
"Sialan aku harus segera usir dia pergi dari sini. Kalau dia tetus di sini rencana yang sudah aku susun sejak lama. Semua pasti gagal." batin Yhing yin.
Mereka terus berjalan hingga behenti tepat di depan ruangan kerja Chengyi.
"Kalian masuklah." kata Chengyi mepersilahkan Lian yin dan Yiwen untuk masuk ke dalam. Yhing yin yang masih tak bisa begerak hanya bisa diam,Yiwen masih mencengkram erat tangan Yhing yin agar tidak bertindak belebihan dengan Chengyi.
"Jangan pikir kamu bisa pergi dariku"ancam Yiwen, berbisik tepat di telinga Yhing yin.
"Jangan bersenang dulu, jika kamu berani menghancurkan rencanaku. Maka aku tidak segan akan menyerang langsung pertahanan Lian yin. Apalagi sekarang tidak ada yang menjaganya sama sekali. Hanya si pintar teknologi dan seorang wanita yang bersamanya." Yhing yin, tak merasa terancam dengan ucapan Yiwen. Ia balik mengancam yiwen, sebanarnya Yhing yin tahu semua yang ikut dengan Lian yin. termasuk latar belakang mereka semua.
"Dari mana kamu tahu semua tentang mereka?" tanya Yiwen.
"Kamu penasaran gimana aku bisa tahu semuanya. Aku tahu masa lalu kamu, aku tahu semuanya. Karena Chengyi-lah yang mengatakan padaku." Ucap lirih Yhing yin.
"Apa katamu Yi? Apa kamu tahu semua masa laluku? Siapa sebenarnya dia? Kenapa kamu bisa tahu masa laluku? Apa hubungannya denganku?" tanya Yiwen lirih semakin penasaran dengan ucapan Yhing yin.
Mereka berdua saling berbisik lembut hinga tak terdengar smapai di telinga Chengyi dan Lian yin.
Chengyi dan Lian yi terdiam, saling menatap aneh pada mereka. Ia tidak begitu jelas apa yang mereka katakan berdua. Yang dari tadi terus berbisik pelan hingga tak terdengar sampai ketelinganya.
"Kenapa kalian saling menatap gitu, udah cepat masuk."ucap Chengyi.
"Baiklah"Jawab Yiwen penuh semangat.
Langkah Yiwen terhenti saat Lian yin memanggilnya, dan meraih tangannya.
"Yiwen ikut aku!" ucap Lian yin menarik tangan Yiwen. Berjalan berbalik arah menjauh dari depan ruangan Chengyi.
Chengyi hanya tersenyum menatap mereka, hubungan mereka kali ini lebih aneh dari biasanya. Semenjak Yiwen hilang ingatan dia lebih ke kanak-kanakkan dan Lian yin benar-benar bisa menjaganya. Bahkan dia tak permasalahkan sifatnya seperti itu.
"Kamu mau bawa aku kemana?" tanya yiwen, mencoba menarik tangannya melepaskan dari cengkraman Lian yin.
__ADS_1
"Gak mau, kamu biarkan saja Cengyi sama Yhing yin dulu. Biarkan mereka berdua saling berbicara dulu, aku ingin tahu apa yang di bicarakan Yhing yin pada Chengyi. dan sekalian Aku mau tahu apa yang ia lakukan nanti bersama denganya. Dan Chengyi juga pasti tidak akan gampang tergoda oleh wanita seperti itu. Lagian aku juga sudah pasang alat penyadap itu di tubuh Chengyi. Jadi kita bisa dengarkan percakapan mereka nantinya"ucap Lian yin, seolah apa yang ia rencanakan sudah berhasil.
"tidak seperti kamu yang selalu tergoda oleh wanita" ucap Yiwen menatap ke arah Lian yin.
"Maksudnya?" ucap lian yin bingung dengan apa yang di maksud Yiwen, apa maksudnya dia nyindir lian yin dulu yang pernah tidur dengan Yhing yhi. tapi gak mungkin dia bisa ingat tenang masa lalu itu. Sepertinya benar kata Luhan, ingatan Yiwen sudah mulai pulih. Sepertinya aku harus bantu dia agar ingatanya cepat pulih.
