
Yiwen pergi tanpa perdulikan Feng yin, belum sempat ia mengatakan sesuatu tapi suasana yang semula baik berubah jadi pertengkaran hebat.
Feng yin terdiam duduk di meja menyesali semua yang terjadi. "Semua karena aku Yiwen, jika aku mengikutimu menemui Lian yin sbelumnya pasti tidak akan sepeerti ini. Semua telah berlalu entah apa yang akan terjadi dengan hubungan kita nantinya" batin Feng yin, dengan mata mulai berkaca-kaca.
Dia mengingat saat ia masih kecil bersama Yiwen semua di lewati bersama.
"Yiwen aku ingin berbicara denganmu" ucap Feng yin berlari mendekati yiwen bermain di pasir.
"Ada apa??" Yiwen telihat duduk bermain pasir sendiri menatap pemandangan indah pantai.
"Apa kamu juga menyukaiku" ucap Feng yin polos memegang tangan kecil Yiwen.
--0o0--
Brakkk....
Gebrakan meja membuat Feng yin bangkit dari lamunanya.
"Yhing yhi??"
"Kenapa kamu diam di situ, sekarang temani aku sebentar pergi menemui Lian yin ada hal penting yang ingin Aku bicarakan padanya" Yhing yhi menarik tangan Feng yin yang terasa lemas tak berdaya masuk ke dalam mobil.
Kali ini Yhing yhi yang mengemudi mobilnya melihat Feng yin yang terasa sangat sedih ia tidak berani mengganggunya. Jika dia yang mengemudi entah bagaimana nasib mereka berdua nantinya.
--0o0--
Di tengah terik matahari siang yang begitu menyengat.
Di sebuah hotel Lian yin dengan langkah terburu buru segera pergi menemui tuan Bay yang sudah lama menunggunya di lobi hotel. tiga hari berlalu kini hari terakhir mereka semua menginap di hotel. Dan Lian yin juga berencana akan pergi ke Belanda untuk urusan perusahaan yang belum selesai.
Namun hatinya bimbang ingin pergi, dia tidak mau kehilangan Yiwen nantinya. Lian yin takut Yiwen akan pergi meninggalkan dirinya saat ia tidak ada di rumah selama 1 minggu ke depan.
Dia berencana menitipkan Yiwen pada changmin dan lay ikut dengan lian yin ke Belanda sangat beruntung dia kemanapun lian yin pergi Ley selalu ikut meskipun keliling dunia. Beda dengan changmin dia harus tetap tinggal untuk mengatur perusahaan Lian yin.
__ADS_1
IQ Lie Wei sangat tinggi membuat Lian yin menetapkan dia sebagai direktur di perusahaannya. Kemampuan Lie Wei tidak di ragukan lagi. Tak hanya tampan dia bisa mampu mengendalikan pasar saham dengan mudah.
Langkah lian yin terhenti tepat di depan tuan Bay.
"Tuan Bay yang terhormat. Ada apa mencariku??" ucap Lian yin menyapa.
"Kemarilah kita duduk dulu" tuan Bay menuntun Lian yin duduk di sampingnya.
Tuan Bay duduk perlahan dan mulai pembicaraannya.
"Aku berencana untuk mengundangmu ke acara perencanaan pernikahan ku di landon apa kamu bisa datang, kamu bisa ajak pegawai kamu" ucap tuan Bay santai .
Tuan Bay sangat licik dia ingin memanfaatkan pernikahanya untuk mengundang Lian yin agar Yiwen bisa dengan mudah mendapatkan dokumen itu.
"Aku akan usahakan, terima kasih sudah mengundang" ucap Lian yin. Ia mengernyitkan matanya mencoba membaca pikiran tuan Bay di depannya.
Lian yin tak hanya tampan dan pintar dia juga bisa menganalisis dari setiap gerakan orang di depannya. Jika dia berbohong atau merencanakan sesuatu dia bisa membacanya dengan mudah.
Sepertinya kali ini Lian yin tak terpancing dengan mudah terhadap rencana tuan bay. Ia memiliki rencana lain untuk membuat tuan Bay tidak bisa berkutik.
"Lian yin ikut aku !!" yhing yhi menarik tangan Lian yin pergi. Ia memalingkan wajah ke belakang menatap tuan Bay.
"Ternyata ada taun Bay di sini?" ucap Yhing yhi tersenyum tipis seolah tidak suka kedatangan tuan Bay.
"Bagaimana rencana kamu apa masih belum berhasil?" petanyaan Yhing yhi seolah memojokan tuan Bay. Bukan masalah baru lagi bagi Yhing yhi karena dia sudah tau semua rahasianya.
"Sepertinya aku akan mengganggu dulu, aku izin bawa Lian yin pergi" Yhing yhi melanjutkan pembicaraannya. Ia menarik tangan Lian yin tanpa perdulikan tuan Bay. Ia berjalan menuju ke kemar.
