Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Sebuah Kata Maaf Pada Chengyi


__ADS_3

Hari sudah menjelang malam. Jarum jam menunjukan pukul 20.00. Yiwen terbaring di kamarnya sejak sore ia belum keluar sama sekali. Semenjak kejadian tadi ia merasa badanya sangat cepek hingga tertidur pulas di ranjang empuk miliknya dengan kamar bertema nuansa alam.


Chengyi berjalan membuka pintu kamar Yiwen yang memang tak di kunci. Perlahan ia menghentakan kakinya berjalan menatap Yiwen yang tidur tengkurap di ranjangnya.


Lelaki itu tersenyum tipis melihat wajah cantik yiwen saat tertidur. Ia membaringkan badannya di samping Yiwen menatap wajahnya dari dekat.


"Aku dulu memang lelaki bodoh menyia-nyiakan kamu. Tapi kali ini aku akan perjuangkan kamu" gumam Chengyi dengan jemari menyentuh pipi mulus Yiwen tanpa balutan make up.


Yiwen membaringkan badannya tiba-tiba merengkuh erat Chengyi di sampingnya. Wanita itu mengira jika Chengyi gulingnya. Tak mau menyia-nyiakan kesempatan Chengyi hanya diam dengan memandang wajah cantik Yiwen.


"Aku akan selalu melindungimu mulai sekarang" gumam Chengyu tubuhnya tak bisa bergerak bebas. Rengkuhan Yiwen semakin erat seperti guling yang di peluk erat olehnya bahkan ia memainkan rambut Chengyi hingga berantakan.


Chengyi tak sedikitpun mengeluarkan suaranya lagi. Ia menerima setiap perlakuan Yiwen padanya. Agar tak mengganggu tidur nyenyaknya.


Hingga terdengar suara hentakan sepatu datang menuju kamar Yiwen.


" Yiwen!" teriak Feng yin tiba-tiba membuka kamar yiwen melihatnya memeluk erat Chengyu. Hatinya bagai di iris-iris pisau tajam melihat kejadian tak terduga di depan matanya.


Yiwen perlahan mulai sadar ia mengedip ngedipkan matanya. Dan mulai melepaskan rengkuhannya.


"Apa yang kamu lakukan disini?" tanya Yiwen sontak meloncat duduk di ranjangnya melihat Chengyi berada di sampingnya.


Dan Feng yin berdiri di depan pintu dengan perasaan cemburu, kesal marah jadi satu. Namun ia tak mau menunjukan itu pada Yiwen. "Kalian lagi sibuk ya sudah" Pungkas Feng yin beranjak pergi dengan perasaan kecewanya meninggalkan Cheng yin dan Yiwen di dalam kamarnya.


"Feng yin tunggu!" yeriak Yiwen beranjak berdiri namun langkahnya terhenti. Chengyi menarik tangannya mencegahnya pergi mengejar Feng yin.


"Kamu mau kamana?" Chengyi menarik tangan Yiwen agar duduk di sampingnya.


"Lepaskan aku" bentak Yiwen menarik tangannya.


"Tetaplah di sini" Chengyu terdiam seketika melihat sekilas bekas merah di leher Yiwen.


"Siapa yang berani menyentuhmu" Chengyi nampak sangat marah. Lelaki itu mencoba melepas helaian kain yang menutupi tubuh Yiwen.

__ADS_1


"Plak..." tamparan tepat di pipi kiri Chengyi membuatnya meringis menahan sakit.


"Apa yang kamu lakukan! Dasar gila!" bentak Yiwen dengan nada semakin tinggi.


Yiwen beranjak berdiri dari ranjangnya.


Tak membuat luhan menyerah ia menarik baju Yiwen merobeknya jadi dua bagian. Ia hanya ingin melihat seberapa banyak lelaki lain meninggalkan bekas di tubuhnya. Yiwen sontak menutupi tubuhnya dengantangan seadanya.


Chengyi beranjak berdiri menarik ke dua tangan Yiwen yang menutupi dadanya. Ia melihat jelas banyak bekas merah di dada Yiwen membuat Chengyi semakin murka. Ia tidak terima ada lelaki lain menyentuhnya. Bahkan sekalipun ia belum pernah menyentuh Yiwen. Karena ia sangat menjaga Yiwen sampai ia sudah menikah dengannya.


"Dasar gila!" Yiwen menarik ke dua tanganya.


"Siapa yang melakukam semua itu? Apa Lian yin?" Wajah luhan sudah mulai memerah otot rahangnya menegang seketika.


"Bukan urusanmu" ucap Yiwen.


Mendengar jawaban Yiwen yang acuh padanya. Lelaki itu semakin marah, ia menarik tangan Yiwen menjatuhkannya di ranjang empuk dengan segera ia memegang ke dua tangannya. Ia naik ke atas tubuhnya mengunci ke dua kaki Yiwen.


"Aku akan menghilangkan bekas lelaki itu di tubuhmu" ucap Chengyi semakin marah ia ******* Yiwen sangat ganas. Hingga perlahan turun ke sekujur tubuhnya.


