Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Masuk ke lorong


__ADS_3

"Gimana, ada hal yeng nencurigakan gak di depan?" tanya Lay, yang masih terus memegang ke dua pundak Changmin, di belakangnya.


"Masih gelap di depan, ini sampai kapan kita terus masuk ke dalam lorong ini. Apa akan ada jalan lagi nanti di dalam" gumam Changmin.


"Sudah jalan saja, nanti kita lihat sampai ke dasar sekalian. Apakah masih ada kehidupan atau tidak di dalam" ucap Lay.


"Emangnya kamu tahu apa di dalam, kalau oenjara baeah tanah gimana. Atau mungkin ini jalan menuju ke laut" gumam Changmin.


"Mana mungkin ke laut, di sini gak ada laut" ucap Lay.


"Ehh.. Iya gak ada ya? Kalaupun ada sudah kedengaran suara ombaknya" ucap Changmin.


~


Di lantai satu, Lian yin berhasil menemukan sebuah jalan pintas menuju suatu ruangan. Di balik tembok yang tidak sengaja ia pegang, membuat tembik itu berputar tepat seperti ada di kamarnya. Namun tidak menjerumus langsung ke dalam ruangan. Namun masih ada anak tangga yang menembus langsung ke bawah tanah.


"Ini jalan kenapa gelap?" gumam Lian yin. ia terus berjalan masuk dengan langkah sangat hati-hati. Ia hanya menggunakan flash ponselnya untuk oenerangan jalan di depannya, yang terlihat anak tangga yang menajak turun. Ia terus mengikuti anak tangga itu, hingga mengantarnya dalam sebuah ruangan yang sangat aneh, tidak ada pintu, dan terlihat transparan, dan seperti pintu dimensi.


"Aku masuk ke dalam atau tidak, jika aku tidak masuk maka aku tidak akan kembali. Tapi jika aku masuk, aku juga gak tahu di dalam itu apa. Apakah ada jalan keluar atau tidak di dalam. Atau hanya sebuah jebakan." gumam Lian yin dalam hatinya.


"Lay jangan berisik, kenapa kamu berisik. Nanti jika di bawah ada orang gimana" ucap Changmin. Langkahnya terhenti saat mrlihat ada sosok seseorang di balik ke gelapan di depannya. "Ada orang, kamu bawa sanjata gak?" tanya Changmin mengulurkan tangannya ke belakanh. Sekaan meminta di mana senjata itu terjadi.


"Di mana?" tanya Lay, mencoba menatap ke depan. Ia ingin memastikan dengan matanya sendiri.


Changmin berjalan dengan sangat hati-hati, mencoba mendekati orang yang ada di depannya. Dengan senjata di depannya. "Siapa kamu?" tanya Changmin yang menodongkan senjatanya.


Plaakk..


Kedua kalianya Lay memukul kepala Changmin. "Lihat siapa di depan kamu" ucap Lay.


Changmin menatap ke depan, ia melihat Lian yin ada di depannya, tepat menatap ke arahnya dengan tatapan tajamnya. Membuat Changmin meringis dan langsung menyembunyikan senjatanya di belakang punggungnya.


"Apa yang kalian lakukan?" ucap Lian yin.


"Maaf yin, tadi aku gak tahu jika itu kamu. Lagian di sini sangat gelap gak ada oenerangan sama sekali" ucap Changmin.

__ADS_1


"Oya, kenapa kamu bisa sampai di sini juga Yin. Apa kamu lewat pintu bawah" sambung Lay, berjalan mendekati Lian yin.


"Iya, kalian lewat arah Mana?" tanya Lian yin.


"Lewat lantai dua yang tiba-tiba terbuka" gumam Lay.


"Sekarang hanya ada satu pintu di sini, lihatkah ke deoan sebuah pintu dimensi. Seakan ingin mengantar kita kenuju suatu ruangan. Entah akan menuju ke mana kita nanti" ucap Lian yin menatap sebuah dimensi di depannya.


Changmin berjalan mendekati pintu itu, menatap setiap sudut, dan setiap inci sebuah lingkaran dimensi di depanya.


"Ini pintu menuju kemanapun kita pergi, tidam ada yang bisa menbuat ini kecuali orang yang memang sangat ahli dalam dunia teknologi modern.


"Dan hanya satu yang bisa, seorang bernama Wo Jian yang biasanya selalu menggunakan pintu seperti ini. Apa ini pintu miliknya atau orang lain kita tidak tahu." ucap Lay.


