
Merasa sudah beres di lantai dua, Grace melihat di lantai
bawah yang terlihat begitu banyak musuh. Yang berhamburan masuk ke rumah itu.
Ia menarik napasnya dalam-dalam, mencoba mengatur napasnya
sejenak, menaham rasa sakit yang perlahan mulai menjalar.
“Jangan sakit dulu... Ini semua belum selesia Grace..” ucap
Grace pada dirinya sendiri, mencoba menguatkan dirinya yang sudah hampir jatuh.
Grace, menatap ke depan, lagi. Ia segera menganggti
pelurunya yang sudah hampir habis
Cklek... Cklekk..
Grace menunduk ke bawah, mengganti pelurunya, dan segera
berdiri kembali dengan tubuh sedikit mengintip.
Dor.. Dor.. Dor...
Tembakan di lancarkan dengan sempurna oleh Grace, ia
berdiri, dan duduk jongkok. Beberapa kali, menyerang dengan sangat hati-hati, untuk
menghindari tebakan dari bawah.
Dor.. Dor... Dor..
Grace, melepas jaketnya, lalu menalinya di perut yang terasa
sangat sakit. Ia berlari turun, medarat dengan sempurna meloncat dari lantai
dua, dengan sangat lihainya. Dengan ke dua tumpuan ke dua kakinya.
“Kalian gak akan bisa, masuk dengan mudah. Selagi aku masih
ada di sini. Aku tidak akan biarkan kalian bikin rusuh di sini. Dan memanfaatkan
rumah kosong yang di tinggal pemiliknya” ucap Grace, berdiri tepat di depan
para musuh.
Ia tersenyum picik , menarik ke dua alisnya ke atas.
Tersenyum licik terus terpancar di wajah cantiknya, yang berubah menjadi ganas.
Siapa sebenarnya Grcae terlihat dari wajahnya sekarang, yang seakan sangat haus
untuk membunuh para musuh yang menghalangi jalannya.
Ia menatap tajam ke depan, kemudian mengangkat ke dua
tangannya ke depan sebahu, dan.
Dor.. Dor.. Dor...
Dor... Dor.. Dor...
Grace, menarik kakinya, ke kiri dan ke kanan bergantian,
dengan badan sedikit condong ke belakang, dan ke depan menghindari tembakan
yang bertubi ke arahnya. Merka berdua saling menembak satu sama alin. Grace
yang memang bisa melihat kemnaa arah perkuru itu mendarat nantinya, ia bisa
menghindar dengan sempurna. Denga tubuh gemulai yang sangt lincah menhindari
tembakan yang bertubi-tubi ke arahnya.
Buk.., Bukk... Bukk..
Prakk...
Bukkk..
__ADS_1
Grace, melawan semua musuh dengan kecepatan tangan dan
kakinya, untuk menjatuhkan musuh, membanting cepat tubuh para musuh dengan ke
dua tangannya, sangat cepat, menendang bertubi tubi, lalu dengan badan ke belakang,
melayangkan tembakan pada musuh di belakangnya..
Dor...
Kecepatan kaki Grace tepat mengenai wajah musuh di depannya.
Dan badan sedikit menyondong, ke belakang, untuk yang ke dua kalinya. Menembak
musuh yang berjalan menaiki anak tangga di belakangnya.
Buukkkk... Sreettt...
Dorrr... Dorr.. Dor.. Dorr..
Badan sedikit menyondong ke samping, dengan kaki,
menggungting musuhnya hingga tak bisa berkutik. Ia menembak dengan ke dua tangan
bergantian, dan tubuh menghindari serangan dari musuh.
Grace mengatur napasnya, melihat sekelilingnya, yang sudah
terlihat tidak ada musuh yang masih berdiri. Ada salah satu musuh di depannya,
yang inagin menembaknya, dengan sigap Grace menginjak tangannya.
“Apa yang akan kamu lakukan?”tanya Grace, tersenyum sinis.”Dan
siapa yang menyuruh kamu, berbuat onar di sini?” tanya race, dengan tangan,
memegang tangan musuhnya seakan mau mematahkannya.
“Kamu.. tidak ..akan pernah tahu, siapa.. yang menyuruhku..”
ucap musuh di bawahnya, terpatah-patah. Lalu tertidur tak sadarkan diri.
“Shhiiitt.. Belum sempat aku bertanya padanya..” umpat Grace
Grace duduk tersungkur, menahan tubuhnya dengan tangan
menyangga ke lantai, napasnya masih ngos-ngosan. Taak bisa teratur, ia akhirnya
bia menarik napasnya lega saat melihat semua musuh sudah tegeletak tak berdaya
di depannya.
Grace memegang perutnya yang terasa sakit menjalar ke
tubuhnya. “Sialan... Kenapa sakit ini terasa di saat genting seperti ini” ucap
grace, memukul lantai di bawahnya dengan ke dua tangannya. Ia dudul di lantai,
Mendongakkan kepalanya ke atas, dengan mata terpejam beberapa detik. Menahan
rasa sakitnya.
