
Pernikahan Yiwen dan Jack terlihat sangat meriah, semua tamu undangan datang. Dan hal ini membuat Yiwen terkejut, awal janji Jack ia hanya menikah berdua di dalam kapal pesiar. Namun apa yang terjadi, dia sebuah kapal pesiar itu dia membuat pesta pernikahan yang sangat megah Banyak tamu undangan yang datang.
Yiwen yang sudah siap dengan gaun putih yang tergeletak panjang di lantai, membuat lantai putih di bawahnya tertutup gaun indah putih miliknya. Wajah cantiknya terekspos sempurna di depan cermin. Wajahnya penuh dengan kebingungan, dalam hati ia merasa ada yang mengganjal dengan pernikahannya. Tapi di sisi lain ia tidak tahu apa permasalahannya. Kenapa semuanya bisa seperti ini, ia bahkan tidak tahu apa maksudnya.
"Ini pernikahanku!! Tapi, kenapa aku merasa tidak bahagia sama sekali. Dan kenapa hatiku merasa sangat berat untuk menikah dengan, Jack?" gumam Yiwen, jemari tangannya menyentuh pipi mulut terbalut make up tebal yang menghiasi wajahnya, membuatnya jauh lebih cantik.
Krekkk...
Suara pintu terbuka membuat Yiwen seketika menurunkan tangannya di ata pahanya, ia menatap ke depan cermin, melihat Jack berjalan mendekatinya dengan wajah nampak sangat bahagia, bahkan lebih bahagia dari dirinya yang kini terbelenggu dalam sebuah perasaan yang entah ia juga tidak tahu itu.
"Syang!! Kamu sudah siap?" ucap Jack, meletakkan ke dua tangannya di atas pundak Yiwen.
Yiwen menarik dua sudut bibirnya, mencoba tersenyum meski terpaksa. "Sudah!!" jawab Yiwen, membalikkan badannya, menatap ke arah Jack, seketika ia terdiam, hatinya merasa sangat berat untuk terus menatap wajah Jack. "Kenapa denganku... Apa yang sebenarnya terjadi. Hati aku gak bisa di ajak kompromi sekarang..." tanya Yiwen dalam dirinya, ia menundukkan kepalanya, dengan ke dua tangan saling memegang, mencengkeram erat.
"Kamu kenapa?" tanya Jack, memegang dagu Yiwen, menarik dagunya ke atas, membuat kepalanya sedikit mendongak.
"Emm.. Entah kenapa aku merasa ragu untuk menikah denganmu!!" ucap Yiwen begitu polosnya, tanpa memikirkan hati Jack.
"Kenapa? Apa aku kasar dengan kamu? 1 hari di dalam kapal denganmu, bukanya aku tidak pernah menyentuh kamu. dan aku juga tidak kasar denganmu, kan?" tanya Jack, memegang bahu Yiwen, membantunya untuk berdiri tegap menatap ke dua matanya.
"Aku janji tidak akan menyakiti kamu. Dan bukanya aku sudah pernah bilang. Jika aku menikah dnegan kamu, kita akan pergi dari kota ini. Dan pergi jauh berkeliling dunia dengan kapal pesiar ini.!!" gumam Jack, meletakkan ke dua tangannya di pipi Yiwen.
"Tapi... Apa sebelumnya aku pernah punya pacar? Atau orang yang spesial? Atau kita pernah bersama dulu.." tanya Yiwen seketika membuat Jack terdiam, menelan ludahnya dengan hati tak berhenti terus mengumpat gak jelas.
"Kenapa dia bisa berpikir seperti itu. Apa memang dia benar-benar sudah ingat. Atau dia perlahan mulai curiga padaku?" gumam Jack dalam dirinya.
"Kenapa kamu diam?" tanya Yiwrn, menatap ke dua kata Jack yang terlihat kosong, pandangan matanya seperti sedang memikirkan beberapa alasan untuk mengelak.
"Kalau kamu gak mau jawab, ya sudah. Apa perlu kita batalkan pernikahan ini. Aku gak mau menikah jika hatiku merasa sangat ragu!!" ucap Yiwen, semakin membuat Jack menatap tajam ke arah, Yiwen.
"Maksud kamu apa? Apa kamu mau membayar ku malu.. Lihatlah para tamu sudah pada datang. Dan kamu mau seenaknya batalin pernikahan ini. Jika awal kamu gak mau menikah dengan aku.." ucap Jack dengan nada tinggi, membuat Yiwen mengerutkan tubuhnya takut!! Ia melangkah mundur, dengan wajah penuh ragu dengan, Jack.
