
“Kalian cepatlah masuk,” ucap Lay.
“Lay, kenapa kamu ikut?” tanya Lian yin, terkejut. Saat
melihat Lay juga ikut bersama dengan Changmin.
“Sudahlah, lebih baik kalian naik sekarang!! Ada beberapa
mobil yang sepertinya sedang mengejar kalian. Lebih baik kita segera pergi dari
sini. Sebelum mereka mengetahuai keberadaan kita.” ucap Lay, yang sudah
terlihat panik dengan ke adaan sekarang.
“Iya, cepatlah masuk. Gak ada waktu lagi,” sambung Changmin,
dengan nada terburu-buru.
Lian yin tanpa banyak bicara, ia segera masuk ke dala
halicopter. Ia megulurkan tanganya ke arah Yiwen. Lalu menariknya masuk ke
dalam. Halicopter mulai terbang tinggi lagi menuju ke suatu pulau terpencil
seperti yang di bicarakan Lian yin sebelumya. Meski Changmin tidak begitu tahu tempatnya,
tapi Lay sudah tahu lebih dulu. Ia yang juga menunjukan arah-arahnya. Di daerah
tempat tinggal Yiwen dulu sewaktu dia kecil.
“Yiwen, apa yang kamu dapatkan di rumah itu, kenapa kamu gak
bilang. Sekalian biar Changmin juga bisa waspada, dengan Mei.” Ucap Lian yin, mekecahkan
keheningan yang ada. Ia melirik sekilas ke arah Changmin.
“Apa kalian sudah menemukan buktinya?” tanya Lay, yang bingung
dengan apa yang di katakan Lian yin. Tapi dia sudah sadar jika Mei adalah
mata-mata, tapi ia tidak punya buktinya.
“Yiwen mendengar sendiri, masuk di rumah mewah di mana ia
pernah mengikuti Tao dan Luhan” ucap Lian yin.
“Kalian hati-hati saja dengan Luhan, Mei dan Tao. Mereka orang
yang sama. Bekerja untuk orang yang sama. Tapi kalau Luhan aku yakin jika dia
kerja sama dengannya. Bahkan laki-laki itu, bilang tidak ada yang boleh masuk
rumahnya kecuali dia. Luhan sangat di spesialkan oleh laki-laki misterius itu”.
Dan Mei akan menikah dengannya bukan depan. Kalau soal lebih jauh, aku gakbisa
bicarak tentang Mei. Sku gakmau kamu skait hati nantinya.” Ucap Yiwen, menepuk
bahu Changmin yang memang fokus dengan kemudinya.
“Ceritakan saja semuanya, aku sudha berusaha untuk melupakan
Mei sekarang. Dan tidak perdulikan dia lagi,” ucap Changmin, membuat semua
tercengang dengan apa yang di katakan Changmin tadi, ia tidak menyangka jika
Changmin akan akan mengatakan hal itu.
Changmin yang dulunya ngejar-ngejar Mei, bahkan selalu menurut
apa kata Mei. Sampai seakan dia sudah di butakan lagi karena cinta. sekarang ia
mulai berubah membuat Yiwen dan Yang lainya merasa bangga dengannya.
“Kamu harus benar-benar melupakan Mei, aku yakin masih ada wanita
lain yang akan jadi teman hidupmu” ucap Lay, menepuk bahu Changmin, ia yang
selama ini selalau marah-marah dengan Changmin hanya karena Changmin selalu
dengan Mei, bahkan kadang lupa dengan pekerjaanya.
“Baiklah, kalau kamu sudah siap mendengarnya, aku akan ceritakan sekarang,”
ucap Yiwen.
“Iya” ucap Changmin.
“Mei sudah buka lagi bagian dari kita, dia diam-diam
membocorkan semuanya pada laki-laki itu. Bahkan kelemahan pengamanan rumah
kita. Mei sudah bocorkan semuanya. Kegiatan kita dan lainya selama ini. Ia juga
diam-diam selalu menghubungi laki-laki itu. Dan yang paling aku sayangkan. Mereka
sudah tidur berdua.”
__ADS_1
Changmin seketika melirik ke arah Yiwen, beberapa detik. Mendengar
hal itu membuat hati Changmin terasa di sayat-sayat. Ia merasa terlalu bodoh
mencintai wanita murahan seperti dia. Changmin, mendongakkan kepalanya,
memejamkan matanya beberapa detik. Menahan emosi dan air mata yang seakan ingin
keluar. Lay dan Lian yin yang sadar akan hal itu, ia memegang ke dua pundak
Changmin. Mencoba menguatkan dirinya, agar tidak terlalu larut dalam perasaan
kesedihan yang semakin mendalam.
“Min, aku tahu, jika kamu pasti sangat terluka. Tapi
setidaknya kamu sekarang sudah tahu gimana busuknya Mei selama ini dengan kita.
Ia hanya memanfaatkan kamu. Dan tidak benar-benar tulus suka dengan kamu. Meski
mereka di jodohkan,tapi sepetinya Mei juga menyukainya. Bahkan rela berbuat
itu, menyerahkan semuanya dengan laki-laki, mantanya.” Gumam Lian yin.
Changmin menoleh ke arah Yiwen, mencoba mencari penjelasan
pada Yiwen. Unatuk membuat hatinya benar-benar yakin harus melupakan Mei.
“Apa yang kamu bilang? Berarti Mei selama ini dengan aku
hanya sebatas pura-pura agar dia masuk ke dalam rumah Lian yin. Dan berarti dia
tidak jauh beda dengan Yhing yhi. Apa mereka satu kelompotan juga?” tanya
Changmin memastikan.
