Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Episode 233


__ADS_3

Merasa sudah beres di lantai dua, Grace melihat di lantai


bawah yang terlihat begitu banyak musuh. Yang berhamburan masuk ke rumah itu.


Ia menarik napasnya dalam-dalam, mencoba mengatur napasnya


sejenak, menaham rasa sakit yang perlahan mulai menjalar.


“Jangan sakit dulu... Ini semua belum selesia Grace..” ucap


Grace pada dirinya sendiri, mencoba menguatkan dirinya yang sudah hampir jatuh.


Grace, menatap ke depan, lagi. Ia segera menganggti


pelurunya yang sudah hampir habis


Cklek...  Cklekk..


Grace menunduk ke bawah, mengganti pelurunya, dan segera


berdiri kembali dengan tubuh sedikit mengintip.


Dor.. Dor.. Dor...


Tembakan di lancarkan dengan sempurna oleh Grace, ia


berdiri, dan duduk jongkok. Beberapa kali, menyerang dengan sangat hati-hati, untuk


menghindari tebakan dari bawah.


Dor.. Dor... Dor..


Grace, melepas jaketnya, lalu menalinya di perut yang terasa


sangat sakit. Ia berlari turun, medarat dengan sempurna meloncat dari lantai


dua, dengan sangat lihainya. Dengan ke dua tumpuan ke dua kakinya.


“Kalian gak akan bisa, masuk dengan mudah. Selagi aku masih


ada di sini. Aku tidak akan biarkan kalian bikin rusuh di sini. Dan memanfaatkan


rumah kosong yang di tinggal pemiliknya” ucap Grace, berdiri tepat di depan


para musuh.


Ia tersenyum picik , menarik ke dua alisnya ke atas.


Tersenyum licik terus terpancar di wajah cantiknya, yang berubah menjadi ganas.


Siapa sebenarnya Grcae terlihat dari wajahnya sekarang, yang seakan sangat haus


untuk membunuh para musuh yang menghalangi jalannya.


Ia menatap tajam ke depan, kemudian mengangkat ke dua


tangannya ke depan sebahu, dan.


Dor.. Dor.. Dor...


Dor... Dor.. Dor...


Grace, menarik kakinya, ke kiri dan ke kanan bergantian,


dengan badan sedikit condong ke belakang, dan ke depan menghindari tembakan


yang bertubi ke arahnya. Merka berdua saling menembak satu sama alin. Grace


yang memang bisa melihat kemnaa arah perkuru itu mendarat nantinya, ia bisa


menghindar dengan sempurna. Denga tubuh gemulai yang sangt lincah menhindari


tembakan yang bertubi-tubi ke arahnya.


Buk.., Bukk... Bukk..


Prakk...


Bukkk..

__ADS_1


Grace, melawan semua musuh dengan kecepatan tangan dan


kakinya, untuk menjatuhkan musuh, membanting cepat tubuh para musuh dengan ke


dua tangannya, sangat cepat, menendang bertubi tubi, lalu dengan badan ke belakang,


melayangkan tembakan pada musuh di belakangnya..


Dor...


Kecepatan kaki Grace tepat mengenai wajah musuh di depannya.


Dan badan sedikit menyondong, ke belakang, untuk yang ke dua kalinya. Menembak


musuh yang berjalan menaiki anak tangga di belakangnya.


Buukkkk... Sreettt...


Dorrr... Dorr.. Dor.. Dorr..


Badan sedikit menyondong ke samping, dengan kaki,


menggungting musuhnya hingga tak bisa berkutik.  Ia menembak dengan  ke dua tangan


bergantian, dan tubuh menghindari serangan dari musuh.


Grace mengatur napasnya, melihat sekelilingnya, yang sudah


terlihat tidak ada musuh yang masih berdiri. Ada salah satu musuh di depannya,


yang inagin menembaknya, dengan sigap Grace menginjak tangannya.


“Apa yang akan kamu lakukan?”tanya Grace, tersenyum sinis.”Dan


siapa yang menyuruh kamu, berbuat onar di sini?” tanya race, dengan tangan,


memegang tangan musuhnya seakan mau mematahkannya.


“Kamu.. tidak ..akan pernah tahu, siapa.. yang menyuruhku..”


ucap musuh di bawahnya, terpatah-patah. Lalu tertidur tak sadarkan diri.


“Shhiiitt.. Belum sempat aku bertanya padanya..” umpat Grace


Grace duduk tersungkur, menahan tubuhnya dengan tangan


menyangga ke lantai, napasnya masih ngos-ngosan. Taak bisa teratur, ia akhirnya


bia menarik napasnya lega saat melihat semua musuh sudah tegeletak tak berdaya


di depannya.


Grace memegang perutnya yang terasa sakit menjalar ke


tubuhnya. “Sialan... Kenapa sakit ini terasa di saat genting seperti ini” ucap


grace, memukul lantai di bawahnya dengan ke dua tangannya. Ia dudul di lantai,


Mendongakkan kepalanya ke atas, dengan mata terpejam beberapa detik. Menahan


rasa sakitnya.


