Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Pertandingan pertamanya


__ADS_3

"Bentar lagi giliranmu, kamu harus siap-siap syang, jangan terpancing oleh omongan lawan."ucap Lian yin mencoba memberi semangat Yiwen, dan mencoba mengingatkan Yiwen tentang bahaya lawannya nanti.


"Baiklah"ucap Yiwen.


"Pertandingan berikutnya Yiwen dan Liu liu."Ucap MC itu sangat keras, terdengar jelas ke seluruh penjuru stodion.


Semua penonton bersorak, membuat Yiwen semakin bergidik takut. Ia baru pertama kali merasakan hal seperti ini.


"Yiwen! Yiwen! Kamu bisa mendengarku"ucap Lyli di balik alat percakapan itu.


"Iya"ucap Yiwen, yang mulai berjalan masuk ke dalam pertandingan.


"Kamu harus hati-hati. Kekuatan tubuhnya 10% di atas kamu, jadi kamu harus gunakan taktik kamu untuk menyerang. Jangan gegabah, lebih baik kamu bertahan dari pada menyerang lebih dulu"ucap Lyli. Yang duduk jauh dari kerumunan para penonton. Agar tidak ada orang yang curiga dengannya.


"Baiklah"ucap Yiwen, tanpa menunjukan ia sedang bernicara dengan seseorang.


"Kalian sudah siap"ucap Mc itu.


"Siap"ucap Yiwen kompak dengan lawannya.


"Mulai"ucap Mc.


Pertandingan di mulai, Yiwen tidak mau menyerang lebih dulu. Jika ia terus menyerang. Maka akan kehabisan tenaga lebih dulu. Ia lebih memilih untuk bertahan, dan berpikir cara untuk menyerang selanjutnya.


Pukulan demi pukulan di terima Yiwen, namun ia hanya menghindar, dan terus mengindar. Hingga ia menemukan cara untuk membalas lawannya, saat lawannya mulai lengah.


"Kali ini adalah sebuah pertandingan yang akan merubah hidup aku, aku harus menang"ucap Liu Liu, lawan main Yiwen.


Yiwen terdiam mendengar teriakan dari para pendukung masing-masing. Ia tidak menyangka ada orang yang akan mendukungnya juga di kita yang asing baginya.


Ia mengeluarkan tendangan berputar, namun berhasil di hindari oleh Yiwen dengan gampang, hingga Yiwen, mengulurkan kakinya ke depan memutarnya ke lantai, mengenai kaki Liu Liu yang dari tadi jadi tumpuan untuk menendang. Hingga lawannya jatuh ke bawah, ia kengunci tubuh Liu Liu dengan sangat mudah.

__ADS_1


"Maaf-kan aku"ucap Yiwen, tersenyum tipis.


"Yee... Akhirnya dia menang"ucap Lian yin, yang menatap Yiwen dari kejauhan.


"Pemenangnya adalah Yiwen"ucap Mc itu mengangkat tangan Yiwen.


Yiwen menang telak dengan hanya mengeluarkan beberapa gerakan saja. Dan tidak membuat tenaganya terkuras banyak. Meskipun daginya sedikit tergores karena pukulan dar lawannya tadi.


Kali Ini Yiwen bisa bernapas lega sementara, meski belum bisa bernapas lega seutuhnya, karena masih banyak lawan yang harus ia hadapi di pertandingan nantinya.


"Berdirilah"ucap Yiwen, mengulurkan tangan ke arah Liu Liu.


wanita itu menatap tajam, ia menerima uluran tangan yiwen. "Maafkan aku"ucap Yiwen.


"Gak apa-apa, emang aku saja yang terlalu lemah, lain waktu aku akan mengikuti pertandingan ini lagi"ucap Liu liu.


Yiwen hanya tersenyum, dan segera turun merayakan kemenangan bersama Lian yin. Meski baru pertandingan pertama.


"Kamu menang, pertahankan ini. Jangan gegabah dalam bertindak. Dan ingat jangan kepancing emosi saat bertindak. Di lawan berikutnya, pasti akan lebih berat. Karena lawan kamu sebenarnya adalah wanita itu. Bukan yang lainnya. Karena dia-lah dalang di balik ini semua. Kamu harus bisa menaklukkan dia."ucap Lian yin, memenggang ke dua bahu Yiwen.


"Iya, aku tahu, tapi masih banyak yang harus aku hadapi lagi"ucap Yiwen.


Lian yin segera mengambil satu botol air putih, membuka tutupnya dan mengulurkan pada Yiwen. "Aku tahu, tapi dalam pertandingan ini hanya di pilih 6 peserta. Dan meskipun kamu kalah dengan dia di pertandingan ini. Jika kamu sudah masuk 6 besar. Kamu akan dapat kesempataan lagi bertarung dengan dia di berbagai olahraga lainnya"ucap Yiwen. Dan setiap olahraga akan menumbangkan satu demi satu peserta. Dan jika terseisa dua peserta maka mereka akan berhadapan lagi di ring itu"ucap Lian yin.


