
"Yin!! Kamu sudah siap?" tanya Changmin. Berjalan terburu-buru menemui Lian yin yang sudah bersiap dengan wajah barunya. Dan dia sudah siap masuk ke dalam publik lagi. Tak perduli dengan apa yang di katakan orang lain."
"Kamu yakin menunjukan wajah kamu?" tanya Changmin memastikan.
"Iya, aku yakin. Sekarang kita pergi. Aku ingin menemui Yiwen dan membawanya ke mari. Hanya dia yang bisa mencegah pernikahanku. Aku gak mau jika menikah dengan orang lain yang tidak pernah sama sekali aku sukai," jelas Lian yin, beranjak keluar dari kamarnya.
Changmin berjalan cepat mengikuti Lian yin.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Lay, yang kebetulan lewat ingin menemui Changmin dan Lian yin.
"Kita mau pergi." ucap Changmin.
"Kemana? Aku ikut kalian!"
"Kamu di rumah saja, aku gak mau nanti jika Lyli marah-marah karena kamu gak ada!!" saut Lian yin.
"Iya benar apa yang di katakan yin," sambung Changmin. "Kita buru-buru!!"
"Apa kalian mau pergi menemui Yiwen, aku ikut dengan kalian," saut Lyli yang tak sengaja mendengar pembicaraan mereka.
"Baiklah terserah kalian!!" ucap Lian yin bergegas pergi dengan langkah cepat. Sebelum bertemu dnegan kakaknya nanti, dan pasti dia akan mencegahnya pergi.
Yin masuk ke dalam mkbil, mengemudi dengan kecepatan tinggal bak pembalap internasional. Melenggak lenggok menguasai jalanan.
"Yin!! Jangan gila!! Aku dan Lyli belum menikah!!" ucap Lay memegang pegangan atasnya dengan sangat erat, sembari mengernyitkan matanya tak berani melihat ke depan.
Tak lama dia samoau di ruamh batu Jack yang baru saja di dia mendapatkan alamatnya dari para mata-matanya.
-------
Sementara Jack yang sudah mengetahui rencana Changmin dna temannya. Dia ingin mrnyelamatkan hubungannya dengan Yiwen. Tak mau kehilangan Yiwen yang selama ini sebagai pemuas nafsunya.
"Syang!! Maafkan aku!! Tapi sepertinya kita harus pergi dari sini." ucap Jack. Mengangkat tubuh Yiwen ala bridal style berjalan keluar dari kamarnya.
Sebelumnya Yiwen di berikan obat tidur dari minuman yang sengaja dia letakkan di samping Yiwen. Agar dia tertidur pulas sampai siang, Dia membuatnya tak sadar sampai besok siangnya. Dan kini hari menjelang pagi. Di pagi buta Jack segera membawanya sebelum dia sadar.
"Aku tahu jika kamu sudah mengingatnya Yiwen!! Maka dari itu aku akan bawa kamu pergilah gumam Jack, yang hanya menutup tubuh mungil Yiwen dengan bajunya.
"Apa perlu saya ikut, tuan!!" tanya salah seorang pelayan.
"Gak usah!! lebih baik kalian semua pergi. Dikosongkan rumah ini dengan segera. Jangan sampai meninggalkan bekas sama sekali. Aku yakin jika Changmin kana segera ke sini mencari barang bukti." ucap Jack meletakkan tubuh Yiwen di kursi depan.
"Baik, tuan!!" ucap para pengawal yang bergegas untuk pergi.
sedangkan Jack langsung menyalakan mesin mobilnya pergi dari rumah mewah itu. Tubuh Yiwen yang masih mengenakan kaos seperti semalam, namun dia masih tertidur lemas.
__ADS_1
Jack tersenyum licik melihat wajah Cantik Yiwen, seakan penuh nafsu dan pikiran kotor tentangnya. Dia ingin mengusai Yiwen tak ingin jauh darinya. Hanya dia yang bisa membuatnya merasakan apa itu cinta yang sesungguhnya.
Sepertinya aku harus mengikatnya. Jika dia sadar pasti akan brutal. Gumam Jacka, dia berhenti di bahu jalan. Mengikat ke dua tangan dan kaki Yiwen sangat erat.
Jack mengusap lembut paha Yiwen yang terlihat jelas. Sembari menjalankan mobilnya bergegas pergi dari kota itu. Dengan kecepatan tinggi, Jack tak hentinya menyentuh tubuh Yiwen, menjalar dari atas atas sampai bawah yang beberapa minggu sudha dia lihat seyiap hari. Bahkan sudha hampir satu bulan dia selalu berhubungan dengan Yiwen tak hanya satu kali bahkan berkali-kali tiap hari. Membuat milik wanita itu hanya miliknya. Saat dia kembali dengan orang lain. Maka miliknya sudah tak seperti dulu yang masih singset dan rapat. Kini hanya bisa dia sentuh dan jadi mainan harianya.
Jack memelankan mobilnya dia menyentuh dua milik Yiwen, melepaskan dalamnya. Atas bawah, dengan salah satu tangan mrnyetir mobil dia bermaian si inti Yiwen dengan tanganya, membaut gadis itu seketika menggeliat. Merasakan sensai luar biasa masuk dalam tubuhnya. Pandangan mata Jack hanya fokus dengan jalan di depannya.
