Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Sadar


__ADS_3

Tubuh Lian yin terasa sangat lemas kali ini. Ia tak berdaya untuk melangkahkan kakinya keluar dari cafe itu.


"Yiwen kamu dimana?" teriak Lian yin tak hentinya. Di depan Cafe Joya membaut semua orang yang melintas melewatinya, menatapnya aneh.


"Apa dia gila?" ucap wanita yang melewatinya.


Lian yin tak perdulikan tatapan aneh mereka. Ia segera meraih ponselnya di balik saku jas hitam yang membalut tubuhnya itu.


Lian yin mencoba menghubungi Ley, untuk membantunya mencari Yiwen. Sepertinya hal ini adalah jebakan yang di tujukan padanya dengan mengenakan calon istrinya itu di jadikan umpan.


"Sebenarnya siapa yang bawa Yiwen, aku tidak akan segan-segan menghukumnya" gumam Lian yin sambil menunggu jawaban telfon dari Lian yin.


"Ada apa yin?" tanya Ley di balik telfonnya.


"Kamu melihat Yiwen gak?" Tanya kembali Lian yin.


"Yiwen!! Bukannya dia sama kamu tadi." Ucap Ley.


"Dia tadi di hubungi seseorang, dan dia menuruhnya datang ke Cafe Joya. Namun setelah aku sampai sini dia gak ada. Kamu harus cari tahu nomor siapa yang terakhir menghubungi Yiwen. Lacak sampai dapat nomor itu, kamu pergi dan tanyakan pada operator" gumam Lian yin.


Tanpa menolak lagi lay menerima tugas baru dari Lian yin. "Baiklah, aku akan selidiki" ucap Ley.


Lian yin segera menutup telfonnya. Ia beranjak masuk ke dalam mobil sport milik ya. "Shiittt... " ia memukul keras setir mobilnya.


"Dimana sebenarnya dia? Siapa yang berani macam-macam denganku" gumam Lian yin. Ia menyandarkan punggungnya ke bekakang. Pikirannya sangat kacau hari-hari ini. Berbagai masalah baru ia terima. Mulai dari pesan kakeknya, yiwen dan Yhing yhi. Masalah satu belum terselesaikan kini di tambah masalah baru lagi.


Seakan kehidupannya  benar-benar sangat kacau. Masalah baru bertubi-tubi terus muncul. "Arggggg" umpat Lian yin sangat keras.


Ia benar-benar sangat emosi kali ini. Wajahnya mulai memerah. Ia segera menyalakan mesin mobilnya dan beranjak keluar dari parkiran cafe itu.


****


Di sisi lain di balik rumah megah milik Chengyi.


Chengyi dan Feng yin sedang berdiskusi di ruang kerja Chengyi yang terbentang sangat luas. Mereka membicarakan tentang Yiwen.

__ADS_1


Secangkir kopi menemani kehangatan pembicaraan mereka yang terlihat nampak sangat serius. Wajah mereka saling menenggang.


"Apa kamu benar tidak pernah bertemu dengan Yiwen?" tanya Chengyi pada Feng yin yang duduk di sebelahnya. Menyedu kopi yang dari tadi sudah tersedia di mejanya.


Feng yin meletakkan secangkir kopinya di meja, ia tertawa kecil. "Aku terus di sini bagaimana caraku untuk bertemu dengannya?" ucap Feng yin.


"Bukannya kamu yang membantu dia lari dengan Lian yin" Chengyi senyum semringai dengan lirikan tertuju pada Feng yin. Ia melihat wajah Feng yin nampak sangat muram, seraya menyembunyikan sesuatu hal yang sangat menyedihkan kali ini.


Tap..tap..tap..


suara hentakan kaki membuat pembicaraan mereka terhenti. Mata mereka saling memandang tertuju pada pintu yang dari tadi terbuka.


"Maaf tuan menganggu." ucap pengawal Chengyi sembari menundukkan badanya sedikit, menghormati atasannya.


Pengawal yang tiba-tiba masuk ke ruanganya, membuat Feng yin merasa tak gugup. Ini kesempatannya untuk mengalihkan pembicaraan. Ia tak mau jika Chengyi berhasil menemukan Yiwen. Sepertinya Cheng yin curiga padanya sekarang. Entah siapa yang memberi tahunya. Tapi kali ini Feng yin harus lebih waspada lagi dengan Chengyin.


Bukan tanpa alasan Feng yin bertahan untuk tetap tinggal dengan Chengyi. Selagi ayah Yiwen yang juga di sana. Dia juga sedang menyelidiki sesuatu di sana. Ia mencurigai Chengyi adalah dalam dari kerusuhan di pesta Lian yin. Dan dia juga hampir membunuh Yhing yhi.


