Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Cemburu Yiwen


__ADS_3

Lian yin segera berlari menuju ke taman, ia melihat Manda duduk dengan Mei saling berbincang tentang apa, Lian yin juga tidak terlalu paham dengan pembicaraan mereka berdua. Dan dia juga tidak perduli apa yang di bicarakan mereka. Bagi dia itu urusan itu, adalah urusan para perasaan para wanita. Dan Lian yin tidak mau ikut campur.


Lian yin berjalan dengan langkah ringan, mendekati yiwen. Dan berdiri tepat di belakang Yiwen. Mei yang sadar ada lian yin di belakangnya, memutuskan untuk pergi. Tidak mau menjadi orang ke tiga nantinya, ia memutuskan untuk meninggalkan Yiwen, dan mencari alasan agar bisa pergi dari Yiwen.


"Yiwen, aku pergi dulu ya, mau lihat Changmin dan sekalian mau minta maaf padanya. Mungkin memang benar aku yang salah tadi terlalu cemburu dengannya" ucap Mei bangkit dari duduknya. 


"Ya, sudah kamu harus bisa, aku yakin kamu kuat menjaga cinta kamu demi Changmin." Ucap Yiwen, memegang tangan Mei. Dengan senyum manisnya, uantuk menyemanagati Mei. 


"Iya, makasih untuk waktu curhat tadi. Kamu yang bisa membuat jati aku tenang. Dan banyak hal yang bisa kau ambil dari pelajaran kamu tadi" gumam Mei, yang mulai melangkahkan kakinya untuk pergi meninggalkan Yiwen sendiri di taman. 


Melihat Mei yang sudah pergi menjauh, Yiwen hanya diam, di tengah terik matahari yang perlahan mulai naik, sinar matahari yang semula masih sejuk kini perlahan rasa panas mulai menusuk ke tulangnya. Bunga-bunga bermekaean memyambut terik matahari. 


Ia terdiam memikirkan Lian yin yang entah sekarang di mana. Dengan changmin atau dengan Grace. Namun Yiwen berusaha untuk membuat pikirannya selalu berpikir positif, ia tidak mau jika jadi salah paham lagi dengannya. Saat menuduh Lian yin yang tidak-tidak nantinya. 


"Ahh.. apa Lian yin sekarang lagi sibuk ya, sampai dia lupa dengan aku. Bahkan dia tidak mencariku." gumam Yiwen dalam hatinya. "Haahh... aku yakin dia lagi jaga hatinya sekarang agar tidak tergoda wanita Lain. Meski tidak mencariku" gumam Yiwen.


"Kenapa mencari Lian yin?" Tanya Lian yin di belakangnya. 


"Aku khawatir dengan dia" ucap Yiwen, yang belum sadar jika itu Lian yin. Seketika ia menoleh, di sambut dengan senyum manis menyungging di bibir Lian yin. 


"Kamu khawatir ya dengan aku?" Tanya Lian yin, mengusap lembut rambut Yiwen. Ia senang jika Yiwen selalu memikirkannya.


" kenapa kamu lama sekali syang. Apa kamu gak perduli dengan aku lagi" gumam Yiwen kesal. Ia mengerutkan bibirnya, dan kembali menatap ke depan. 


Lian yin duduk di samping Yiwen. Mengusap kepala Yiwen, "jangan ngambek terus, aku selalu perduli dengan kamu. Aku tadi itu hanya bicara rencana yang kita bicarakan tadi pada Lay. Jadi jangan salah paham dulu dengan aku" gumam lian yin. 


Yiwen menyandarkan kepalanya di pundak Lian yin. "Iya syang, aku harap kita bisa saling percaya ya syang. Kamu juga jangan sering marah lagi dengan aku. Dari apa.yang terjadi dengan Mei tadi, harus jadi pelajaran bagi kita" ucap Yiwen.


"Iya, aku tahu syang. Aku sekarang juga berpikir seperti itu. Apalagi kamu itu yang selalu ngambek terus, aku gemes saat kamu selalu ngambek gini" gumam Lian Yin. "Oya, kita pulang sekarang gak?" Tanya Lian yin yang teringat jika ada janji dengan ayah Yiwen. 


"Gak jadi syang, ayah lagi di luar kota nanti kalau kembali, yah akan menghubungi aku" gumam Yiwen


"Ya sudah aku kira tadi kita sudah telat, saat di ruang kerja aku langsung berlari mencari kamu" gumam Lian yin.

__ADS_1


"Udah sekarang ayo kita masuk" ucap yiwen bangkut daei duduknya.


"Jadi kita di sini dulu syang?" Tanya Lian yin. 


"Iya sayang, kamu bisa berbincang dengan Changmin dan lay lagi nantinya. Sambil menunggu ayah mengirimkan pesan padaku" gumam Yiwen, memegang tangan Lian yin untuk segera pergi dari taman. 


"Kenapa pergi, aku ingin romantis di sini" gumam Lian yin, menarik tangan Yiwen, hingga duduk di pangkuan Lian yin. 


