Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Episode 230


__ADS_3

“Kalian cepatlah masuk,” ucap Lay.


“Lay, kenapa kamu ikut?” tanya Lian yin, terkejut. Saat


melihat Lay juga ikut bersama dengan Changmin.


“Sudahlah, lebih baik kalian naik sekarang!! Ada beberapa


mobil yang sepertinya sedang mengejar kalian. Lebih baik kita segera pergi dari


sini. Sebelum mereka mengetahuai keberadaan kita.” ucap Lay, yang sudah


terlihat panik dengan ke adaan sekarang.


“Iya, cepatlah masuk. Gak ada waktu lagi,” sambung Changmin,


dengan nada terburu-buru.


Lian yin tanpa banyak bicara, ia segera masuk ke dala


halicopter. Ia megulurkan tanganya ke arah Yiwen. Lalu menariknya masuk ke


dalam. Halicopter mulai terbang tinggi lagi menuju ke suatu pulau terpencil


seperti yang di bicarakan Lian yin sebelumya. Meski Changmin tidak begitu tahu tempatnya,


tapi Lay sudah tahu lebih dulu. Ia yang juga menunjukan arah-arahnya. Di daerah


tempat tinggal Yiwen dulu sewaktu dia kecil.


“Yiwen, apa yang kamu dapatkan di rumah itu, kenapa kamu gak


bilang. Sekalian biar Changmin juga bisa waspada, dengan Mei.” Ucap Lian yin, mekecahkan


keheningan yang ada. Ia melirik sekilas ke arah Changmin.


“Apa kalian sudah menemukan buktinya?” tanya Lay, yang bingung


dengan apa yang di katakan Lian yin. Tapi dia sudah sadar jika Mei adalah


mata-mata, tapi ia tidak punya buktinya.


“Yiwen mendengar sendiri, masuk di rumah mewah di mana ia


pernah mengikuti Tao dan Luhan” ucap Lian yin.


“Kalian hati-hati saja dengan Luhan, Mei dan Tao. Mereka orang


yang sama. Bekerja untuk orang yang sama. Tapi kalau Luhan aku yakin jika dia


kerja sama dengannya. Bahkan laki-laki itu, bilang tidak ada yang boleh masuk


rumahnya kecuali dia. Luhan sangat di spesialkan oleh laki-laki misterius itu”.


Dan Mei akan menikah dengannya bukan depan. Kalau soal lebih jauh, aku gakbisa


bicarak tentang Mei. Sku gakmau kamu skait hati nantinya.” Ucap Yiwen, menepuk


bahu Changmin yang memang fokus dengan kemudinya.


“Ceritakan saja semuanya, aku sudha berusaha untuk melupakan


Mei sekarang. Dan tidak perdulikan dia lagi,” ucap Changmin, membuat semua


tercengang dengan apa yang di katakan Changmin tadi, ia tidak menyangka jika


Changmin akan akan mengatakan hal itu.


Changmin yang dulunya ngejar-ngejar Mei, bahkan selalu menurut


apa kata Mei. Sampai seakan dia sudah di butakan lagi karena cinta. sekarang ia


mulai berubah membuat Yiwen dan Yang lainya merasa bangga dengannya.


“Kamu harus benar-benar melupakan Mei, aku yakin masih ada wanita


lain yang akan jadi teman hidupmu” ucap Lay, menepuk bahu Changmin, ia yang


selama ini selalau marah-marah dengan Changmin hanya karena Changmin selalu


dengan Mei, bahkan kadang lupa dengan pekerjaanya.


“Baiklah, kalau kamu sudah  siap mendengarnya, aku akan ceritakan sekarang,”


ucap Yiwen.


“Iya” ucap Changmin.


