
Lama berdiri di balkon hingga hampir setengah jam. Ia memutuskan untuk pergi turun menemui Feng yin. Wanita itu ingin berbicara berdua dengannya.
"Sepertinya Feng yin di rumah, lagian luhan jam segini pasti sudah pergi ke kantor" pungkas Yiwen. Melangkahkan kakinya menuju ke pintu. Ia memutar gagang pintu perlahan, lalu membukanya. Ia keluar dari kamar dan menutupnya kembali.
Yiwen berjalan ringan menuju ke kamar Feng yin yang sepertinya tak jauh dari kamarnya. Ia juga kurang tahu, tapi ia pernah melihat samar-samar Feng yin pergi menuju ruangan ujung sana.
Dengan langkah semakin cepat Yiwen berjalan menuju ke ujung yang terdapat satu kamar. Ia dengan percaya diri menganggap itu adalah kamar Feng yin.
Yiwen mengetuk pintu kamar Feng yin berkali-kali. Namun masih juga belum ada jawaban darinya. " Feng yin, apa kamu di dalam" teriak Yiwen sangat keras.
Tak lama Feng yin keluar dari kamarnya. "Ada apa?" Tanya Feng yin dengan wajah datarnya. Seolah ia terlihat marah dengan yiwen.
"Hey kenapa wajah kamu gitu" pungkas Yiwen menarik dagu Feng yin. Menatap wajahnya yang terlihat kaku itu.
Feng yin tiba-tiba menepis tangan yiwen dari dagunya. "Masuklah!" ucap Feng yin dengan nada dingin. Ia membalikkan badan masuk ke dalam kamarnya.
Tanpa ragu Yiwen masuk ke dalam kamar Feng yin, duduk di ranjang di sampingnya. Namun tak langsung bertanya. Ia masih terdiam berpikir kenapa Feng yin tiba-tiba kasar dengannya. Apalagi ia tak seperti ini sebelumnya. Ia berpikir apa semalam berbuwat salah dengan Feng yin. Tapi sepertinya tidak. Dari semalam ia keluar dan pulang bersama Chengyi. Apa mungkin ia melihatnya bersama Chengyi.
"Apa dia cemburu dengan Chengyi" batin Yiwen menatap wajah tao di sampingnya.
"Aku boleh tanya?" Yiwen menghilangkan keheningan di antara mereka.
"Tanya apa?" jawab Feng yin datar.
"Kenapa kamu seperti ini denganku" Lanjut Yiwen mencoba memegang tangan Feng yin. Tetapi Feng yin selalu menghindar seolah ia tak mengijinkan Yiwen memegang tangannya.
"Baiklah jika kamu marah denganku, aku akan pergi sekarang" ucap Yiwen beranjak berdiri.
Feng yin tak perdulikan Yiwen. Ia memalingkan pandangannya tanpa menatap mata Yiwen.
Merasa tak di hiraukan Yiwen menghentakan kakinya beranjak keluar dari kamar Feng yin dengan perasaan marah dan kesal jadi satu.
__ADS_1
--0o0--
Sedangkan Lian yin masih berdiam diri di kamar Yiwen ia masih terus bersembunyi agar tidak ketahuan Chengyi jika ia di sana. Sekalian ia ingin menjaga Yiwen, agar Chengyi tak berani menyentuhnya ataupun mendekatinya.
Entah kenapa Lian yin jadi sangat sensitif jika ada seseorang yang berani mendekati Yiwen selain dirinya. Bahkan ia tak segan-segan untuk menyakitinya.
Menunggu Yiwen kembali ia duduk berdiam diri di lantai dengan gambar alam 3 dimensi yang membuatnya semakin nyaman. Ia menyalakan televisi di depannya, untuk menghilangkan rasa bosan yang menyelimuti hatinya.
Berharap ada berita bagus hari ini di kotanya. "Pemilik perusahaan Yin group bernama lian yin telah mengumumkan untuk pembatalan pernikahnya dengan Yhing yhi artis cantik yang sedang naik daun saat ini. entah apa sebab Lian yin membatalkan pernikahanya. Apa mungkin ada wanita kain penyebab pembatalan pernikahan ini" Mendengar berita itu dari seorang presenter di televisi. Ia tersenyum tipis kini Lie Wei sudah menyelesaikan tugasnya dengan baik.
"Sekarang aku akan membawanya pergi dari sini, pergi jauh tanpa ada yang mengganggu lagi. Dan mulai hidup bahagia bersama Yiwen" Lanjut Lian yin dengan senyum semringai di wajahnya. Akhirnya ia terbebas juga dari Yhing yhi dengan mudah. Tinggal menjebloskan dia ke dalam penjara bersama semua pengikutnya.
Tak lama terdengar suara pintu terbuka. membuat Lian yin sontak mematikan televisi di depannya dan bersembunyi di balik kamar tidur. Karena merasa sudah terpepet ia hanya bersembunyi sebisanya. Ia takut jika yang masuk adalah luhan ataupun Feng yin.
