Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Kenyataan Yang Menyakitkan


__ADS_3

1 jam kemudian yiwen yang sudah selesai membasahi tubuhnya kini ia beranjak turun menuju ke kamar mei. Mei pasti sudah lama menungguku gumam yiwen.


Dia tidak tahu apa yang akan di bilang mei padanya. Sepertinya ada sesuatu penting yang akan ia bicarakan. Dengan langkah santai berjalan menelusuri setiap lorong ruangan mencari kamar nomor 135. Yiba toba seorang datang berdiri di sampingnya.


" yiwen??"


" changmin!! Kamu mau kemana??" Ucap yiwen tak sengaja bertemu dengan changmin di depan pintu lift.


" aku mau menemui lay di kamarnya, kenapa setiap aku melihat kamu selalu ada tanda merah di lehermu" ucap changmin terkekeh melihat tanda merah yang sudah kebiruan di leher yiwen


" apa terlihat snagat jelas" ucap yiwen panik menutupi lehernya.


Changmin dengan segera melepaskan dasi yang melingkar di lehernya. " pakai itu untuk menutupi lehermu, sangat memalukan" ucap changmin yang masih tersenyum tipis.


"Ternyata lian yin bermain sangat ganas padamu ya. Dia tidak pernah meninggalkan jejak Kiss mark di tubuh seorang wanita. Dan baru kali ini dia berbuwat sangat ganas dan terang terangan seperti itu pada wanita. Kamu tahu jika kamu adalah wanita pertama yang di perbolehkan mencium leher lian yin dan memberi bekas di sana" ucap changmin membuat yiwen terdiam seketika.


Apa iya dia begitu, kenapa harus aku apa aku wanita paling gila yang membuat kiss mark di leher dan dada lian yin. Sangat menjijikan gumam yiwen.


" oya kamu mau kemana??" Tanya changmin menatap wajah yiwen yang menunduk ke lantai menggelengkan kepala memejamkan matanya.


Changmin yang merasa tidak ada jawaban dari yiwen ia menyentuh pundak yiwen. Membuat yiwen langsung menepis tangan changmin dari pundaknya.


" aku bukan wanita menjijikan" teriak yiwen terbangun dari lamunannya. sontak membuat changmin mengerutkan alisnya menatap aneh pada yiwen.


" ya sudah lah aku pergi dulu, bye" changmin beranjak pergi kamar lay dan Mei beda arah yiwen ke kanan sendangkan changmin ke kiri.


" bye"


Yiwen berjalan dengan santainya ia terbayang wajah lian yin di benaknya. Sejak kejadian 2 hari bersama lian yin fikirannya selalu tertuju pada lian yin. Entah sejak kapan dia mulai merasakan perasaan aneh itu. Apa sejak dia tidur dengan lian yin. Dan mungkin kehangatan tubuh yang di berikan lian yin padanya membuat yiwen merasa nyaman berada di sisinya.


Kini harinya semakin bahagia ia berfikir ingin terus tinggal dengan lian yin. Namun itu tidak mungkin ada saatnya nanti ia harus ingat dengan misinya. Lagian ayah yiwen pasti akan sangat merindukannya nanti.


Ayahnya beberapa hari hanya mengirimkan pesan hati hati padaku. Entah apa maksud dari kata hati hati itu. Apa dia tahu jika aku sedang dalam bahaya sekarang. Ingin sekali aku telfon ayahku segera namun mau bagaimana lagi itu tidak mungkin lian yin pasti tidak akan mengizinkan aku menghubungi siapa pun. Benar benar membingungkan gumam yiwen

__ADS_1


Yiwen membuka kamar mei tanpa mengetuk pintu terlebih dulu. Matanya terbelalak seketika melihat mei bersama lian yin di dalam kamar saling berpegangan tangan dengan posisi lian yin menindih tubuh mei di ranjang. Tanpa berbicara sepatah kata pun. Yiwen berlari keluar dari kamar Mei.


Yiwen tersenyum tipis beranjka pergi.


" yiwen tunggu" teriak lian yin.


Tangan lian yin seolah menyangkus sesuatu, ya tangan Mei mencegah dia pergi.


" kamu mau kemana, bukannya kamu mau temani aku disini" ucap mei tersenyum tipis.


Dalam hatinya ia tidak bisa berbuwat itu pada Yiwen karena dia tahu yiwen pasti sangat terluka.


"Sialan" bentak lian yin keras.


Jika bukan karena tuan bay aku tidak akan menyakiti hatimu yiwen. Kamu harus ingat dengan misimu jangan sampai kamu terbuai cinta lian yin. Maafkan aku yiwen semoga kamu paham. Gumam Mei


" dasar lelaki mata keranjang, kenapa aku bisa terbujuk rayu nya"


Matanya mulai berkaca kaca, namun ia ingin mencoba menahan air matanya agar tak keluar. Ia tidak ingin kelihatan lemah di depan semua orang,


Kring..kring..