"Emm... Yin!!" desah Yiwen tak sadar.
Yin? Siapa dia?
Kata Yin memunculkan menjadi tanda tanya di otak Jack. Dia mulai curiga dan mulai mempercepat ritme tangannya. Tak perduli lagi dengan kesakitan dan teriakan Yiwen yang semakin keras. Rasa cemburu mulai membalas hatinya, membuatnya seakan tuli tak mendengar desahan keras yang di keluarkan mulut Yiwen.
"Em.. Em..!!" desah Yiwen perlahan mulai membuka matanya, seketika dia ingin memberontak melihat apa yang di lakukan Jack.
"Sialan!! Apa yang kamu lakukan?" ucap Yiwen. "Lwpaskan tangamu, brengs*k. Jangan beraninya kamu menyentuhku!!" Yiwen mengegrak-gerakkan badanya, bamun usahanya sia-sia. Jack menyerngai licik, dia tak melepaskan tanganya sama sekali, meski harus menyentuhnya sembari mengemudi mobilnya. Yiwen mencoba untuk menahan desahannya.
"Jika kamu bergerak maka akan semakin dalam!!" ucap Jack tanpa menatap ke arahnya.
"Nikmati saja syang!!"
"Gak mau lepaskan aku!!" Yiwen terus meronta, membuat mobil Jack sedikit oleng.
"Kamu benar-benar gila, Jack!!"
"Apa?" Jack semakin bertindak brutal.
"Emm..." Desah Yiwen yang semakin menjerit keras.
"Ini belum seberapa syang!! Aku tidak perduli dengan anak di perut kamu jika kamu terus bergerak maka akan semakin masuk," gumam Jack menyeringai sinis.
"Aku ingin kamu merasakan apa yang aku lakukan padamu. Seperti saat kamu di kamarku dulu!!".
"Kamu pasti sangat ingat tentang tangan aku yang mulai menjamah tubuh kamu di kamar. Dan kamu menikmatinya bahkan kamu membalas permainanku." ucap Jack, "Jangan munafik jadi wanita. Bilang saja jika kamu ingin di sentuh lebih dari ini." lanjutnya.
"Kenapa kamu melakukan ini?"
"Biar kamu merasakan permainan aku dengan ingatan yang sudah kembali."
"Kamu sering melakukan ini setiap hari denganku, dan kamu bisa melihat vidionya jika kamu mau. Aku sudah mengabadikan moment kita setiap hari dari jam dan hari sudah aku catat semuanya di vidio itu." jelas Jack. Tak hentinya dia tertawa penuh dengan kemenangan. Jack menarik tangannya dan kembali fokus dengan setir mobilnya. Lalu berhenti tepat di seberang jalan.
Sebuah kecupan lembut mendarat di pipi Yiwen. "Kamu diam saja, syang!!" ucap Jack.
Jack mendekatkan kepalanya dan berbisik.
__ADS_1
"Sudah basah!!" bisik Jack, dan di balas dengan senggolan keras bahu Yiwen.
"Menjauh dariku, brengs*k!!" umpat kesal Yiwen.
"Jangan dekati aku!!" umpat Yiwen. "Dasar gila!!" lanjutnya keras.
Yiwen mencoba melepaskan ikatanya, dia mengeluarkan semua tananganya agar bisa lepas darinya.
Jack menyentuh dua bola milik Yiwen yang terpapang jelas di depannya. Sembari melanjutkan perjalanannya lagi.
-----------
Dan Lian yin baru saja sampai di rumah Jack.
"Ini rumah siapa?" tanya Lyli.
"Ini rumah Jack!!" jawab Changmin.
"Apa?" Lyli menarik ke dua alisnya ke atas.
"Apa kamu yakin ini rumahnya?" tanyanya memastikan.
"Iya yakin. Dia baru beli rumah ini, Aku berharap jika Jack tidak membawa Yiwen pergi."
"Aku yang akan turun," ucap Changmin beranjak turun
"Baiklah aku tunggu!!"
"Hingga lima belas menit berlalu, Changmin terlihat hanya berdebat bahkan hampir memukul wajah penjaga rumah itu. Lian yin beranjak terun menemui Changmin.
"Ada apa?" tanya Lian yin.
"Dia bilang jika Yiwen sudah pergi,"
Lian yin menarik kerah baju penjaga itu. "Di mana dia pergi, cepat katakan?" ucap Yin penuh amarah.
"Dia pergi dengan Tuan Jack."
"Jangan bohong!!" sambung Changmin, seketika Jack menarik tangan Changmin.
"Kita pergi!! Sepertinya memang Yiwen tidak ada di sini. Kita harus pergi hari ini juga harus menemukan Yiwen sebelum aku menikah. Jika ada dia pernikahan aku pasti batal." gumam Yin dengan langkah semakin cepat, ia masuk ke dalam mobilnya lagi.
"Gimana?" tanya Lyli.
"Gak ada!!" jawab Lian yin, dengan sigap dan cepat memakai sabuk pengaman dan mulai menyalakan mesin mobilnya melaju dengan kecepatan tinggi.
__ADS_1