
“Kalau begitu kalian sembunyilah. Kalian sembunyi di sebuah lorong tempat kabur dari sini. Kalian semua jangan ada yang menyerang. Jaga diri kalian masing-masing jangan sampai ada yang terluka. Soal berkas penting
yang ada di sini. Semua sudah saya back up, dan kalian kabur di lorong belakang
rumah, menuju ke sebuah hutan. Kalian bisa sembunyi sementara di sana. Kalian
tinggal di sebuah rumah kosong yang berada di tengah hutan tersebut. Dan di
sana gak akan ada yang bisa masuk. Kecuali Lian yin” jelas Lyli. Yang memang
sudah tahu detai rumah Lian yin. Ia yang membuat semua pengaman di rumah Lian
yin bekerja sama dengan Changmin selama bertahun-tahun. Hingga bisa menciptakan
rumah yang tidak akan tembus oleh musuh. Dan di lengkapi berbagai senjata di
luar rumah itu.
“Gimana dengan kalian” ucap penjaga itu, menatap ke arah
Grace dan Lyli bergantian.
“Soal kita jangan khawatir, kita bisa jaga diri. Masih ada
yang belum kita selesaikan di rumah ini. Jadi kalian cepat kaburlah lebih dulu.
Jika semua sudah selesai. Kita akan menuju ke rumah di tengah hutan itu.”
Sambung Grace.
“Kita harus segera pergi, mereka sudah mendekat. Dan kamu
cepat pergilah, jangan tinggalkan jejak sama sekali di liring itu. Jiak tidak
maka mereka akan mengikuti kalian. Bawa yang lain, pergi denganmu. Selamatkan
yang lain juga untuk berlindung, di sana. Aku tidak ingin ada yang terluka
nantinya” ucap Lyli yang melihat keadaan di luar dari sebuah cctv yang
terpasang di luar halaman rumah itu.
“Tapi saya gak bisa meninggalkan non Grace dan Lyli di sini
sendirian. Nanti Tuan Lian yin akan marah dengan saya, Non. Jadi ijinkan saya
untuk menemani kalian menghadapi mereka.” ucap penjaga itu dengan badan sedikit
menunduk.
“Jangan perdulikan kita, kita gak punya waktu lagi. CEPAT PERGI!!” ucap Lyli lantang.
Membuat penjaga itu bergidik takut. “Tapi, non”
“Aku bilang kalian pergilah, aku gak mau semua dalam bahaya. Kamu bisa hubungi Lian yin nanti jika, kalia sudah sampai tempat persembunyian. Dan bilang dengannya, jika rumah di serang. Dan sementara kita yang akan
menghentikan mereka.” Sambung Grace, dengan oenuh percaya diri. Ia sudah
menyiapkan beberapa senjata yang ia selipkan di jaket yang memang dari tadi
membalut tubuhnya.
“Benar. Apa yang dikatakan Grace, jika kalian gak mau pergi dari sini. Aku yang akan menghukum kalain sendiri” saut Lyli.
Penjaga itu terdiam, ia tak bisa menolak lag apa yang di katakan Lyli dan Grace.
“Baik non, kalian jaga diri juga. Jangan sampai tertangkap. Jika kenapa-napa dengan non Lyli dan Grace tuan kita tidak akan mengampuni kita.” Ucap salah satu penjaga yang berlari ke arahnya.
“Aku bilang pergi!!” ucap Grace tegas, dengan wajah yang terlihat sangat menakutkan sata dia marah.
“Maafkan saya non. Saya pergi dulu non” ucap penjaga itu, terburu-buru dan segera pergi meninggalkan Grace dan Lyli, yang masih terdiam di tempatnya.
Grace menatap ke arah Lyli, ia menunggu jawaban dari Lyli untuk keputusannya tetap tinggal atau pergi sekarang dari ruangan itu.
__ADS_1
Lyli mengakhiri kegiatanya, ia menarik napasnya dalam-dalam, melirik ke arah Grace di sampingnya. “Grace, apa kamu mau tetap di sini atau pergi?” tanya Lyli. Dengan wajah yang sudah terlihat panik.
“Tenanglah... Kamu jangan terlalu panik, dengan situasi seperti ini. Aku bisa menghalangi mereka..” Ucap Grace
“tapi, sekarang lebih baik, Kita harus sembunyi. Lebih baik sembunyi di rumah ini, kita gak punya banyak waktu untuk keluar dari sini.” Ucap Grace, yang mulai merapikan laptopnya.
Mendengar jawaban itu Lyli segera membantu Grace untuk berdiri dan segera pergi membawa semua laptop yang sudah berada di depannya. Ia mendekap laptop itu berjalan perlahan keluar dari ruang kerja Lian yin. Denagn posisi was-was, dan siap siaga.
“Apa kamu yakin bisa jalan sendiri Grace?” tanya Lyli, menatap Grace yang berjalan sangat hati,-hati. Ia tidak bisa berjalan cepat seperti biasanya. Namun Lyli sangat sabar mengikuti langkah kaki Grace. Ia sebenarnya
tidak tega, jika melihat Grace, berjalan dengan langkah seperti itu. Bahkan dia
memaksakan tubuhnya untuk berdiri tegap, seperti orang sehat pada umunya.