“Mei sudah buka lagi bagian dari kita, dia diam-diam


membocorkan semuanya pada laki-laki itu. Bahkan kelemahan pengamanan rumah


kita. Mei sudah bocorkan semuanya. Kegiatan kita dan lainya selama ini. Ia juga


diam-diam selalu menghubungi laki-laki itu. Dan yang paling aku sayangkan. Mereka


sudah tidur berdua.”

__ADS_1


Changmin seketika melirik ke arah Yiwen, beberapa detik. Mendengar


hal itu membuat hati Changmin terasa di sayat-sayat. Ia merasa terlalu bodoh


mencintai wanita murahan seperti dia. Changmin, mendongakkan kepalanya,


memejamkan matanya beberapa detik. Menahan emosi dan air mata yang seakan ingin


keluar. Lay dan Lian yin yang sadar akan hal itu, ia memegang ke dua pundak


Changmin. Mencoba menguatkan dirinya, agar tidak terlalu larut dalam perasaan


kesedihan yang semakin mendalam.


“Min, aku tahu, jika kamu pasti sangat terluka. Tapi


setidaknya kamu sekarang sudah tahu gimana busuknya Mei selama ini dengan kita.


Ia hanya memanfaatkan kamu. Dan tidak benar-benar tulus suka dengan kamu. Meski


mereka di jodohkan,tapi sepetinya Mei juga menyukainya. Bahkan rela berbuat


itu, menyerahkan semuanya dengan laki-laki, mantanya.” Gumam Lian yin.


Changmin menoleh ke arah Yiwen, mencoba mencari penjelasan


pada Yiwen. Unatuk membuat hatinya benar-benar yakin harus melupakan Mei.


“Apa yang kamu bilang? Berarti Mei selama ini dengan aku


hanya sebatas pura-pura agar dia masuk ke dalam rumah Lian yin. Dan berarti dia


tidak jauh beda dengan Yhing yhi. Apa mereka satu kelompotan juga?” tanya


Changmin memastikan.


Yiwen belum memikirkan tantang itu, ia hanya diam. Dan mencoba


berpikir sejenak. “Sepertinya memang iya, aku yakin bergitu. Laki-laki itu juga


bilang tentang Yhing yhi dang yhin yi”


“Benar apa kata Grcae, jika teman bisa jadi musuh. Dan musuh


bisa jadi teman” gumam Changmin, yang mulai teringat dengan apa yang di katakan


Grace.


Mereka terus berbincang membicarakan renaca selanjutnya.


Untuk memancaing mereka berdua. Dan Lay mencoba menghubungi Lyli namun ia belum


Lay terlihat mulai panik, ia takut jika Lyli dan Grace dalam


bahaya nantinya. Meski tahu jika Grace pasti bisa mengatasi semua musuh dalam


hitungan detik. Tapi, kondisi dia sekarang masih belum sepenuhnya pulih. Meski


dia sudah bisa berjalan perlahan. Tapi dia gak mungkin bisa melawannjika ada


musuh nanti.


“Yiwen, apa kamu tahu nomor ponsel Grace?” tanya Lay,


melirik ke belakang, melihat ke arah Yiwen.


Yiwen meraba saku jaketnya, dan saku celananya. Ia terdiam,


Dimana ponselku. Apa aku tadi gak bawa. Perasaan tadi aku bawa ponsel saat


berada dirumah pria itu. Pikir Yiwen.


“Kamu kenapa syang” tanya Lian yin, melirik ke arah Yiwen


yang sepertinya melupakan sesuatu.


“aku punya nomor Grace, tapi aku lupa tidak membawa ponselku.


Dan sekarang ponsel aku di mobil sepertinya.” ucap Yiwen.


“Kamu gak meninggalkannya di rumah itu kan?” tanya Lian yin


memastikan.


“Enggak aku yakin, aku tidak mengeluarkan ponsel saa sekali


tadi. Ponsel aku dari tadi ada di saku jaket aku. Dan saat aku ganti pakaian


tadi jaket aku kamu lempar ke belakang” ucap Yiwen, mencoba mengingat-ingat


kembali.


