Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Menculik


__ADS_3

Yiwen terus berlari menuju ke luar pintu masuk perusahaan Luhan. Yiwen tidak melihat Yhing yin di luar.


"Kemana perginya dia? kenapa begitu cepat menghilang" ucap Yiwen, dengan napas masih ngos-ngosan.


"Kamu mencariku ya? Apa kamu tertarik denganku hingga kamu terus mengikutiku" bisik Yhing yin tepat di belakang telinga Yiwen.


"Kamu!!" Yiwen langsung menoleh ke belakang. Dengan segera Yhing yin mendekap Mulut Yiwen dengan sapu tangan yang sudah di beri efek obat.


"Emmm... Ukk.. lepaskan"Ucap Yiwen mencoba meronta, namun ia sekana tak punya tenaga untuk memukul Yhing yin, di belakangnya. Namun efek obat itu lebih daei obat biasanya, epertinya ini melumpuhkan energi orang yang terkena bau obat itu, baunya benar-benar menyeruak masuk dalam penciuman Yiwen membuat ia tak bisa berbuat apa-apa lagi.


"Kamu akan pergi dari sini bersamaku Yiwen. Kamu adalah bagian dariku. Setelah aku bertemu dengan Lee nantinya kita akan melakukan kerja sama berdua. Dan Chengyi hanya untuk bisnis." ucap Yhing yin, yang mulai masuk ke dalam mobilnya.


----00----


"Sekarang tidak ada orang lagi di sini. Sebelum kamu mulai kerja, aku ingin berbicara denganmu sekarang tentang Yiwen


"Kamu membiarkan Yiwen berada di luar sendiri." kata Chengyi yang terlihat sangat khawatir.


"Aku yakin dia bisa jaga diri." ucap Lian yin.


"Kamu jangan bersenang dulu, kamu gak tahu gimana Yhin yin sebenarnya. Dia wanita yang sangat licik. Aku yakin dia keluar hanya untuk memancing Yiwen agar mengikutinya. Dia akan membawa Yiwen pergi dari sini. Bukannya kamu cerdik tapi kenapa kamu begitu ceroboh dan bodoh." Gumam Chengyi yang mulai beranjak dari dudukny.


"Apa kamu bilang?" tanya Lian yin bingung.


"Apa kamu gak tahu gimana Yhin yin selama ini bekerja sama denganku. Aku tahu gimana dia beraksi. dia sangat licik dalam bertindak. Aku yakin dia sekarang membawa Yiwen. Lebih baik kita selamatkan Yiwen jangan sampai Yhin yin melakuakn hal bodoh untuk menyakiti Yiwen."jelas Chengyi berlari keluar secepat mungkin dari ruangan kerjanya.


Lian yin yang semula belum mengerti, ia mengikuti Chengyi. berlari di belakangnya. "Kenapa aku begitu bodoh, membiarkan Yiwen keluar sendiri. Benar kata Chengyi, Yhing yin itu licik kenapa aku begitu percaya membiarkan Yiwen keluar sendiri." gumam Lian yin.


"Yiwen kamu dimana?" teriak Chengyi, di luar gedung perusahaannya.


"Yiwen." teriak Lian yin.


"Lihat bukannya itu mobil Yhing yin, sekarang kamu ikut aku naik mobilku kejar mobil Yhin yin." ucap Chengyi, ia juga merasa sangat khawatir, karena baginya Yiwen adalah wanita yang paling penting.


Begitu juga Lian yin, Yiwen adalah hidupnya. Ia tidak mau terjadia apa-apa dengan Yiwen. "Bawalah ini?" ucap Chengyi.


"Senjata?" ucap Lian yin bingung.


"Aku yakin di dia akan membawa di aman banyak orang yang menjaga dengan senjata lengkap" ucap Chengyi. "Aku membawa beberapa senjata di mobilku. Kita bisa melabuhi mereka." Lanjutnya.


