Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Teman lalu


__ADS_3

"Aku pergi dulu, kalian lanjutkan saja. Aku ada urusan di luar" ucap Lay. "Oya, aku lupa. kamu tadi melihat Lian yin gak?" Tanya Lay. 


"Dia pulang dengan yiwen, tadi dia buru-buru banget. Jadi aku biarkan saja. Dan dia juga gak sempat untuk pamit pada kamu dan yang lainnya" ucap Changmin. 


"Kenapa dia gak bilang padaku?" Tanya Lay. 


"Sudah aku bilang padamu, jika dia itu buru-buru gak sempat bilang pada kamu tadi. Apa perlu aku ulang lagi jaeaban itu pada kamu, atau aku harus terika di telinga kamu" ucap Changmin yang merasa sangat kesal dengan Lay yang begitu lama nangkap apa yang ia katakan. Entah kenapa Lay begitu beda kali ini. 


"Iya gitu saja kamu yang marah" gumam Lay. "Grace aku pergi dulu" ucap Lay, yang mulai beranjak pergi meninggalkan Changmin dan Grace. 


"Dia gak apa-apa?" Tanya Grace, menatap ke arah Changmin. 


"Iya, aku merasa dia beda dari biasanya" ucap Changmin. 


#Falsh back Lay.


Lay dapat sebuah pesan dari Lyli jika dia baik-baik saja. Dan dia ingin bertemu dengannya di suatu tempat. Ia ingin memperbarui hubungannya dengan Lay, tapi hanya sebatas teman, dan dia membuka hatinya untuk lelaki lain 


Mendengar hal itu dari Lyli, Lay tadi sangat senang, uasana jati yang terlihat gundah kini ia kembaki semangat lagi. Dan dia juga akan bertemu dengan Lyli.


Lian yin yang sebelumnya tahu di mana Lyli. Ia diam-diam menghubungi Lyli tanpa sepengetahuan Lay. agar bisa membuka hati dengan Lay. Ia bilang jika Lay adalah lelaki yang sangat baik untuknya. Bisa menjaganya, dan selalu mencintainya apa adanya. 


Dan Lyli setuju, ia ingin membuka hatinya lagi. Tapi jima dalam satu bulan ia tidak bisa suka dengan lelaki lain. Maka akan selamanya ia akan tetap mencintai Lian yin. Meski sudah tahu jika dia punya pacar.


"Lyli apa kamu baru sadar jika aku sangat mencintaimu" gumam Lay, yang dari tadi berbaring di ranjangnya. 

__ADS_1


Lay yang semula ingin pergi mengintrogasi kini ia mengurungkan niatmya dulu. Untuk menikmati kesenangan hatinya dulu. Dan bersenang-senang dengan kamar kesayangannya itu. 


Baru dapat pesan saja senangnya minta ampun. Gak bisa mengalahkan orang yang pertama kali jatuh cinta.


"Aku harus temui Lyli sekarang, aku gak.mau dia menunggu lama" ucap Lay, bangkit dari ranjangnya, ia segera berdiri di depan cermin menata rambut dengan jemarinya, dan berganti baju yang lebih pas dan cocok untuk pergi berkencan dengan lyli.


"Tunggu aku Lyli" gumam Lay, yang masih memilih baju yang pas. 


Selesia memilih baju, dan menatap rambutnya agar terlihat lebih tampan. Ia berjalan keluar mencari Lian yin lebih dulu. Lay keliling ruang tamu tamu dan ruang keluarga tidak ada dia di sana. 


"Apa lian yin sudah pulang?" Gumam Lay, yang bertanya pada dirinya sendiri


#back Grace.


"Entahlah..udah sekarang kita lanjukan lagi, pekerjaan kita" ucap Grace. 


"Baiklah, oya boleh aku tanya pada mu" gumam Changmin, menatap mata Grace. 


"Boleh, kalau kamu mau tanya, tanya saja, ku juga gak melarang kamu untuk tanya. Dan aku akan selalu jawab pertanyaan kamu, Karena kita sekarang satu tim dan teman" ucap Grace. "Tapi yang aku bingung kenapa Lian yin mengijinkanku untuk jadi timnya secara tiba-tiba. Dan tanpa sepengetahuanku sebelumnya" lanjutnya.


