Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Kemenangan Berujung petaka


__ADS_3

Babak ke dua di mulai. Suara riuh dari penonton terdengar menggema ke seluruh penjuru stadion.


Lian yin berdiri, di samping ring, iahanya diam melihat pertandingan Yiwen selanjutya. Tanpa dia sadari seorang lelaki dengan masker dan topi yang menutupi wajahnya, datang menghampirinya. Berdiri di samping Lian yin, dengan pandangan mengarah pada Yiwen yang lagi fokus dalam pertandingan melawan Grace. “Grace akan mengalah pada Yiwen”


Suara yang sangat familiar itu terdengar jelas di telinga Lian yin. "Siapa kamu? Bagaimana kamu tahu jika Grace akan mengalah." tanya Lian yin.


“Jangan menoleh ke arahku”


“Kenapa?”Tanya Lian yin, ia menuruti apa kata lelaki di sampingnya, bicara tanpa menatap ke arahnya.


“Aku tidak mau jika ada orang, tang mengetahui jika ini aku.”ucap Lelaki itu. "Kamu pasti tahu aku siapa?"


Lian yin terdiam sejenak, berpikir siapa sebenarnya lelaki di sampingnya. "Apa kamu Luhan" gumam lian yin lirih.


"Kamu tahu, aku hanya ingin beri tahu kamu suatu hal" ucap Luhan.


“Kenapa kamu masuk harus diam-diam, apa sebenarnya tujuan kamu.” ucap Lian yin.


“nanti kamu juga tahu sendiri, aku sekarang bersama dengan Tao, dia lagi masuk menyusup ke dalam menyelidiki tentang ketua mafia Timur. “ucap Luhan. "Tapi jangan tanya lebih jauh lagi, ini bukan masalah kamu, aku dan dia ada rencana tersendiri" lanjutnya.


"Baiklah" ucap Lian yin.


“Sekarang aku harap jangan pergi dari sisi Yiwen, tetaplah di samping Yiwen jangan pergi dari sisinya. Aku mau kamu jaga dia”ucap Luhan, yang mulai melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Lian yin .


Lian yin menoleh seketika, ia tiak melihat Luhan di sampingnya lagi, padahal masih ada yang ia ingin ketahui dari misi yang diam-diam dia lakukan di sini, bahkan sebelumnya Luhan tidak pernah memberi tahu Lian yin.


“Kemana dia pergi?”gumam Lian yin.


Ia bahkan tak sadar jika, Yiwen di depannya hampir saja kalah. Karena di pertandingan ke dua ini Grace terlihat tidak mau mengalah lagi dengannya.


#flash back on Grace


“Kenapa kamu tadi mengalah dengannya?”Tanya ayah Grace.


“aku gak mengalah, karena memang aku kalah dari dia”gumam Grace yang duduk di sofa, tanpa rasa takut menghadapi ayahnya, yang terkadang memang sangat galak. Tapi ia tau ayahnya tidak bisa jika marah dengannya, karena dia anak tunggal, mungkin hanya di asingkan saja selama beberapa bulan nantinya.


“Grace aku tahu sifat kamu, kamu anak ayah satu-satunya. Aku paham apa yang kamu pikirkan. Kamu pasti takut jika Yiwen dan Lian yin kenapa-napa kan, tapi apa kamu gak mikir jika, kakek Lian yin sangat kejam dengan keluarga kita dulunya. Ucap Grace.

__ADS_1


“Maksudnya gimana? Apa yang ayah katakan itu hanya masa lalu, kenapa ayah ungkit lagi sekarang, lagian ayah juga tahu, kalau Lian yin sebenarnya tidak tahu apa-apa tentang masalah ayah dan keluarganya. Kenapa Yin yang jadi sasaran ayah”ucap grace, yang merasa tidak suka dengan tindakan tegas ayahnya yang terlau membenci Lian yin.


