Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Perasaan


__ADS_3

Semua terdiam sejenak, memikirkan semua rancana itu matang-matang, hingga memutuskan suatu hal.


Lian yin menarik napasnya, menatap semua yang berkumpul di ruang kerja. Dengan tatapan datar, tanpa ekpresi di wajahnya.


“Baiklah, semua sudah di putuskan, sekarang kamu Lay dan Lyli kamu bisa berangkat sekarang. Jika kamu belum selesai dalam satu hari, kamu bisa menginap di hotel di sana, kalian bisa memesan dua kamar. Tapi ingat, jangan lengah, aku yakin mereka pasti mengikuti setiap gerak gerik kita, aku hanya ingin, kamu mengganti plat mobil kamu,” ucap Lian yin, pada Lay. Wajah mereka masih sangat serius.


“Tenang saja, aku sudah bisa membalikkan plat mobil hanya dengan satu tombol, aku akan pergi menggunakan topeng,” ucap Lay, penuh percaya diri dan untuk Lyli dia sudah aku bautkan khusu sendiri, kjadi kita bertugas menggunakan wajah baru dan nama baru nantinya.” Jelas Lay. “Dan kamu Lyli, ingat nama samaran kita, jangan sampai kamu menyebutkan nama asli kamu pada orang lain, apalagi ayah Grace, juga masih mengincar kamu sekarang.” Lanjut Lay, pada Lyli. Ia masih sangat khawatir dengan ke adaan Lyli, bahkan ia tidak bisa hanya tinggal diam, dan membiarakn Lyli kenapa-napa.


"Yin!! Aku sudha berhasil melakukan tugas aku, tinggal file dokumen milik Jack. Mungkin akan terlihat sangat sulis, karena dia juga ahli dalam bidang IT," ucap Grace, yang langsung menunduk, saat ia mau bicara soal Luhan. Ia tidak bernai menberi tahu mereka. Karena Luhan surha alam kerja sama dengan Jack.


"Grace, kenapa kamu diam? Apa ada masalah lagi?" tanya Lian yin, menatap curiga kapada Grace.


Grace, mendongakkan kepalanya sedikit, mencoba tersenyum paksa di depan, Lian yin dan Yiwen.


"Apa yang kamu katakan? Aku gak napa-napa."


“Dan, aku juga mau memberikan kamu file ini, kamu bisa lihat nanti di laptop kamu. Dan paham, isinya.” Ucap Grace, menatap wajah Lian yin.


Lian yin segera mengambil chip berisikan ribuan File yang sudah di retas, termasuk semuanya, tanpa ragu Grace, memberikan semuanya pada Lian yin.


“Kamu yakin, memberikan ini padaku?” tanya Lian yin, memastikan.


Grace yang semula masih menunduk, seakan dirinya masih belum bisa mengungkap semua yang ada dalam hatinya. Ingin sekali mengungkap semuanya, tapi ia belum bisa, Grace merasa takut jika Yiwen dan yang lainnya, malah berbalik curiga dengannya. memberikannya pada Lian yin. Ia mendongakkan kepalanya. “Iya, aku yakin. Karena aku percaya dengan kamu, aku yakin kamu tidak akan melukai ayah aku. Aku yakin, sangat yakin, jika kamu hanya melindungi mereka, tidak menghancurkannya.” ucap Grace, tegas penuh percaya diri.


“Kenapa kamu bisa sangat yakin padaku?” tanya Lian yin heran.


“Aku kenal kamu lama, Yin. Aku tahu kamu bagaimana, sifat kamu, kebiasaan kamu, jadi aku percaya padamu sekarang. Aku bergantung denganmu, semua kehidupan keluarga aku nantinya ada di tangan kamu,” ucap Grace, membuat Lian yin tersentuh, ia mulai teringat saat bersama dengan Grace dulu, sebelum dia meninggalkannya.


Tidak ada jam tanpa Grace, di kehidupannya dulu, setiap detik selalu melihat Grace, seakan dia tidak mau jauh dengannya. Tapi semua berbeda saat dia pergi, sekarang rasa sayang yang dulu pernah tumbuh, belum terungkapkan, semuanya hilang, terpendam dengan cunta baru, yang di berikan oleh istrinya.


Yiwen tahu suaminya, pasti mengingat masa lalu, ia memegang tangan Lian yin, mencengramnya erat, seakan mengingatkan jika ada dirinya di samping, dan ia seperti memberi kode tidak boleh mengingat orang lain selain dirinya.

__ADS_1


Lian yin segera menyadarakan dirinya dari lamunannya.


Apa kamu mengingat itu, Yin. Aku yakin kamu juga masih mengingat kenangan indah kita, tapi itu semua hanya jadi sebuah kenangan. Tidak akan bisa menjadi sebuah cerita masa yang akan datang. Gumam Grace dalam hatinya.


“Ya, sudah baiklah. Aku bawa fie ini. Dan sekarang aku mau pergi,” ucap Lian yin, memegang tangan Yiwen, dan beranjak pergi meninggalkan mereka semua di dalam ruang kerjanya.


