Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Kelembutan


__ADS_3

Mereka berempat terus berbincang tentang rencana mereka selanjutnya, untuk melawan Lee. Dan kali ini ia tak mau melibatkan Yiwen. Misi kali ini sangat berbahaya bagi Yiwen . Dan Lian yin juga tak mau menyusahkan Yiwen hingga ia harus jadi korban lagi.


Besok ia sudah berencana untuk membawa Yiwen ke Italia, mereka akan melangsungkan pernikahan di sana. Dan melupakan masalah yang terus datang bertubi-tubi dari para musuh Lian yin. Ia juga tak mau ambil resiko lagi. Jika statusnya sudah menikah. Maka tak ada yang berani lagi berkutik menggodanya.


Dan Lian yin juga membuat jumpa pers agar semua orang tahu jika Yiwen nanti adalah istrinya. Bahkan ia ingin mengenalkan istrinya itu sampai penjuru dunia sekalipun. Agar ia bisa dengan mudah mencari dia kelak saat ia hilang maupin di culik orang lagi. Dan tidak ada lagi yang akan berani menganggunya. Namun sekarang Lian yin juga sudah memperketat pejagaannya pada Yiwen.


Dan tak boleh orang lain masuk kecuali dirinya, bahkan pengawal pun tak boleh masuk. Jika ingin mengantar makanan hanya Mei yang di perbolehkan.


"Aku tidak ingin rencana kita di ketahui semuanya, aku hanya ingin kamu cepat bawa dia kemari" ucap Lian yin pada Ley.


"Tapi tidak mudah membawa dia kemari. Kalau kita tidak bisa memancing dia untuk datang." ucap Ley.


"Yhing yhi, dia orang yang paling di cintai oleh Lee, maka aku akan bertindak tegas padanya dan akan aku kirimkan foto gimana Yhing yhi tersiksa di sini. Aku yakin dia tidak akan tinggal diam meski bukan dia yang ke sini tapi anak buahnya pasti juga tidak akan membiarkan dia tersiksa di sini" sambung Mei.


"Bentar kalau kamu tahu yang mencuri berlian itu adalah Yhing yhi, kenapa kamu tidak cerita padaku sebelumnya. Jika kamu sudah tahu semuanya, kenapa kamu lebih memilih menghakimi dia." tanya Lie Wei menatap ragu pada Mei.


"Karena aku ingin memberi dia pelajaran, aku ingin dia mengucap semua pengakuan itu dengan mulutnya sendiri. Kalau tidak mau maka akan terus aku siksa. Tapi sepertinya dia benar-benar setia tak mau cerita semuanya pada kita. Kenapa aku bilang seperti itu karena hal yang snagat menyakitkan jika di hianati sahabat sendiri. Dia dulu adalah sahabatku tapi nikung dadi belakang. Dan akhirnya aku di rawat dan dibasuj oleh ornag yang sangat menyayangiku." ucap Mei dengan tatapan sinisnya. Seolah ia punya dendam dengan Yhing yhi. Hingga dia berani bertindak kasar dengannya.


Lie Wei hanya diam dan tersenyum, "Tapi aku sarang sudah tahu di mana tempat dia menyembunyikan Berlian itu, aku sudah menempelkan alat prmbaca pikiran yang aku ciptakan sendiri, dan semuanya sudah terdeteksi dan tersimpan dengan baik. Aku menaruhnya di belakang punggung Yhing yhi, dan semua data sudah ada dalam ponselku sekarang." ucap Lie Wei dengan bangganya. "Dan saat kamu laung kamu bisa baca semua pikiran yang sudah tertulis dengan sendirinya di ponsel kamu nantinya" lanjut Lie Wei pada Lian yin.


"Makasih, kamu sudah menjalankan tugas kamu dengan baik, sekarang kita tinggal fokus dengan Lee dan penyelidikan tentang robot itu" ucap Lian yin dengan wajah nampak mulai serius kali ini.


"Baiklah"jawab Ley dan Lie Wei kompak. Dan Mei hanya diam, srolah masih banyak pikiran yang menganggunya sekarang. Lie Wei melirik ke arahnya, ia tahubmasih ada masalah yang belum ia ceritakan pada Lian yin dan Ley, dan mungkin memang ia tak mau cerita pada orang lain. Dan Lie Wei juga berniat akan menanyakan pada Mei nanti setelah semua urusan sudah beres.