"Aku gak tahu apa maksudnya, mungkin kamu seperti itu. Lagian kenapa kamu gak bisa seenaknya sendiri kan ngatur aku juga. Mata kamu saja kadang juga melirik wanita lain. Aku sering mengamatinya"ucap Yiwen, "Ya meskipun aku gak pernah menemukan nomor wanita di ponselnya. Bahkan juga tidak pernah berhubungan dengan wanita"batin Yiwen dalam hatinya.
"Emangnya di mana kamu tahu jika aku pernah menatap wanita lain selain kamu"ucap Lian yin mendekatkan wajahnya tepat di depan Yiwen.
"Sudahlah jangan bahas itu, sekarang langsung pada intinya kamu mau apa?" tanya Yiwen.
"Lihat saja nanti, gimana aku Yhing yin akan kesulitan untuk berhadapan dengan Chengyi." ucap Lian yin.
"Gimana mau lihat kalau aku tifak ada di san. Kamu ada ada saja, aku sekarang mau masuk ke ruangan Chengyi. aku mau tahu apa yang di lakukan Chengyi dengan Yhing yin." ucap Yiwen.
Lian yin menarik tangan Yiwen, "Kamu mau kemana?" tanya Lian yin.
"Dasar itu wanita susah banget di bilanginnya, kalau kayak gini rencanaku gagal"gumam Lian yin kesal.
"Chengyi?" ucap yiwen membuka ruangan Luhan, ia melihat Chengyi duduk berhadapan dengan Yhing yin.
"Maaf, aku menganggu kalian.."ucap Yiwen menundukkan kepalanya.
"Masuklah, siapa bilang kamu ganggu." ucap Chengyi. "Aku hanya berbicara sesuatu dengan Yhing yin, gak ada hal penting lagi." gumam Chengyi.
"Oo.. aku kira ada hal penting." Yiwen berjalan masuk ke dalam ruangan Luhan tanpa ragu lagi. Yiwen duduk di sofa menikmati hidangan yang sudah tersedia di meja, tanpa rasa malu lagi, ia duduk santai bersandar di sofa seakan seperti rumahnya sendiri.
"Di mana Lian Yin?" tanya Chengyi, beranjak dari duduknya menghampiri Yiwen.
"Dia di luar katanya gak mau masuk, oya Yhing yin teman kamu sudah sembuh. Apa kamu gak mau jenguk dia. Dia sudah pulang dari Italia" ucap Yiwen tersenyum tipis menatap Yhing yin yang terus menatap sinis ke arahnya.
__ADS_1
"Maksud kamu teman siapa? Apa aku kenal akrab dengan dia" tanya Yhing yin seolah ia tidak tahu siapa yang di maksud oleh Yiwen, Meskipun sebenarnya dia tahu, namun mulutnya tak mau berkata. Jika semua kebongkar maka akan berakibat vatal untuknya.
"Jangan pura-pura gak tahu"saut Lian yin berjalan masuk ke ruangan Chengyi.
"Kalian beraninya memojokanku." ucap Yhing yin, kesal. Di saat seperti ini ia selalu di pojokkan oleh mereka berdua. dirinya merasa terancam. Dan Chengyi juga tidak membelanya. Seakan sudah di pengaruhi oleh Lian yin dan Yiwen.
"Aku sudah dengar semuanya apa yang kamu bicarakan dengan Chengyi tadi. Apa kamu memaksa Chengyi untuk mrnyingkirkan Yiwen? Karena bagi kamu dialah penghambat. Tapi kamu punya alasan lain pada Chengyi." ucap Lian yin "Dan Kamu bilang jika kita di sini datang hanya untuk menghancurkan bisnis Chengyi. Dengan menunjukkan bukti palsu padanya. Sebuah trik yang kuno, jangan bodoh. Sekarang alat semakin canggih krnapa bilang itu tapi secara langsung. Tapi atau mungkin memang kamu sengaja ingin mendekati luhan" lanjut Lian yin menggebu.
