Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Episode 231


__ADS_3

Setelah tahu dari Grace soal halicopter  Lian yin, Lyli bergegas naik ke lantai atas


untuk memastikan apa yang di katakan Grace, itu benar atau tidak. Ia menaiki


anak tangga yang menyambung langsung ke atap rumah Lian yin. Ia ingin


memastikan Jika memang halicopter Lian yin memang sudah tidak ada di tempatnya.


Dengan napas yang masih ngos-ngosan dan badan sedikit


menunduk, menatap ke depan melihat halicopter Lian yin yang memang sudah pergi,


Ia hanya bisa memegang dadanya, mengatur napas yang seakan sudah di ujung.


Karena terlalu panik dengan Lay, sehingga membuat Lyli terlalu over dengan Lay.


“Ternyata benar.. Halicopter Lian yin gak ada, jadi Lay


keluar dengan Changmin. Tapi mereka keluar ke mana, dan kenapa dia tidak


memberi tahu ku. Mereka pergi diam-diam meninggalkanku. Tanpa kabar apa-apa”


Ucap Lyly, penuh rasa kecewa. Ia membalikkan badanya, dan segera kembali


menuruni anak tangga, dengan langkah ringan berjalan turun. Ia tidak bisa


berbicara apa-apa lagi, sekarang ia berpikir apa yang akan ia lakukan. Dan


dirinya juga berniat untuk menyusul Lay. Tapi kemana mereka pergi, ia juga


tidak tahu. Dan dia juga tidak menghubungiku. Apa mereka pergi ke kota lain.


Pikiran itu selalu menghantui Lyli, rasa khawatir nya terhadap Lay seolah


melebihi dirinya sendiri. Meski Lyli berlum resmi menerima cinta lay, tapi Lay


sudha tahu dari cara dia memanjakannya selama ini, ketulasanya selalu membuat


Lay tenang. Ddan bisa pulih dari lukanya dengan cepat.


“ Lyli, gimana ada gak?” tanya Grcae yang dari tadi menunggu


Lyli duduk di sofa, ia bangkit berdiri menatap wajah Lyli yang terlihat muram,


dengan wajah menunduk ke bawah.


“Kenapa kamu seperti itu apa ada masalah?” ucap Grace


memastikan.


Lyli menghela napas kesalnya. Dengan kepala sedikit


mendongak ke atas. “Benar, apa yang kamu katakan. Mereka pergi menggunakan


halicopter. Dan sekarang aku sudah gak tahu lagi di mana mereka pergi. Dan apa


yang mereka lakukan.” Ucap Lyli duduk di sofa, menyadarkan punggungnya di sofa,


dengan ke dua tangan memegang kepalanya yang terasa sangat pusing.


“Grace, apa kamu sudah menghubungi Lian yin, atau Yiwen?”


tanya Lyli.


“Sudah tapi Lian yin dan Grace tidak membalas pesan dariku,


bahkan aku telepon dia berkali-kali tidak ada jawaban sama sekali darinya.”


Ucap Grace duduk di samping  Luli.


“Bentar aku coba ambil ponsel dulu, siapa tahu Lay memang

__ADS_1


sudah mengirim aku pesan” ucap Lyly, beranjak berdiri, dan bergegas menuju ke


kamar Lay, ponselnya ketinggalan di kamar Lay saat dia merawatnya kemarin.


Lyli meraih ponselnya di meja, ia melihat ada sebuah pesan


masuk. Dua pesan dari ‘Lay’.


Ternyata benar, dia mengirimkanku pesan.” Gumam Lyli yang


mulai membuka pesannya.


“Lyli, maaf. Aku gak bisa memberi tahumu, aku pergi dengan


Changmin tadi, saat aku melihat Changmin pergi terburu-buru aku mengikutinya,


dan memutuskan untuk ikut dengannya. Kamu jangan khawatirkan aku. Aku baik-baik


saja. Dan nanti jika sudah pulang akau akan memberi tahumu, aku gak bisa


tinggal diam jika teman-teman aku menembus bahaya sendiri. Aku gak bisa hanya


menunggu kabar mereka di rumah. Jadi kamu tolong pahami aku. Aku pesan jaga


Grace juga, kasihan dia.”


Pesa ke dua.


“Aku mungkin tidak bisa menghubungimu nanti. Sekareang aku


pesan padamu. Jika ada Mei balik lagi ke rumah, kamu harus hati-hati. Dan awasi


dia. Jangan langsung menyalahkan dia, kamu harus awasi setiap gerak geriknya.