Hari sudah hampir larut malam. Mereka terus berdiskusi bersama. Hingga sebuah penemuan baru sudah ia dapatkan. Namun sepertinya Lian yin nampak muram.


Lian yin segera beranjak pergi dari ruangan kerjanya, hanya mereka bertiga sedang meneliti robot itu bersama. Bahkan mereka sudah menemukan hal aneh pada robot itu.


Namun lian yin masih belum tertarik, ia ingin melihat Yiwen di kamarnya. Ia merasa ingin selalu berada di dekat Yiwen. Menemaninya saat tertidur dan menjaganya di manapun ia berada. Tak mau jauh lagi darinya.


Dengan langkah ringan Lian yin menuju ke kamar Yiwen. Ia membukanya perlahan melihat Yiwen yang sudah tertidur lelap di rnajangnya, berbalut dengan selimut coklat tebal yang menutupi sebagian tubuhnya.  "Aku harap kamu bisa pulih kembali seperti dulu, agar kamu bisa ingat gimana saat kita tertawa bersama, bercanda bersama. "ucap Lian yin berjalan mendekati Yiwen.


Ia mengusap lembut wajah Yiwen yang masih terbaring di ranjangnya. Wajah yang begitu polos itu benar-benar masih terlihat cantik meskipun sudah tertidur lelap meskipun tanpa make up membalut wajahnya. "Maafkan aku!!, aku terlalu banyak membuatmu menderita. Kamu masuk dalam kehidupanku. Membuatmu semakin banyak yang mengincar. Padahal ini urusanku, masalahku. Tapi kamu harus kenderita juga karenaku" ucap Lian yin mengecup lembut kening Yiwen.

__ADS_1


Ia menarik kursi di belakangnya, duduk dengan tangan terus mengusap lembut rambut Yiwen. "Aku akan terus di sini bersamamu, tak akan pernah pergi lagi dari sisimu."gumam Lian yin.


Ia bahkan tak henti terus memandany wjaha Yiwen, dengan tangan terua mengusap lembut rambut Yiwen. Hingga ia tertidur dengan tangan terus memegang tangan Yiwen.


Hingga tak terasa pagi mulai tiba, sinar matahari menembus langsung dalam kaca, tepat mengenai wajah Yiwen. Mata Yiwen mengernyit karena silau matahafi yang menembus langsung ke matanya.


Yiwen yang merasa terganggu dengan sinar yang menyilaukan matanya itu. Ia perlahan membuka mata bulatnya. Yiwen segera beranjak duduk namun ia merasa ada yang tertidur disisinya, dengan tangan kanan merengkuh perutnya. "Siapa ini?" Tanya Yiwen menatap ada seseorang yang memegang tangannya dan memeluknya.


Lian yin yang amsih memejamkan matanya, ia mendongakkan kepalanya. "Heemm.."gumamnya.


"Kamu yin?," tanya Yiwen.


Mendengar ucapan Yiwen, Lian yin langsung tersadar dari tidurnya. "Emm.. kamu udah bangun" ucap Lian yin dengan mata yang belum terbuka sempurna.


"Baru saja"ucap Yiwen singkat.


"Gimana keadaan kamu sudah mendingan kan? Dan sudha gak terasa ousing lagi kan?" Tanya Lian yin mencoba cek dahi dan pipi Yiwen.


Yiwen menatap Lian yin, ia ingin sekali menanyakan banyak pertanyaan pada Lian yin.


"Oo ya, kenapa kamu baik banget padaku?" Tanya Yiwen yang masih memegang tangan lian yin.


"Karena kamu adalah napasku" ucap Lian yin singkat tanpa penjelasan, ia segera beranjak berdiri. "Udah sekarang kamu, ayo cepat mandi, kita akan segera pergi ke Italia nanti. " ucap Lian yin mengusap lembut rambut Manda.


Yiwen merasa snagat nyakan dengan sentuhan Lian yin. Tak seperti dengan Lee yang dulu ia selalu ragu dengannya. Bahkan di sentuh dia saja seakan ia ragu. Mungkin memang benar kalau Lee itu pembohong dan Lian yin lah tunanganku sebenarnya, gumam Yiwen dalam hatinya.