"Ada apa?" ucap Lian yin datar.
Di dalam di sini tidak aman" ucap Yhing yhi segera menarik tangan Lian yin masuk ke dalam kamar.
Lian yin menepis tangan Yhing yhi. "Gak usah lama-lama sebanarnya ada apa ?" ucap Lian yin dengan tatapan tajamnya.
__ADS_1
Yhing yhi mulai duduk di ranjang putih menyilang ke dua kakinya. Ia mulai mengeluarkan rokok mentol dan menghisapnya perlahan.
"Aku sudah tahu semuanya, kamu terluka gara gara sebuah tembakan di pesta itu, kan?Kali ini akan terjadi sesuatu yang besar ada mata mata masuk untuk mencari tahu suatu hal tentang dokumen itu. Dan dia yang memulai tembakan hingga menimbulkan keributan di pesta agar dia dengan mudah untuk masuk ke dalam ruang penyimpanan. Semua sudah di rencanakannya secara matang dan kali ini mereka akan bertindak lebih cepat. Aku hanya ingin kamu segera membereskan semua orang yang terlibat dengan perdana menteri itu" ucap Yhing yhi menghisap rokonya lagi.
Lian yin terdiam sejenak ia berpikir bahwa Yiwen mata mata itu. Tapi dia bersamanya seharian dan dia juga ada di tengah tengah saat keributan tembakan itu berlangsung. Apa benar dia yang merencanakan semuanya. Siapa yang menyuruhnya batin Lian yin.
Yhing yhi memulia obrolannya lagi seolah ia mengetahui apa yang ada di dalam pikiran Lian yin.
"Aku tahu kamu berpikir tentang wanita itu bukan, ya lebih baik kamu curiga padanya. Tiba-tiba dia datang padamu dan mencuri dokumen itu. Tapi kamu sekarang malah membawa dia ke dalam rumah mu. Itu mempermudah dia untuk mencuri" ucap Yhing yhi.
Lian yin masih terdiam ia berpikir tidak mungkin jika Yiwen yang melakukan semuanya dia tidak mungkin berani melakukan itu. Setiap jam dia selalu bersamanya namun ia terpikir tentang Mei teman Yiwen yang dari kemarin menghilang saat kejadian tembakan itu.
Aku harus suruh Lie Wei dekati dia agar dia bisa tahu apa rencana wanita itu batin lian yin
"Aku bisa mengatasinya sendiri, sekarang kamu pergi. Soal perdana menteri itu urusan gampang. Kamu tenang saja dan tetap sembunyikan bukti itu. Jika semua bukti sudah terkumpul maka dengan mudah kamu menjebloskan dia ke dalam hukuman mati" ucap Lian yin. Kini lian yin nampak beda tatapan semakin tajam.
"Baiklah, tapi aku mau di sini sebentar, tidaknya itu aku ingin sesuatu darimu bukan sekedar perlindungan saja darimu" ucap Yhing yhi beranjak berdiri menarik kerah Lian yin menjatuhkanya di ranjang putih di belakang.
Lian yin mencoba berdiri namun tangan Yhing yhi dengan sigap menarik tangan Lian yin hingga jatuh di ranjang dalam dekapannya.
"Apa yang kamu mau?" ucap Lian yin.
Tanpa menjawab Yhing yhi ******* bibir Lian yin lembut. Ia menindih tubuh Lian yin dan ******* bibirnya penuh gairah.
"Puaskan aku sekali saja, dan aku akan membiarkan mu pergi bersama wanita itu" bisik Yhing yhi.
Jemari Yhing yhi sangat lihai perlahan membersihkan baju yang menempel di tubuhnya. Kini ia semakin bergairah ******* bibir Lian yin.
Lian yin nampak terdiam ia mulai terpancing dengan kecupan Yhing yhi. Ia lelaki normal yang merasa nafsunya mulai bangkit merasakan kegairahan Yhing yhi. Lian yin membalikkan tubuh Yhing yhi di bawah dan mulai menindihnya. Ia membalas ciuman Yhing yhi sangat ganas dan penuh gairah. Tangannya tak bisa diam mulai menyentuh bagian yhing yhi membuat Yhing yhi terus berdesah menimati apa yang di lakukan Lian yin.
Lian yin mulai menelusuri seluruh tubuh Yhing yhi dengan ganasnya seperti seekor kucing yang mulai menemukan makananya.
"Lanjutkan Lian yin ini yang aku inginkan" ucap Yhing yhi penuh gairah. Ia terus berdesah tepat di telinga Lian yin.
__ADS_1
Tubuh Lian yin sangat lihai bermain dengan Yhing yhi di atas ranjang putih. Desahan semakin keras terdengar dari mulut Yhing yhi. Keringat mulai bercucuran. namun semua tak menghentikan gerakan Lian yin yang semakin menjadi desahan demi desahan terus terdengar keras di telinga Lian yin.