Chengyi melaju dengan kecepatan tinggi, melintasi berbagai mobil yang berada di depannya dengan sangat lihainya, bagai pembalap internasional.


"Kamu sekarang harus lebih hati-hati lagi dengannya sekarang," ucap Lian yin.


"Aku sudah tahu, sebelumnya aku juga sudah merencanakan semuanya. dan semoga semua bisa terselesaikan dengan secepatnya. Dan kamu bisa hidup tenang bersama Yiwen." jawab Chengyi.


Lian yin terdiam, bagaimana bisa Chengyi tahu jika ia ingin hidup bahagia tanpa beban bersama dengan Yiwen. Hidup tanpa ada masalah lagi dalam dunia mafia dan lainnya.

__ADS_1


"Aku boleh tanya denganmu nanti setelah masalah ini selesai." ucap Chengyi. melirik ke arah Lian yin yang dari tadi hanya diam.


"Baik, tapi kita selamatkan yiwen lebih dulu. Aku akan menjawab semua yang ingin kamu tanyakan padaku dan termasuk pada Yiwen," ucap Lian yin.


"Jangan banyak bicara kita sudah sampai." ucap Chengyi beranjak turun.


"Kalian mau kemana?" tanya seorang penjaga rumah itu.


"Di mana Yhing yin?" tanya Chengyi.


"Apa urusanmu?" tanya penjaga, jika kamu tidak ada hal penting jangan di sini, sudah cepat keluar sana"ucap Penjaga itu mengusir Chengyi dan Lian yin.


Ada salah satu penjaga yang ingin menembak Chengyi, dengan sigap Lian yin melempakan Chengyi ke arah penjaga itu, gingga senjata di tangannya terjatuh.


"Makasih.." ucap Chengyi.


"Kita serang," ucap Lian yin yang mulai menembakan pelurunya tepat dengan sasaran masing-masing.


Dor... Dor...


"Di balik pohon?" panik Chengyi.


Dor.. Dor...


"Makasih.." jawab Lian yin.


"Cepat masuk.." ucap panik Chengyi, pada Lian yin.


---0000----


"Yiwen Kamu sudah merusak semua rencanaku. Dan kamu telah menghancurkan kepercayaan Chengyi padaku. sekarang rencanaku gagal total. Tapi aku apa kamu tahu kosekuensinya yang akan kamu terima. Kamu akan mendapatkan sebuah kejutan istimewa dariku" Ancam Yhing yin pada Yiwen, dia memangs engaja mengikat tangan Yiwen agar tidak bisa bekutik lagi. Dengan mengancamnya menggunakan senjata. Tapi bagi Yhin yin yang belum pernah sama sekali membunuh orang. Ia berpikir seribu kali jika ingin membunuh.


Yhin yi, lebih suka mengancam secara sadis dari pada membunuh musuhnya. Baginya membunuh tidak begitu penting dalam hidupnya. hanya dengan mengancam ia bisa mendapatkan semuanya.


"Apa yang kamu inginkan?" tanya Yiwen menatap tajam ke arah Yhing yi. Seakan ia tidak perduli dengan ancaman Yhin yi padanya.


Yhing yin tertawa, "Apa yang aku inginkan. Bukannya kamu sudah tahu. jangan berlagak bodoh di depanku. Dan kamu sudah merencanakan semuanya dengan Chengyi. Maka aku akan memberimu sedikit pelajaran. Tapi tak begitu menyakitkan kamu bisa tahan sedikit," ucap Yhin yin mengancam.


"Apa yang kamu lakukan?" sambung Chengyi yang baru masuk di sebuah rumah tempat persembunyian Yhing yin.


Yiwen menatap ke arah Lian yin dan Chengyi. "Untung saja mereka datang tepat waktu, kalau tidak entah bagaimana. nasibku nentinya." batin Yiwen dalam hati.


