
Hari menjelang malam. Hujan sangat lebat, mengguyur kota Timur. Hampir 3 jam hujan mengguyur membuat mereka tak punya pilihan lain, tetap melanjutkan perjalanan agar bisa secepatnya sampai rumah, berteduh di rumah. Sembari merenggangkan otot-otot yang terasa sangat kaku.
Grace sampai di rumahnya, tepat pukul 20 malam, semua orang sudha tidak sabar menyambut kedatangannya Dan termasuk dengan ayahnya, yang sudah menunggunya. Ia memeluk anaknya rapat, hal yang tak pernah ia lakukan sebelumnya. Sebuah pelukan hangat, kasih syang, yang tidak pernah ia dapatkan sebelumnya. Grace langsung membalas pelukan ayahnya. Tak kuasa air mata menetes.
Jika seperti ini, apa aku bisa membuat ayah aku pergi dari hidupku. Dialah satu-satunya yang aku miliki sekarang. Aku bingung harus bicara nanti dengan ayah aku saat kembali.
"Syang! Kenapa kamu menibggalkannayah, apa kamu tahu, ayah benar-benar merindukanmu. Ayah syang dengan kamu. Ayah benar-benar gak mau kehilangan kamu!!" ucap ayah Grace.
Grace melepaskan peluakannya, menarik sudut bibirnya tipis.
"Hiks.. Hikss. Ayah!! Apa aku gak salah dengar, dari dulu ayah menyayangi aku, semua orang tahu itu. Tapi satu yang ayah tidak pernah tunjukan padaku, kenapa? Kenapa, ayah tidak pernah menganggap aku sebagi anak kamu, memberinya kasi sayang sepenuhnya. Bukan untuk alat yang bisa di pakai untuk memancing musuh. Aku buka alat percobaan ayah, bukan... Hikss. Aku ingin jadi anak ayah, yang selalu ayah manjakan aku seperti apa yang kata orang bilang." jelas Grace menggebu, meluapkan semua isi hatinya selama ini. Ia tidak bisa jika harus memendam isi hatinya selamanya. ia harus mengungkapkan semuanya.
"Non, lebih baik sekarang masuk ke dalam," ucap oelyan, memegang ke dua bau Grace dari belakang.
"Aku gak mau!! Aku mau dengar penjelasan dari ayah, aku mau dengar apa yang ayah katakan!! Ayah ahrus jelaskan semuanya sekarang, sebelum terlamabat."
"Ayah Melvin, kenapa anda hanya diam saja? Apa aku sudah bukan anak ayah lagi sekarang"
"Siapa bilang kamu bukan anak ayah, selamanya kamu anak ayah. Mungkin memang aku salah. Tapi hanya ini yang bisa ayah lakukan. Dan setelah pernikahan kamu nanti. Kamu juga akan pergi dari ayah. Jadi tolonglah, tinggal di sini. ayah akan menunjukan pada kamu, jika ayah menyangi kamu," ucap Melvin, mengusap lembut rambut anaknya.
Changmin mendengar soal Grace akan menikah. Seketima hatinya hancur, tak ada aharapan lagi yang akan ia dapatkan. dar sebuah perjuangan yang slemaa ini dia lajukan. Dan semuanya sia-sia.
Jadi ini kenapa kamy menghindariku, karena kamu akan menikah. Dna kenapa kamu gak bilang apdaku, jika kamu akana menikah.. Kenapa, Grace? Kenapa? Apa kamu mau melihat aku semakin ebrharao dnegan kamu dulu, setelah itu kamu bisa canpakan aku seperti kamu campakan Mei. Dan ternayata kamu gak ada bedanya dengan Mei.. Kamu sama saja," umpat kesla Changmin, yang aknsgung memotong oembicaraan mereka.
Grace manarik napasnya, memegang tangan Changmin untuk masuk ke dalam rumahnya lebih dulu. Dan memberi kode pada Boby untuk masuk duluan ke dalam.
"Aku akan jelaskan pada kamu, lebih baik sekarang kita masuk ke dalam, sambil menikmati teh. Hari ini hujan sangat lebat. Kamu pasti kedinginan."
"Ada yang perlu saya bantu, non?" tanya pelayan, yang seakan sudah tahu dari kode tatapan mata Grace padanya.
"Bawakan aku 4 teh hangat, untuk teman aku dan juga ayah aku."
"Gak usah, aku langsung pergi saja. Lebih baik kamu di sini. Aku akan balik lagi, makasih atas semuanya.." Changmin, melepaskan pegangan tangan Grace.
__ADS_1
"Jangan jadi oengecut!!" ucap Bobo, memegang bahu Changmin, mecegahnya pergi.
"Maksud kamu?"
"Jika memang kenyataan dia bukan jodoh kamu. Kenapa kamu harus jadi pengecut. Cinta itu tak harus kamu miliki. Asal melihat orang yang kamu cintai bahagia kamu akan sangat bahagia." pesan Boby.
"Lepaskan tangan kamu!! Kamu gak tahu apa itu cinta, memangnya kamu pernah merasakan apa yang aku rasakan." decak kesal Changmin.
"Pernah, aku bahkan hanya di anggap sebagai teman," ucap Boby. "Lebih baik sekarang kamu terima apa adanya. Lagian dia menikah itu sudah lama. Dan kamu juga yang terlalu mengharapkannya."
"Oya, aku sudah antar kamu sampai rumah. Sekarang selamat bahagia." ucap Changmin.