"Tunggu!" Yiwen memegang tangan lian yin mencegahnya pergi.


"Ada apa?" Tanya Lian Yin.


"Apa benar kamu dulu adalah tunanganku, dan kita akan segera menikah nanti di Italia." Tanya Yiwen yang terus bertanya -tanya dalam hatinya dari tadi. Ia mencoba memastikan pagi kebenaran dari mulut Lian yin.


"Iya, kita akan segera menikah. Dan kamu gak usah takut lagi. Aku akan selalu mejagamu. Tetaplah bersamaku di sisiku."ucap Lian yin tersenyum manis, mengusap lembut pipi Yiwen.

__ADS_1


Entah kenapa lerasaan Yiwen seketika luluh, bahkan ia tak menolak apa yang di katakan lian yin soal pernikahan itu. Dalam hatinya merasa sangat bahagia bisa menikah dengan Lian yin. Namun di sisi lain pikirannya selalu bekecamuk tentang siapa dirinya sebenarnya dan siapa sebenarnya lian yin. Karena ia tak bergitu yakin. Namun Lelembutan yang di berikan Lian yin padanya membuat hatinya merasa luluh seketika. Dan utu membuat hatinya sementara percaya dengannya, ebelum semuanya udah kembali sempurna. Ia berharap memang benar lian yin lelaki tunangannya.


"Aku boleh bicara gak??"tanyanya Yiwen menatap ke arah Lian yin.


"Boleh"ucap Lian yin , membalikkan badannya dan beranjak duduk lagi di ranjang samping Yiwen. "Bicara apa??" Tanya Lian yin.


Sebuah kecupan mendarat di kening lian yin, membuatnya terdiam seketika. "Makasih!!" Ucap Yiwen singkat.


"Makasih untuk apa??" tanya Lian yin yang merasa bingung dengan apa yang di lakukan Yiwen. Bahkan ia tak menyangka jika Yiwen yang hilang ingatan namun hatinya masih ada cinta dengannya.


"Makasih telah menjagaku, dan menyelamatku sebelumnya dari lelaki itu"gumam Yiwen.


"Oo. Soal itu, iya gak apa. Sudah jadi kewajibanku untuk selalu menjagamu sekarang dan selamanya. Maka kemanapun kamu pergi aku akan selalu di sampingmu"gumam Lian yin, mengusap pipi yiwen lembut.


Yiwen hanya tersenyum tipis, memeluk erat tubuh Lian yin. Lelaki itu tak menolak pelukan Yiwen, ia membalas pelukannya sangat erat.


Akhirnya kamu mulai merasakan cintamu lagi padaku, ternyata hatimu tak pernah lupa padaku. Meskipun ingatanmu melupakan semua kenangan kita.


Kamu adalah jantungku, sampai kapapun kamulah semangatku, aku merasa seakan sudah tak bernyawa tak ada kamu di sisiku, dak kai ini aku harap perlahan kamu akan kencintaiku lagi. Sama seperti dulu, gumam Lian yin dalam hati.


"Udah sekarang kamu cepat mandi, aku tunggu kamu di luar ya" ucap Lian yin beranjak berdiri.


"Baiklah"gumam Yiwen, kali ini ia merasa punya semangat lagi untuk hidup. Ia beranjak dari ranjangnya menuju ke kamar mandi. Lian yin hanya diam menatap Yiwen yang sudah berjalan menjauh darinya.


Semoga bisa seterusnya seperti ini, saat kita sudah menikah nanti, gumam Lian yin.


Ia mulai beranjak dari duduknya, keluar dari kamar Yiwen. "Yin!!" teriak Ley yang berjalan di belakangnya.


Langkah Lian yin terhenti seketika, ia menoleh ke belakang melihat Lay yang berjalan mendekatinya. "Ada apa?" Tanya Lian yin.


"Cepat ke ruang kerja sekarang, ada hal yang perlu kita bicarakan." ucap ley.


"Baiklah" lian yin melangkahkan kakinya menuju ruang kerja, ya meskipun mau berangkat ke Italia, tapi setidaknya ia bisa menyelesaikan masalah yang ada dulu baru ia segera berangkat sama Yiwen dengan tenang. Tanpa beban tugas yang menganggu pikirannya nantinya. 

__ADS_1


__ADS_2