
Jarum jam sudah menunjukkan pukul 6 pagi, Lian yi yang belum sama sekali makan,
bahkan Yiwen juga seakan sibuk sendiri. Dan belum masak untuknya.
“Yiwen, apa kamu sudah siap sekarang?” tanya Lian yin,
menatap ke arah Yiwen yang masih dengan santainya duduk di ranjang dengan
tatapan bingung, istrinya itu sibuk sendiri, entah apa dia sudah masak untuknya
atau belum.
Yiwen menghela napasnya kasar, “Entahlah!!” ucap Yiwen
jutek, yang masih menunduk.
“Kamu sudah masak?” tanya Lian yin.
“Belum,”
“Kok belom syang,” Lian yin, mendekatkan wajahnya, membuat
pipi kirinya menempel di pipi kanan Yiwen. Hembusan napas beratnya terasa, di
helaian tipis rambut yiwen, tepat di pelipisnya.
“Apa kamu marah dengan yang aku lakukan kemarin?” tanya Lian
yin, memeluk tubuh Yiwen dari samping. Lian yin duduk tegap, menunggu Yiwen
merespon kode darinya. Sekarang aku bingung harus mulai dari mana, aku akan
pergi meninggalkan kamu, entah kenapa langkah kakiku sangat berat, aku tidak
bisa jauh dari kamu rasanya entah bagaimana jika kau pergi meninggalkan kamu
nantinya.” Gerutu Yiwen, mendongakkan kepalanya, menoleh ke samping menatap
Lian yin tepat di sampingnya sangat dekat, ia hembusan napas berat mereka
saling berpacu dengan pandangan mata ke duanya saling tertuju sangat dalam.
“Jika kamu tidak percaya, kenapa kamu tidak berada di
sampingku saja, dan melupakan untuk mata-mata?” tanya Lian yin, jemari
tanganya, mengusap embut wajah Yiwen, dengan jari-jari nya bergantian mengusap
pipinya, membuat kelembutan sentuhannya sampai menusuk ke hatinya.
“Aku tidak bisa, Yin. Aku sudah bertekat, jadi aku harus
lakukan, sekarang kamu diam saja di sini. Tunggu aku kembali ya. Ya, aku harap
kamu bisa menungguku, tidak berpaling pada wanita lain nantinya.”
“Baiklah, tidak tebayang di mataku menatap wanita lain
selain, dirimu, Syang.”
Lian yin mendaratkan bibirnya tepat di bibir Yiwen, kecupan
mereka semakin dalam, saling membalas ******* satu sama lain, membuat gairah
tubuh mereka mulai muncul. Yiwen melepaskan kecupan Lian yin, memegang ke dua pipinya,
dengan pandangan mata saling tertuju dalam diam, seakan penuh harapan yang
ingin sekali terungkap pada hatinya.
“Yin, aku syang dengannmu. Aku harap hubungan kita aka terus
berlanjut seperti ini?’
“Iya, syang.” Ucap Lian yin, membelai lembut rambut belakang
Yiwen.
“Baiklah, aku sekarang akan berangkat, jangan katakan aku,
aku akan berangkat sendiri nantinya, jangan menghalangiku atau mengantarkan
aku. Takutnya ada musuh yang datang mengikuti kamu.” Ucap Yiwen, menatap wajah
Lian yin, merasa tidak tega ia meninggalkannya.
“Baiklah, kamu harus hati-hati, ingat apa yang di katakan
ayah kamu, jangan bertindak gegabah.” Kata Lian yin, emnvpba mengingatkan
Yiwen.
“Siap, lagian nanti aku menunggu Amerta menjemput aku, agar
mereka semua percaya jika aku adalah taman Amerta,”
“Cepat pasang wajah baru kamu, mungkin nanti akan menyatu
dengan kulitmu jadi akan terasa sakit jika kamu lepaskan, selama di rumah itu,
jangan pernah melepaskan topeng kulit kamu itu.”
“Siap!!”