Yiwen belum memikirkan tantang itu, ia hanya diam. Dan mencoba
berpikir sejenak. “Sepertinya memang iya, aku yakin bergitu. Laki-laki itu juga
bilang tentang Yhing yhi dang yhin yi”
“Benar apa kata Grcae, jika teman bisa jadi musuh. Dan musuh
bisa jadi teman” gumam Changmin, yang mulai teringat dengan apa yang di katakan
Grace.
Mereka terus berbincang membicarakan renaca selanjutnya.
Untuk memancaing mereka berdua. Dan Lay mencoba menghubungi Lyli namun ia belum
Lay terlihat mulai panik, ia takut jika Lyli dan Grace dalam
bahaya nantinya. Meski tahu jika Grace pasti bisa mengatasi semua musuh dalam
hitungan detik. Tapi, kondisi dia sekarang masih belum sepenuhnya pulih. Meski
dia sudah bisa berjalan perlahan. Tapi dia gak mungkin bisa melawannjika ada
musuh nanti.
“Yiwen, apa kamu tahu nomor ponsel Grace?” tanya Lay,
melirik ke belakang, melihat ke arah Yiwen.
Yiwen meraba saku jaketnya, dan saku celananya. Ia terdiam,
Dimana ponselku. Apa aku tadi gak bawa. Perasaan tadi aku bawa ponsel saat
berada dirumah pria itu. Pikir Yiwen.
“Kamu kenapa syang” tanya Lian yin, melirik ke arah Yiwen
yang sepertinya melupakan sesuatu.
“aku punya nomor Grace, tapi aku lupa tidak membawa ponselku.
Dan sekarang ponsel aku di mobil sepertinya.” ucap Yiwen.
“Kamu gak meninggalkannya di rumah itu kan?” tanya Lian yin
memastikan.
“Enggak aku yakin, aku tidak mengeluarkan ponsel saa sekali
tadi. Ponsel aku dari tadi ada di saku jaket aku. Dan saat aku ganti pakaian
tadi jaket aku kamu lempar ke belakang” ucap Yiwen, mencoba mengingat-ingat
kembali.
“Ya, sudah. Tunggu sampai kita mendarat. Aku akan hubungi
Grace dan Lyli”
“Tapi di sana jaringan ponsel kita tidak terjangkau” ucap
__ADS_1
Yiwen.
“Apa?” ucap Lian yin, changmin dan Lay kompak mentap ke arah
Yiwen.
“Iya, setau aku dulu tinggal di sana tidak ada jaringan
telepon sama sekali. Dan jauh dari pusat kota. Kita tidak akan mendapatkan
jaringan di sana” gumam Yiwen.
“Tapi, kenapa aku dulu bisa mengubungi Lay, saat pertama
kali ke sana”
“Kenapa kamu ke sana?” tanya Yiwen, menatap tajam ke arah
Lian yin.
“Aku hanya mencari tahu sesuatu, yang aku kasih ke kamu
kemarin. Jadi jangan salah paham dulu..”
Yiwen, terdiam. Menarik bibirnya sinis. “Okke..” ucap Yiwen,
dengan nada kesalnya. Melipat ke dua tangannya di dada.
“Bentar, kalau menurut aku sepertinya ada orang yang sudah
memasang jaringan, Dan bahkan dia bisa menyadap ponsel kita dengan jaringan
yang mereka buat. Dan ini sangat bahaya. Kita jangan memakai ponsel saat berada
di sana. Dan kamu Lay, lebih baik kamu sekarang kirim pesan pada Lyli sebelum,
kita sampai di sana. Mereka memang sengata akan menyadap ponsel kita, mencari
smeua yang tersimpan di ponsel kita. Termasuk sebuah rahasia yang kita abadikan
tersimpan rapidi ponsel kita. Mereka bisa me-reportnya dengan mudah” ucap
Changmin, menjelaskan secara detail. Membuat Lian yin, hanya diam. Menganggukkan
kepalanya pelan, seakan sudah paham dengan apa yang di katakan Changmin. Dan
Lay juga lansgung mebgirimkan pesan ke Lyli, seperti yang di ucapkan Changmin.
“Benar kata Changmin,jadi lebih baik sekarang kita harus
hati-hati. Dulu aku yang datang sendiri terlalu ceroboh tidak memikirkan sampai
di situ” ucap Lian yin.
“Emang dari dulu kamu ceroboh” sindir Yiwen, dengan senyum
tipisnya.
Lian yin mencubit pipi Yiwen, yang terlihat menggemaskan
saat dia marah. “Kamu bisa-bisanya marah di saat tegang seperti ini” gumam Lian
yin, mentap ke arah Yiwen, mendekatkan wajahnya.
`````
Di balik rumah Lian yin.
Dua orang wanita terlihat bingung seseorang yang ia rawat
tidak ada di kamarnya. Grace dan Lyli sibuk dengan kegiatanya berlari ke atas
dan ke bawah mencari teman mereka yang tiba-tiba menghilang tanpa meninggalkan
pesan pada mereka. Wajah Lyli terlihat sangat panik, apalagi Lay masih belum
sepenuhnya pulih dari lukanya. Ia tidak mau Lay terlibat dalanbahaya dulu
selama dia belum sepenuhnya pulih.
“Grace kamu melihat Lay tidak?” tanya Lyli panik.
“Aku gak tahu, dan sekarang Changmin juga tidak ada di kamarnya,”
ucap Grace yang tidak kalah paniknya.
“Apa mereka pergi dengan Lian yin dan Yiwen. Tapi mobil
mereka masih di depan, hanay mobil Lian yin yang tida ada di rumah.” Gumam Lyli
yang memang sudah cek seluruh penjuru rumah.
“Apa kamu sudah lihat, halicopter Lian yin di atas, ada
tidak?” tanya Grace..
Lyli teridam, ia teringat jika Lian yin memang dari dulu
__ADS_1
punya halicopter pribadi.