"Gak mungkin jika aku punya suami seperti kamu.. Dan gak mungkin.. Gak mungkin, kan. Jika aku pernah pacaran dengan kamu.. Seingat aku aku gak pernah suka dengan laki-aki kasar.." ucap Yiwen menggelengkan kepalanya tak percaya, dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
Jack yang semula berbicara penuh emosi dan amarah dalam dirinya. Ia mengusap wajahnya, mencoba menenangkan dirinya untuk tetap tenang, dengan langkah perlahan mendekati Yiwen yang terus mundur, menjauhi dirinya.
"Yiwen! Aku bisa jelaskan. Bukan maksud aku marah denganmu. Aku sangat sayang dengan kamu.. Tapi aku, tidak mau jika pernikahan kita batal. Dan kamu harus menikah dengan aku sekarang.. Apa kamu tidak malu, para tamu menunggu kita di luar. Dan mereka benar-benar ingin melihat kebahagiaan kita!!" ucap Jack, melangkahkan kakinya perlahan dengan langkah sangat hati-hati.
"Kenapa kamu mau menikahiku?" tanya Yiwen, menajamkan pandangan matanya.
__ADS_1
"Karena aku tertarik dengan kamu.. Dam aku gak perduli juga masa lalu kamu. Yang penting sekarang kita cepat menikah, semua orang sudah menunggu kita," ucap Jack, berdiri tepat di depan Yiwen, dengan sigap laki-laki itu mengangkat tubuh Yiwen keluar dari kamarnya.
"Turunkan aku!!" bentak Yiwen, memukul-mukul dada Jack.
"Diamlah!! Aku akan jelaskan semuanya, saat kita sudah menikah. Kita layani dulu para tamu hingga mereka puas dengan pesta yang kita adakan. Setelah itu kita akan pergi sendiri,"
"Tapi..."
"Diamlah!! Kita akan berjalan melewati para tamu" ucap Jack lirih, Yiwen seketika memutar matanya melihat para tamu yang terus berdesas-desus di samping menatap ke arahnya dengan wajahnya penuh senyuman, ia menarik napasnya panjang, melingkarkan ke dua tangannya di leher Jack, membuat para tamu terkagum melihat kemesraan mereka, dengan terpaksa ia mengeluarkan senyum manisnya di hadapan para tamu, meski hati merasa kehilangan seseorang yang sangat berarti di dalam dirinya.
Jack menurunkan Yiwen tepat di depan, para tamu, dan sudah siap mengucapkan janji pe4nikahan berdua dengannya. Wajahnya penuh kebahagiaan hanya tinggal beberapa menit lagi bahkan dia sudah bisa memiliki Yiwen. Orang yang akan membantunya pergi dari dunia mafia.
"Aku menikah dengan kamu!! Hanya ingin mengajak kamu pergi dari dunia mafia ini. Agar kamu tak ikut campur dalam pencarian harta karuan yang akan menjadi milikku. Dan aku bukan orang bodoh, Yiwen. Karena ku akan selaku menjalankan pengawal aku untuk tetap bekerja di sini mencari informasi!!"
Yiwen dan Jack saling menatap sejenak, dan perlahan mulai mengucapkan janji suci berdua di bantu dengan pendeta yang membuat mereka tentukan janji suci pernikahan berdua. Dengan lancar dan tenangnya mereka saling mengucapkan janji suci.
"Aku berjanji akan selalu menjaga kamu, melindungi kamu, an akan menjadi suami yang selalu ada baut kamu. Selalu menyangi kamu hingga akhir hayatku!.." ucap Jack tersenyum, memegang ke dua tangan Yiwen, lalu mengangkatnya perlahan hingga tepat di depan dadanya. Ia mencium lembut kening punggung tangan Yiwen, beberapa menit. Setelah itu mendongakkan kepalanya menatap wajah cantik Yiwen, ia meraih cincin berlian putih dengan batu kristal yang membuat cincin itu semakin mengkilau cantik, perlahan Jack memasangkan cincin itu ke jari manis Yiwen di sebelah kanannya.
Suara tepuk tangan para tamu undangan membuat suasana semakin meriah. Wajah dan perlahan Jack memegang kepala belakang Yiwen, menariknya mendekat, perlahan ia mengecup bibir Yiwen, penuh gairah. Dan hanya bertahan beberapa menit, ia sadar jika Yiwen tidak merespon kecupannya.
"Hanya sebentar pernikahan kita selesai, kita nikmati pesta ini. Dan kita akan minum bersama nanti, sekarang kamu sudah jadi milikku, Yiwen!!"
