
Setelah tahu dari Grace soal halicopter Lian yin, Lyli bergegas naik ke lantai atas
untuk memastikan apa yang di katakan Grace, itu benar atau tidak. Ia menaiki
anak tangga yang menyambung langsung ke atap rumah Lian yin. Ia ingin
memastikan Jika memang halicopter Lian yin memang sudah tidak ada di tempatnya.
Dengan napas yang masih ngos-ngosan dan badan sedikit
menunduk, menatap ke depan melihat halicopter Lian yin yang memang sudah pergi,
Ia hanya bisa memegang dadanya, mengatur napas yang seakan sudah di ujung.
Karena terlalu panik dengan Lay, sehingga membuat Lyli terlalu over dengan Lay.
“Ternyata benar.. Halicopter Lian yin gak ada, jadi Lay
keluar dengan Changmin. Tapi mereka keluar ke mana, dan kenapa dia tidak
memberi tahu ku. Mereka pergi diam-diam meninggalkanku. Tanpa kabar apa-apa”
Ucap Lyly, penuh rasa kecewa. Ia membalikkan badanya, dan segera kembali
menuruni anak tangga, dengan langkah ringan berjalan turun. Ia tidak bisa
berbicara apa-apa lagi, sekarang ia berpikir apa yang akan ia lakukan. Dan
dirinya juga berniat untuk menyusul Lay. Tapi kemana mereka pergi, ia juga
tidak tahu. Dan dia juga tidak menghubungiku. Apa mereka pergi ke kota lain.
Pikiran itu selalu menghantui Lyli, rasa khawatir nya terhadap Lay seolah
melebihi dirinya sendiri. Meski Lyli berlum resmi menerima cinta lay, tapi Lay
sudha tahu dari cara dia memanjakannya selama ini, ketulasanya selalu membuat
Lay tenang. Ddan bisa pulih dari lukanya dengan cepat.
“ Lyli, gimana ada gak?” tanya Grcae yang dari tadi menunggu
Lyli duduk di sofa, ia bangkit berdiri menatap wajah Lyli yang terlihat muram,
dengan wajah menunduk ke bawah.
“Kenapa kamu seperti itu apa ada masalah?” ucap Grace
memastikan.
Lyli menghela napas kesalnya. Dengan kepala sedikit
mendongak ke atas. “Benar, apa yang kamu katakan. Mereka pergi menggunakan
halicopter. Dan sekarang aku sudah gak tahu lagi di mana mereka pergi. Dan apa
yang mereka lakukan.” Ucap Lyli duduk di sofa, menyadarkan punggungnya di sofa,
dengan ke dua tangan memegang kepalanya yang terasa sangat pusing.
“Grace, apa kamu sudah menghubungi Lian yin, atau Yiwen?”
tanya Lyli.
“Sudah tapi Lian yin dan Grace tidak membalas pesan dariku,
bahkan aku telepon dia berkali-kali tidak ada jawaban sama sekali darinya.”
Ucap Grace duduk di samping Luli.
“Bentar aku coba ambil ponsel dulu, siapa tahu Lay memang
__ADS_1
sudah mengirim aku pesan” ucap Lyly, beranjak berdiri, dan bergegas menuju ke
kamar Lay, ponselnya ketinggalan di kamar Lay saat dia merawatnya kemarin.
Lyli meraih ponselnya di meja, ia melihat ada sebuah pesan
masuk. Dua pesan dari ‘Lay’.
Ternyata benar, dia mengirimkanku pesan.” Gumam Lyli yang
mulai membuka pesannya.
“Lyli, maaf. Aku gak bisa memberi tahumu, aku pergi dengan
Changmin tadi, saat aku melihat Changmin pergi terburu-buru aku mengikutinya,
dan memutuskan untuk ikut dengannya. Kamu jangan khawatirkan aku. Aku baik-baik
saja. Dan nanti jika sudah pulang akau akan memberi tahumu, aku gak bisa
tinggal diam jika teman-teman aku menembus bahaya sendiri. Aku gak bisa hanya
menunggu kabar mereka di rumah. Jadi kamu tolong pahami aku. Aku pesan jaga
Grace juga, kasihan dia.”
Pesa ke dua.
“Aku mungkin tidak bisa menghubungimu nanti. Sekareang aku
pesan padamu. Jika ada Mei balik lagi ke rumah, kamu harus hati-hati. Dan awasi
dia. Jangan langsung menyalahkan dia, kamu harus awasi setiap gerak geriknya.