Lian yin mengusap ujung kepala Yiwen, mengacak-acak
__ADS_1
rambutnya, lalu mengecup kening Yiwen, sebagai kecupan terakhirnya nanti.
“Setelah ini kamu ingin kemana?” tanya Yiwen.
“Aku akan tetap di sini, bersama ayah mu. Masih banyak yang
harus aku pelajari,dalam satu bulan kamu pergi, akau akan selalu jaga hati
kamu, dan lebih banyak menyibukan diri untuk belajar bisa seperti ayah kamu
kelak.”ucap Lian yin, meletakkan ke dua telapak tanganya di pipi Yiwen, dengan
sedikit menekannya.
“Aku ingin melindungi, wanita yang paling menggemaskan.
Puk! Puk! Puk!
Yiwen, menepuk-nepuk bahu Lian yin, menari sudut bibirnya,
mengukir sebuah senyuman di bibirnya.
“Semoga berhasil, setelah aku pulang, aku ingin kamu sudah
bisa jadi seperti ayah aku. Da kamu juga bisa melindungiku kapan saja nantinya.
Sekarang tugas kita tidak hanya satu, masih banyak lagi, kita harus
menjebloskan ayah Grace ke penjara, dan menyimpan harta karun itu agat tidak
ada yang bisa menemukannya. Dan tidak di salah gunakan nantinya.”
“Iya, tapi aku juga akan berkeja dar sini, lagian di rumah
juga tidak ada siapa-siapa, semuanya pergi Changmin juga akan pergi sekarang,
sedangkan Lyli dan Lay, dia baru saja melakukan tugasnya.”
TIt... tit...
Suara klakson mobil terdengar nyaring samai ke dalam
rumahnya, Yiwen segera beranjak dari duduknya, mencium kening Lian yin, lalu
menarik tasnya dan kopernya pergi.
“Yiwen!! Aku antar kamu ya, sampai ke depan?” tanya Lian
yin, memegang tangan Yiwen,seakan dia sangat berat untuk melepaskan Yiwen
pergi.
Yiwen melepaskan tangan Lian yin di tanganya, secara
perlahan. “Yin, aku gak akan kenapa-napa, lagian hanya di depan rumah, aku
berada dua rumah kita, pastinya mereka akan curiga padanya, jika dia
membocorkan informasi tentang semuanya.”
Lia yin terdiam, ia tidak punya pilihan lagi, dan hanya bisa
menganggukan kepalanya. Menetap Lian yin sudah bisa menerima ia pergi, Yiwen
melangkahkan kakinya berjalan keluar dari kamarnya, menuruni anak tangga dan
keluar dari kamarmya.
Lian yin yang dari tadi menunduk, tidak mau menatap wajah
Yiwen sata pergi, ia mendongakkan kepalanya berjalan menuju ke jendela kamar
Yiwen, menatap Yiwen sudah berjalan menjauh darinya.
Langkah Yiwen terhenti di depan halaman rumahnya, ia menoleh
ke belakang dengan kepala sedikit mendongak. “Maaf, Yin. Aku harus melakukan
ini juga demi kebahagiana kita, aku ingin hidup bahagia dan tenang nantinya
bersama kamu dan anak-anak kita.” Ucap Yiwen dalam hatinya, lelau membalikan
bandanya lagi, melangkahkan kakinya masuk ke dalam mobil Amerta.
“Hahh... Kak, kenapa kamu lama sekali?” tnaya Amerta,
melirik ke arah Yiwen, yang terlihat muram.
“Apa kamu gak yakin masuk ke rumah Jack?” tnaya Amerta,
sembari melirik wajah buatan yang sangat bagus, bahkan tidak terlihat seperti
wajah buatan topeng itu seakan menyatu dengan kulitnya.
“Aku yakin, hanya saja berat meninggalkan suami aku!!” Yiwen
masih terlihat sangat datar, ia masih memandangi rumahnya.
“Kita pergi sekarang, sudah jangan menatap rumah kamu.” Ucap
Amerta, yang mulai menjalankan mobilnya, melaju dengan kecepatan sedang, menuju
ke rumah Jack yang jauh dari rumahnya. Dengan perjalanan kurang lebih satu
setengah jam.
