Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Kejadian tak terduga


__ADS_3

"Tenanglah, kamu tidak akan di tangkap polisi. Kamu adalah istri Lian yin, tidak ada yang berani mengusikmu. Bahkan menganggumu lagi. Aku akan selalu menjagamu" kata Lian yin.


Pelukan Lian yin semakin erat, membuat perlahan mulai memenangkan hati Yiwen yang semula gemetar ketakutan.


"Benar polisi tidak akan mencarku"ucap Yiwen memastikan. Ia sangat takut berurusan dengan itu semua.


"Tidak akan, aku yang jamin. Lagian kamu hilang ingatan meskipun ditangkap polisi juga tidak akan bisa menemukan bukti. Kamu itu ahli dalam nembak jitu. Bahkan tanpa meninggalkan bekas sama sekali. Kamu sangat bermain cerdik. Lihatlah kaca itu tidak berlubang sama sekali. Bukannya kamu menembak dengan duduk di ranjang mengarahkan Tembakan kamu di balkon. Dan kamu sengaja karena posisi Yhing yhi berdiri berada satu garis lurus denganmu dari ranjang jadi kamu bisa melihatnya dengan mudah meskipun terlibat jauh dan kecil. kalau polisi menyelidiki, dia pasti mengira ada dua orang di kamar ini. karena tidak mungkin seseorang menembak dengan jarak yang begitu jauh dan duduk." ucap Lian yin menjelaskan pada Yiwen.


Yiwen masih bingung dengan apa yang di katakan Lian yin. Meskipun begitu tapi dia bisa menebak seperti apa yang di katakan oleh Lian yin. Ia masih bingung apa dulu benar ia ahli dalam hal seperti itu.


Yiwen beranjak duduk di ranjang, tubuhnya terasa sangat lemas kali ini tak bisa menerima kenyataan itu. Dengan napas masih ngos-ngosan Yiwen mencoba bertanya pada Lian yin.


"Yin tapi kenapa aku bisa melakukan itu?" Tanya Yiwen. "Sebanarnya aku siapa?" tanya Yiwen.


Lian yin duduk si sebelah Yiwen, ia memegang ke dua pundaknya. "Kamu itu dulu sangat ahli. Kenapa aku menyuruhmu di sini. Karena kamu bisa menembak musuh dari kejauhan. dan tepat musuh berada di bawah kamar ini meski agak begitu jauh" ucap Lian yin "Dan bukannya aku bilang kamu dulu anggota Intelijen. kamu pasti ahli dalam berbagai hal. Tapi aku yakin perlahan kamu akan ingat semuanya meskipun gitu jelahlianmu juga gak akan oernah hilang seperti ingatanmu" lanjutnya.


"Aku gak ingat semuanya" ucap Yiwen memegang kepalanya yang terasa sangat sakit.


"Sudah jangan ingat kalau kamu memang tidak ingat, sekarang kamu tenangkan diri kamu. Apa kamu mau istirahat dulu" ucap Lian yin.


"Gak usah," tegas Yiwen. "Aku gak apa-apa kok cuma pusing sedikit" lanjut Yiwen yang mulai tersenyum pada Lian yin menghilangkan rasa sakit di kepalanya.


--00--


Dan Yhing yhi sudah berhasil membawa


Lee pergi ke rumah sakit terdekat di bantu dengan para anggota lainnya. sekilas wanita itu menatap ke atas dengan tatapan dendamnya yang tiba-tiba muncul dalam hatinya. Dendam itu sangat kuat menjalar ke tubuhnya.


"Kalian akan membalas semuanya atas apa yang kalian lakukan pada Lee. dan aku tidak akan tinggal diam membiarkan mereka bahagia. tunggu pembalasanku Lian yin" gumam Yhing yhi.


---00--


"Yin, entah mengapa aku merasa wanita itu tidak akan tinggal diam" ucap Yiwen yang mulai khawatir.

__ADS_1


"Iya aku tahu, bahkan dia akan balas dendam nantinya. Tapi kamu jangan takut. Aku akan selalu bersamamu menjagamu. Dan aku akan jamin tidak akan ada yang bisa memyentuhmu lagi. Walaupun seujung rambutmu" gumam Lian Yin. memeluk tubuh Yiwen menyandarkan kepalanya ke dadanya.


Yiwen merasa nyaman dan aman berada dalam dekapan hangat Lian yin kali ini. "Makasih" ucap Yiwen.


"Oya kamu belum makan tadi, sekarang kita  lanjutkan makannya. setelah itu nanti sore aku mau ajak kamu melihat pantai sambil menikmati pemandangan matahari terbenam" ucap Lian Yin.


"Baiklah, aku sekarang lapar banget nih, gara-gara kejadian tadi telur yang kamu buwat jadi dingin nantinya" ucap Yiwen segera menarik tangan Lian yin keluar dari kamarnya menuju ke dapur.