“Ya, sudah. Tunggu sampai kita mendarat. Aku akan hubungi


Grace dan Lyli”


“Tapi di sana jaringan ponsel kita tidak terjangkau” ucap

__ADS_1


Yiwen.


“Apa?” ucap Lian yin, changmin dan Lay kompak mentap ke arah


Yiwen.


“Iya, setau aku dulu tinggal di sana tidak ada jaringan


telepon sama sekali. Dan jauh dari pusat kota. Kita tidak akan mendapatkan


jaringan di sana” gumam Yiwen.


“Tapi, kenapa aku dulu bisa mengubungi Lay, saat pertama


kali ke sana”


“Kenapa kamu ke sana?” tanya Yiwen, menatap tajam ke arah


Lian yin.


“Aku hanya mencari tahu sesuatu, yang aku kasih ke kamu


kemarin. Jadi jangan salah paham dulu..”


Yiwen, terdiam. Menarik bibirnya sinis. “Okke..” ucap Yiwen,


dengan nada kesalnya. Melipat ke dua tangannya di dada.


“Bentar, kalau menurut aku sepertinya ada orang yang sudah


memasang jaringan, Dan bahkan dia bisa menyadap ponsel kita dengan jaringan


yang mereka buat. Dan ini sangat bahaya. Kita jangan memakai ponsel saat berada


di sana. Dan kamu Lay, lebih baik kamu sekarang kirim pesan pada Lyli sebelum,


kita sampai di sana. Mereka memang sengata akan menyadap ponsel kita, mencari


smeua yang tersimpan di ponsel kita. Termasuk sebuah rahasia yang kita abadikan


tersimpan rapidi ponsel kita. Mereka bisa me-reportnya dengan mudah” ucap


Changmin, menjelaskan secara detail. Membuat Lian yin, hanya diam. Menganggukkan


kepalanya pelan, seakan sudah paham dengan apa yang di katakan Changmin. Dan


Lay juga lansgung mebgirimkan pesan ke Lyli, seperti yang di ucapkan Changmin.


“Benar kata Changmin,jadi lebih baik sekarang kita harus


hati-hati. Dulu aku yang datang sendiri terlalu ceroboh tidak memikirkan sampai


di situ” ucap Lian yin.


“Emang dari dulu kamu ceroboh” sindir Yiwen, dengan senyum


tipisnya.


Lian yin mencubit pipi Yiwen, yang terlihat menggemaskan


saat dia marah. “Kamu bisa-bisanya marah di saat tegang seperti ini” gumam Lian


yin, mentap ke arah Yiwen, mendekatkan wajahnya.


`````


Di balik rumah Lian yin.


Dua orang wanita terlihat bingung seseorang yang ia rawat


tidak ada di kamarnya. Grace dan Lyli sibuk dengan kegiatanya berlari ke atas


dan ke bawah mencari teman mereka yang tiba-tiba menghilang tanpa meninggalkan


pesan pada mereka. Wajah Lyli terlihat sangat panik, apalagi Lay masih belum


sepenuhnya pulih dari lukanya. Ia tidak mau Lay terlibat dalanbahaya dulu


selama dia belum sepenuhnya pulih.


“Grace kamu melihat Lay tidak?” tanya Lyli panik.


“Aku gak tahu, dan sekarang Changmin juga tidak ada di kamarnya,”


ucap Grace yang tidak kalah paniknya.


“Apa mereka pergi dengan Lian yin dan Yiwen. Tapi mobil


mereka masih di depan, hanay mobil Lian yin yang tida ada di rumah.” Gumam Lyli


yang memang sudah cek seluruh penjuru rumah.


“Apa kamu sudah lihat, halicopter Lian yin di atas, ada


tidak?” tanya Grace..


Lyli teridam, ia teringat jika Lian yin memang dari dulu

__ADS_1


punya halicopter pribadi.


__ADS_2