"Panas syang, lihat matahari sudah mulai terik" ucap Yiwen. 


"Iya juga sih, ya sudah ayo masuk syang" ucap Lian yin. 


Yiwen segera berdiri, dan menarik tangan suaminya itu pergi menuju ke dalam rumah Lian yin. Mereka duduk di sofa, mendinginkan tubuhnya sejenak dari panasnya matahari pagi tadi. 


Klinggg.. 


Ponsel Yiwen berbunyi, dengan segera Yiwen meraih ponselnya. Melirik sejenak, Sebuah pesan dari Mei, Yiwen segera membuka pesannya. Sebuah curhatan dari Mei tentang Changmin yang membuat Yiwen membuka matanya lebar.


"Syang kenapa kamu bohong dengan aku?" Tanya Yiwen. 


"Kamu tadi bertemu dengan Grace dan kenapa kamu gak biarkan Mei juga untuk bisa dekat dengan Changmin. Apa salah mereka." Ucap Yiwen dengan nada kesalnya, ia menarik tangan Lian yin agar menatap ke arahnya.


"Apa kamu mau seperti Mei, baru tadi kamu bialng jangan ada salah paham. Hanya karena ada pesan dari Mei kamu jadi salah paham dengan aku" ucap Lian yin yang juga semakin kesal, ternyata benar Mei membawa pengaruh birik untuk yiwen dan yang lainnya. 


"Aku mau pergi" gumam Lian yin, yang lansging pergi ke kamarnya. 


Manda yang tahu jika Aron kesal dengannya, ia segera mengikuti Lian yin masuk ke kamarnya.


"Kanapa kamu jadi marah dengan aku, kalau kamu gak bisa di ajak bicara baik aku yang akan pergi" gumam Yiwen kesal, memalingkan pandangannya dengan tangan bersendekap.


Melihat Yiwen semakin marah dengannya. Ia mencoba untuk bicara dengan Yiwen


"Syang aku ingin bicara dengan kamu?" Ucap Lian yin.

__ADS_1


"Bicara apa lagi? Aku kesal dengan kamu, dan gak mau bicara dengan kamu lagi sekarang" gumam Yiwen, memalingkan pandangannya berlawanan Arah dari Lian yin.


"Benar kamu gak mau bicara dengan aku?" Tanya Lian yin yang merasa Yiwen seperti anak kecil. 


"Lagian juga gak ada yang perlu di bicarain, kamu selalu dekat dengan Grace, dan benar kata Mei semua laki-laki memandang Grace, sampai lupa dengan pasangannya" ucal Yiwen. 


"Apa yang kamu bicarakan, kenapa kamu jadi cemburuan gak jelas gitu. Aku sudah bilang dengan kamu. Tapi kamu gak bisa di percaya. Aku sudah susah payah jelasin kamu malah seperti ini. Aku udah bilang semenjak kamu dengan Mei dekat, kamu gampang sekali cemburuan. Kamu berubah Yiwen, kamu beda gak seperti Yiwen yang dulu aku kenal" ucap Lian yin. Melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Yiwen sendiri di kamarnya. 


yiwen hanya diam, ia bahkan tidak menyadari Jika Lian yin sudah tidak ada di belakanganya. Ia memikirkan apa benar yang di katakan Lian yin. Jika dirinya terlalu cemburuan gak jelas, apa memang aku gak jelas, banyak banget pikiran yang mengganggi otakku. Dan terus melayang-layang mengahantui aku. Aku harus percaya dengan siapa ia juga bingung. 


"Apa aku salah dengan Lian yin" batin Yiwen.


Merasa sudah salah telah marah dengan Lian yin. Ia mencoba berbicara lagi dengan Lian yin.


"Yin" panggil Yiwen menoleh ke belakang. 


"Kemana Lian yin?" Tanya Yiwen, memutar matanya mencoba mencari Lian yin di ruangannya. 


"Di mana sebenarnya dia? Apa Lian yin benar-benar sudah marah dengannya" ucap Yiwen. 


~


Lian yin berjalan keluar menemui Lay dan changmin, tanpa pergi ke kamar Grace, mereka melakukan misi rahasia yang tidak akan lagi di ketahui Mei. Lian yin tahi, jika Changmin gak bakalan bisa maju jika terus bersama Mei, karena dia yang mencuri semua idenya. Pikiran itu selalu mengganggu otak Lian yin. 


"Kita akan bahas tentang apa?" Tanya Lay. 


"Kita akan pergi ke suatu tempat" gumam Changmin.


"Maksud kamu?" Tanya Lian yin dan Lay kompak, mereka bingung dengan apa yang di katakan Changmin. 


"Kita menuju ke ruang rahasia, kita bicara di dalam" ucap Changmin. 


"Baiklah, gimana dengan Grace nanti" gumam Lian yin.

__ADS_1


"Masih ada Mei dan yiwen, jadi kamu gak usah terlalu khawatir juga" gumam Changmin. l


__ADS_2