"hah... masih ada ternyata" ucap Yiwen menghela napas lega, ia beranjak duduk dan mulai menyantap makanan yang dari tadi sudah di siapkan di atas meja makan oleh Lian yin sebelum ada Lee tadi.


"Kamu beneran lapar ternyata" ucap Lian yin menatap istrinya yang sangat lahap makan masakan sederhananya.


"jangan ajak aku bicara" ucap Yiwen dengan mulut yang masih penuh dengan makanan.


Lian yin hanya diam menganggukan kepalanya, ia hanya tersenyum melihat cara makan Yiwen seperti orang yang belum makan 2 hari saja.


"Pelan-pelan makannya" gumam Lian yin.


"Air.." ucap Yiwen merasa sakit tersendak makanan.


"Iya, iya. kamu gak makan?" tanya Yiwen.


"iya ini baru mau makan, melihatmu makan sangat lahap jadi lupa makan aku."ucap Lian yin.


"Oya, gimana Mei aku ingin tahu kabar dia di sana" tanya Yiwen sambil menikmati makanan berdua. meskipun sederhana tapi mereka terlihat sangat bahagia.


"Aku akan telfon Lie wei nanti biar kamu bisa bicara dengan Mei, lagian aku juga gak punya nomor telepon Mei." ucap Lian Yin.


"Iya, itu tadi lihat semua kontak di ponsel kamu laki-laki, dan pesan juga gak ada sama sekali pesan dari perempuan" ucap Yiwen mencoba bertanya dengannya, meskipun terlihat canggung.


"Iya, karena aku kalau sudah suka dengan satu orang. Gak akan berpaling dengan wanita lain."gumam Lian yin.


"Benarkah" tanya Yiwen memastikan.

__ADS_1


"Kamu gak percaya." ucap Lian yin.


"Gak!" jawab Yiwen singkat.


"Kenapa kamu gak percaya, apa yang masih kamu ragukan padaku" tanya Lian yin menghentikan makannya.


"Entahlah sepertinya hatiku pernah terluka" ucap Yiwen.


Lian yin terdiam seketika, "Apa dia ingat kejadian dulu, di mana aku pernah menyakitinya. dan bahkan dia pergi dariku beberapa minggu"gumam Lian yin dalam hatinya. Namun ia tak mau cerita masalah itu pada Yiwen. Jika dia cerita, pasti Yiwen akan semakin ilfil dengannya. Dan bahkan dia akan marah dengannya.


"Kenapa kamu diam?" tanya Yiwen.


"Gak apa-apa, aku hanya berpikir saja apa yang membuat hatimu terluka." ucap Lian yin.


"Memangnya kamu gak tahu kenapa aku dulu bisa terluka" tanya Yiwen pada Lian yin.


"Sudah sekarang jangan pikirkan hal itu, lebih baik kamu makan dulu. setelah itu bicara lagi." ucap Lian Yin.


"Baiklah terserah" ucap Yiwen.


Yiwen segera melahap habis makannya dengan segera, ia juga sudah mulai bosan, ingin jalan-jalan melihat pemandangan luar yang begitu indah sepertinya. tapi entahlah Lian yin jadi ajak Yiwen keluar apa tidak nantinya. bahkan kini dia serius lagi dengan ponselnya.


"Yin siapa yang chat?" tanya Yiwen penuh curiga.


"Lay, dia katanya mau kemari tapi gak tau sekarang di mana dia. kenapa belum sampai juga. Takutnya entar dia sampai waktu kita sudah pergi."ucap Lian yin.


Yiwen yang curiga langsung bernapas lega, sifat Lian yin yang terbuka padanya membuat Yiwen semakin percaya padanya.


"Apa kita tunggu saja Ley sampai datang"Gumam Yiwen.


"Apaa kamu gak jadi pergi nanti."ucap lian Yin melihat jam tangan yang melingkar di tangannya, sudah menunjukan pukul 15.00.


"Udah sore ini, kalau kita nunggu Ley takutnya entar kemalaman. kita juga gak tahu kan Ley tiba jam berapa. ponslenya juga belum aktif. aku juga gak tahu ia sudah naik pesawat apa belum"gumam Lian yin.

__ADS_1


"Ya sudah terserah kamu, kalau mau keluar aku ke kamar dulu ya, mau make up dulu. gak lama kok. dan Sekalian kamu beresin piringnya ya" gumam Yiwen, mendorong kursinya ke belakang dan beranjak berdiri, melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya.


Lian yin hanya menggelengkan kepalanya tak percaya dengan apa yang di lakukan Yiwen. baru kali ini dia malas-malasan gitu gak mau beresin semuanya. dan malah melempar semuanya tugas itu ke aku. tapi gak apa-apa setidaknya dia bisa bersama dengan Yiwen sekarang. perlahan sifatnya juga akan berubah seiring berjalannya waktu, lagian dia juga terlihat polos sekarang.


__ADS_2