
“Yiwen, ada yang ingin aku katakan padamu!!’ ucap Lian yin, uyang
baru saja keluar dari kamar mandi, ia berjalan masuk ke kamarnya. Seektika langkahnya
terhenti saat melihat istrinya itu masih berbaring di rnajangnya sangat pulas,
dengan posisi tidur sudah tidak beraturan lagi.
Aku punya istri tapi sangat aneh, tapi meski aneh, aku cinta
dnegannya. Malah dia hemesin. Cara tidur dia memenuhi tempat tidurku. Dasar,
Yiwen.” Gumam Lian yin, yang mulai memakai smeua bajunya, dan beranjak
menyiapkan semua baju Yiwen dan dirinya, ia masukan beberapa ke dalam koper
miliknya, dan semua peralatan Yiwen juga tersimpan di tas sendiri, Ia juga
sudah paham dan memasukan ke dalam kopernya,
“Tinggal ini, semua sudah di siapkan Yiwen. Aku bawa ini
turun dulu, baru bawa wanita itu ke mobil.” Lian yin, berlari menuruni anak
tangga, berjalan keluar mengambil satu persatu bolak-balik ke lantai atau ke
lantai sayu kagi, menurunkan smeua koper miliknya
“Yin, kamu berangkat sekarang” tanya Grace, menatap wajah
Lian yin yang terlihat wajah bingung.
“Iya, apa kamu juga akan berangkat sekarang dengan Changmin,”
“Aku lagi kesal dengannya.” Ucap Grace, menguntupkan
bibirnya beberapa senti dengan pandangan mata ke bawah seakan ia tidak mau
bahas lagi tentang Changmin.
“Kenapa kamu kesal padanya?” tanya Lian yin.
“Habisnya dia sekarang jadi mesum,” decak kesla Grace.
Mendengar kata itu seketika Lian yin tertawa terbahak-bahak,
“Cahngmin dari dulu sudah mesum, kamu saja yang baru tahu.” Ucap Lian yin,
menepuk bahu Grace, dan beranjak meninggalkan Grace sendiri.
“Kamu membicarakan aku ya!” tanya Changmin, yang tiba-tiba
datang berdiri tepat di belakangnya, membuat ia terjingkat dari tempat ia
berdiri. “Changmin!! Sejak kapan kamu ada di situ?” tanya Grace.
Sejak tadi, da kamu tidak sadar jika aku ada di sini tadi.” Gumam
Changmin, memegang ke dua bahu Grave, seketika di tepis olehnya.
“jangan memegangku lagi.” Umpat kesal Grace.
‘Changmin!! Jima kamu sibuk dengan wanita, lebih baik kamu
bantu aku sekarang. Angkat semua barang-barang ke mobil aku.” Jelas Lian yin,
tanpa mentap ke arah Changmin, yang mau menggoda Grace lagi.
Kali ini Grace, tidak mau tertipu lagi dnegan manisnya, ia
tidak sebagus yang ia kira, pertama dulu dia mengira jika Changmin laki-laki
polos, tapi ternyata luarnya saja polos
Melihat Changmin yang berjalan menjauh, membuat Lian yin.
Grace bergegas masuk ke dalam kamarnya, mengunci rapat kama itu, tanpa menunggu
Cangmin, ia bisa berbaring santai, berendam dalam bathup kamar mandi.
Selesai memasukan semia branganya, Lian yin, mengangkat
tubuh Yiwen yang amsih berbalut seimut tebal miliknya, meski dia msih pakai
__ADS_1
baju langkep, dia benat-benar seallu sopan sat tidur, sudah berkali-kali di
suruh pakai lingeri tapi gak mau.
Lian yin memasukan tyubuhn yiwen di mobil, Lian yin
membalikkan pandangannya, mentap ke belakang, melihat Changmin yang masih
berdiir di teras rumahnya.
“Kamu jaga rumah, dan besok kamu bisa kabari. Jika kamu
sampai di negara Timur, dan jaga diri kamu sendiri. Sekalain jaga Grace.” Ucap Lian
yin, yang lansgung masuk ke dalam mobilnya.
``````
20 menit perjalanan, Yiwen tersadar dari tidurnya, ia mentap
tubuhnya yang terbalut selimut seperti kepompong, membuat tangan dan
kakinyabtak bisa bergerak.
“Maaf syang, tapi aku lupa lepasin selimut kamu,”
“Iya, sudah kalau begitu cepat buka sekatang.’ Ucap kesal
Yiwen.
“Yiwen , jangan bertindak bodoh. Jika kamu lepas sekarang kalau
aku menyentuh kamu gimana, apa kamu mau?” Tanya Lian yin.
“Aku gak bisa gerak syang, memangnya aku kepopmpong, apa.” Umpat
kesal Yiwen.
“Sebentar lagi, kita sampai di rumah!”
