Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Aksi Grace


__ADS_3

“Kalau begitu kalian sembunyilah. Kalian sembunyi di sebuah lorong tempat kabur dari sini. Kalian semua jangan ada yang menyerang. Jaga diri kalian masing-masing jangan sampai ada yang terluka. Soal berkas penting


yang ada di sini. Semua sudah saya back up, dan kalian kabur di lorong belakang


rumah, menuju ke sebuah hutan. Kalian bisa sembunyi sementara di sana. Kalian


tinggal di sebuah rumah kosong yang berada di tengah hutan tersebut. Dan di


sana gak akan ada yang bisa masuk. Kecuali Lian yin” jelas Lyli. Yang memang


sudah tahu detai rumah Lian yin. Ia yang membuat semua pengaman di rumah Lian


yin bekerja sama dengan Changmin selama bertahun-tahun. Hingga bisa menciptakan


rumah yang tidak akan tembus oleh musuh. Dan di lengkapi berbagai senjata di


luar rumah itu.


“Gimana dengan kalian” ucap penjaga itu, menatap ke arah


Grace dan Lyli bergantian.


“Soal kita jangan khawatir, kita bisa jaga diri. Masih ada


yang belum kita selesaikan di rumah ini. Jadi kalian cepat kaburlah lebih dulu.


Jika semua sudah selesai. Kita akan menuju ke rumah di tengah hutan itu.”


Sambung Grace.


“Kita harus segera pergi, mereka sudah mendekat. Dan kamu


cepat pergilah, jangan tinggalkan jejak sama sekali di liring itu. Jiak tidak


maka mereka akan mengikuti kalian. Bawa yang lain, pergi denganmu. Selamatkan


yang lain juga untuk berlindung, di sana. Aku tidak ingin ada yang terluka


nantinya” ucap Lyli yang melihat keadaan di luar dari sebuah cctv yang


terpasang di luar halaman rumah itu.


“Tapi saya gak bisa meninggalkan non Grace dan Lyli di sini


sendirian. Nanti Tuan Lian yin akan marah dengan saya, Non. Jadi ijinkan saya


untuk menemani kalian menghadapi mereka.” ucap penjaga itu dengan badan sedikit


menunduk.


“Jangan perdulikan kita, kita gak punya waktu lagi. CEPAT PERGI!!” ucap Lyli lantang.


Membuat penjaga itu bergidik takut. “Tapi, non”


“Aku bilang kalian pergilah, aku gak mau semua dalam bahaya. Kamu bisa hubungi Lian yin nanti jika, kalia sudah sampai tempat persembunyian. Dan bilang dengannya, jika rumah di serang. Dan sementara kita yang akan


menghentikan mereka.” Sambung Grace, dengan oenuh percaya diri. Ia sudah


menyiapkan beberapa senjata yang ia selipkan di jaket yang memang dari tadi


membalut tubuhnya.


“Benar. Apa yang dikatakan Grace, jika kalian gak mau pergi dari sini. Aku yang akan menghukum kalain sendiri” saut Lyli.


Penjaga itu terdiam, ia tak bisa menolak lag apa yang di katakan Lyli dan Grace.


“Baik non, kalian jaga diri juga. Jangan sampai tertangkap. Jika kenapa-napa dengan non Lyli dan Grace tuan kita tidak akan mengampuni kita.” Ucap salah satu penjaga yang berlari ke arahnya.


“Aku bilang pergi!!” ucap Grace tegas, dengan wajah yang terlihat sangat menakutkan sata dia marah.


“Maafkan saya non. Saya pergi dulu non” ucap penjaga itu, terburu-buru dan segera pergi meninggalkan Grace dan Lyli, yang masih terdiam di tempatnya.


Grace menatap ke arah Lyli, ia menunggu jawaban dari Lyli untuk keputusannya tetap tinggal atau pergi sekarang dari ruangan itu.

__ADS_1


Lyli mengakhiri kegiatanya, ia menarik napasnya dalam-dalam, melirik ke arah Grace di sampingnya. “Grace, apa kamu mau tetap di sini atau pergi?” tanya Lyli. Dengan wajah yang sudah terlihat panik.


“Tenanglah... Kamu jangan terlalu panik, dengan situasi seperti ini. Aku bisa menghalangi mereka..” Ucap Grace


“tapi, sekarang lebih baik, Kita harus sembunyi. Lebih baik sembunyi di rumah ini, kita gak punya banyak waktu untuk keluar dari sini.” Ucap Grace, yang mulai merapikan laptopnya.


Mendengar jawaban itu Lyli segera membantu Grace untuk berdiri dan segera pergi membawa semua laptop yang sudah berada di depannya. Ia mendekap laptop itu berjalan perlahan  keluar dari ruang kerja Lian yin. Denagn posisi was-was, dan siap siaga.


“Apa kamu yakin bisa jalan sendiri Grace?” tanya Lyli, menatap Grace yang berjalan sangat hati,-hati. Ia tidak bisa berjalan cepat seperti biasanya. Namun Lyli sangat sabar mengikuti langkah kaki Grace. Ia sebenarnya


tidak tega, jika melihat Grace, berjalan dengan langkah seperti itu. Bahkan dia


memaksakan tubuhnya untuk berdiri tegap, seperti orang sehat pada umunya.


