
Yiwen menatap ke arah Lian yin, seketika ia melebarkan matanya melihat Lian Yin yang
sudah berpakaian style sepeti anak muda lainnya. Ia yang biasanya selalu pakai
jas maupun kemeja. Baru kali ini Yiwen melihat Lan yin seperti anak muda dengan
balutan kaos pendek dengan mengenakan jaket jeans di balut dengan celana jeans
panjang. “kenapa kamu melihatku seperti itu?”Tanya Lian yin. “apa ada yang
aneh?”lanjutnya.
“jadi kamu di dalam tadi ganti baju, kenapa gak bilang dari tadi, bikin aku kesal
aja.”ucap Yiwen, ia yang tadinya merasa sangat kesal dengan Lian yin, kini ia
menatap aneh pada Lian yin. “kamu lucu kalau pakai kaos sepert itu, terlihat lebih..”yiwen
menghentikan ucapannya, “sebenarnya dia terlihat lebih tampan.”batinnya dalam
hati.
“Pasti lebih tampan ya?”Tanya Lian yin mencolek pipi Yiwen.
“Kepedean banget sihh” ucap Yiwen membalikkan badannya beranjak pergi.
“tunggu kamu mau kemana?”Lian yin memegang tanan Ywen mencegahnya pergi.
“Mau masuklah, emangnya kita mau kemana lagi kalau sudah di sini. Masak mau ke taman
hiburan”ucap yiwen kesal.
“Eh.. tahu syang, aku kan mau tanya kamu gak anti baju duluan, biar tidak terlalu formal.
Jadi kamu bias terlihat santai saat berjalan masuk ke mall. Agar tidak ada yang
curiga pada kita.?”ucap Lian yin.
Yiwen terdiam, berpikir sejenak ada benarnya juga apa kata Lian yin. “emm.. benar juga sih apa katamu. Ya udah sekarang
aku mau masuk ke mobil, ganti baju. Tapi jangan masuk ya. Awas kalau kamu masuk
ke dalam juga. Aku tendang kamu keluar.” Ucap Yiwen mengancam.
“Iya tenang saja, aku tunggu kamu di sini, tapi jangan lama-lama ya.”ucap Lian yin.
“Sip”jawab Yiwen segera masuk ke dalam mobil Lian yin.
10 menit berlalu, Lian yin masih berdiam diri berdiri menatap mobilnya. Yiwen belum juga
keluar dari mobil. “Sudah beum syang?”Tanya Lan yin.
“sudah syang’jawab Yiwen yang sudah berdiri tepat di depan lian yin.
__ADS_1
Lian yin menatap kea rah Yiwen yang terlihat sangat cantik dengan pakaian formal
biasanya. Dengan kaos pendek dan celana hotpend pendek yang ia pakaisehari-hari
jika di rumah. Lagan mau pakai celana juga sudah bosan. Ia dari tadi juga sudah
pakai celana.
“Udah sekarang ayo kita masuk.”ucap Lian yin, mengulurkan tangannya ke arah yiwen.
“ayo,” yiwen menerima uluran tangan Lianyin, dan berjalan masuk dengan tangan
bergandengan sepertin remaja yang sedang kasmaran. Berjalan menelusuri mall,
melhat-lihat beberapa baju yang menurut Yiwen terlihat bagus dan pas untuk
dirinya.
“menurut kamu ini bagus gak?” Tanya yiwen mengangkat gaun berwarna biru tua.
“Gak-gak terlalu tua, kalau kamu pakai gaun itu terlihat seperti ibu-ibu”ucap Lian yin
menggelenggkan kepalanya.
Lian yin melihat lihat gantungan baju yang terpajang. Ia melihat gaun berwarna pink tua
dengan menik-menik di bagian dada terlihat sangan indah. “Gimana kalau kamu
coba pakai ini.”Tanya Lian yin, melemparkan gaun itu pada yiwen.
terlihat canti.” Sepertinya bagus, aku coba dulu ya.” Ucap yiwen segera masuk
ke dalam ruang ganti.