“jangan biarkan cinta membuatmu buta, apa kamu tahu kenapa aku membenci mereka, dulu ibu Lian yin adalah wanita yang ayah cintai, aku sudah melakukan berbagai cara agar orang tuanya dapat menerimaku, tapi apa yang mereka lakukan, mereka menangkapku dan membuangku jauh dari kota. hingga aku sampai di kotak ini, dan saat itulah mereka menikahkan anaknya pada ayah Lian yin.”ucap ayah Grace.


“Itu masalah cinta ayah, dan sekarang kenapa Lian yin jadi sasaran ayah. Dia tidak tahu itu semua”ucap Grace. "Apa ayah menyesal menikah dengan ibu, dan melahirkan aku" ucap Grace.


"Kenapa kamu berpikir seperti itu" ayah Grace menghampiri anaknya.


"Jangan mendekat, aku tahu ayah gak mau punya anak aku kan, yah gak sukda dengan ibu, dan kehadiranku hanya dmjadi beban buat ayah" Grace menangis tersedu-sedu, mencoba mencegah ayahnya agar tidak mendekatinya.


"Grace tenanglah, aku syang dengan mama kamu, tapi ayah masih sangat henci dengan kakek Lian yin. Dan ada satu hal yang ingin aku ketahui" ucap Ayah Grace.


Grace terdiam sejenak, menyeka air matanya dengan punggung tangannya. "Apa?" tanya Grace.


“Dia pasti tahu sesuatu, bukan hanya dendam yang masih aku pendam, tapi juga harta yang di sembunyikan kakeknya.”


“Aku sudah tahu tentang itu, bukannya ayah sudah lama mengincar itu, kenapa gak dari dulu merebut harta itu saat kakek Lian yin belum meninggal. Dan bukannya Lian yin juga gak tahu di mana harta itu berada”gumam Grace, yang terus membela Lian yin.


“Dia memang tidak tahu, tapi dia punya dokumennya kan, bukannya kamu pernah bilang pada ayah, dan teman kamu juga pernah bilang pada ayah, jika dia tahu di mana Lian yin menyembunyikan berkas itu. Tapi setelah aku diam-diam menyelidiki di sana, berkas itu sudah tidak ada, entah di mana sekarang Lian yin menyembunyikan tidak ada yang tau tentang itu.”gumam ayah Grace.


“Jadi aku mau kamu jangan menyerah lagi saat pertandingan, aku tidak akan menyakti Lian yin, ayah tahu jika kamu suka dengannya. Jika kamu mau dia selamat, dan pulang dengan biak-baik, kamu harus menang, jika tidakaku akan menyakti Lian Yin.”ucap ayah Grace.


“Jika kamu tidak menang, maka aku akan melukainnya dalam pertandingan nanti”


-------0000----


“BBuuukkk….”sebuah tendangan kaki kiri Yiwen tepat mengenai rahang Grace, membuatnya terjatuh tersungkur ke matras. Grace yang tidak konsen dari tadi, ia tidak sadar jika ada tendangan Yiwen melayang ke arahnya. Mmbuat ia tersungkur ke bawah, dan darah segar keluar dari ujung bibir Grace.


“Grace! Apa ada masalah yang mengganggu kamu? Kenapa kamu melamun dari tadi?” tanya Yiwen, yang manatap Grace, ia mencoba mengulurkan tangan ke arah grace, mencoba membantunya untuk bangkit kembali, meneruskan pertandingan yang belum selesai itu.


“Apa yang kamu lakukan Yiwen, jauhkan tangan kamu dari aku, aku gak mau ada orang yang melihat kejadian ini, jika kamu menolongku sama saja kamu mengantarkan dalam bahaya, apa kamu gak curiga jika aku tiba-tiba akan menjatuhkanmu nantinya”gumam Grace, menepis tangan Yiwen.


“Baiklah, tapi setidaknya kamu bangkit kembali dan teruskan pertandingan ynag belum selesai kita,aku gak mau jika, aku menang karena hasil kamu mengalah dariku”ucap Yiwen.