"Tapi aku gak bisa di sini!!" Changmin menarik sudut bibirnya, dan begegas pergi.
"Kenapa kamu gak bisa ke, aku akan bantu kamu mencari di mana keberadaan kakak kamu. Kamu ingat dulu, aku sudha pernah janji padamu. Dan sekarang aku akan tepati janji kamu, sebelum aku menikah. Aku janji kamu akan menemukannya."
Changmin terdiam, setelah mendengar kata 'kakak' membuatnya benar-benar merasa tak bisa berbicara lagi. Rasa penasarannya dengan kakaknya selama ini masih terbayang di otaknya. Ia tak bisa jika tidak. Keinginan bertemu dnegan kakaknya semakin besar, membuat dia tak punya pilihan lagi. Dengan berat hati, ia menoleh menatap ke belakang dan maya masih terpejam.
Bayangan ibu dan ayahnya terlintas di pikirannya. Ginana harapan mereka yang ingin sekali bertemu dnegan kakaknya. Mereka i hin bertemu dengannya, memeluknya. Bahkan menjaganya, "Kamu harus bertemu dengan kakak kamu , nak!!" ucap orang tua ya terkahir di dalam mobil sebelum meninggal.
Aku tidak boleh emosi. Aku haru tetap tenang dan tetap sabar!!
Puk! Puk!
Boby menepuk bahu Changmin, mencoba menguatkan dia. Sebagai teman barunya, ia tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Ia hanya bisa menguatkan yemannya, agar tidak berpikir negatif.
"Tetaplah di sini, aku yakin kamu biaa menemukan kakak kamu!!"
"Baikla!! Aku akan di sini" ucap Changmin lirih.
"Apa bemar yang kamu katakna?"
"Iya, aku akan tetap di sini. Bersama kamu, hanya ingin bertemu dengan kakak aku. Aku ingin menyampaikan pesan orang tuaku" ucap Changmin.
__ADS_1
Grace tersenyum, ia menganggukan kepalanya.
"Pelayan, siapkan kamar untuk mereka berdua. Dan bantu mereka bereskan barang-barangnya." ucap Grace ke pada pelayannya.
"Baik, non!!"
"Dan juga yang lain siapkan mafkan? aku mau makan dnegan keluarga aku. Dan tamuku, jadi jangan lama-lama aku gak punya banyak waktu.
"Changmin!! Dua siap syang!!" ucap Malvin, duduk di sofa menatp anaknya.
"Changmin dan Boby teman aku. Dan pastinya ayah sudah tahu, siapa dia. Dan pasti mengira dia sekarang adalah buronan. Tapi dia sebenarnya bukan sebagai mata-mata. Aku yang menyelamatkan dia. Dan sekarang kita akan tinggal di sini beberapa hari." jelas Grace.
"Suami kamu akan datang dua hari lagi. jadi kamu bersiap untuk segera pergi. Suami kamu akan membawa kamu pergi dengannya. Dam tinggal dengannya. jadi aku ingin menjadi ayah yang baik selama 3 hari ini. Aku gak mau membantunya kamu sedih lagi syang." ucap Malvin pada anaknya, dan langsung di peluk anaknya. Mengusap lembit rambut belakang, Grace.
Mereka berempat mulai ngobrol dan sembari menikmati makanan yang sudah di siapkan para pembantu rumah tangga Grace. dan semua masakan memang khusus masakan kesukaan Grace. Karena ayahnya yang menyuruh mereka semua masak semua masakan favorit Grace.
"Kalian semua makanlah dulu!!Ayah gak punya banyak waktu, Aku akan pergi sebentar nanti."
"Kemana?" tanya Grace, menghenyikan makannya.
"Ada sesuatu yang membuat aku merasa sangat senang kali ini." ucap Malvin penuh semangat, sekama ia mendapatkan sebiah kotak hadiah saja.
"Memangnya senang kenapa? Apa ada mama baru? Kalu iya kau gak suka, aku gak suka punya mama tiri, dan aku gak mau tahu pokoknya, yah gak boleh menikah lagi."
"Siapa juga yang mau menikah, syang!!" ucap Ayah Grace.
"Papa gak ada niat sama sekali untuk menikah. Gak ada keinginan sama sekali menikah. Jadi lebih baik kita hidup berdua saja. Aku gak akan menikah dengan siapapun." ucap Malvin pada anaknya.
Grace menarik napasnya lega, jika mendengar papanya gak akan menikah lagi. Yang ia inginkan sekarang berada di dekat ayahnya selamanya. Tapi suatu keputusan yang luar biasa nanti akan ia ambil. Ia bahkan harus mengirimkan ayahnya sendiri ke polisi.
Semua makan dengan sangat lahapnya, tidak dengan Changmin, tang terua melamun Sekan ia tidak mau melepaskan Grace menikah dengan seseorang.
Ia tak berhenti tetap menadnag wajah cantik Grace. Sekaan tak mau melepaskan pandangannya dari wajah cantik Grace.
__ADS_1
"Kenapa kamu menikah. Apa kamu gak ada rasa sama sekali dengan aku. Dan apa kamu tidak pernah melihat aku sedikitpun. Padahal aku sangat mebgharapkan kamu. Karena kamu yang bisa membuat aku melupakan patah hati aku pada Mei. Sebenarnya siapa yang akan kenikah dengan kamu, dia laku-laki yang sangat beruntung." gumam Changmin dalam hatinya.