Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Seperti kepompong


__ADS_3

“Yiwen, ada yang ingin aku katakan padamu!!’ ucap Lian yin, uyang


baru saja keluar dari kamar mandi, ia berjalan masuk ke kamarnya. Seektika langkahnya


terhenti saat melihat istrinya itu masih berbaring di rnajangnya sangat pulas,


dengan posisi tidur sudah tidak beraturan lagi.


Aku punya istri tapi sangat aneh, tapi meski aneh, aku cinta


dnegannya. Malah dia hemesin. Cara tidur dia memenuhi tempat tidurku. Dasar,


Yiwen.” Gumam Lian yin, yang mulai memakai smeua bajunya, dan beranjak


menyiapkan semua baju Yiwen dan dirinya, ia masukan beberapa ke dalam koper


miliknya, dan semua peralatan Yiwen juga tersimpan di tas sendiri, Ia juga


sudah paham dan memasukan ke dalam kopernya,


“Tinggal ini, semua sudah di siapkan Yiwen. Aku bawa ini


turun dulu, baru bawa wanita itu ke mobil.” Lian yin, berlari menuruni anak


tangga, berjalan keluar mengambil satu persatu bolak-balik ke lantai atau ke


lantai sayu kagi, menurunkan smeua koper miliknya


“Yin, kamu berangkat sekarang” tanya Grace, menatap wajah


Lian yin yang terlihat wajah bingung.


“Iya, apa kamu juga akan berangkat sekarang dengan Changmin,”


“Aku lagi kesal dengannya.” Ucap Grace, menguntupkan


bibirnya beberapa senti dengan pandangan mata ke bawah seakan ia tidak mau


bahas lagi tentang Changmin.


“Kenapa kamu kesal padanya?” tanya Lian yin.


“Habisnya dia sekarang jadi mesum,” decak kesla Grace.


Mendengar kata itu seketika Lian yin tertawa terbahak-bahak,


“Cahngmin dari dulu sudah mesum, kamu saja yang baru tahu.” Ucap Lian yin,


menepuk bahu Grace, dan beranjak meninggalkan Grace sendiri.


“Kamu membicarakan aku ya!” tanya Changmin, yang tiba-tiba


datang berdiri tepat di belakangnya, membuat ia terjingkat dari tempat ia


berdiri. “Changmin!! Sejak kapan kamu ada di situ?” tanya Grace.


Sejak tadi, da kamu tidak sadar jika aku ada di sini tadi.” Gumam


Changmin, memegang ke dua bahu Grave, seketika di tepis olehnya.


“jangan memegangku lagi.” Umpat kesal Grace.


‘Changmin!! Jima kamu sibuk dengan wanita, lebih baik kamu


bantu aku sekarang. Angkat semua barang-barang ke mobil aku.” Jelas Lian yin,


tanpa mentap ke arah Changmin, yang mau menggoda Grace lagi.


Kali ini Grace, tidak mau tertipu lagi dnegan manisnya, ia


tidak sebagus yang ia kira, pertama dulu dia mengira jika Changmin laki-laki


polos, tapi ternyata luarnya saja polos


Melihat Changmin yang berjalan menjauh, membuat Lian yin.


Grace bergegas masuk ke dalam kamarnya, mengunci rapat kama itu, tanpa menunggu


Cangmin, ia bisa berbaring santai, berendam dalam bathup kamar mandi.


Selesai memasukan semia branganya, Lian yin, mengangkat


tubuh Yiwen yang amsih berbalut seimut tebal miliknya, meski dia msih pakai

__ADS_1


baju langkep, dia benat-benar seallu sopan sat tidur, sudah berkali-kali di


suruh pakai lingeri tapi gak mau.


Lian yin memasukan tyubuhn yiwen di mobil, Lian yin


membalikkan pandangannya, mentap ke belakang, melihat Changmin yang masih


berdiir di teras rumahnya.


“Kamu jaga rumah, dan besok kamu bisa kabari. Jika kamu


sampai di negara Timur, dan jaga diri kamu sendiri. Sekalain jaga Grace.” Ucap Lian