Plokk... Plokk.. Plookkk...


“Sangat-sangat sempurna, Grace. Kamu begitu hebat. Bisa


menyelesaikan semua pengawal aku, hanya sendiri.” Ucap seorang laki-laki,


dengan hentakan kaki ringan berjalan menuju ke arah Grace yang duduk di lantai,


dengan wajah menunduk ke bawah.


Grace seketika mendongakkan kepalanya, ia menatap ke depan.


Melihat seorang laki-laki yang tidak asing lagi baginya. “Jack..!!” ucap Grace


dengan wajah terkejut, ia beranjak berdiri, dengan tangan memegang perutnya.


“Kenapa? Kamu terkejut melihatku?” ucap Jack tersenyum

__ADS_1


tipis, berjalan mendekati Grace di depannya. “Kamu terluka, jangan terlalu


bergerak berlebihan” lanjutnya, menyentuh perut Grace yang terluka.


“Jangan sentuh aku, dan aku gak sudi di sentuh oleh orang


licik seperti kamu” ucap Grace dengan tatapan tajamnya.


“Jangan terlalu kasar, aku gak akan melukai kamu. Asalkan


kamu kerja sama dengan aku” ucap Jack terus terang.


“Sampai kapan-pun, aku gak akan mau kerja sama dengan kamu.


Aku akan selalu bersama dengan Lian yin. Siapa musuhnya akan jadi musuh aku


juga.” Ucap Grace tegas, membuat Jack tertawa seketika.


“Kamu terlalu bodoh jadi wanita.  Apa yang akan kamu dapatkan dari Lian yin.


Apa dia akan memberimu cinta, sama seperti kamu memberinya sebuah cinta. Tapi


di balas dengan sakit hati yang sangat luar biasa.” Ucap Jack, tersenyum


semringah. menarik tangan Grace, mencengkramnya erat.


“Kamu ikut aku sekarang!!” lanjutnya, dengan suara serak dan


berat miliknya.


Grace tersenyum picik. Tangannya begitu cepat melepaskan


cengkraman Jack di tangannya. Menodongkan senjata yang ada di tangannya, ke


rahang Jack.


“Aku gak akan pernah takut dengan kamu, berbagai ancaman


kamu. Tapi apa kamu bisa menghindar dari senjata aku ini. Kamu bergerak sedikit


maka peluru akan menembus langsung ke rahangmu”


Jack terdiam, ia melirik tajam ke arah sejata di tangan


kanan Grace yang mengarah ke arahnya.


“Jangan kira kamu bisa menepis, senjata aku. Lihatlah bawah


perut kamu” ucap Grace. “Sekarang kamu pergi dari sini, atau aku akan


menghabisi kalian semua di sini. Aku gak perduli kamu siapa, dan status kamu


apa. Aku menyingkirkan para musuh yang berani cari gara- gara dengan teman aku.


Aku gak akan tinggal diam saja dan melihat semua yang terjadi. Sekarang suruh


pengawal kamu pergi dari sini. Atau aku akan melayangkan tembakan ini” lanjut


tegas Grace, yang sudah mulai mengeluarkan wajah aslinya yang sangat buas


menghabisi musuhnya. Seakan sudah tidak ada harganya di mata Grace.


"Ternyata kamu bisa mengeluarkan wajah asli kamu." ucap Jack.


"Kenapa? Emang wajah asli aku seperti ini, nukan wajah polos yang pr-pura baik. dan ternyata dia adalah musuh yang sebenarnya. Seperti orang yang kamu kirimkan ke sini."


"Gimana kamu bisa tahu?"


"Aku sudah tahu sebenarnya, Semua yang kamu rencanakan. Tapi aku masih berbaik hati dengan kamu, dan membiarkan dia masih berkeliaran di rumah ini. Tapi apa kamu tahu, jika Lian yin dan yang lainya tahu.. Maka kamu harus menyelamatkan calon istri kamu itu.." ucap Grace, menarik bibirnya sinis.


"Sekarang, kalian pergi dari sini. Dan cepat suruh para pengawal kamu keluar dari rumah ini." ucap Grace, mengancam. berjalan ringan dengan tangan masih was-was menodongkan senjata di temoat yang sama, menuntun Jack, agar keluar dari rumah itu dengan segera.


"Kalian pergilah!! masuk ke dalam mobil sekarang, dan pergi dari rumah ini. Kita akhiri sampai di sini" ucap Jack, lantang. Dengan para oengawalnya.


"Tapii tuan.."


"Aku bilang pergi!! Apa kamu gak dengar.." ucap Jack, dengan suara keras. membuat para pengawalnya tidak bisa menolak lagi apa yang ia perintahkan


"Baik.. Tuan..." Semua pengawal berhamburan masuk ke dalam mobil dan beranjak pergi keluar dari halama rumah Lian yin.

__ADS_1


 


 


__ADS_2