Jika ada yang mencurigakan, kamu bisa langsung bialng padanya. Aku mau kamu dan
Grace rumah sistem keamanan di rumah itu. Karena musuh sudah tahu titik
pada kalian. Jika kamu butuh bantuan apa-apa. Kamu bisa panghil salah sat
pengawal kita. Dan mintalah bantuan padanya”
````
Setelah membaca pesan dari Lay, Lyli bergegas menuju ke
ruang tamu, dan menemui Grace yang dari tadi masih menunggunya di duduk di
sofa. “Grace, kamu ikut aku sekarang!!” ucap Lyli, dengan wajah yang mulai
terlihat serius.
“kemana?” tanya Grace, bingung.
“Kita rubah sistem keamanan rumah ini. Saku paham keamanan
rumah ini. Jao aku hanya ingin kamu bantu aku. Deangan menggunakan ilmu it,
agar musuh tidak bisa menembus langsung ke sini. Dan aku juga sudah
mengembangkan pendeteksi musuh di depan rumah dan dan pintu. Jadi aku ingin
kita mulai kembangkan. Jadi semalama mereka pergi, kita ralat semua sistem
keamanan canggih rumah ini.” Ucap Lyli dengan suara tegas, dan lantangnya.
“Baiklah, aku akan bantu kamu” ucap Grace, dengan jawaban
sangat tegas.
Mereka berjalan menuju ruang kerja Lian yin, hanya Lyli yang
__ADS_1
tahu semua letak di mana pengaman itu bisa tedeteksi di ruang kerjanya. Dan
kita bisa memantau semuanya di balik ruang kerja ini.
“Dan, aku hanya bilang padamu, waktu kita hanya sedikit
Grace. Kita gak ada wakytu lama lagi. Haya kita yang bisa di sini. Lian yin dan
Yiwen, sekarang pergi hersama Changmin dan Lay.” Ucap Luli.
Grace hanya menganggukan kepalanya tegas, seakan memang dia
suda siap dengan tugas yang di berikan Lian yin itu. Dan ini juga demi
keselamatan semua temannya.
Mereka segera melakukan tugas pertama, mengganti semua
jaringan It yang tersambug di sna. Dan Grace, yang mulai mengembangkan
penembakan jarak jauh hanya dengan pantauan dari dalam rumah, hanya menggunakan
laptop yang ia bawa, semua bisa berjalan dengan mulus.
Hampir setengah jam berlalu mereka masih sibuk dengan tugas
yang sudah di bagi masing-masing.
“Apa kau gak bisa hubungi Lay lagi?” tanya Grace, menatap ke
arah Lyli yang masih sibuk dengan laptopnya.
“gak ada pesan lagi dari Lay, mungkin mereka sibukl . Yang
penting kita tuntaskan semuanya dulu. Baru kita mengabari Lay lagi nantinya.
Tok.. Tok.. Tok...
“Permisi non.. Ada musuh, tolong kalian juga berjaga. Lebih
baik sekarang kalian sembunyi” ucap seorang penjaga berlari masuk ke ruangan
Lian yin. Membuat Grace dan Lyli terkejut, sontak Grace yang spontan ia
menondongkan senjata ke arah penjaga itu.
“Ada apa? Kenapa kamu lari seperti itu?” tanya Grace dengan
wajah seriusnya.
“Musuh datang, dan m,ereka sudah mengepung rumah ini.” Ucap
penjaga itu gugup dengan ke duatangan di atas. Penjaga itu gemetar seketika
saat senjata itu masih terarah ke arahnya.
Grace perlahan menurunkan senjatanya, Lyli dan Grace saling mentap sejenak, ia tidak
menyangka jika musuh sudah datang begitu cepat datng menyerang.
“Apa mereka sudah masuk ke dalam rumah?” tanya Lyli
memastikan.
“Sudah masuk ke halaman rumah non. Belum sampai masuk ke
rumah ini. Tapi jumlah mereka sangat banyak. Kita gak mungkin menyerangnya,
kita akan kalah non. Dan tuan, Changmin, Lay dan Lian yin juga tidak ada.
Sekarang apa yang harus kita lakukan.” ucap penjaga itu yang sudah mulai khawatir
__ADS_1
dan takut.