yin, yang lansgung masuk ke dalam mobilnya.


``````


20 menit perjalanan, Yiwen tersadar dari tidurnya, ia mentap


tubuhnya yang terbalut selimut seperti kepompong, membuat tangan dan


kakinyabtak bisa bergerak.


“Maaf syang, tapi aku lupa lepasin selimut kamu,”


“Iya, sudah kalau begitu cepat buka sekatang.’ Ucap kesal


Yiwen.


“Yiwen , jangan bertindak bodoh. Jika kamu lepas sekarang kalau


aku menyentuh kamu gimana, apa kamu mau?” Tanya Lian yin.


“Aku gak bisa gerak syang, memangnya aku kepopmpong, apa.” Umpat


kesal Yiwen.


“Sebentar lagi, kita sampai di rumah!”


“Rumah siapa?” tanya Yiwen, seketika mulutnya tercengang,


melihat rumahnya lagi, Yiwen mengajal Lian yin melihat sekolah di sini, dnegan


“Kita ke ruamh aku, tadi kenapa kamu tidak membangunkan aku,


dan langsung saja membawaku paksa tadi. Bahkan melilit tubuhnku dengan selimut


sepert kepompong.


Har ini adalah hari pertama Yiwen dan Lian yin, berada di


rumahnya. Hari ini belum bertemu sama sekali dengan Wo jian. Ia iangin sekali


cepat bertemu, tapi mana bisa, ia tidak bisa bertemu setiap saat dengan ayah


Yiwen, karena sangat sulit jika ingin bertemu dengannya.


Yiwen melangkahkan kakinya berjalan masuk ke dalam rumahnya,


hari ini benar-benar sudah ia nantikan, siap gak siap juga ia harus


menghadapinya nanti.


“Syang, kamu sudha masukan semua barang-barang aku?” tanya


Yiwen, melangkahkan kakinya menuju ke dapur, ia mencoba mencari persediaan


minuamn di dapur.


“Sudah syang, ligatlah. Barag-barang kamu snagat banyak. Seperti


mau pindahan saja.’ Umpat kesla Lian yin.


“Memang aku pindah, syang.” Awab Yiwen, tersenyum tipis, ia


membuka kulkas, memdapayka hanya beberapa minuman saja.


Seketika ia menarik napasnya kasar. “Hah..kenapa hanya


sedikit minuman yang tersisa, padahal aku butuh banyak banget nanti. Kalau kita


keluar, takutnya ketahuan musuh.” Ucap Yiwen.

__ADS_1


“Kamu bilang sama ayah kamu, bawa minuman yang banyak” jawab


Lian yin santainya, ia duduk di sofa, sembari menatap Yiwen yang sibuk sediri


di dapur.


“Lian yin, kenepa kamu masih duduk di situ, cepat bawa semua


barang aku ke kamar. Dan sekalian bawa semua minuman ini.” Yiwen, memberikan


lima botol minuman dingin dalam dekapan Lian yin.


“Bagaimana caranya aku bawa semuanya keligus,”


“Gampang, kenapa kamu gak masukan semua minuman itu ke dalam


tas sekalian, dan cepat bawa ke lantai atas. Aku mau tidur dulu capek.”


“Memangnya kamu mau tidur lagi?’ tanya Lian yin heran.


“Memangnya kenapa?”


“Aku gak suka,”


“Kalau gak suka, kita mau apa lagi syang.” Ucap yiwen


menggoda.


“Entahlah, kita mau apa, aku juga ga tahu, yang penting kita


nikmati berdua kita syang. Bukanya kamu sudah janji.”


“Aku tunggu kamu di atas!!” bisik Lian yin.


Yiwen hanya diam, mengerutkan keningnya, apa yang harus kau


katakan sekarang. Kenapa dia bilang seperti itu, lagian ini masih sangat pagi. Dia


mnegajak aku hubungan lagi. Oh... Tidak,, aku merasa sangat cepek sekarang.


Lian yin bergegas masuk ke dalam kamar Yiwen, menaiki anak


tangga, berjalan dengan pandangan mata melirik ke raha Yiwen yang terus


mengerutu gak jelas di belakangnya, sembari mengangkat salah satu tasnya


mengikuti setiap langkah kaki Lian yin.


“Yin, aku capek banget.” Ucap Yiwen, me;etakkan


barang-baranganya, dan beranjak, melangkahkan kakinya, melangkah menuju ke


balkon kamarnnya.


“Kalau cepek tidur, gak malah berdiri di situ sayang.” Jawab


Lian yin, menatap istrinya itu, benar-benar sangat aneh.


“Aku ingin berbaring sebentar syang, tapi nanti saja. Lagian


aku juga belum mandi tadi. Habisnya bar bangun tidur, kamu main culik saja. Dan


langsung memabwaku naik mobil.’ Gumam Yiwen, yang mulai beranjak masuk lagi ke


kamarnya.


“Ada minuman gak, syang?” tanya Yiwen, megulurkan tanganya


ke arah Lian yin.


“Aku tadi taruh mana, lupa!” ucap Lian yin, menggoda.


“kalau kamu gak mau jawab, aku gakan akan segan-segan


menndang milik kamu.”


Lian yin melebarkan matanya, seketika menutup miliknya. “Apa


yang kamu lakukan syang.  Apa kamu tega


jika suami kamu ini kesakitan, bukanya kamu segera ingin punya anak.” Lian yin,


melangkahkan kakinya, memeluk manja Yiwen dari belakang. Ia mengecup lemnbut

__ADS_1


keher belakang Lian yin, sembari merasakan helaian tipis rambut Yiwen.


__ADS_2