"jika kamu berani menyentuh Yiwen aku gak akan segan-segan menyakitmu juga. Dan lebih baik kamu sekarang menyerahlah. Semua penjaga di luar sudah tak berdaya." ucap Lian yin.


Yhing yin tertawa "Emangnya aku takut dengam ancaman kamu. Gak pengaruh samam sekali. Aku itu lebih suka seperti ini, menyakiti wanita yang kalian rebutkam ini,"ucap Yhing hyin, mencengkram erat dagu Yiwen menariknya atas menatap mata tajam Yhing yin.


Tak merasa takut, Yiwen juga tersenyum melihat apa yang di lakukan yhing yin. 

__ADS_1


"Yhing yin apa yang kamu lakukan?" tanya Lian yin, berjalan masuk ke arah Yiwen.


"Lepaskan senjatamu" lanjut Chengyi, berjalan di belakang Lian yin.


"Ternyata kalian sudah menemukan persembunyianku, tapi apa kalian tidak bisa menunda sedikit. Padahal aku belum melakukan apa-apa dengannya, bahkan wajahnya, tubuhnya juga belum tergores." ucap Yiwen.


"Apa yang kamu inginkan?"tanya Chengyi, mencoba mendekati Yhing yin dengan sangat hati-hati.


"Aku hanya ingin kamu mau menikah denganku,"ucap yhing yin terus terang.


"Apa katamu, menikah denganmu" ucap Chengyi.


"Baiklah, kamu akan menkiah dengan Chengyi tapi lepaskan dulu Yiwen. jangan sakiti dia." ucap Lian yin.


"Apa yang kamu bilang, siapa yang mau menikah dengannya," ucap Chengyi pada Lian yin.


"Sudahlah, ini hanya sandiwara. kenapa kamu merasa aneh gitu. Kamu gak akan menikah dengannya. Percaya padaku, ini adalah trick untuk memancing Yhing yin agar dia terpancing dan aku bisa menyelamatkan Yiwen. Kamu bantu aku pancing dia, aku yakin jika kamu yang melakukan dia akan mulai terpancing," ucap Lian yin lirih, ia berusaha mendekati Yiwen.


"Jangan mendekati," ucap Yhing yin.


"Yhing yin, lepaskan dia dan kamu akan menikah denganku," ucap Chengyi, mencoba mencari perhatian Yhing yin.


"Kamu bohong?" tanya Yhing yin.


"Aku bilang kalian jangan mendekat, tau aku akan melukai dia"ucap Yhing yin, yang mulai melukai leher kiri Yiwen dengan senjatanya.


"Aww... "


"Yiwen.." Teriak Lian yin.


"Opss maaf gak sengaja tergores" ucap Yhing yin, ia menatap luhan sejenak perlahan mendekatinya.


Merasa ada kesempatan Lian yin. Segera menyelamatkan Yiwen, melepaska. ikatan yang mengikat kaki dan tangannya. Lian yin mengangkat tubuhnya. Beralri kenuju ke mobil Luhan yang sudah terparkir di depan.


"Yi, ayo pergi." ucap Lian yin. Melihat Chengyi yang masih di tempatnya.


"Kalian beraninya membohongiku, aku tidak akan segan-segan membalasnya." ucap Yhing yin.


"Kamu gak apa-apa?" tanya Lian yin, yang terlihat panik melihat Yiwen menegluarkan darah.


"Jangan lebay aku gak apa-apa hanya luka kecil"ucap Yiwen.


"Baiklah, lain kalai kamu harus lebih hati-hati lagi," gumam Lian yin mengusap lembut rambut Yiwen.


"Oya yin, nanti aku langsung pulang. Hari ini mungkin akan melelahkan. Aku tidak mau merepotkanmu lagi. Dan terima kasih atas bantuanmu," gumam Lian yin.


"Iya, sekarang bawa dia pulang ke rumahku, jaga dia,"ucap Chengyi, tersenyum tipis.

__ADS_1


__ADS_2