Bunyi ponsel di dalam saku yiwen.


" tao?? Ada apa lagi dia" yiwen terpaksa menerima panggilan tao.


" ada apa!!"


" yiwen cepatlah temui aku sekarang, ada hal penting yang ingin ku bicarakan padamu" ucap tao tergesa gesa.


" baiklah, tunggu aku di cafe tempat kita nongkrong aku akan kesana" ucap yiwen finish menetup telfonya seketika. Tanpa perdulikan lian yin yang masih di dalam ia bergegas pergi menemui tao di cafe sebelum lain yin keluar dan melarangnya pergi.


Ia berlari keluar dari hotel nasibnya kini sepertinya beruntung lay dan changmin tidak melihatnya. Jika mereka berdua melihat yiwen keluar pasti mereka akan melarangnya. Karena situasi sekarang belum kondusif. Dan juga mereka akan segera pergi dari kota ini.

__ADS_1


Yiwen segera pergi naik taxi menuju ke sebuah cafe tempat ia dulu dan tao selalu nongkrong saat melaksanakan misi di ibu kota.


Setengah jam kemudian ia sampai di sebuah cafe yang terlihat sangat ramai, ia segera memakai masker keluar dari taxi dan masuk ke dalam cafe dengan mata yang memutar terlihat melirik ke kanan dan ke kiri.


Pandangannya tertuju pada tao yang sudah duduk di meja nomor 23. Dengan oangkah sangat cepat yiwen duduk di sebalah tao.


" ada apa?" Ucap yiwen


" kenapa kamu pakai masker"


" kamu tahu sendiri jika lian yin tau entah apa jadinya aku nanti"


" apa kamu di sana baik baik saja, pa dia menyakitimu "ucap tao panik.


Tao mengernyitkan matanya menatap sebuah dasi melingkar di lehernya. Ia menarik dasi itu cepat.wajahnya mulai memerah, rahangnya menegang seketika melihat begitu banyak bekas ciuman di leher yiwen.


" apa itu yang lian yin lakukan padamu" ucap tao berdiri mencengkram erat pundak yiwen.


" tao sakit, dengarkan penjelasanku dulu" yiwen meringis kesakitan cengkraman tao semakin erat di pundaknya.


" aku akan habisi dia" tao melangkah pergi namun yiwen mencegahnya.


" jangan sakiti dia, apa lagi kamu berani menyentuhnya. Aku kesini juga ingin bilang sesuatu padamu jika kita lebih baik jalan sendiri sendiri" ucap yiwen menundukan kepalanya. Hatinya merasa sangat berat mengatakan itu pada tao.


Tao tak percaya dengan apa yang di katakan yiwen hubungan yang sudah lama ia jalin bersama tiba tiba kandas hanya karena lelaki yang baru yiwen temui itu.


" apa kamu lebih memilih lian yin dari ada aku, yiwen ingat kamu bersamanya hanya untuk misi bukan untuk menjadi kekasihnya"


" aku gak mau kamu ikut campur lagi dalam masalahku, mulai sekarang aku ingin sendiri. Bukan karena aku mencintai lian yin tapi karena kamu sudah berubah tao sejak kamu dengan yhing yhi bersama meski itu hanya sebatas misi. Aku juga tahu kamu tidur di kamar yang sama bersamanya. Apalagi melihat kemolekan tubuh yhing yhi yang sempat membuatmu terkagum. Dia sexy cantik kamu pasti tak bisa menolaknya kan" yiwen meluapkan amarahnya seketika Air matanya tak bisa berhenti keluar. Ia harus menderita karena dua cinta yang menyakitkan. ia masih mencintai tao namun di sisi lain ia tidak bisa melupakan lian yin meskipun dia juga tau lian yin hanya menyakitinya.


Tao terdiam seketika mendengar ucapan yiwen. Memang benar apa yang dikatakan yiwen tentang dirinya. ia sempat tergoda dengan tubuh sexy dan mulus yhing yhi. Tapi bagai mana dia tahu jika dia tidur dengan yhing yhi malam itu. Apa ada yang memberi tahunya gumam tao.


Sebelumnya memang tao tak bisa menahan kejantanannya menatap tubuh seksi yhing yhi terbuka di depannya seolah wanita itu memang sengaja untuk memancing tao tidur dengannya. Tidak berhasil mendapatkan tubuh lian yin namun ia dengan mudah bisa tidur dengan tao.

__ADS_1


__ADS_2