Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Memanah


__ADS_3

Yiwen kini berdiri di samping Grace, ia melirik wajah cantik Grace. Dia benar-benar sangat cantik berbeda dengan dirinya. bahkan hidungnya jauh lebih mancung dari pada dirinya.


Setelah pemanggilan peserta, mereka kali ini akan di jelaskan cara pertandingannya sesuai dengan peraturan yang ada.


"Pertandingan berikutnya memanah, dan sasaran pertama adalah lingkaran, siapa yang bisa mengenai pusat lingkaran itu dia yang berhasil. Dan ke dua kalian harus mengenai apel yang bergelantung di atas pohon di sana. Dan di sana ada 3 apel. Pertandingan ke tiga. Kalian harus bisa memanah, balon yang ada di 3 bagian orang di depan kamu. Seolah itu memanah ke arah balon yang terbang ke udara. Dan balon terbang itu ada 3 balon. Pertandingan terakhir sangat sulit jadi kalian harus benar-benar siap"ucap Mc itu menjelaskan.


"Baik, aku sudah siap melaksanakan pertandingan"ucap Yiwen lantang, dan Grace langsung menoleh ke arah Yiwen.


"Aku juga sudah siap"ucap Grace.


"Baiklah, kita lakukan pertandingannya, dan kalian bersiap di tempat kalian masing-masing"ucap Mc.


Yiwen dan Grace segera bersiap ke tempatnya. Pertandingan pertama di mulai.  Dan Yiwen juga sudah memakai peralatan lengkap, ia menarik busur yang sudah siapa di bawahnya.


"Kalian siap" ucap mc itu.


"Siap"ucap Grace dan Yiwen kompak.


"mulai"ucap Mc.


Yiwen terdiam sejenak, melirik ke arah lian yin yang berdiri tak jauh darinya. Ia seakan memberi semangat untuknya agar dia bisa menang dari Grace. "Aku gak tahu pertandingan ini buat siapa jika menang, tapi aku merasakan semangat baru saat melihat Lian yin yang selalu memberiku semangat dan selalu ada buat aku"gumam Yiwen.


Yiwen berdiam, ia memejamkan matanya sejenak, menarik napas dan mulai fokus dengan lingkaran yang ada di depannya. Busur sudah mulai di tarik ke belakang, dan langsung ia lepaskan melesat tepat ke tengah Lingkaran. "Akhirnya berhasil"gumam Yiwen.


Yiwen menatap ke arah Grace yang berhasil, juga memusatkan ke lingkaran itu. "Ternyata bagi dia itu mudah, tanpa latihan dia bahkan bisa memusatkan panahnya"gumam Yiwen.


"Pertandingan seri, sekarang kalian bersiap melanjutkan pertandingan berikutnya"ucap Mc itu.


"Pertandingan ini lumayan sulit, harus memanah tiga apel"gumam yiwen menatap ke depan, ia masih memegang busurnya. dan berasiap untuk melakukan pertandingan selanjutnya.


"Baiklah, sekarang mulai"ucap Mc itu yang sudah melihat ke dua peserta sudah bersiap.


"Yiwen segera memanah dengan sangat hati-hati, dan tepat sasaran di apel.yang tepat berada di depan pandangannya. Dan panah Grace, tepat menancap di samping anak panah Yiwen.

__ADS_1


"Aku gak akan bisa di kalahkan"ucap Grace.


"Teranyata dia benar-benar susah untuk di kalahkan dengan mudah, butuh waktu lama untuk mengalahkan dia."gumam Yiwen dalam hatinya, dengan mata saling memandang ke arah Grace yang ada tak jauh berdiri di sampingnya.


"Yiwen, kamu harus fokus, jangan terpancing dengan Grace"gumam Lian yin, yang berdiri di samping Yiwen. Ia sengaja mendekati Yiwen agar ia bisa lebih semangat lagi.


"Benar apa yang di bilang Lian yin, ku harus menang, ku gak boleh terpengaruh oleh Grace"gumam yiwen dalam hatinya.


"Semangat"Ucap Lian yin.


Grace sudah berhasil memanah 3 apel sekaligus dengan cepat, bahkan tidak ada yang meleset. Dan Yiwen juga tidak mau kalah, ia mencoba mengincar apel itu dengan sempurna. dan bisa melakukan dengan tepat.


"Akhirnya berhasil"ucap Yiwen.


Dan pertandingan terkahir, sudah di mulai. Grace memimpin dan bisa menghancurkan semua balon, di tubuh orang di depannya dengan mudah. Dan Yiwen juga sama ia juga dengan mudah menghancurkannya. Karena itu sangat mudah jadi tidak ada halangan sama sekali baginya.