“kamu ikut aku sembunyi di rungan rahasia Lian yin, aku tahu kunci untuk masuk ke ruangan itu. Di saat seperti ini kita bisa memantau dari sana. Kita juga bisa menyerang diam-diam. Dati dalam saat semua sudah selesai


kita ralat pengaman di rumah ini” Ucap Grace, dengan langkah semakin cepat, ia berjalan masuk ke dalam kamar Lian yin, yang memang tidak terkunci. Dan masih


setengah terbuka.


karena memang Grace dari kemarin bolak-balik ke kamar Lian yin, saat Lian yin dan Yiwen tidak ada di sana. Ia melakukan sebuah tugas yang pernah ia kerjakan dengan Changmin, merakit sebuah robot. Saat Changmin tidak di urus lagi tugas itu, semua ia mengambil alih dan dia kerjakan sendiri Dan sekarang Grace ingin melindungi semua yang udah susah payah ia akan ciptakan, dan kurang


sebentar lagi akan menjadi sempurna.


Tap.. tap.. tap.. tap..


Suara hentakan sepatu berlari masuk ke dalam rumah besar Lian yin, terdengar jelas di telinga Grace, seketika Grace mentap ke lantai bawah melihat beberapa gerombolan pengawal berlari ke arahnya.


“haahhh... sepertinya kita gak punya banyak waktu lagi. Lyli kamu pergilah” ucap Grace, menatap ke arah Lyli denga penuh harapan di wajahnya.


“Itu dia, cepat tangkap mereka!!” ucap para musuh yang sudah


mulai masuk ke rumah. Dan berlari menaiki anak tangga. Mencobe mendekati Grace


dan Lyli yang berdiri di depan pintu kamar Lian yin.


Grace yang membawa senjata di balik bajunya, dan jaketnya,


masuklah lebih dulu, biar aku yang urus semua yang ada di luar. Tenang aku ada


di belakang kamu. Dan aku akan kembali dengan selamat. Jangan khawatirkan aku.”


ucap grace, yang sudah mulai mengeluarkan senjatanya.


“Tapi...”


“udah gak ada waktu lagi, kamu tutup pintu kamar Lian yin


lebih dulu. Dan segera pergi, aku akan menyusul nantinya” ucap grace, menderong


tubuh Lyli masuk ke dalam kamar Lian yin.


“Grace, kamu jangan bodoh. Luka kamu masih belum sepenuhnya


sembuh. Mana mungkin aku menbiarkan, kamu menghadapi mereka sendiri.” Ucap Lyli,


yang tidak mau meninggalkan Grace sendiri.


“Cepatlah, aku mau kamu masuk ke dalam ruangan itu. Aku


yakin kamu bisa membukanya sendiri, Jaga robot yang ada di sana. Dan aku


bergantung pada kamu sekarang. Robot di dalam belum sempurna, aku gak mau jika


ada yang masuk dan menganggunya, membuat semua yang aku kerjakan selama ini


dengan Lay dan Changmin gagal. Aku bisa jaga diri aku baik-baik, jadi jangan


khawatirkan kondisi aku saat ini.” ucap Grace, segera menutup rapat pintu kamar


Lian yin, dan menguncinya dari Luar, agar Lyli tidak nekat keluar dan


menolongnya, maka itu akan membuat ia semakin tak bisa kosentrasi, menghadapi

__ADS_1


musuhnya. Ia tahu Lyli tidak begitu mahir dalam dunia perang. Ia hanya bisa di


depan laptop, dan menyusun semua alat pengamanan yang canggih.


Dan Grace masih berdiri di depan pintu, ia berdiri tegap, menahan


rasa sakit perutnya. Dengan senyum picik yang terpaut di wajah Grace, ia


menghadapi semua dengan sangat santainya.


“Kalian tidak akan bisa mendekat!!” ucap Grace, menarik bibirnya


sinis. Ia mengangkat tangannya ke depan sebahu, menodongkan dua senjatanya ke


depan.


“Bersiaplah!!”


Dor... Dor... Dor..


Dor... Dor... Dor


Tembakan bertubi-tubi dari Grace, dan musuhnya saling


membalas satu sama lain. Tembakan Grace tepat mengarah ke para musuh yang mulai


mengepungnya. Ia menggunakan kecepatan kaki untuk menghindar, dan kecepatan


tangannya yang memang bisa menembak dengan satu gerakan beberapa tembakan


sekaligus.


Dor.. Dor..


Seketika Grace, memutar tubuhnya ke belakang. Mendaran dengan


salah tau tangan menumpu tubuhnya di lantai, dan tangan kanan mengulurkan


senjata ke arah musuhnya, dan.


Dor.. Dor...


Tembakan dari Grace menghujani apra musuh di hadapannya bertubi-tubi.


Grace melompat, berdiri dengan sempurna, menarik kakinya sedikit ke samping, dengan tubuh lunglai, menghindari berbagai serangan dari senjata, hingga balok kayu melayang tepat mengarah ke arahnya. Dia menarik tubuhnya ke belakang dengan tumpuan kaki kirinya dan kaki kanan sedikit terangkat.


Tap.. Tap..


Braak.. Gadis itu dengan lihai, memegang tanagn musuh di


depoannya, membalikkan badannya, dengan kaki menndendnag musuh di depannya,


dan. Dorr...


Tangan kirinya sanagt sigap menmebak musuh yang menyerang


dari samping.


Bukk.. bukk.. bukk..


Kaki, tangan dan tubuh Grace sangat gesit, melompat ke atas,


menggunting musuhya dengan ke dua kakinya. Dengan ke dua tangan menyondongkan


senjata ke depan.


Dor... Dor...


Kaki Grace menggeser ke kanan dan ke kiri, menghindari


tembakan yang tertuju padanya, dengan tubuh gemulai yang membuat ia begitu


mudah menghindar.

__ADS_1


__ADS_2