Hentakan kaki dengan suara ocehan seorang wanita yang membuat ia penasaran siapa dia. Lelaki itu mengintip di samping ranjang Yiwen melihat kaki mulus wanita cantik. Pandangannya menjulur dari bawah sampai ke atas melihat wajah Yiwen sedang kesal.
"Yiwen!!" Lian yin keluar dari sembunyiannya. Ia tersenyum melihat pujaan hatinya ada di depan mata.
"Kenapa kamu lama sekali" tanya Lian yin dengan anda seolah kesal.
Namun bagi Lian yin itu tak masalah untuk meluluhkan hati Yiwen. Ia berlutut di depan Yiwen, memegang tangan kanan Yiwen, lalu menciumnya lembut.
"Apa-apaan sih " ucap Yiwen semakin kesal, ia menepis tangan lian yin. Namun Lian yin meraih lagi tangan Yiwen. dengan segera ia mengambil cincin disaku bajunya. Lalu memakaikan di jari manisnya, suasana hati Yiwen seketika berubah, ia tersenyum samar menatap Lian yin.
Jantungnya tak bisa terkontrol lagi. Napasnya seakan ssangat sesak. Jantungnya dililit dengan perasaan bahagia yang menggebu-gebu. Membuat desiran nafasnya menjadi sangat berat.
Yiwen menutup mulutnya, dengan mata terbelelak seketika. "Lian yin!" ucapnya tak menyangka akan melakukan hal itu.
Lian yin tersenyum beranjak berdiri memeluk tubuh Yiwen erat. "Aku akan menikahimu, kita akan hidup bersama berdua" ucap Lian yin lirih.
Tak di sangka air mata bahagia menetes perlahan dari mata bulatnya. Ia terus tersenyum bahagia, tidak menyangka perasaannya terbalas. Lian yin juga sangat mencintainya.
__ADS_1
Lelaki itu melepaskan pelukannya menatap mata Yiwen. Ia menyetuh pipi Yiwen.
"Jangan nangis" ucap Lian yin dengan jemari mengahapus air mata di pipinya.
"Sekarang kamu bereskan semua baju dan barang-barangmu. Aku akan membawamu pergi" mendengar itu. perasaan senang berubah menjadi khawatir. Yiwen menunduk, terlintas dalam benaknya gimana dengan Feng yin. Dia telah menyakitinya bahkan ingin pergi dengan lelaki lain. Seolah hubungan yang selama ini ia jalin begitu mudah di lupakan oleh Yiwen.
"Kenapa kamu diam? . Apa kamu ragu denganku" tanya Lian yin agak menurunkan pandangannya menatap mata Yiwen yang tiba-tiba menatap ke bawah. ia tahu Yiwen menyembunyikan sesuatu darinya.
"Baiklah kalau kamu tidak mau aku akan pergi sendiri" ucap Lian yin beranjak pergi.
"Tunggu!" auara yang tak asing baginya menghentikan langkahnya seketika.ia menoleh ke belakang bersamaan dengan Yiwen yang berdiri di belakangnya. Ia melihat Feng yin berdiri di belakang Yiwen,
Feng yin berjalan ringan menyentuh tangan Yiwen dan beranjak mendekati Lian yin di depan.
Lian yin tak tahu apa yang ia rencanakan . Namun dirinya tetap siaga agar tak begitu mudah di bohongi oleh Feng yin. " siapa tahu ini rencana liciknya" batin Lian yin menatap Feng yin.
Namun rasa curiganya seakan pudar Feng yin memberikan tangan Yiwen padanya. sepertinya kali ini dengan besar hati, ia menyerahkan Yiwen miliknya untuk Lian yin.
"Bawa dia pergi" ucap Feng yin, dengan mata seakan sudah berkaca-kaca.
Yiwen mendegarnya terkejut seketika.
"Feng yin apa yang kamu katakan" Yiwen menyela pembicaraan mereka.
"Aku tahu kamu mencintainya. Dan sekarang lian yin telah menjemputmu. kamu cepat pergilah dari sini. Dan jangan perdulikan aku lagi" ucap Feng yin dengan nada semakin tinggi.
Butiran air mata menetes dari mata Yiwen. Ia tak menyangka Feng yin merelakannya untuk orang lain. Meskipun dia sangat mencintai Yiwen. Namun sepertinya ia lebih memilih kebahagiaannya dari pada perasaannya sendiri.
"Cepat pergilah kalian. Sebelum luhan kembali" ucap Feng yin.
Tubuh mereka berdua keluar ke arah balkon. Di sana ternyata sudah ada Ley yang membawa halicopter tepat di atas balkon untuk menjemput Yiwen.
__ADS_1
Lian yin membawanya segera naik, Yiwen terus nenatap ke bawah melihat Feng yin yang menangis tersengkur di bawah.
"Maafkan aku Feng yin," gumam Yiwen menutup matanya. Iar mata tak berhenti menetes hingga jatuh ke bawah tepat mengenai wajah Feng yin.