Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Ke kantor


__ADS_3

Yiwen sampai di kantor Lian yin, namun sepertinya pegawai pada sibuk sendiri dengan tugas pekerjaan masing-masing.


"Mei kamu dimana?" tanya Yiwen menoleh ke belakang, ia tak melihat Mei ada di belakangnya.


"Kemana dia pergi"tanya Yiwen dalam hatinya.


"Hei... "gertak Mei dari belakangnya.


"Mei jangan bikin jantungku copot deh, kamu dari mama saja sih" ucap Yiwen


"Oya aku mau ke sana dulu yang kamu jenguk calon suami aku"gumam Mei penuh percaya diri.


"Ya sudah aku masuk sendiri saja, tapi kamu beri tahu dulu di mana ruangan Lian yin sebelum pergi"tanya Yiwen.


"Baiklah, kamu kurus saja, nanti ruangan paling luas bagus dan lebih ya itu ruangan lian yin."Ucap Mei dengan tangan menunjuk ke depan.


"Baiklah, aku akan kesana sendiri"ucap Yiwen dengan sangan antusias dan penuh semangat untuk bertemu dengan suaminya itu. Ia ingin memberi kejutan pada Lian yin jika ia datang ke kantornya.


"Yin aku datang" sapa Yiwen masuk ke dalam Lian yin tanpa ketuk pintu lebih dulu. membuat seisi ruangan Lian yin menatap ke arahnya, dengan tatapan aneh. Ia tak sadar jika di dalam sedang ada tamu.


Yiwen menarik bibirnya tipis mencoba tersenyum di hadapan para tamu di depannya itu.


"Haduh malu-maluin banget sih aku ini"gumam Yiwen dalam hatinya.


"Oo... maaf aku gak tahu"Ucap Yiwen berjalan perlahan ke belakang.


"Kamu mau kemana?" tanya Lian yin menatap istrinya itu. Ia beranjak berdiri menarik tangan yiwen dalam dekapannya tanpa perdulikan banyak client di dalam ruangannya.


"Sepertinya kamu lagi sibuk"ucap Yiwen.


"Enggak, kata siapa aku sibuk. Aku mau kemu temani aku duduk sampingku sebagai pasanganku"gumam Lian yin, mengusap lembut wajah Manda dengan jemarinya.


"Yin jangan seperti ini malu di lihat orang"ucap Yiwen yang merasa malu dengan perlakuan Lian yin padanya.


"Kamu mau temani aku gak?" tanya Lian yin.


"Baik aku temani kamu sekarang, tapi kamu lepaskan aku dulu. Aku malu di lihat banyak orang"ucap Yiwen mendorong tubuh Lian yin saat rengkuhannya sudah mulai renggang.


Lian yin menarik tangan Yiwen untuk segera duduk menemaninya.

__ADS_1


"Maaf tadi ada gangguan sedikit"ucap Lian yin pada para client.


"Gak apa-apa tuan"ucap salah satu client.


Yiwen masih tersenyum tipis, "Haduh malu maluin kamu Yiwen kenapa datang tidak di waktu yang tepat dan juga tidak ketuk pintu dulu tadi, sekarang aku harus gimana berhadapan dengan orang-orang aneh di depanku ini" batin Yiwen dengan ke dua tangan memegang ujung gaunnya menahan rasa gugup menyelimuti hantinya.


"Kenapa kamu gak mau ya duduk di sampingku, kenapa kamu sangat gugup gitu"Ucap Lian yin memegang tangan Yiwen erat menghilangkan rasa gugup yang menganggu dia.


Yiwen hanya menundukkan kepalanya tak berani menatap wajah orang-orang di sekitarnya, "Aku takut kamu marah nanti"ucap Yiwen lirih ia masih terus menunduk.


Lian yin mengangkat dagu Yiwen agar menatapnya.


"Gak lah aku gak mungkin marah dengan istriku ini"ucap Lian yin. "Udah sekarang kamu duduk saja dan diam, dengarkan apa yang kita bicarakan, kalau kamu mau tanya silahkan tanya gak apa-apa. Tapi kalau kamu gak berani tanya sama client aku tanya sama aku saja nanti"ucap Lian yin menjelaskan.


"I-iya"ucap yiwen gugup.


"Baiklah, tuan Ray perkenalkan dia adalah istriku"ucap Lian yin memeperkanalkan istrinya pada Clientnya.


"Pantas kalian terlihat sangat romantis tuanm Ternyata kalian pengantin baru"gumam client-nya itu.


Yiwen hanya diam menatap tuan Ray lelaki yang tidak begitu tua, dan tak begitu muda itu, dengan senyum miringnya. Ia masih merasa malu dengan apa yang ia lakukan tadi. Apalagi pakaiannya gak formal seperti pegawai lainya. Dia bahkan pakai gaun dan balzer hitam.


"Jangan takut, kamu bersamaku sekarang. Aku gak akan marah dengan kamu. jadi kamu jadikan ini hal biasa agar kamu nanti bisa berbicara dengan Client nantinya."ucap Lian yin.


