi. Tapi untunglah aku sudah berhasil membereskannya. Lebih baik kamu oebih hati-hati sekarang"gumam Lay, di balik telefon.
"Itu yang mau aku bilang tadi, dari tadi juga ada yang mengikutiku. Apa ini ada urusan dengan Luhan atau dengan musuh lain. Aku curiga itu Luhan yang sengaja ingin mencari tahu tentang aku dan yiwen."ucap Lian yin.
"Apa yang kamu bilang, apa merrka mengikutimu sekarang"tanya Lian yin, ia mulai beranjak duduk, saat mendengar ucapan Lay itu. Bagaimana bisa Lay yang baru pulang ke Sydney juga dalam masalah.
"Mereka sudah pergi, aku melukai salah satu teman mereka."ucap Lay.
"Baiklah, sekarang kamu di kamar nomor berapa"gumam Lian yin.
"Kamar 455"Ucap lay, sambil melanagkah menuju kamarnya.
"Baiklah"Lian yin mengakhiri telefonnya. Melemparkan ponselnya di ranjang.
__ADS_1
Ia membaringkan tubuhnya lagi, kali ini benar-benar masalah yang rumit.
Sebanarnya siapa dalang dari semua ini.