
Yiwen yang baru saja mengantar Grace ke kamarnya, ia segera pergi berjalan cepat turun dari kamarnya. Berjalan menuju ke kamar Mei.
Tok.. Tok.. TOk..
Mei, gimana kamu sudah beres semuanya?" tanya Yiwen, berdiri tepat di depan kamar Mei.
"Aku keluar sekadang"jawab Mei, yang kansgung membuka pintu kamaenya.
"Gimana, apa kamu mau ke akamr Lay lebih dulu. Siapa tahu Lay nanti mengerti di mana arah mereka pergi" ucap Mei.
"Benar juga!!"
Yiwen, melangkahkan kakinya menunu ke kamar Lay. Ia tak senagaj melihat, Lay memegang pipi Lyli. "Maaf!! mengganggu" ucap Yiwen.
"Ada apa?" tanya Lay.
"Aku ke sini hanya tanya, Lian yin menghubungi kamu gak?" tanya Yiwen.
"Enggak, emangnya ada apa?"
"Aku dan Mei menutuakan untuk mencari mereka. Dan sekarang aku mau pergi. Tapi aku gak tahu aku mau pergi kemana, mencari Lian yin" gumam Yiwen menundukkan kepalanya.
"Aku ikut dengan kalian!"
"Gak usah" jawab cepat Mei.
"Kamu harus istirahat. Aku akan pergi mencadi mereka sendiri dengan Yiwen. Dan tenang saja kamu gak usah kahawatir ya" Mei tersenyum samar ke arah Lay dan Lyli. Dan segera menarik tangan keluar dari kamar Lay.
"Kenapa kamu menarik tanganku?" tanya Yiwen bingung dengan Mei. padahal, ia belum tanya jelas pada Lay.
"Dia gak tahu di mana Lian yin, lebih baik kita cari sendiri. Dari pada dia harus memaksa ikut nantinya. Biarkan dia istirahat" ucap Mei.
Yiwen menghela napasnya. "Iya, benar juga apa katamu. Sekarang cepat masuk ke dalam mobil" ucap Yiwen.
Yiwen dan Mei segera keluar dari rumahnya. Masuk ke dalam mobil yang sudah terparkir di depan rumah.
"Mei? semua sudah siap?" tanya Yiwen memastikan.
"Sudah, semua sudah siap. Dan aku juga bawa beberapa perlengkapan kita" ucap Mei.
"Baiklah, oya kamu ciba lacak keberadaan Changmin jika ponselnya aktif." gumam Yiwen.
"Gimana aku bisa lacak, mereka sengaja mematikan ponselnya" ucap Mei. "Pasti mereka sudah merencanakan ini sebelumnya."
Yiwen menarik napasnya, ia segera, mengemudi mibilnya keluar dari halaman rumahnya. Tanpa tujuan Yiwen melaju dengan kecepatan tinggi. Ia tidak tahu harus mencari Changmin dan Lian yin di mana. Tapi setidaknya ia harus menemukan jejaknya lebih dulu.
"Oya, bukanya tadi kamu bertemu dengan Changmin?" tanya Yiwen memastikan.
"iya, tadi aku bertemu di kita kecil di seberang. Dan aku sudah gak tahu lagi kemana perginya" jawab Mei mencoba mengingat kembali.
"Kamu tunjukan di mana alamatnya" gumam Yiwen, yang masih fokus mengemudi mobilnya dengan kecepatan sedang. Dengan pandangan menatap ke kanan dan kiri. Dengan berharap bisa secepatnya bertemu dengan suaminya.
"Yiwen, berhenti!!" ucap Mei, menepuk bahu Yiwen.
"Ada apa?" tanya Yiwen.
"Ada Luhan dan Tao!! Tapi sedang apa mereka ke sini? Apa mereka mau bertemu dengan Lian yin. Atau Tao memang sengaja diam-diam dapat tugas dari agen ijelijen khusus." ucap Mei, penuh pertanyaan dalam pikirannya.
Yiwen menatap ke depan di sebuah restauran, benar Tao dan Luhan masuk ke dalam mobil, mereka baru keluar dari restauran tersebut. Apa mereka ada janji dengan seorang di sana, batin Yiwen.
"Kita ikuti mereka dulu!! Aku mulai curiga dengan apa yang akan mereka lakukan!" ucap Yiwen, mengehentikan mobilnya di keseberang jalan. Ia menunggu mobil Luhan keluar dari halaman parkiran restauran.
"Terus gimana misi kita untuk mencari Lian yin?" tanya Mei.