"Kamu lama-lama juga pengalaman"gumam Lian yin.


Yiwen hanya berdengus terpaksa menerima tawaran Lian yin. Ia juga harus belajar jadi nyonya Yin sekarang. 


Tanpa mengeluarkan suara Yiwen hanya menganggukan kepalanya.


"Nyonya Yin ini nampaknya sangat malu-malu"goda tuan Ray.


Mereka terus berbincang, ngobrol soal bisnis di sambi dengan saling bercanda bersama tanpa rasa canggung. Meski Yiwen awalnya memang tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Namun lama-lama juga ketagihan juga ngobrol dengan para pembisnis handal seperti mereka. Bahka. dia juga saling membalas pembicaraan satu sama lain tanpa rasa canggung sekalipun.


Hingga tak terasa waktu sudah melebihi jam 2 siang ray segera pergi meninggalkan ruanga mereka.


"Tadi kenapa kamu gak bilang, kalau kamu ke sini?" tanya Lian yin yang sudah duduk bersandar di kursi kerjanya.


"Sebagai kejutan buwat kamu, aku tadi sama Mei datang kemari, dan sekarang Mei bersama Changmin."ucap Yiwen.

__ADS_1


"Emm.. pasti ada hal penting ya yang mau kamu bicarain"Gumam Lian Yin.


"Iya syang kok kamu tahu"ucap Yiwen.


"Dari wajah kamu sudah ketebak syang"Goda Lian yin.


"Emm.. oya aku tadi aku mampir ke rumah sakit, dan Mei bilang dia temannya yang sedang terlaka, aku kira temamnya itu adalah Lee ternyata bukan. Dia bernama Tao, padahal awalnya aku sempat curiga dengan Mei dan smeua tanda-tanda itu menharah pada Mei. Tapi Mei sepertinya tidak tahu apa-apa kejadian di Itali."jelas Yiwen.


Lian yin berjalan mendekati Yiwen yang duduk bersandar di sofanya. Ia duduk di sampingnya, "Kamu tadi bertemu dengan Tao, emangnya dia kenapa?" tanya Lian yin seakan dia memang kenal.


"Kamu kenal dengan dia?"tanya Yiwen.


"Kenal, emangnya dia kenapa?" tanya Lian yin.


"Dia kena luka tembak dan baru saja melakukan operasi pelepasan peluru. Eh, bentar tadi Tao baru saja telfon aku tapi kelihatanya dia tidak apa-apa, cara bicara dia sangat biasa seolah tak terjadi apa-apa, namun kenapa dia baru melakukan operasi. Dan Mei bilang dia terluka kemarin dan kenapa melakukan operasi itu sekaeang?"tanda tanya besar di otaknya,


"Kenapa.hidup penuh banyak teka teki"gumam Yiwen, menyandarkan kepalanya yang kini mulai pusing lagi.


"Huaam.." Yiwen tiba-tiba menguap.


"Kenapa aku tiba-tiba ngantuk ya" tanya Yiwen pada dirinya sendiri.


"Kamu ngantuk syang?" tanya Lian yin.


"Kalau kamu ngantuk tidur saja di sofa gak apa-apa kok"Ucap Lian yin tak merasa marah sedikitpun pada istrinya itu.


"Iya bentar, oya aku mau bilang soal kotak ini." ucap Yiwen.


"Udah entar saja, aku akan lihat sendiri dan selidiki sendiri apa yang kamu katakan. Dan sekarang kalau kamu ngantuk tidur saja dulu."ucap Lian yin mengusap rambut panjang istrinya itu.


"Tapi masih banyak yang aku ingin ganyakan padamu"gumam Yiwen.


"Udah nanti saja, sekarang ti..."belum selesai berbicara yiwen sudha tidur di pangkuan Lian yin. Karena terlalu ngantuk ia tidak bisa menahan matanya untuk tetap bertahan. Padahal masih banyak pertanyaan yang ingin di sampaikan pada Lian yin.


Masih banyak pikiran di otaknya yang belum terjelaskan, namun semua itu sirna, ia tertidur tanpa beban pikiran yang menganggunya.


Liam yin terus mengusap lembut rambut iatrinya itu, memegang bibir seksinya yang membuat ia tak bisa menahan untuk memgecupnya sebagai pengantar tidur.


"Mungkin dia terlalu capek, baru jam segini sudah tidur. Kamu banyak banget beban pikiran sekarang. Maafkan aku, udah banyak membantuku, dan belum dengan pikiran kamu saat pemrlahan muncul banyak orang baru di sekitarmu nantinya. Dan sekarang sudah muncul tao, sebentar lagi dia akan menganggu pikiranmu,gerutu Lian yin dalam hatinya.

__ADS_1


"Maafkan aku syang"gumam Lian yin mengecup lagi kening Yiwen.


Ia melihat sekilas sebuah foto di tas yang ia bawah. foto keluarga aku? apa yang ingin dia katakan dengan foto ini?" gumam Lian yin.


__ADS_2