Banyak yang perlu Feng yin selidiki dari balik kebaikan Chengyi. Yang sepertinya memendam rahasia yang sangat mencengangkan nantinya.


"Baiklah, gak apa-apa. Ada informasi apa kamu hari ini dari kota Barat" tanya Chengyi.


"Maaf tuan. Non, Yiwen hilang tuan" ucap pengawal itu menunduk, mencengram erat


Chengyi dan Feng yin sontak berdiri kompak. "Apa katamu?. Hilang!, Siapa yang menculiknya?"  ucap Feng yin. Memotong pembicaraan Chengyi lebih dulu.


Chengyi yang semula mau bicara, ucapannya tethenti di saat Feng yin yang sangat khawatir berbicara lebih dulu.


"Maaf tuan soal itu Lian yin juga masih menyelidikinya" ucap pengawal itu.


Brakkk...


"Siapa yang berani menculik Yiwen" brntak Chengyi wajahnya kini mulai memerah. Amarahnya seakan mengobar diseluruh penjuru ruangan itu.


Pengawal itu hanya menunduk, tak berani menatap atasnya yang sedang marah kali ini.

__ADS_1


"Kalian cepat cari tahu siapa yang menculik Yiwen. Bawa dia kesini, aku tidak akan segan-segan menembaknya di sini" ucap Chengyi.


"Baik tuan," ucap pengawal itu, menundukkan kepalanya beranjak pergi.


"Feng yij.. kamu bantu aku selidiki siapa dalangnya. Bukannya kamu ahli IT kan. Aku mau kamu selidiki semua yang menelpon Yiwen sebelum ia pergi. Aku juga akan mencarinya" pinta Chengyi.


"Baiklah, kalau bukan karena Yiwen, ku tidak akan membantumu. Yiwen sangat penting bagi hiupku. Meskipun kamu tidak menyuruhku. Aku juga akan tetap mencarinya kemanapun dia pergi." gumam Feng yin. Ia melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Chengyi sendiri.


"Argggh..Lian yin aku akan membuatmu nenyesal telah membuat Yiwen pergi dariku. Yiwen hanya milikku, meskipun pertempuran senjata pun aku tak perduli. Asalkan Yiwen jadi balik lagi ke sisiku. Dan kamu Lian yin aku akan membalasmu" ucap Cheng yi dengan tatapan tajamnya, mengarah ke tembok.


#Lee POV


"Yiwen!!. Nama yang bagus. Mungkin mulai sekarang kita adalah pasangan suami istri, untuk melabuhi Lian yin. Bagaimana jika dia tahu kalau aku menikah denganmu. Pasti dia terpuruk, menyesal dan drop. Maka aku akan dengan mudah memiliki semua aset miliknya" gumam Lee.


Ia tiba-tiba tertawa keras. Membayangkan gimana saat Lian yin terpuruk nantinya. Sebuah permainan yang sangat sempurna.


"Tuan maaf menganggu, rencana kita sudah terlaksana. Kita sudah menyewa penembak jitu untuk melukai Lian yin.


"Baguslah!. Kali jni tidak ada yang bisa menolongnya, si penembak jitu wanita sudahada di tim kita. Dan dia akan menajadi bagian dari gim kita saat ia sadar nanti. Dan kalian ingat dia adalah calon istriku tidak ada yanv boleh menganggunya" gumam lee.


"Baik tuan," semua pengawal menunduk ke arah Lee, yang dari tadi duduk di samoing ranjang Yiwen, menunggunya sadar.


"Kalian pergilah"ucap Lee dengan anda sanagt keras.


Tak lama Yiwen mulai tersadar dari tidurnya. Ia memegang kepalanya yang terasa sangat pusing.


"Kamu sudah sadar" tanya Lee membantu yiwen untuk duduk bersandar di ranjangnya.


Yiwen mengernyitkan matanya. "Kamu siapa?" Tanya Yiwen yang masih memegang kepalanya.


"Aku Lee. Udah kamu istirahat saja . Kamu masih belum pulih" ucap lee.


"Memangnya apa yang terjadi denganku"tanya Yiwen.


"Mobil pengawal aku nabrak kamu, jadi aku yang bawa kamu pulang. Sebagai balas semua perbuwatan pengawal aku padamu" gumam Lee. Ia menyembunyikan kenyataan itu dari Yiwen. Meski dia masih mengenali dirinya tapi semua kenangannya telah terhapus dari pikirannya.

__ADS_1


__ADS_2