Sedangkan Lian yin mencoba mencari beberapa baju, dan gaun untuk yiwen dan dirinya. “yin,
gimana menurut kamu, aku cantik gak?” Tanya Yiwen yang sudah terbalut gaun
dengan panjang selutut berwarna pink tua itu.
“kamu cantik”ucap Lian yin yang masih tak berhenti memandang Yiwen yang terlihat
canti memakai gaun itu.
“Benar aku cantik, gak bohong kan kamu?”Tanya yiwen memastikan.
“Enggak syang kamu memang terlihat cantik kok”ucap Lian yin, berjalan mendekati yiwen
menyentuh pipi lembut Yiwen yang sudah terbalut dengan make up tipis, dengan
jemarinya.
“Bagi aku kamu itu selalu cantik, di mataku wanita paling cantik itu adalah kamu”ucap Lian
__ADS_1
yin, mencoba merayu Yiwen.
Yiwen tersenyum tipis, “jangan merayuku,”ucap Yiwen mengalihkan pandannya ke arah
berlainan, dengan wajah yang sudah memerah karena rayuan maut dari Lian yin.
Yang membuat ia merasa besar kepala.
“Ngapain juga aku merayu kamu, kamu memang cantik.” Ucap Lian yin. “Udah sekarang kamu
coba dulu beberapa kaos dan gaun yang sudah aku pilihkan pada kamu”lanjutnya.
Yiwen mentap ke arah Lian yin, ia melihat beberapa baju dan gaun di tangan Lian yin.
“Segitu banyaknya?”Tanya yiwen memastikan.
“Iya, emang kau gak suka? Sekalian belanja banyak. Karena mungkin kita terlalu sibuk
kedepannya jadi tidak ada waktu lagi untuk belanja. Sekarang waktu kita
belanja, jadi kamu puas-puasin belanjanya.”ucap Lian yin.
“wah, beneran nih kamu gak bohong kan?”Tanya Yiwen mencoba memastikan, lagian baru
kali ini Lian yin setelah menikah dengannya, ia mengajaknya belanja sebanyak
ini. Meski memang di rumah ia sudah belikan dia banyak tas, sepatu, dan
beberapa gaun yang begitu banyak, dengan bebagai merk terkenal.
“Iya, belanja saja sepuas kamu, ambil barang yang kamu inginkan. Bagi aku asal kamu
suka, aku juga suka. Jangan pikirkan soal uang.”ucap lian yin.
Yiwen begitu senang dengan apa yang di katakana Lian yin. Ia langsung memeluk tubuh lan
yin erat, meluapkan rasa senangnya pada Lian yi. “Makasih ya”ucap yiwen,
melepaskan pelukannya, mecubit ke dua pipi Lian yin.
“kamu suami ku yang paling mengerti aku, kamu tahu saja kalau wanita itu suka shopping,”ucap
yiwen, mengecup pip kanan dan kiri Lian yin bergantian.
“iya, syang tapi kamu telalu berlebihan, sakit tau pipi aku”gumam Lian yin.
“he..he maaf syang, udah aku belanja dulu.” Ucap Yiwen.
‘Eh.. tunggu coba ini dulu, kalau ada yang kamu suka ambilah”gumam Lian yin.
“Eh. Iya, aku lupa, sini aku coba dulu”ucap Yiwen meraih beberapa gaun di tangan Lian
yin. Dan segera berlari menuju ruang ganti lagi.
__ADS_1
Hari ini benar-benar hari yang paling bahagia, aku bias belanja banyak, sesuai keinginanku. Dan lian yin malah mendukung dantidak permasalahkan itu. Senang rasanya punya suami seperti itu. Kalau gini aku
betah lama-lama dengannya, gumam yiwen yang sudah mulai mencoba beberapa baju.