Yiwen meneguk minumannya, lalu menutupnya kembali. "Sulit juga ternyata. Tapi setelah ini lawan aku siapa?" Tanya Yiwen.


Lian yin, mengusap wajah Yiwen dengan handuk kecil yang ia bawa dari tadi, yang memang sengaja di persiapkan untuk Yiwen. "jangan pikirkan tentang lawan kamu nantinya siapa, yang penting kamu hadapi saja. Dan jaga kesehatanmu, dan kamu juga harus hati-hati lagi. Lawan kamu semakin ke sini akan semakin berat"ucap Lian yin, yang masih terus memgusap keringat Yiwen.


Yiwen menyentuh tangan lian yin, menatap matanya dalam. "Makasih" ucap Yiwen yang masih menatap matanya.


"Makasih buat apa?" tanya Lian yin, ia bingung apa yang di katakan Yiwen.

__ADS_1


"Makasih kamu telah perhatian denganku, sejauh ini kamu tidak pernah membuatku kecewa sama sekali. Kalau bukan karena kamu. Entah jadi apa aku bersama Lee. Makasih dengan semua perhatian dan cinta yang kamu berikan"ucap Yiwen, meraih handuk kecil itu dari tangan Lian yin.


Lian yin tersenyum menatap Yiwen.


"Jangan bilang terima kasih denganku"ucap lian yin. "Karena aku bukan segala yang memberikan aku perhatian. Jauh sebelum aku keluarga kamu, teman kamu juga lebih perhatian dengan mu lebih dari aku. Aku hanya perhatian sedikit, kewajiban aku sebagai suami kamu"ucap Lian yin.


"Sekatang giliran Grace dan Lie Yi"ucap Mc itu.


Pandangan Yiwen mengarah ke arah pertandingan. "Wanita itu? Jadi namanya adalah Grace. Sebukan orang sini. Siapa sebenarnya dia?" tanya Yiwen pada Lian yin.


"Grace? Bentar sepertinya aku pernah dengar nama itu, tapi di mana ya?" Lian yin, mencoba berpikir siapa Grace, nama yang sangat familiar di otaknya.


"Yin, Grace muncul"ucap Lyli.


"Maksud kamu apa?" tanya Lian yin bingung.


"Grace adalah anak ketua mafia di Timur ini, dia adalah penguasa ini. namanya melambung di seluruh penjuru dunia. Karena ia termasuk wanita paling berbakat di dunia. Dalam.semua kejuaraan dia bisa manaklukannya dengan mudah."ucap Lyli.


"Baiklah, sekarang aku ingat dia. Tapi kamu harus cari tahu, apa titik kelemahan dia, gar Yiwen bisa mneghadapinya dengan mudah" ucap Lian yin.


"Kamu yakin pervolehkan yiwen berhadapan dengan Grace, kemampuan yiwen jauh di atas Grace. Sekitar 50%/90%  ini sangat tidak baik buat yiwen. Dia pasti kalah, lebih baik, kamus suruh Yiwen untuk segera mundur sebelum terjadi apa-apa dengan dirinya. "ucap Lyli, yang lebih khawatir dengan keadaan yiwen.


"Benar apa kata Lyli, dia adalah juaranya dunia. Dan Yiwen, kemampuannya jauh di bawahnya."gumam lian yin, ia memegang tangan Yiwen.


"Kenapa Lyli?" tanya Yiwen.


"Dia menyuruh kamu untuk menyerah"ucap Lian yin yang lebih perhatian dengannya.


"Aku sudah sejauh ini, gak mungkin aku lepasin kejuaraan ini dan menyerah begitu saja. Aku memang sebelumnya belum pernah mengikuti lomba. Dan ini kesempatan aku, kan menunjukan krmapuanku ini pada dunia aku bisa merubah semua takdirnya. " ucap Yiwen menepis tangan Lian yin.


"Aku gak mau kenapa-napa syang, kamu itu permata aku yang harus aku jaga, ku tidak mau kamu ikut hal seperti ini. gak ada untunya juga bagi kamu. Jika kamu mau uang, aku bisa kasih berapa-pun yang kamu minta."ucap Lian yin, memegang tangan Yiwen, menceganhnya pergi.

__ADS_1


"Iya aku tahu kamu punya segelanya, tapi apa kamu pernah merasakan bahagia dengan apa yang kamu dapatkan. Kebebasanlah yang membuat kebahagiaan. Biarkan aku bebas, aku ingin merasakan dunia luar seperti ini, gimana rasanya susah mencari uang dan ikut berbagai lomba yang menantang, untuk mendapatkan secarik uang, demi bertahan hidup."ucap Yiwen, yang merasa kesal dengan Lian yin kali ini, dia tidak bisa mengerti dirinya.


__ADS_2