Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Pergi


__ADS_3

jarum jam sudah menunjukan pukul 10 malam. Dan ini saatnya Lian yin menyusun rencananya. ia oergi sengaja tanpa membawa senjata apaoun di tangannya. Hanya di bekali dnegan jaket dan juga mobil.untuk menuju ke daerah perbatasan yang sangat jauh, hampir tiga jam perjalanan menuju ke sana. Dan Lian yin bergegas pergi kaluar dari rumah Yiwen. Dan berjalan menuju ke mobilnya, dan mulai menjalankan mobilnya pergi dari rumah sederhana milik yiwen.


"Huhh... mungkin ini akan menjadi suatu yang sangat menegangkan. Aku akan mejalani hal yang entah aku bisa selamat atau tidak, ini hal yang mungkin akan menjadi hal buruk bagi aku." gumam Lian yin.


--------


Sementara Yiwen juga masih berada di dalam ueangan Jack. Namun ia segera memberesakn semua lukisan Jack yanag bernatakan di ruangan khusus kamarnya. Ia tercengang saat melihat sebuah lukisan yang sangat berbeda dari baisanya. Lukisan sangat indah, seakn menjukan sebuah arti yang sangat mendalam.


Yiwen memegangnya, meniup debu yang menutupi lukisan itu. "Lukisan ini sangat indah, apa ini lukisan jack. Atau lukisan orwng yang berbeda. Entah itu orang yang oentung bagi hidupnya."


"Kamu suka dengan lukisan utu?" tanya Jack.


"Enggak!! Aku hanya melihat lukisan ini terlihat sangat menarik dari lukisan lainya. Sebuah lukisan pemandangan, dan berbagai pembunuhan yang terlukis di gambar ini. Apa kamu yang melukisnya?" tanya Yiwen, sekana dia tidak takut lagi dengan jack.


Jika sudah bicara dengannya, ia terasa terbius, dan ingin bicara lebih jauh padanya. Tapi Yiwen bisa mengontrol hatinya. Karena ia sadar masih punya suami yang sedang menunggunya di rumah.


Suami yang selalu setia dengannya selama ini.


"Jika kamu suka kamu bisa ambil, lagian aku tidak terlalu suka dengan lukisan itu. Karena terlaku moboton bagiku. Lukisan lain masih banyak." ucap Jack memegang tanyan Yiwen hang menyentuh lukisan itu.


"Toling singkirkan tangan kamu dari tanganku,"


"Kenapa aku hanya memegang tangan kamu. Tidak terlalu berlebihan dan tidak terlalu seriua banget kan. Jadi jangan terlalu permasalahkan. Lagian itu juga gak terlalu penting juga kan." Javk melepaskan tangannya, saat Mei tiba-tiba berdiri di belakangnya, dengan wajah datar, seakan menyimpan sebuah rahasia yang tidak di ketahui orang lain.


Iya sebuah rasa cemburu yang selaku ia rahasiakan. dia yang begitu polos dulunya sekarang Mei benar-benar berbeda. Wajahnya terlihat sangat dingin, dan dartar, ia tidak pernah sama sekali tersenyum. Namun semua tidak perdulikan itu. Dan Jack tahu semuanya, tentangbdia, ia melakukan itu karena. dirinya, yang selalu bermain dengan wanita di depannya.


"Mei syang!! Yernayat kamu datang juga,"


"Ada apa? Mwmangnyabaku gak boleh ada di sini?"

__ADS_1


"Boleh, siapa juga yang melarang kamu ada di sini. Aku hanya tanya, syang. Apa kamu kangen oadaku, atau kamu gakut aku malakukan hal macam-macam apda Bella." ucap Jack, memegang tangan Mei, sangat berat seakan mencoba untuk menyakinkan Mei agar dia tetap tenang.


"Syang!! Jangan marah ya, nanti aku akan datang ke kamr kamu."


"Jangan masuk ke kamar, aku tidak.mau dengan kamu hari ini!!".


"Apa kamu cemburu dengan dia?"


"Iya, menurut kamu aku tidak cemburu dengannya. Dan aku diam saja melihat kamu dengan wanita lain. Kamu yang akan kenikagiku, tapi kamu yang menyakitiku. Apa memang ini hang kamu inginkan, karena kamu ingin balas dendam dnegan apa hang aku lakukan dulu oadamu. Dan aku melepaskan dia, hanya mau menikah dengan kamu. Dan sekaranh apa balasan kamu," ucap Mei, meluapkan amrah yang ada dalam hati dan pikirannya sat ini.


"Mei, jangan bisacra itu di sini. Aoa kamubgak bisa bahas itu lagi nanti. Aku gak mau kamu bahas soal ini algi. Dan jika kamu amsih bahas tentang itu. Aku akan marah dengan kamu sangat marah, ingat itu," ucap Jack mencengkram erat tangan Mei, membuat wanita itu meringis kesakitan.


Yiwen yang melihatnya hanya bisa diam, ia bingung dengan Mei sekarang. Kenapa dia jadi wanita sangat lemah sekarang, jauh dari kata baik untuknya. Dan dia mau saja mengalah pada laki-laki seperti dia. Rasanya aku ingin sekali menamoarnya sangat keras, agar dia tahu rasnaya sakut itu gumana.