"Nanti saja! Kita bisa cari sambil mengikuti mereka"
"Baiklah!! Terserah kamu saja!" gumam Mei, yang harus menurut saja apa kata Yiwen. Ia juga merasa sangat ragu dengan luhan dan Tao, dia pergi ke kota ini diam-diam. Jika bukan ada hal yang ia cari gak mungkin mereka datang ke negara ini.
__ADS_1
"Mereka sudah keluar" ucap Mei, Yiwen sudah melihat mobil mereka keluar, segera mengikuti dengan kecepatan sedang tepat di belakang mobil Luhan, hanya berjarak satu meter. Ia mengemudi santai agar Luhan tidak curiga dengannya.
"Mereka mau pergi kemana?" tanya Mei.
"Aku juga gak tahu.. Kenapa mereka ada di sini. Dan ada hubungan apa mereka di sini" ucap Yiwen.
Mobil Luhan berhenti di suatu rumah mewah di ujung jalan. rumah bernuansa putih, dengan gerbang menjulang tinggi menutupi rumahnya.Tao keluar dari mobil itu dan masuk ke dalam gerbang.
"Itu rumah siapa?" tanya Yiwen.
"Entahlah, tapi sepertinya rumah itu punya orang kaya di sini" ucap Mei.
"Tapi aku baru tahu rumah itu, dan Lian yin juga gak cerita jika ada rumah mewah juga di kotanya" gumam Yiwen, banyak pertanyaan yang muncul di otaknya. Membuat ia bingung.
Tak lama, Tao keluar dari rumah itu dan masuk ke dalam mobilnya. Mobil itu melaju pesat dengan kecepatan tinggi. "Sepertinya, dia mulai curiga!!" ucap Yiwen.
Ia yang Merasa sangat curiga. Yiwen menjalankan mobilnya, dan berhenti tepat di depan gerbang rumah itu. "Aku yang turun, jika kamu turun pasti banyak orang yang mengenali kamu" ucap Mei.
"Beneran kamu yang turun!!" ucap Yiwen memastikan.
"Iya!!" jawab Mei tegas, ia bergegas turun dari mobil, dan segera bertanya pada penjaga di depannya.
"Sssttt.. Sini!!" panggil Mei pada dua penjaga laki\-laki yang berjaga di depan rumah itu.
"Iya, ada apa non?" tanya Dua penjaga itu kompak.
"Kenapa dua penjaga itu sepertinya sangat menghormati Mei ya. Mereka berdua seperti memang kenal dengan Mei... Tapi udahlah, mungkin itu hanya pikiran aku saja. Gak mungkin juga Mei kanal dengan mereka." gumam Yiwen yang masih berada dalam mobilnya, dengan pandangan mata terus tertuju pada Mei.
"Tadi mereka berdua sedang apa ke sini?" tanya Mei.
"Mereka nyari tuan muda non!!" ucap dua penjaga itu.
"Ada non, baru saja pulang dari Roma"
"Ya, sudah. Sampaikan padanya. Jika aku baik-baik saja. Dan jika dia mencari aku. Suruh telepon aku dengan segera" ucap Mei, bergegas pergi masuk ke dalam mobilnya kembali.
~~
"Gimana? Apa ada jawaban?" tanya Yiwen.
"Gak ada, kata dua penjaga itu mereka hanya mau bertemu dengan tuanya. Dan mereka juga tidak cerita tuanya siapa!!" ucap Mei.
"Shiiittt.. Sekarang kita kehilangan jejak mereka." umapt kesal Yiwen, memukul setir mobilnya.
"Sudah gak usah mencari tahu tentang mereka lagi. Lebih baik kita pergi dari sini. Dan segera mencari Changmin dan juga Lian yin" ucap Mei.
"Iya, benar juga katamu" Yiwen segera menyalakan mesin mobilnya. Dan melaju dengan kecepatan tinggi menuju ke kota seberang, di mana awal Mei bertemu dengan Changmin.
Tiga puluh menit perjalanan. Ia juga sudah kehilangan jejak Luhan dan Tao. Mereka berhengi tepat di sebuah mini market. Tempat di mana Mei tade berjalan dan Changmin mengejarnya.
"Ayo turun!!" ucap Yiwen, bergegas turun dari mobilnya. Di susul dengan Mei yang juga langsung turun.
"Di sini tadi amu berdiri, dan memeluk Changmin" ucap Mei. "Dan dia berjalan ke arah sana" lanjut Mei, menujuk ke pertigaan jalan di depannya.
"Kita cepat sususl mereka sekarang." Yowen bergegas masuk kembali dalam mobilnya. Dan segera melaju dengan kecepatan tinggi menuju pertigaan di depannya.
"Ini di mana?" tanya Mei.