"Kalau itu aku tidak tahu, hanya dia dan Tuhan yang tahu semuanya." Ucap Changmin. 


"Iya, kita gak bisa tebak apa yangbada dalam pikirannya saat ini. Pikiran dia gak bisa di tebak begitu mudah. Dia benar-bebar orang aneh yang ada beribu-ribu ide." Gumam Grace.


"Iya, kita hanya bisa mengikuti apa kata dia. Karena aku juga yakin yang di lakukan dia itu untuk kebaikan. Bukan untuk menyakiti orang lain. Dia berbeda dari ketua mafia lainnya." Gumam Changmin. 

__ADS_1


"Iya, oya kamu tadi tanya apa tentangbaku" ucap Grace yang beru ingat pertanyaan Changmin tadi tentang dirinya.


"Apa kamu Grace yang dulu pernah suka dengan Lian yin?" Tanya Changmin penuh ragu. 


Grace tersenyum tipis. "Ternyata kamu sudah tahu" ucap Grace.


"Iya, tapi itu dulu. Sekarang aku sadar siapa aku dan siapa Lian yin. Dia juga punya istri yang sangat cinta dengannya. Dan Yiwenlah satu-satunya wanita yang mampu menaklukkan hati Lian yin." Ucap Grace, yang terlihat dari raut wajahnya ia menyembunyikan sebuah kesedihan yang mendalam.


"Benar dugaan aku, kamu kak Grace yang pernah nolong aku dulu. Kamu dan Lian yin yang pernah membawa aku ke rumah sakit dan menyelamatkan nyawa aku. Dan dulu aku sudah janji pada diriku sendiri akan membalas budi pada kak Grace." Ucap Changmin, memegang tangan Grace lembut. "Kak ingat kalung ini kak" Changmin menunjukan sebuah kalung yang ia pakai. Bahkan dulu Mei pwrnah melarangnya untuk pakai, yapi demi menghargai wanita yang pernah menolongnya ia tetap memakai kalung itu. 


Grace melihat kalung itu, ia ingat kalung itu ia yang pakaikan pada Changmin saat dia lagi terbaring lemah di rumah sakit. Dulunia masih sangat kecil. Dan Grace juga masih SMP. Perbedaan umur mereka saja hampir 3 tahun. 


"Kamu masih menyimpan kalung ini?" Gumam Grace memegang kalung itu.


"Masih, karena kakak dan Lian yin seperti malaikat penolongku, kakak yang terus datang ke rumah sakit dan tak berhenti menyemangati aku. merawat aku, dan selalu menjaga aku. Di saat aku benar-benar terpuruk dan aku juga kehilangan ke dua orang tua aku. Dan aku pisah dengan kakak aku sudah lama. Dan kakak dan Lian yin yang selalu ada jadi kakak baru untukku" gumam Changmin, memeluk tubuh Grace, mengusap lembut punggungnya. Ia merasakan kehadiran kakak dari Grace, meaki dia tidak tahu di mana kakanya sekarang berada. Karena memang kakanya hidup di luar negeri saat dia umur 3 tahun mereka terpisah, karena kakanya melanjutkan sekolahnya di luar negeri.


Dan setelah kejadian kecelakaan, dia kehilangan orang tuanya. Dan kakaknya juga tidak mencarinya. mungkin dulu ia mengira jika dirinya sudah meninggal. Karena saat kejadian dia tidak berada di lokasi. Lian yin dan Grace yang membawanya ke rumah sakit. hanya di rawat dua hari di rumah skait. lian yi merawatnya pribadi di rumahnya. Di bantu dengan Grace yang selalunada di dekat Lian yin.


"Min, sudah ayo kita lanjutkan lagi. Kita masih banyak tugas. Nanti kit selesaikan lagi" ucao grace yang merasa ragu saat Changmin memrluknya. ia yang dulu di anggao sebagai adik, kini sudah tumbuh dewasa. Dan dia jadi laki-laki yang sangat pintar.


"Iya, tapi apa boleh aku melakukan janji aku pada Kak Grace" ucap Changmin.


"jangan panggil aku kakak, panggil aku Grace saja. aku sekarang sama seperti kamu, anggap saja aku seumuran dengan kamu" ucap Grace.


"Baiklah Grace" ucap Changmin ragu.

__ADS_1


__ADS_2