Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Episode 112


__ADS_3

Yiwen menatap ke arah Lian yin, seketika ia melebarkan matanya melihat Lian Yin yang


sudah berpakaian style sepeti anak muda lainnya. Ia yang biasanya selalu pakai


jas maupun kemeja. Baru kali ini Yiwen melihat Lan yin seperti anak muda dengan


balutan kaos pendek dengan mengenakan jaket jeans di balut dengan celana jeans


panjang. “kenapa kamu melihatku seperti itu?”Tanya Lian yin. “apa ada yang


aneh?”lanjutnya.


“jadi kamu di dalam tadi ganti baju, kenapa gak bilang dari tadi, bikin aku kesal


aja.”ucap Yiwen, ia yang tadinya merasa sangat kesal dengan Lian yin, kini ia


menatap aneh pada Lian yin. “kamu lucu kalau pakai kaos sepert itu, terlihat lebih..”yiwen


menghentikan ucapannya, “sebenarnya dia terlihat lebih tampan.”batinnya dalam


hati.


“Pasti lebih tampan ya?”Tanya Lian yin mencolek pipi Yiwen.


“Kepedean banget sihh” ucap Yiwen membalikkan badannya beranjak pergi.


“tunggu kamu mau kemana?”Lian yin memegang tanan Ywen mencegahnya pergi.


“Mau masuklah, emangnya kita mau kemana lagi kalau sudah di sini. Masak mau ke taman


hiburan”ucap yiwen kesal.


“Eh.. tahu syang, aku kan mau tanya kamu gak anti baju duluan, biar tidak terlalu formal.


Jadi kamu bias terlihat santai saat berjalan masuk ke mall. Agar tidak ada yang


curiga pada kita.?”ucap Lian yin.


Yiwen terdiam, berpikir sejenak ada benarnya juga apa kata Lian yin. “emm..  benar juga sih apa katamu. Ya udah sekarang


aku mau masuk ke mobil, ganti baju. Tapi jangan masuk ya. Awas kalau kamu masuk


ke dalam juga. Aku tendang kamu keluar.” Ucap Yiwen mengancam.


“Iya tenang saja, aku tunggu kamu di sini, tapi jangan lama-lama ya.”ucap Lian yin.


“Sip”jawab Yiwen segera masuk ke dalam mobil Lian yin.


10 menit berlalu, Lian yin masih berdiam diri berdiri menatap mobilnya. Yiwen belum juga


keluar dari mobil. “Sudah beum syang?”Tanya Lan yin.


“sudah syang’jawab Yiwen yang sudah berdiri tepat di depan lian yin.

__ADS_1


Lian yin menatap kea rah Yiwen yang terlihat sangat cantik dengan pakaian formal


biasanya. Dengan kaos pendek dan celana hotpend pendek yang ia pakaisehari-hari


jika di rumah. Lagan mau pakai celana juga sudah bosan. Ia dari tadi juga sudah


pakai celana.


“Udah sekarang ayo kita masuk.”ucap Lian yin, mengulurkan tangannya ke arah yiwen.


“ayo,” yiwen menerima uluran tangan Lianyin, dan berjalan masuk dengan tangan


bergandengan sepertin remaja yang sedang kasmaran. Berjalan menelusuri mall,


melhat-lihat beberapa baju yang menurut Yiwen terlihat bagus dan pas untuk


dirinya.


“menurut kamu ini bagus gak?” Tanya yiwen mengangkat gaun berwarna biru tua.


“Gak-gak terlalu tua, kalau kamu pakai gaun itu terlihat seperti ibu-ibu”ucap Lian yin


menggelenggkan kepalanya.


Lian yin melihat lihat gantungan baju yang terpajang. Ia melihat gaun berwarna pink tua


dengan menik-menik di bagian dada terlihat sangan indah. “Gimana kalau kamu


coba pakai ini.”Tanya Lian yin, melemparkan gaun itu pada yiwen.


terlihat canti.” Sepertinya bagus, aku coba dulu ya.” Ucap yiwen segera masuk


ke dalam ruang ganti.