"Bentar, sepertinya aku tahu kota ini. Kita di mana aku pertama kali gabung agen intelijen OGI." ucap Yiwen, melaju ke arah kota di mana ia pernah terpisah dari Tao dulu saat melakukan tugas pertama kalinya.
"Aku hapal jalan ini, sekarang aku ingin menuju ke suatu tempat. Yang membuat aku curiga" lanjutnya.
"Kemana?"
__ADS_1
"Nanti kamu juga akan tahu sendiri" Yiwen segera melaju, menuju sebuah rumah mewah ya g berada di kiri jalan. Bemae seperti dugaanya. Ada mobil Changmin di teras rumah itu.
"Benar pimiranku, dia ada di sini. Itu mobil Changmin." ucap Yiwen, menunjuk ke arah mobil Changmin.
"Iya, tapi kenapa mereka di sini. Dan banyak mobil polisi di sini! ucap Mei, yang mulai curiga, kenapa banyak polisi di depan rumah itu.
"Lebih baik kita tirun, dan memasikan sendiri" Yiwen bergegeas yurun dari mobilnya. Di susul Mei yang juga lanvsung turun. Dua wanita itu berjalan mendekati para polisi yang berjaga.
"Pemisi!! Maaf di sini ada apa?" tanya Yiwen pada salab satu polisi yang berada di depan mobil patroli.
"Ada mata-mata, yang di anggap berbahaya." jawab polisi itu.
"Mata-mata!!. Yiwen segera masuk membuka gerbang rumah mewah itu.
"Eh.. kalain mau kemana?" teriak polisi itu.
Yiwen dan Mei terus masuk fanpa perdulikan polisi yang terus mengejarnya. Yiwen khawatid jika polisi itu menangkap Lian yin.
"Jangan bergerak!!" ucap para polisi itu kompak, menodongkan senjata pada seisi rumah itu.
Lian yin berjalan naik ke lantai dua, untuk melihat orang yang bersembunyi di atas.
"Gimana apa di atas ada lagi?" teriak Changmin dari lantai bawah.
"Lantai dua kosong" Balas Lian yin.
"Yin!!" panggil Yiwen, mendongakkan kepalanya menatap ke atas. Semua orang di sana menatap ke arah Yiwen.
"Yiwen!!" ucap Lian yin, melebarkan matanya, dengan mulur sedikit terbuka. Ia terkejut gimana bisa Yiwen bisa tahi di mana ia berada.
Tak hanya Lian yin, Changmin juga terkejut ada Mei dan Yiwen datang.
"Yiwen, Mei. kenapa kamu ada di sini?" tanya Changmin.
"Emangnya gak boleh aku ke sini?" sambung Mei.
"Aku gak mau kalian terlibat." jawab Changmin, berjalan mendekati Mei.
Lian yin segera turun dari lantai dua, berjalan menedekati Salsa.
"Berhenti kalian semua!!" Ucap salah satu musuh, merengkuh leher Yiwen, dengan lenganya dengan menodongkan senjata pada wajahnya.
"Yiwen!!" ucap Mei panik.
"Kalian tenang saja!!"
"YIWEN!!!" Lian yin berlari mencoba mendekat.
"Yiwen, Kamu diam. Aku akan menolongmu" ucap Lian yin.
"Kalian tenanglah, jangan. terlalu panik. Aku gak apa-apa" ucap Yiwen lirih.
"Aku bilang jangan mendekat!!" gumam musuh yang berjalan ringan mencoba untuk keluar dari rumah itu.
"Jika kalian mendekat maka, aku tidak akan segan-segan menembak" lanjutnya.
"Yiwen! Pikirkan cara Yiwen untuk melawan" gumam Lian yin.
Yiwen, tersenyum picik. Ia terlihat sangat tenang. tidak menunjukan kepanikan sama sekali. gadis itu menginjak kaki orang yang menyekapnya, ia meraih tangan orang itu, menariknya ke belakang.Ia segera meraih senjata, lelu melemparnya ke arah Yiwen.
"Kamu berani macam-macak denganku" ucap Yiwen.
Bukkkkk...
Sebuah pukulan keras mendarat di kepala belakang Yiwen. Mata gadis itu terasa samar, matanya mulai buran dan berkunang-kunang. Sebelum ia tidak sadarkan dirinya, Yiwen segera menendang seorang di belakangnya, tanpa menatap ke arahnya.
Seketika tubuhnya lunglai, tanpa tulang jatuh dalam dekapan Lian yin.
__ADS_1
"Yiwen!!" teriak Lian yin yang langsung menyangga tubuh Yiwen. Polisi segera menangkap semua musuh Lian yin, tanpa ada yang tersisa sama sekali.