Plokk... Plokk.. Plookkk...
“Sangat-sangat sempurna, Grace. Kamu begitu hebat. Bisa
menyelesaikan semua pengawal aku, hanya sendiri.” Ucap seorang laki-laki,
dengan hentakan kaki ringan berjalan menuju ke arah Grace yang duduk di lantai,
dengan wajah menunduk ke bawah.
Grace seketika mendongakkan kepalanya, ia menatap ke depan.
Melihat seorang laki-laki yang tidak asing lagi baginya. “Jack..!!” ucap Grace
dengan wajah terkejut, ia beranjak berdiri, dengan tangan memegang perutnya.
“Kenapa? Kamu terkejut melihatku?” ucap Jack tersenyum
__ADS_1
tipis, berjalan mendekati Grace di depannya. “Kamu terluka, jangan terlalu
bergerak berlebihan” lanjutnya, menyentuh perut Grace yang terluka.
“Jangan sentuh aku, dan aku gak sudi di sentuh oleh orang
licik seperti kamu” ucap Grace dengan tatapan tajamnya.
“Jangan terlalu kasar, aku gak akan melukai kamu. Asalkan
kamu kerja sama dengan aku” ucap Jack terus terang.
“Sampai kapan-pun, aku gak akan mau kerja sama dengan kamu.
Aku akan selalu bersama dengan Lian yin. Siapa musuhnya akan jadi musuh aku
juga.” Ucap Grace tegas, membuat Jack tertawa seketika.
“Kamu terlalu bodoh jadi wanita. Apa yang akan kamu dapatkan dari Lian yin.
Apa dia akan memberimu cinta, sama seperti kamu memberinya sebuah cinta. Tapi
di balas dengan sakit hati yang sangat luar biasa.” Ucap Jack, tersenyum
semringah. menarik tangan Grace, mencengkramnya erat.
“Kamu ikut aku sekarang!!” lanjutnya, dengan suara serak dan
berat miliknya.
Grace tersenyum picik. Tangannya begitu cepat melepaskan
cengkraman Jack di tangannya. Menodongkan senjata yang ada di tangannya, ke
rahang Jack.
“Aku gak akan pernah takut dengan kamu, berbagai ancaman
kamu. Tapi apa kamu bisa menghindar dari senjata aku ini. Kamu bergerak sedikit
maka peluru akan menembus langsung ke rahangmu”
Jack terdiam, ia melirik tajam ke arah sejata di tangan
kanan Grace yang mengarah ke arahnya.
“Jangan kira kamu bisa menepis, senjata aku. Lihatlah bawah
perut kamu” ucap Grace. “Sekarang kamu pergi dari sini, atau aku akan
menghabisi kalian semua di sini. Aku gak perduli kamu siapa, dan status kamu
apa. Aku menyingkirkan para musuh yang berani cari gara- gara dengan teman aku.
Aku gak akan tinggal diam saja dan melihat semua yang terjadi. Sekarang suruh
pengawal kamu pergi dari sini. Atau aku akan melayangkan tembakan ini” lanjut
tegas Grace, yang sudah mulai mengeluarkan wajah aslinya yang sangat buas
menghabisi musuhnya. Seakan sudah tidak ada harganya di mata Grace.
"Ternyata kamu bisa mengeluarkan wajah asli kamu." ucap Jack.
"Kenapa? Emang wajah asli aku seperti ini, nukan wajah polos yang pr-pura baik. dan ternyata dia adalah musuh yang sebenarnya. Seperti orang yang kamu kirimkan ke sini."
"Gimana kamu bisa tahu?"
"Aku sudah tahu sebenarnya, Semua yang kamu rencanakan. Tapi aku masih berbaik hati dengan kamu, dan membiarkan dia masih berkeliaran di rumah ini. Tapi apa kamu tahu, jika Lian yin dan yang lainya tahu.. Maka kamu harus menyelamatkan calon istri kamu itu.." ucap Grace, menarik bibirnya sinis.
"Sekarang, kalian pergi dari sini. Dan cepat suruh para pengawal kamu keluar dari rumah ini." ucap Grace, mengancam. berjalan ringan dengan tangan masih was-was menodongkan senjata di temoat yang sama, menuntun Jack, agar keluar dari rumah itu dengan segera.
"Kalian pergilah!! masuk ke dalam mobil sekarang, dan pergi dari rumah ini. Kita akhiri sampai di sini" ucap Jack, lantang. Dengan para oengawalnya.
"Tapii tuan.."
"Aku bilang pergi!! Apa kamu gak dengar.." ucap Jack, dengan suara keras. membuat para pengawalnya tidak bisa menolak lagi apa yang ia perintahkan
"Baik.. Tuan..." Semua pengawal berhamburan masuk ke dalam mobil dan beranjak pergi keluar dari halama rumah Lian yin.
__ADS_1