Sedangkan Lian yin mencoba mencari beberapa baju, dan gaun untuk yiwen dan dirinya. “yin,


gimana menurut kamu, aku cantik gak?” Tanya Yiwen yang sudah terbalut gaun


dengan panjang selutut berwarna pink tua itu.


“kamu cantik”ucap Lian yin yang masih tak berhenti memandang Yiwen yang terlihat


canti memakai gaun itu.


“Benar aku cantik, gak bohong kan kamu?”Tanya yiwen memastikan.


“Enggak syang kamu memang terlihat cantik kok”ucap Lian yin, berjalan mendekati yiwen


menyentuh pipi lembut Yiwen yang sudah terbalut dengan make up tipis, dengan


jemarinya.


“Bagi aku kamu itu selalu cantik, di mataku wanita paling cantik itu adalah kamu”ucap Lian

__ADS_1


yin, mencoba merayu Yiwen.


Yiwen tersenyum tipis, “jangan merayuku,”ucap Yiwen mengalihkan pandannya ke arah


berlainan, dengan wajah yang sudah memerah karena rayuan maut dari Lian yin.


Yang membuat ia merasa besar kepala.


“Ngapain juga aku merayu kamu, kamu memang cantik.” Ucap Lian yin. “Udah sekarang kamu


coba dulu beberapa kaos dan gaun yang sudah aku pilihkan pada kamu”lanjutnya.


Yiwen mentap ke arah Lian yin, ia melihat beberapa baju dan gaun di tangan Lian yin.


“Segitu banyaknya?”Tanya yiwen memastikan.


“Iya, emang kau gak suka? Sekalian belanja banyak. Karena mungkin kita terlalu sibuk


kedepannya jadi tidak ada waktu lagi untuk belanja. Sekarang waktu kita


belanja, jadi kamu puas-puasin belanjanya.”ucap Lian yin.


“wah, beneran nih kamu gak bohong kan?”Tanya Yiwen mencoba memastikan, lagian baru


kali ini Lian yin setelah menikah dengannya, ia mengajaknya belanja sebanyak


ini. Meski memang di rumah ia sudah belikan dia banyak tas, sepatu, dan


beberapa gaun yang begitu banyak, dengan bebagai merk terkenal.


“Iya, belanja saja sepuas kamu, ambil barang yang kamu inginkan. Bagi aku asal kamu


suka, aku juga suka. Jangan pikirkan soal uang.”ucap lian yin.


Yiwen begitu senang dengan apa yang di katakana Lian yin. Ia langsung memeluk tubuh lan


yin erat, meluapkan rasa senangnya pada Lian yi. “Makasih ya”ucap yiwen,


melepaskan pelukannya, mecubit ke dua pipi Lian yin.


“kamu suami ku yang paling mengerti aku, kamu tahu saja kalau wanita itu suka shopping,”ucap


yiwen, mengecup pip kanan dan kiri Lian yin bergantian.


“iya, syang tapi kamu telalu berlebihan, sakit tau pipi aku”gumam Lian yin.


“he..he maaf syang, udah aku belanja dulu.” Ucap Yiwen.


‘Eh.. tunggu coba ini dulu, kalau ada yang kamu suka ambilah”gumam Lian yin.


“Eh. Iya, aku lupa, sini aku coba dulu”ucap Yiwen meraih beberapa gaun di tangan Lian


yin. Dan segera berlari menuju ruang ganti lagi.

__ADS_1


Hari ini benar-benar hari yang paling bahagia, aku bias belanja banyak, sesuai keinginanku. Dan lian yin malah mendukung dantidak permasalahkan itu. Senang rasanya punya suami seperti itu. Kalau gini aku


betah lama-lama dengannya, gumam yiwen yang sudah mulai mencoba beberapa baju.


__ADS_2