Hasrat Chengyi semakin ganas menikmati tubuh yiwen. Tubuh wanita itu seakan terus menolaknya. Ia tidak mau berhubungan dengan Chengyi.


"Apa dia sudah mengambil milikku" bisik Luhan membuat bulu kuduk Yiwen merinding seketika. Seolah akan ada hal bahaya yang mengintainya.


Chengyi benar-benar terlihat sangat marah. Melihat semuanya. Dia memang bukan siapa-siapa Yiwen tetapi dia masa lalu Yiwen yang selalu setia menanti Yiwen, bahkan berniat untuk menikahinya. Meskipun orang tuanya telah melakukan perjodohan dia dengan lelaki lain ia tidak perduli. Yiwen adalah miliknya hanya miliknya. Tak boleh satupun lelaki yang boleh menyentuhnya.


Chengyi menghentikan aksinya sejenak.


"Kamu adalah milikku Yiwen. Hanya milikku" Ucap Luhan terus ******* bibir Yiwen.


Seolah ia teringat sesuatu. Langkahnya berhenti seketika. Ia melepaskan tangan Yiwen dan beranjak dari ranjangnya.


"Aku pergilah tidur lagi" ucap Chengyi membuat Yiwen terdiam seketika.

__ADS_1


Ia mengira jika luhan akan melakukan hal bodoh seperti Lian yin namun ternyata ia masih sama tak pernah menyentuhnya dari dulu. Bagi luhan wanita sangat berharga ia tidak mau merusak hal berharga miliknya.


"Dia berbeda dari Lian yin dia dengan Feng yin sama tak pernah sekalipun menyentuhnya" gumam Yiwen lirih. Ia beranjak duduk di ranjang menatap luhan di depannya.


"Maafkan aku" tanpa senyuman di wajahnya ia beranjak pergi dari kamar perempuan miliknya itu. Meski belum sepenuhnya miliknya namun akan segera menjadi miliknya nanti.


Tak mengucap sepatah kata wanita itu hanya diam duduk memeluk kedua kakinya yang ditekuk di atas ranjang empuk miliknya. Mendengar suara pintu tertutup membuat wanita itu bisa bernapas lega. Ia menekuk wajahnya de dalam sela kakinya menyesali semua yang terjadi.


Masa lalu yang ia ketahui sering menyakitinya ternyata dia sekarang berbeda. Dia tak menyangka dengan apa yang di lakukan Chengyi padanya. Lelaki itu benar-benar menghargai wanita.


"Maafkan aku!" gumam Yiwen lirih.


Ia mulai beranjak berdiri menuju ke lemari di depannya untuk memilih baju yang akan ia kenakan. Matanya melirik baju lengan pendek warna merah dengan celana pendek yang sudah tergantung di samping baju yang akan ia pakai. Wanita itu segera meraih dan mulai memakainya untuk membalut tubuh mungilnya.


#Lian Yin POV


Seorang lelaki berjalan menuju rumah megah miliknya. Dengan hentakan kaki ringan menemani setiap detik langkahnya. Dengan tatapan dingin ia melihat sosok wanita yang membuatnya merasa muak. Iya dia adalah sosok wanita calon istrinya yaitu Yhing yhi. Wanita ****** yang membuat ia merasa terpojok karena rencana liciknya.


Ia menyapanya dengan senyum semringai.


"Kenapa kamu di sini?"


"Tak ada yang melarangku untuk menemui Suamiku" jawabnya dengan senyum menggoda. Wanita itu berjalan melenggak lenggokkan badannya menghampiri Lian yin yang berdiri tak jauh dari hadapannya.


"Jangan besar kepala. Aku belum memutuskan akan menikah denganmu atau tidak" ucapnya berjalan melewati Yhing yhi tanpa perdulikan dia yang sudah berada di belakangnya.


"Sialan!" umpatnya dengan penuh rasa kesal yang menggebu dalam hatinya. Ia mengehentakan kakinya menatap tajam ke arah Lian yin.


"Tunggu saja pembalasanku. Aku akan membuatmu bertekuk lutut padaku" gumam wanita itu lirih dengan mata masih tertuju pada punggung lelaki yang sudah jauh di hadapanya.


Yhing yhi beranjak pergi masuk menemui lian yin tanpa rasa malu meskipun sudah berkali kali di tolaknya. Seolah mukanya sudah tak punya rasa malu lagi menghampiri lian yin.


"Tunggu!" Teriaknya menbuat langkah tiga lelaki itu terhenti. Semua menoleh ke belekang menatap Yhing yhi. Lie Wei dan Lian yin tak perdulikan wanita itu mereka terua melanjutkan langkahnya menuju suatu ruangan.

__ADS_1


Sementara Ley mengehentikan langkah Yhing yhi agar tidak masuk ke dalam mengikuti Lian yin. Karena dia wanita licik yang sangat berbahaya. Jika terus menempel pada Lian yin maka akan berakibat fatal.


Bisa di bilang mulutnya tuh comber banget. Dan dia selalu kepo dengan apa yang mereka kerjakan hanya sekedar untuk mencari informasi dan kelemahan mereka.


__ADS_2