“Aku juga dengan Lyli akan pergi, dan kalian berdua. Jaga rumah dengan baik,” ucap Lay, menenpuk bahu Changmin. Ia melirik ke arah Grace, yang duduk terdiam, dengan pandnagan ke bawah, seperti memikirkan sesuatu yang tersembunyi dalam hatinmya.


Lay, memegang pundak Grace, “jangan terlalu di pikir, tentang masa lalu lupakan. Sekarang ada masa depan yang jauh lebih baik, dari masa lalu.” Ucap sok bijak Lay. “Dan, sekarang karena kondisi kamu sudah baikan juga, aku ingin kamu bantu Changmin, merakit robot. agar semua bisa berjalan dengan sempurna, kalau seeprti ini. Kita bisa liburan nantinya, tidak terlalu kerja keras." Ucap Lay, melirik ke arah Lyli.


Ia memegang tangan Lyli, dengan senyum mengambang di bibirnya. Lay sangat berharap bisa liburan dengan Lyli, tanpa di kejar musuh lagi, bisa merasakan romantisnya berdua, merasakan cinta mereka semakin dalam, agar bisa menuju ke jenjang pernikahan, bisa menyusul Lian yin dan Yiwen.


“Oya, Lay. Kamu lihat Amerta?” tanya Changmin, menoleh ke arah Lay, yang masih berdiri di belakangnya.”


“Aku sudah mengantarnya pulang tadi, untung saja semua berjalan lancar, aku pinjam mobil tetangga.” Gumam Lay, membaut Changmin tertegun.


“kenapa kamu pinjam mobil tetangga?’ tanya Changmin heran.


“Aku pergi dulu, kalian lanjutkan saja.” Lay, beranjak pergi meninggalkan Changmin dan Grace.


“Iya, sudah cepat pergi sekarang, nanti sampai sana jangan aneh-aneh berdua.” goda Changmin dengan nada kerasnya.


 "Emangnya otak kamu yang selalu mesum" saut Lay, tidak mau kalah.


Changmin menatap ke arah Grace, yang duduk sedikit menunduk, memegang kepalanya yang terasa sangat penat.


Ia memegang bahu Grace, ia menarik tubuh Grace ke bekakang, menyandarkan tubuhnya ke sofa. "Kamu kenapa?" tanya Changmin.


"Aku gak napa-napa" ucap Grace, mencoba untuk mengelak.


"Kamu jujur padaku!!" Changmin, berusaha semakin menekan Grace untuk bicara apa yang sebenarnya terjadi padanya.

__ADS_1


"Aku bilang, aku gak napa-napa sekarang!!" ucap Grace, menepis tangan Changmin.


Dan beranjak berdiri. "Grace!!" pekik Changmin, dengan nada tingginya. Ia menarik tangan Grace, hingga terpental jatuh di sofa, membuat Changmin, tertarik jatuh tepat di atas tubuh Grace.


Deg...


Ke dua mata mereka saling tertuju. Menatap semakin tajam.


*Grace, kenapa kamu membuat aku merasa sangat berbeda saat berhadapan dengan kamu? Apa aku suka denganmu? Apa aku benar mulai jatuh cinta pada wanita selain Mei, apa benar aku bisa buka hati untuk wanita lain.


Changmin!! Kenapa jantung aku berdetak sangat cepat. Apa aku jatuh cinta, tau aku hanya sakit jantung? Atau aku terkena aritmia. Aku perlu periksa ke dokter nanti*.


"Changmin mendekatkan pandangannya, membuat hembusan mereka saling berpacu sangat cepat. "Changmin!! Apa yang akan kamu lakukan?" tanya Grace, mencoba mendorong tubuh Changmin.


"Grace, aku gak tahu. Entah kenapa aku ingin sekali dekat dengan kamu. Aku gak tahu perasaan apa ini," ucap Changmin, memegang ke dua tangan Grace, meletakkan diatas kepalanya.


"Changmin!! Jangan begini, kita bisa bicara dengan baik-baik. Aku gak mau kalau kamu bertindak bodoh."


"Aku gak akan macam-macam, Grace. Hanya ingin mengecup kamu sebentar saja, untuk membuktikan benar tidak perasaanku, padamu."


"Tapi..."


Bibir Changmin keburu mengucup bibir Grace membuat Grace terdiam, mengedip-ngedipkan matanya tak percaya, Changmin semakin ******* bibir Grace semakin dalam.


Perasaan gemuruh apa, ini? Kenapa aku merasakan sensasi yang berbeda dengan Changmin. Apa benar yang di katakan Changmin, jika ini yang di namakan cinta.


Merasa sudah ouas, Changmin melepaskan kecupannya, dan beranjak beranjak duduk. Ia menarik tangan Grace untuk duduk juga.


"Apa kamu tahu apa yang aku rasakan?" tanya Cgangmin, menyeka bibie Grace, mengusap bekas kecupannya, dengan jemarinya.


Grace hanya diam, ia masih tak percaya, seketika menutup mulutnya, bangkit dari duduknya dan berlari pergi meninggalkan Changmin sendiri.

__ADS_1


__ADS_2