“kamu ikut aku sembunyi di rungan rahasia Lian yin, aku tahu kunci untuk masuk ke ruangan itu. Di saat seperti ini kita bisa memantau dari sana. Kita juga bisa menyerang diam-diam. Dati dalam saat semua sudah selesai
kita ralat pengaman di rumah ini” Ucap Grace, dengan langkah semakin cepat, ia berjalan masuk ke dalam kamar Lian yin, yang memang tidak terkunci. Dan masih
setengah terbuka.
karena memang Grace dari kemarin bolak-balik ke kamar Lian yin, saat Lian yin dan Yiwen tidak ada di sana. Ia melakukan sebuah tugas yang pernah ia kerjakan dengan Changmin, merakit sebuah robot. Saat Changmin tidak di urus lagi tugas itu, semua ia mengambil alih dan dia kerjakan sendiri Dan sekarang Grace ingin melindungi semua yang udah susah payah ia akan ciptakan, dan kurang
sebentar lagi akan menjadi sempurna.
Tap.. tap.. tap.. tap..
Suara hentakan sepatu berlari masuk ke dalam rumah besar Lian yin, terdengar jelas di telinga Grace, seketika Grace mentap ke lantai bawah melihat beberapa gerombolan pengawal berlari ke arahnya.
“haahhh... sepertinya kita gak punya banyak waktu lagi. Lyli kamu pergilah” ucap Grace, menatap ke arah Lyli denga penuh harapan di wajahnya.
“Itu dia, cepat tangkap mereka!!” ucap para musuh yang sudah
mulai masuk ke rumah. Dan berlari menaiki anak tangga. Mencobe mendekati Grace
dan Lyli yang berdiri di depan pintu kamar Lian yin.
Grace yang membawa senjata di balik bajunya, dan jaketnya,
masuklah lebih dulu, biar aku yang urus semua yang ada di luar. Tenang aku ada
di belakang kamu. Dan aku akan kembali dengan selamat. Jangan khawatirkan aku.”
ucap grace, yang sudah mulai mengeluarkan senjatanya.
“Tapi...”
“udah gak ada waktu lagi, kamu tutup pintu kamar Lian yin
lebih dulu. Dan segera pergi, aku akan menyusul nantinya” ucap grace, menderong
tubuh Lyli masuk ke dalam kamar Lian yin.
“Grace, kamu jangan bodoh. Luka kamu masih belum sepenuhnya
sembuh. Mana mungkin aku menbiarkan, kamu menghadapi mereka sendiri.” Ucap Lyli,
yang tidak mau meninggalkan Grace sendiri.
“Cepatlah, aku mau kamu masuk ke dalam ruangan itu. Aku
yakin kamu bisa membukanya sendiri, Jaga robot yang ada di sana. Dan aku
bergantung pada kamu sekarang. Robot di dalam belum sempurna, aku gak mau jika
ada yang masuk dan menganggunya, membuat semua yang aku kerjakan selama ini
dengan Lay dan Changmin gagal. Aku bisa jaga diri aku baik-baik, jadi jangan
khawatirkan kondisi aku saat ini.” ucap Grace, segera menutup rapat pintu kamar
Lian yin, dan menguncinya dari Luar, agar Lyli tidak nekat keluar dan
menolongnya, maka itu akan membuat ia semakin tak bisa kosentrasi, menghadapi
__ADS_1
musuhnya. Ia tahu Lyli tidak begitu mahir dalam dunia perang. Ia hanya bisa di
depan laptop, dan menyusun semua alat pengamanan yang canggih.
Dan Grace masih berdiri di depan pintu, ia berdiri tegap, menahan
rasa sakit perutnya. Dengan senyum picik yang terpaut di wajah Grace, ia
menghadapi semua dengan sangat santainya.
“Kalian tidak akan bisa mendekat!!” ucap Grace, menarik bibirnya
sinis. Ia mengangkat tangannya ke depan sebahu, menodongkan dua senjatanya ke
depan.
“Bersiaplah!!”
Dor... Dor... Dor..
Dor... Dor... Dor
Tembakan bertubi-tubi dari Grace, dan musuhnya saling
membalas satu sama lain. Tembakan Grace tepat mengarah ke para musuh yang mulai
mengepungnya. Ia menggunakan kecepatan kaki untuk menghindar, dan kecepatan
tangannya yang memang bisa menembak dengan satu gerakan beberapa tembakan
sekaligus.
Dor.. Dor..
Seketika Grace, memutar tubuhnya ke belakang. Mendaran dengan
salah tau tangan menumpu tubuhnya di lantai, dan tangan kanan mengulurkan
senjata ke arah musuhnya, dan.
Dor.. Dor...
Tembakan dari Grace menghujani apra musuh di hadapannya bertubi-tubi.
Grace melompat, berdiri dengan sempurna, menarik kakinya sedikit ke samping, dengan tubuh lunglai, menghindari berbagai serangan dari senjata, hingga balok kayu melayang tepat mengarah ke arahnya. Dia menarik tubuhnya ke belakang dengan tumpuan kaki kirinya dan kaki kanan sedikit terangkat.
Tap.. Tap..
Braak.. Gadis itu dengan lihai, memegang tanagn musuh di
depoannya, membalikkan badannya, dengan kaki menndendnag musuh di depannya,
dan. Dorr...
Tangan kirinya sanagt sigap menmebak musuh yang menyerang
dari samping.
Bukk.. bukk.. bukk..
Kaki, tangan dan tubuh Grace sangat gesit, melompat ke atas,
menggunting musuhya dengan ke dua kakinya. Dengan ke dua tangan menyondongkan
senjata ke depan.
Dor... Dor...
Kaki Grace menggeser ke kanan dan ke kiri, menghindari
tembakan yang tertuju padanya, dengan tubuh gemulai yang membuat ia begitu
mudah menghindar.
__ADS_1