"Sepertinya aku harus pergi sekarang?" ucap Yiwen.


Ia membuka kamar Mei kaasar, dan melemparkan tubuh mei di ranjang. "Apa kamu mau buka semua rahasia kita di depan semua orang. Apa kamu mau permalukan aku di depan semua orang. Apa itu yang kamu mau. Jika memang benar itu, maka aku tidak akan segan-segan menyakiti kamu" umpat kesal Jack.


"Kamu sudah terlalu banyak menyakiti kamu, kamu hanya membuat aku terluka. Sampai aku lupa rasanya gimana tersakiti. Karena kamu terlalu banyak menyakiti hati aku. Dari dulu awal kita kenal tidak ada kata romantis dari kamu. Aku ingin itu dari dulu, aku ingin kebahgiaan, bukan malah sakit hati yang aku terima, pasa saat akhirnya aku bertemu dengan laki-laki lain, yang mampu memberiku kebahgaiaan tersendiri, aku merasa baru kali ini di hargai, dan di perlakukan sebagai wanita. Dia selalu oerhatian dengan aku, dia selalu syang dengan aku, romantis, an lembut. Sedangkan kamu, aku hanya kamu jadikan pelampiasan nafsu kamu saja" jelas Mei mengungkapkan semuanya, yang ada dalam pikirannya saat ini.


Plaaakkkk...


Jack yang merasa sangat geram, ia menampar keras pipi mei, membuat tangisannya semakin pecah, tak terbendung lagi.


"Kamu selalu seperti ini, tidak pernah merasa berasalah. Mungkin jika aku tidak ada, kamu akan sadar gimana rasanya kehalngan yang sebenarnya. kamu pasti akan tahu, gimana rasanya jadi orang yang selalu menderita di dalam sebuah penyesalan nantinya


"Jack aku tahu kamu syang dengan aku. Tapi aku mau kamu tunjukan syang kamu padaku. Jangan jadi pengecut yang sembunyi di balik tempurung tubuh kamu yang sebenarnya sangat rapuh."


"Diamlah!! Aku gak mau kamu banyak bicara lagi. Jangan banyak bicara aku tidak suka kamu banyak bicara" Jack beranjak pergi keninggalkan Mei, yang amsih menangis tersedu di ranjangnya. Tanpa rasa penyesalan sama sekali dalam pikirannya. Seakan dia sudha terbiasa melakukan hal itu pada Mei.

__ADS_1


Dan Mei selalu menerima perlakuan Jack padanya. Sebagai makanan kesehariannya. Ia sudah biasa merasakan panasnya tamparan laki-laki itu.


Yiwen yang merasa tak ada siapa-siaap di kamarnya, ia berjalan mencari sobekan peta harta karun itu di setiap laci kamar Jack. Namun tidak ada sama sekali di sana. Wajah Yiwen terlihat sangat cemas, ia membuka laci, sembari menoleh ke belakang. Melihat jika Jack sudah keluar dari kamar Mei biasa bahaya kalau ketahuan.


"Kamu lagi nagapin?" tanya Jack menatap Yiwen yang sedang membuka lacinya.


"Maaf tuan, tadi baju aku nyaangkut di laci, jadi aku berusaha untu menariknya, namun sampai laci itu terbuka tadi.


"Oo. Ya, sudah


Jack berjalan masuk ke dalam kamarnya lagi. Ia mematap setai wajah Yiwen yang berada tak jauh di depannya. Yiwen terlihat sangat sibuk dengan kegiatanya.


"Kamu belum selesai?" tanya Jack memegang tangan YwienN dan seketika di tepi oleh Yiwen.


"Maaf!! Tolong jangan menyentuhku, karena kau merasa sekarang ada yang sudha salah paham. Dan aku gak mau jadi penyebab pertengkaran kalian. tolong, tuan jangan mendekati aku lagi. Aku di sini hanya sebatas numpang tuan. Dan jangan kurang ajar pada tamu anda.


"Aku tidak peenah kurang ajar sama sekali. dna kamu harusnya yang jangan kurang ajar dengan orang yang telah memberi kamu tempat tinggal sekarang. Dan jika kamu melawanku. Maka kamu akan aku usir dari sini.


"Aku gak pernah melawan kami, akunhanya takut jika calon istri kamu iti cemburu. Dan aku juga sudha punya suami. Ya meski jarang pulang tapi status aku adalah istri dia!"


"Jadi kamu sudha ounya suami?" tanya Jcal memastikan.


"Iya, kamu gak suka ya. Lebih baik pergi, banyak wanita lain yang jauh lebih cantik dan seksi nantinya. yang bisa kamu permainankan." ucap Yiwen dengan nada kesalnya.


"Yiwen!!" panggil Amerta berjalan masuk ke dalam.


Ia memegang tanganya, memarimnya keluar. "Maaf tuan, aku harus segera pergi dari ini," ucap Yiwen. Dan beranjak kenuju ke ranjangnya, dan mengunci rapat-rapat pintu rumahnya. Agar tidak ada wanita hang seenaknya masihz ke rumah orang bisa di bilang wanita murahan.


"Maaf aku bukan wanita murahan!!:

__ADS_1


__ADS_2