__ADS_1
Di perjalanan Yiwen hanya diam, tanpa seuntai kata keluar
dari mulutnya.
Drrtttt... drrrttt... drrtt..
Getaran ponselnya di dalam tas, membuat dia tersadar ari
lamunannya. Yiwen segera mengambil ponselnya, menatap layar ponselnya yang
masih menyala. Sebuah pesan dari Grace dan juga Lian yin.
“Aduh..., mereka selalu kompak, mengirimkan sebuah pesan
secara bersamaan.” Gerutu Yiwen, yang mulai membaca pesan dari Grace lebih
dulu.
Isi pesan
Grace : Yiwen, jika kamu jadi ke rumah Jack, hubungi aku.
aku ingin bicara dengan kamu nantinya
Yiwen : Memangnya kenapa, Grace? Apa ada masalah?
Grace : Yiwen, aku akan membantu kamu nantinya, tapi jangan
bilang pada Changmin dan Lian yin. Aku akan datang menemui kamu satu minggu
lagi, tapi saat kamu sudah berada di sana. Setelah aku pergi ke menemui ayah aku, aku akan kembali dan langsung ke
rumah Jack. Tolong kamurahasiakan ini dari siapun, Yiwen.
Yiwen : Tidak usah, aku bisa melakukannya sendiri. Aku tidak
mau kamu ikut dalam masalah ini, Grace.
Grace : jangan bodoh, di sana gak hanya Jack, Luhan dan Tao
dan Mei tiggal di sana, kalau kamu gegabah, mereka akan dengan mudah mengenali
kamu.
Kenapa Tao dan Luhan ada di sana, apa mereka adalah bagan
dari mereka juga. Jadi yang aku dengar kemarin waktu mata-mata ke rumah Jack
itu benar. Mereka adalah bagian dri Jack. Aku harus hati-hati, karena mereka
pasti akan dengan mudah mengealiku, lebih abik aku akan menima tawaran Grace,
dia pasti bisa membantuku.
Grace : Yiwen mungkin setelah aku membantu kamu, aku tidak
akan bisa kembali lagi ke rumah Lian yin, aku akan tetap di sana, karena aku
juga ingin bersama dengan Luhan. Aku ayah aku pasti menyuruh aku dekat
dengannya, sebelum hari pernikahan aku di lakukan.
Yiwen : Kamu menikah dengan Luhan? Kamu gak bercanda kan?”
Grace : Iya, aku serius Yiwen, nanti setalh bertemu akan
ceritakan semuanya.
Yiwen : Baiklah! Kamu temui aku di rumah Jack, 1 minggu lagi,
aku janji tidak akan akan bilang pada siapun.
Grace sudah tidak membalas pesan dari Yiwen, wanita itu
terdiam saat tahu jika Luhan dan Grace akan menikah, dulu ia yang akan
bersanding dengan Luha, tapi sekarang kenyataan berbeda, dia akan menikah dengan
seseorang yang sangat Yiwen kenal.
Yiwen menarik napasnya dalam-dalam, da mencoba merelakan
cinta pertamanya itu menikah dengan orang lain, lagian dia juga sudah menikah
dengan Lian yin, orang yang ia cintai sekarang dan selamanya.
“Aku harus melupakan Luhan, lagian aku sudah memilih
sekarang untuk menikah dnegan Lian yin.” Gerutu Yiwen lirih.
Amerta yang mendengar ucapan Yiwen samar-samar. Ia
mengerutkan keningnya bingung, meilirik ke arah Yiwen.
“Kak, Yiwen! Kamu kenapa?” tanya Amerta, melirik aneh ke arah
Yiwen.
“Aku napa-napa, sudah kamu fokus saja mengemudi jangan
perdulikan aku.”
“kamu dari tadi hanya diam, aku takutnya ada setan yang
hinggap di tubuh kamu.”
__ADS_1
“Iya, setannya kamu.” umpat kesal Yien pada Amerta, yang
dari tadi selalu ingin tahu tentangnya.