Yiwen hanya diam, ia kenatap ke arah Lian yin di sampingnya. Ia tidak menyangka jika Lian yin sudah tahu semua apa yang di rencanakan Yhing yin. Sebanarnya dia lebih cerdik tapi dia tidak mau memberi tahu semuanya. Karena baginya hanya boleh ia yang tahu kemampuannya untuk menganalisi musuh-musuhnya.
"Yin kenapa kamu tahu?" tanya Yiwen penasaran mendekatkan duduknya ke arah Lian yin.
"Aku tadi sudah bilang ke kamu jika aku kasih alat penyadap yang di gunakan Yhing yin kemarin. Sekarang aku gunakan untuk Chengyi. Dan aku mendengarkan semuanya dari ponselku.
"Apa kamu kasih penydap di tubuhku?" tanya Chengyi, sepertinya dia tidak setuju dengan apa.yang di lakukan lian yin. Tapi Lian yin juga tidak perduli. Demi menyelamatkan Chengyi ia tidak persetujuan dari Chengyi lebih dulu.
"Di lengan jas kamu di sebelah kanan. Aku hanya ingi. tahu rencana Yhing yin. Bukannya kamu ingin tahu siapa yang akan jadi musuhmu juga nantinya. Seorang wanita yang ada di depanmu itu musuh kamu, musuh di balik selimut." ucap Lian yin, tersenyum tipis.
"Iya, wanita di depanmu itu-lah yang bersekongkol dengan Lee, seorang yang membuat aku seperti ini. Dia, Lee dan juga Yhing yhi saudara kembarnya. sudah merencanakan semuanya untuk menghancurkan kamu dan Lian yin. Dan itu-lah sebab kenapa Lian yin juga ingin bekerja sama denganmu. Dari yang ia bicarakan dan semakin lama dia semakin berani dekat denganmu. Apa kamu gak curiga dengannya. Wanita itu serigala berbulu domba. Hati-hatilah jika memilih teman."saut Yiwen berjalan mendekati Yhing yin.
"Dan untuk kamu, lebih baik kalian urungkan niat kalian semuanya. Boleh kalian itu menguasai smeuanya karena ingin menghancurkan Lian yin. Aku tahu hika kamu ingin mendekati Chengyi untuk memperkuat pertahanan kalian. Dan Yhing yhi yang pernah menyamar jadi tunangan Lian yin. Sepertinya dia terlalu bodoh dalam bertindak. Wanita ****** itu pantas menerima hukuman." ucap Yiwen, menatap sinis ke arah Yhing yin.
Chengyi hanya diam, ia menatap ke arah Yiwen. Wanita yang dulu di kenal sangat ceroboh ternyata, dia sekarang jadi lebih cerdik dari biasanya. Ia bingung sebanrnya apa yang terjadi dengan Yiwen. Ia lebih mentingkan Yiwen dari pada mementingkan Yhing yin di depannyam
"Sialan.." umpat kesal Yhing yin mengehentakkan kakinya kesal, beranjak keluar dari ruangan Chengyi. Entah kemana perginya dia. Yiwen yakin jika dia langsung menemui seseorang yang selalu mengikuti kemanapun dia pergi.
"Yin, aku keluar dulu boleh?" tanya Yiwen menatap ke arah Lian yin.
"Boleh kaluarlah, aku tahu kamu pasti mau ikuti Yhing yin. Ikutilah dia sekarang. Aku mau berbicara dengan Chengyi.
"Baiklah" Yiwen berlari pergi nengajar Yhing yin yang sudah berjalan menjauh darinya.
__ADS_1
"Kemana dia pergi?" tanya Yiwen menatap ke seleluruh penjuru ruang tunggu di lobi kantor Chengyi. Banyak orang di sana. Namun dia tidak melihat Yhing yin di sana. Yiwen bergegas keluar ke taman depan. Ia menatap sekelilinganya, namun hasilnya nihil.