“Tenang saja, kamu sekarang dusah menang, jika aku melawan juga gak akan menang dari kamu”ucap Grace, seoralh ia merasa sudah kalah dari Yiwen.


“Apa kamu masih bisa berdiri?”Tanya pembawa acar.

__ADS_1


“Cepat umumkan jika aku kalah” bisik Grace pada pembawa acara.


“Kenapa?”Tanya pembawa acara itu bingung. Neski dia tahu jika Grave tidak mungkin kalah begitu saja. Tapi dia tidak bisa menolak permintaan Grace.


“aku sudah tidak bisa berdiri lagi” ucap Grace.


"Baiklah" ucap prmbawa acara.


“Kenapa dia bohong, aku yakin jika dia masih sanggup lagi jika menghadapi aku lagi, aku gak tahu apa rencananya.” batin Yiwen.


"Grace, apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu mengalah?”Tanya Lian yin, yang berdiri di samping Grace, yang sedang menatap Grace berbaring di ring dengan pandangan ke atas.


"Kalian gak perlu tahu, aku ahanya ingin kalian cepat pergi dari sini, jangan pikirkan soal aku”gumam Grace.


Pandangan Grace nenatap ke atas, ia melihat ada seseorang penembak jitu bersiap menembakkan senajatanya ke arah Lian yin.


Ia melebarkan matanya seketika.


“Awas Yin”teriak Grace, meloncat bangkit berdiri, berlari dan langsung meloncat dari ring berdiri di depan Lian yin mencoba melindunginya.


DORRR..


Satu tembakan tak terduga itu, tepat mengenai perut Grace. hingga mengeluarkan darah segar dari peutnya.


“Grace..” teriak Lian yin, menyangga tubuh Grace yang perlahan seakan sudah mulai jatuh, dengan simbahan darah segar yang mengenai tangan Lian yin.


Yiwen yang dari tadi gak sadar, jika ada orang yang menemba ke arah Lian yin, ia menoleh dan Grace yang terkena tembakan itu.


“Grace..” teriak Yiwen, yang langsung turun dari ring.


“Yin, aku sudah bisa di dekat kamu lagi sudah senang, dan aku bisa melindungmu, menyentuhmu seperti ini. Hal yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. Aku akan tetap mencintai kamu Yin”gumam Grace, dengan tangan yang terlihat merah, terkena noda darah dari perutya, ia mendongakkan kepalanya, menatap Lian yin, memegang pipinya, denan senum tipisnya.


Yiwen terdiam, cinta Grcae begitu dalam pada Lian yin, mungkin lebih dalam cinta Grcae dari pada cintanya yang selalu meraguka Lian yin. Ia tidak bisa berbuat apa-apa, ingin rasanya pergi dan membiarkan mereka hidup bersama, tapi kakinya seakan sangat berat jika meninggalkan Lian yin sendiri, ia juga sayang dengan Lian yin. Tapi kini Grace yang sangat membutuhkan kasih saangnya, dan bahkan dua rela mengorbankan nyawanya untuk melindungi orang yang ia cintai. Cintanya benar-benar sangat tulus pada Lian yin.


“Yin, makasih”ucap Grace yang perlahan sudah tak sadarkan diri.


“Grace kamu harus sadar, kamu harus kembali sehat seperti semula”ucap Lian yin, Yiwen yang berdiri di depan mereka masih diam melihat Lian yin meneteskan air mata untuknya, seakan Lian yin juga pernah jatuh cinta dengannya. "entah masa lalu dia dengan Grace, apa yang di sembunyikan dia dariku"

__ADS_1


Perlahan kaki Yiwen berjalan mundur ke belakang menjauh dari mereka, sejak Grace ketembak, Lian yin tidak menatap ke arahnya sama sekali, bahkan kini sepertinya Lian yin tidak perduli dengannya.


 


__ADS_2