“Rumah siapa?” tanya Yiwen, seketika mulutnya tercengang,
melihat rumahnya lagi, Yiwen mengajal Lian yin melihat sekolah di sini, dnegan
“Kita ke ruamh aku, tadi kenapa kamu tidak membangunkan aku,
dan langsung saja membawaku paksa tadi. Bahkan melilit tubuhnku dengan selimut
sepert kepompong.
Har ini adalah hari pertama Yiwen dan Lian yin, berada di
rumahnya. Hari ini belum bertemu sama sekali dengan Wo jian. Ia iangin sekali
cepat bertemu, tapi mana bisa, ia tidak bisa bertemu setiap saat dengan ayah
Yiwen, karena sangat sulit jika ingin bertemu dengannya.
Yiwen melangkahkan kakinya berjalan masuk ke dalam rumahnya,
hari ini benar-benar sudah ia nantikan, siap gak siap juga ia harus
menghadapinya nanti.
“Syang, kamu sudha masukan semua barang-barang aku?” tanya
Yiwen, melangkahkan kakinya menuju ke dapur, ia mencoba mencari persediaan
minuamn di dapur.
“Sudah syang, ligatlah. Barag-barang kamu snagat banyak. Seperti
mau pindahan saja.’ Umpat kesla Lian yin.
“Memang aku pindah, syang.” Awab Yiwen, tersenyum tipis, ia
membuka kulkas, memdapayka hanya beberapa minuman saja.
Seketika ia menarik napasnya kasar. “Hah..kenapa hanya
sedikit minuman yang tersisa, padahal aku butuh banyak banget nanti. Kalau kita
keluar, takutnya ketahuan musuh.” Ucap Yiwen.
__ADS_1
“Kamu bilang sama ayah kamu, bawa minuman yang banyak” jawab
Lian yin santainya, ia duduk di sofa, sembari menatap Yiwen yang sibuk sediri
di dapur.
“Lian yin, kenepa kamu masih duduk di situ, cepat bawa semua
barang aku ke kamar. Dan sekalian bawa semua minuman ini.” Yiwen, memberikan
lima botol minuman dingin dalam dekapan Lian yin.
“Bagaimana caranya aku bawa semuanya keligus,”
“Gampang, kenapa kamu gak masukan semua minuman itu ke dalam
tas sekalian, dan cepat bawa ke lantai atas. Aku mau tidur dulu capek.”
“Memangnya kamu mau tidur lagi?’ tanya Lian yin heran.
“Memangnya kenapa?”
“Aku gak suka,”
“Kalau gak suka, kita mau apa lagi syang.” Ucap yiwen
menggoda.
“Entahlah, kita mau apa, aku juga ga tahu, yang penting kita
nikmati berdua kita syang. Bukanya kamu sudah janji.”
“Aku tunggu kamu di atas!!” bisik Lian yin.
Yiwen hanya diam, mengerutkan keningnya, apa yang harus kau
katakan sekarang. Kenapa dia bilang seperti itu, lagian ini masih sangat pagi. Dia
mnegajak aku hubungan lagi. Oh... Tidak,, aku merasa sangat cepek sekarang.
Lian yin bergegas masuk ke dalam kamar Yiwen, menaiki anak
tangga, berjalan dengan pandangan mata melirik ke raha Yiwen yang terus
mengerutu gak jelas di belakangnya, sembari mengangkat salah satu tasnya
mengikuti setiap langkah kaki Lian yin.
“Yin, aku capek banget.” Ucap Yiwen, me;etakkan
barang-baranganya, dan beranjak, melangkahkan kakinya, melangkah menuju ke
balkon kamarnnya.
“Kalau cepek tidur, gak malah berdiri di situ sayang.” Jawab
Lian yin, menatap istrinya itu, benar-benar sangat aneh.
“Aku ingin berbaring sebentar syang, tapi nanti saja. Lagian
aku juga belum mandi tadi. Habisnya bar bangun tidur, kamu main culik saja. Dan
langsung memabwaku naik mobil.’ Gumam Yiwen, yang mulai beranjak masuk lagi ke
kamarnya.
“Ada minuman gak, syang?” tanya Yiwen, megulurkan tanganya
ke arah Lian yin.
“Aku tadi taruh mana, lupa!” ucap Lian yin, menggoda.
“kalau kamu gak mau jawab, aku gakan akan segan-segan
menndang milik kamu.”
Lian yin melebarkan matanya, seketika menutup miliknya. “Apa
yang kamu lakukan syang. Apa kamu tega
jika suami kamu ini kesakitan, bukanya kamu segera ingin punya anak.” Lian yin,
melangkahkan kakinya, memeluk manja Yiwen dari belakang. Ia mengecup lemnbut
__ADS_1
keher belakang Lian yin, sembari merasakan helaian tipis rambut Yiwen.