Jika ada yang mencurigakan, kamu bisa langsung bialng padanya. Aku mau kamu dan


Grace rumah sistem keamanan di rumah itu. Karena musuh sudah tahu titik


pada kalian. Jika kamu butuh bantuan apa-apa. Kamu bisa panghil salah sat


pengawal kita. Dan mintalah bantuan padanya”


````


Setelah membaca pesan dari Lay, Lyli bergegas menuju ke


ruang tamu, dan menemui Grace yang dari tadi masih menunggunya di duduk di


sofa. “Grace, kamu ikut aku sekarang!!” ucap Lyli, dengan wajah yang mulai


terlihat serius.


“kemana?” tanya Grace, bingung.


“Kita rubah sistem keamanan rumah ini. Saku paham keamanan


rumah ini. Jao aku hanya ingin kamu bantu aku. Deangan menggunakan ilmu it,


agar musuh tidak bisa menembus langsung ke sini. Dan aku juga sudah


mengembangkan pendeteksi musuh di depan rumah dan dan pintu. Jadi aku ingin


kita mulai kembangkan. Jadi semalama mereka pergi, kita ralat semua sistem


keamanan canggih rumah ini.” Ucap Lyli dengan suara tegas, dan lantangnya.


“Baiklah, aku akan bantu kamu” ucap Grace, dengan jawaban


sangat tegas.


Mereka berjalan menuju ruang kerja Lian yin, hanya Lyli yang

__ADS_1


tahu semua letak di mana pengaman itu bisa tedeteksi di ruang kerjanya. Dan


kita bisa memantau semuanya di balik ruang kerja ini.


“Dan, aku hanya bilang padamu, waktu kita hanya sedikit


Grace. Kita gak ada wakytu lama lagi. Haya kita yang bisa di sini. Lian yin dan


Yiwen, sekarang pergi hersama Changmin dan Lay.” Ucap Luli.


Grace hanya menganggukan kepalanya tegas, seakan memang dia


suda siap dengan tugas yang di berikan Lian yin itu. Dan ini juga demi


keselamatan semua temannya.


Mereka segera melakukan tugas pertama, mengganti semua


jaringan It yang tersambug di sna. Dan Grace, yang mulai mengembangkan


penembakan jarak jauh hanya dengan pantauan dari dalam rumah, hanya menggunakan


laptop yang ia bawa, semua bisa berjalan dengan mulus.


Hampir setengah jam berlalu mereka masih sibuk dengan tugas


yang sudah di bagi masing-masing.


“Apa kau gak bisa hubungi Lay lagi?” tanya Grace, menatap ke


arah Lyli yang masih sibuk dengan laptopnya.


“gak ada pesan lagi dari Lay, mungkin mereka sibukl . Yang


penting kita tuntaskan semuanya dulu. Baru kita mengabari Lay lagi nantinya.


Tok.. Tok.. Tok...


“Permisi non.. Ada musuh, tolong kalian juga berjaga. Lebih


baik sekarang kalian sembunyi” ucap seorang penjaga berlari masuk ke ruangan


Lian yin. Membuat Grace dan Lyli terkejut, sontak Grace yang spontan ia


menondongkan senjata ke arah penjaga itu.


“Ada apa? Kenapa kamu lari seperti itu?” tanya Grace dengan


wajah seriusnya.


“Musuh datang, dan m,ereka sudah mengepung rumah ini.” Ucap


penjaga itu gugup dengan ke duatangan di atas. Penjaga itu gemetar seketika


saat senjata itu masih terarah ke arahnya.


Grace perlahan menurunkan senjatanya, Lyli dan  Grace saling mentap sejenak, ia tidak


menyangka jika musuh sudah datang begitu cepat datng menyerang.


“Apa mereka sudah masuk ke dalam rumah?” tanya Lyli


memastikan.


“Sudah masuk ke halaman rumah non. Belum sampai masuk ke


rumah ini. Tapi jumlah mereka sangat banyak. Kita gak mungkin menyerangnya,


kita akan kalah non. Dan tuan, Changmin, Lay dan Lian yin juga tidak ada.


Sekarang apa yang harus kita lakukan.” ucap penjaga itu yang sudah mulai khawatir

__ADS_1


dan takut.


__ADS_2