"Lebih baik kita jangan masuk, sangat berbahaya. Dan sekarang kita harus cari yang namanya Wo Jian untuk memecahkan masalah ini. Kita tidak tahu akan di bawa ke masa depan atau masa lalu atau di bawa ke dunia lain lewat pintu paralel ini" ucap Changmin, yang memang sudah biasa dengan hal sepeperti itu.


"Terus kita pulang begitu saja tanpa ada bukti apapum" gumam Lian yin.


"Lebih baik begitu, kita tunda dulu misi ini sebelum kita menemukan orang yang buat ini." ucap Changmin.


"Kita kembali, ke tempat kita masuk tadi. Tapi kamu ingatkan dari kama kamu bisa masuk tadi" ucap Lay.


"Ingat, tapi apa kalian gak ingat tempat kalian masuk?" tanya Lian yin.


"Enggak, kita ke sini jalanan sangat gelap, dan juga lika liku. Jadi aku gak begitu ingat" gumam Changmin.


Lian yin hanya diam dan menggelengkan kepalanya. Ia segera berjalan lebih dulu menuju ke sebuah pintu di mana dia bisa masuk tadi. Kamu lewat sini tadi?" tanya Changmin.


"Iya, emangnya kamu tadi waktu lewat gak melihat ke sini?" tanya Lian yin.


"Enggak, aku hanya fokus ke depan tidak melihat ke kanan maupun kiri" ucap Changmin.


"Udah sekarang kamu buka pintunya, aku gak bisa buka. karena tadi bisa kebuka dan tertutup sendiri." ucap Lian yin.


"Kalau itu serahkan pada Changmin saja, aku hanya diam menonton" ucap Lay, gampang kalau hanya buka pintu seperti ini. Yang aku tidak bisa itu membuka pintu paralel itu." ucap Changmin.

__ADS_1


"Sudah jangan banyak bicara cepat buka, aku mau pulang sekarang" ucap Lian yin.


"Iya, udah kalian diam" ucap Changmin, yang mengeluarkan peledak kecil dalam sakunya.


"eh.. bentar kamu mau ngapain?" tanya Lay, yang bingung dengan apa yang di lakukan Changmin.


"Mau meledakkan pintu ini" ucap Changmin dengan sangat polosnya.


"Apa kamu mau meledakkan kita di sini, jangan bermain dengan itu. Apa gak ada cara lain" sambung Lian yin


"Gak ada, lagian cara apa. Aku sudah gak ada cara lain lagi. Aku gak bawa peralatan apapun. Dan pintu ini bukan komputer." ucap Changmin kesal. "Iya jalan satu-satunya meledakkan pintu ini" gumam Changmin.


"Baiklah kalau gitu lakukan" ucap Lian yin, yang langsung mundur ke belakang. lay hanya diam menayap bingung ke arah mereka. "Apa kalaian berdua gila, kita ada di dalam sini dan gak mungkin ada bom nantinya, padahal hanya ledakam kecil saja akan membuat semua jadi kecil dan menciut nyalinya nanti.


Changmin yang dapat persetujuan dengan dari Lian yin segera bersiap. Dan lay pergi agak mundur ke belakang Dan .


DUAAAAAARRRRR..


Sebuah ledakan besar, membuat gedung itu hampir saja runtuh. Pintu itu hancur, dan dengan segera, Changmin keluar dari ruangan itu lebih dulu. Di susul dengan Lian yin dan Lay.


"Kamu hampir saja merobohkan gedung tua ini" ucap Lay, yang melompat keluar.


"Yang penting kita bisa keluar, aku ingin sekali sekalian mau ribohkan gedung tua ini" ucap Changmin.


"Udah ayo kita pergi sebelum semuanya ketahuan oleh musuh" ucap Lian yin.


Di balik bom tadi, sebuah alarm bahaya berbunyi di ruangan tersembunyi di sana. Yang tidak berhasil di temukan olehnya. Semua orang dalam ruangat itu heboh dan mencoba melihat suasana di luar gedung. Yang memang terlihat ada mobil yang baru saja keluar dari rumah itu.


"Sialan siapa dia?" ucap orang yang bersembunyi di sana.


"Mungkin itu Lian yin tuan" ucap pengawalnya.


"Kita harus beri pelajaran dia, jangan seenaknya mengganggu tempat kita. Siapa yang berani mengusik kita maka akan berurusan dengan kita." ucap orang yang tak di kenal itu


"Iya tuan, apa mungkin dia sudah tahu jika kita sembunyi di sini" ucap pengawal.

__ADS_1


"Kita harus bertindak cepat kali ini" ucap orang tak di kenal.


__ADS_2