Pertandingan terkahir balon melayang, yiwen melesatkan busurnya, namun tiba-tiba ada seorang memanah busur Yiwen hingga terpental.


"Sialan"gumam Lian yin, yang kesal dengan perlakuan curang seseorang.


Grace melihat ada yang curang, ia berniat untuk membantu Yiwen. Saat Yiwen memanah untuk ke dua kalianya. Ia melihat panah mau meluncur menggagalkan panah Yiwen namun Grace membantunya, an mengarahkan anak panah itu ke panah yang mengincar Yiwen.


"Dia menolongku"gumam Yiwen, menatap ke arah Grace , yang hanya dokus dengan depannya. ia membantu tapi tidak menunjukan keramahannya sama sekali dengannya.


"Pertandingan berakhir Yiwen gagal dalam satu , dan Grace juga sama. Maka pertandingan hari ini seri untuk mereka. Dan pertandingan berikutnya adalah lari maraton. Ini perandingan yang tiba-tiba di ganti, entah kenapa. Aku juga belum ada persiapan sama sekali. Pertandingan lari ini memutuskan siapa pemenangnya.


Semua berlari bersamaan nantinya, dan merebutkan juara 1 sampai 3 di depan. Dan itulah siapa yang akan di umumkan menjadi pemenang. Yiwen berjalan menuju ke pinggir lapangan dengan perasaan menyesalnya, ia bahkan tadi tidak tahu ada panah yang mengarahnya. Kali ini pertandingannya seri, tidak ada yang menang dan kalah, dan nilaiku dan Grace sama. Tapi sebenarnya jika Grace tidak menolongku tadi, aku yakin dia pasti menang, gumam Yiwen yang masih bingung dengan Grace yang tiba-tiba menolongnya tadi.


"Yiwen!" panggil Lian yin.


"Kenapa kamu lama?" tanya Yiwen.


"Aku dan Lay sudah menangkap orangnya, dan kini dia sudah aku paksa untuk merekam jika dia di suruh oleh seseorang. Rekaman ini akan aku beri tahu saat pertandingan terkhir"ucap Lian yin.

__ADS_1


"Kenapa aku bisa kalah"ucap Yiwen.


"Apa kamu kalah?" tanya Lian yin terkejut dengan pernyataan yiwen.


"Iya, aku kalah. Jika Grace tidak melesatkan panahnya untuk menolongku. Maka dia akan menang. Aku tahu jika aku sebenarnya kalah"ucap Yiwen menundukkan kepalanya.


"Kamu gak kalah"ucap Lian yin, merangkul pundak Yiwen.


"Kalau gak kalah aku apa?" tanya Yiwen.


"Udah jelas-jelas aku kalah"gumam yiwen kesal, melepaskan tangan Lian yin yang merengkuh pundaknya.


Lian yin memegang ke dua bahu Yiwen, membalikkan tubuhnya menatap ke arahnya. Lian yin memegang dagu Yiwen, menariknya ke atas untuk menatap matanya. "Kamu gak kalah, sebenarnya kamu menang, cuma ada seseorang yang curang"gumam Lian yin.


"Curang, tau enggak tapi aku tegap kalah, karena aku kurang hati-hati tadinya"ucap Yiwen. duduk di kursi belekangnya.


"Yiwen kenapa kamu keras kepala, kalau kamu seperti ini. Kenapa kamu ikut lomba ini. lebih baik kamu sekarang pulang denganku. Jangan bersifat pesimis seperti itu"gumam Lian yin.


Yiwen terdiam menatap mata Lian yin di depannya, Yiwen seketika memeluk tubuh Lian yin sangat erat. Ia menangis tersedu-sedu dalam pelukan hangat tubuh Lian yin.


"Kenapa kamu menangis"tanya Lian yin.


"Aku masih kesal"gumam yiwen.


"Kenapa.kamu harus kesal, sudah jangan menangis lagi, ini bukan kesalahanmu"ucap Lian yin, mengusap punggung Yiwen lembut.


"Tapi.."gumam Yiwen, Lian yin melepaskan pelukannya. Ia mengusap lembut pipi Yiwen. menyeka air mata Yiwen.


"Jangan menangis, di setiap lomba kalah menang itu biasa"ucap Lian yin.


"Iya, maaf sudah jadi seperti ini"ucap Yiwen.


"Sudah sekarang jangan nangis, pertandingan berikutnya di laksanakan sore, jadi kita pergi istirahat dulu. Dan sekalian kita cari makan di luar"gumam Lian yin.

__ADS_1


"Baiklah, aku juga butuh hiburan"ucap Yiwen, mencoba tersenyum.


__ADS_2