"Emm.. Gak masalah.. Tapi kamu sudah jadi milikku, aku tidak akan menyentuh kamu. Tapi kita akan tidur bersama!!" jawab Jack, tersenyum tipis. Memegang tangan kanan Yiwen, lalu segera melemparkan bunga yang ada di tangan Yiwen ke belakang.
Yiwen memegang kepalanya, dengan badan sedikit menunduk.
"Kenapa kepalaku pusing sekalu!!" ucap Yiwen, dengan tangan kanan mencengkeram erat tangan Jack, mencoba menyangga tubuhnya agar tidak jatuh..
"Yiwen! Kamu kenapa?" tanya Jack, memegang ke dua bahu Yiwen dari belakang.
"Jack!! Kepala pusing!!" ucap Yiwen, pandangannya sudah mulai berkunang-kunang dan terlihat samar-samar, perlahan sudah semakin gelap, dan. Brukk...
Tubuh mungil Yiwen ambruk tepat di dekapan Jack. "Yiwen!! Kamu kenapa. Bangunlah!!" ucap Jack, menepuk-nepuk pipi Yiwen, mencoba membangunkannya, namun dia tetap saja tidak bangun.
"Ada apa, Jack?" tanya seorang tamu yang datang menghampiri Jack yang sudah mulai panik.
"Lebih baik sekarang bawa dia ke kamarnya, aku akan periksa dia." ucap seorang laki-laki yang juga teman Jack. Jack seketika mendongak melihat temannya yang ternyata dia juga seorang dokter.
"Kebetulan sekali!! Aku butuh bantuan kamu, kamu periksa kondisi dia. Aku gak mau dia kenapa-napa," ucap Jack terburu-buru.
__ADS_1
"Jangan khawatir, aku akan bantu kamu!!"
Dengan segera Jack mengangkat tubuh Yiwen berlari terburu-buru. Tanpa perdulikan semua tamu yang juga terlihat cemas dan panik. Ia segera membaringkan tubuh Yiwen di dalam kamarnya, dan mulai mengijinkan temannya untuk memeriksa Yiwen.
"Baik!! Aku akan periksa dia dulu!!"
"Iya, aku harap dia tidak kenapa-napa."
"Sepertinya memang dia tidak kenapa-napa. Jadi kamu jangan terlalu khawatir!!" jawab laki-laki itu.
Jack menghela napasnya, ia menghilangkan rasa panik dan cemas yang menjalar di tubuhmya, semakin melihat temannya memeriksa Yiwrn, dia semakin panik dan cemas dengan keadaannya, bahkan Yiwen belum juga sadar dari pingsannya.
Tak lama hanya butuh 15 menit memeriksa dengan detail tubuh Yiwen. Laki-laki itu mendekati Jack yang terlihat sangat cemas. "Selamat.." ucap orang itu, mengulurkan tangannya dengan senyum ramah padanya. Membuat Jack seketika mengerutkan alisnya bingung.
"Maksudmu kamu apa?" tanya Jack.
"Istri kamu sedang hamil!!"
"APA!!" mata Jack seketika terbuka lebar, pupil matanya semakin membesar. mendengar kata hamil.
"Kenapa dia bisa hamil, apa itu anak Lian yin. Kalau anak aku gak mungkin.. Aku baru melakukannya dengan dia baru 3 hari yang lali. Dan gak mungkin secepat itu!!" gumam jack dalam hatinya, ia menarik bibirnya, memikirkan cara gimana agar Yiwen bisa percaya nantinya dengannya, jika itu adalah anaknya.
"Kenapa kamu diam? Apa kamu hak suka kami sudah punya anak?"
"Bukanya gak suka, tapi aku gak tahu harus bicara seperti apa lagi. Aku sangat senang, secepat itu istri aku hamil." jawab Jack seolah sok bahagia dengan kabar itu.
"Memangnya kandungan dia berapa bulan?" lanjut Jack bertanya padanya.
"Dia sudah hamil dua bulan. Dan kamu harus jaga dia. Apalagi baru pengantin bati, jadi jangan berhubungan berlebihan dengan dia. Jika istri kamu tidak bisa kuat, nanti akan semakin mengancam janin yang ada dalam kandungannya," goda teman Jack.
Puk! Puk!
Laki-laki itu menepuk pundak Jack, dan berbisik padanya.
"Jangan khawatir, biarkan dia sekarang istirahat. Dan aku tunggu kamu di luar sekarang!!" ucap laki-laki itu.
"Iya!!" jawabnya singkat.
"Sekarang ayo kita minum, ku tunggu kamu di luar, cepetan!!" ucap temanya dan beranjak segera pergi meninggalkan Jack sendiri dengan Yiwen yang masih berbaring lemas di ranjangnya.
__ADS_1