
Yiwen memegang tangan Mei menuntunya masuk ke dalam ruangan. ruangan yang nampak sangat luas, bernuansa serba putih, dengan kaca yang menembus langung menatap ke halaman rumah lengkap dengan kolam kecil. Bisa di bilang ruangan hanya untuk bersantai untuk menikmati teh atau kopi dengan menatap pemandangan taman yang begitu luas di depanya.
"Mei, aku mau tanya, tapi sebelumnya kamu jangan marah, ya." ucap Yiwen duduk di sofa memandang ke arah kaca yang menembus langsung ke halaman.
"Emangnya kamu mau tanya apa?" tanya Mei duduk di samping Yiwen.
"Tapi jangan marah ya, janji." ucap Yiwen.
"Iya, aku janji." gumam Mei.
"Kamu kemarin gak ke Itali kan ngikutin kita? tapi kenapa kamu smebunyi-sembunyi segala. Kalau kamu terus terang kita tidak akan marah," tanya Yiwen ragu, ia takut jika temannya itu marah padanya nanti. Telah curiga yang enggak-enggak. Lagian juga ia hanya memastikan jika bukan ya berarti dia salah.
Mei mengerutkan keningnya tak percaya sahabatnya bertanya itu. "Aku kemarin sama Lie Wei kamu kan bisa tanya dia, waktu aku pergi pulang malam itu karena jenguk Feng yin, kamu kan sudah aku kasih tahu." ucap Mei menjelaskan.
"Iya sih, tapi kenapa kaki kamu bisa luka?" tanya Yiwen melanjutkan.
"Kalau ini kamu bisa tanyakan pada Lie Wei." ucap Mei. "Memangnya kenapa?" lanjutnya.
"Kamu tahu gak kalau ada yang menulis surat ancaman kekita dari ciri-ciri yang aku ketahui dia seperti kamu, punya rambut yang sama. Dan bekas luka di mata kaki sebelah kana dan kejadian itu tepat saat kamu tidak bersama Lie Wei." gumam Yiwen.
Mei tertawa, "Apa kamu pikir perjalan dari sini ke Itali itu hanya 2 sampai 3 jam. perjalanan bisa sampai 8 sampai 9 jam untuk naik pesawat Yiwen, lagian kamunada-ada saja. Biar aku bantu kamu selidiki. Mana buktinya." ucap Mei.
"Tapi kamu gak marah beneran kan sama aku"tanya Yiwen.
"Enggak." ucap Mei menegaskan.
"Baiklah aku akan ambil bukti itu, dan helaian rambut ada di Lie Wei." ucap Yiwen.
"Baiklah," ada saja Yiwen orang aku di sini di curigai, Tapi bentar kenapa bisa langsung menjuris padaku, ya. Apa ada seorang yang mirip denganku. Atau sanagt kebetulan sekali dia punya luka yang sama denganku, aneh mungkin orang itu sengaja menjerumuskanku, untuk mengadu domba antara aku dan Yiwen bersama dengan Lian yin dan yang lainnya. Berarti dia tahu semua tentang aku, aku yakin kalau gak Yhing yhi itu pasti Yhing yhi, gumam Mei dalam hatinya.
__ADS_1
"Mei kenapa kamu diam?" tanya Yiwen yang sudah duduk kembali di sampingnya. Dan Changmin serta Lian yin juga berada di ruangan itu. Mereka berkumpul. Seakan mau mengintrogasi Mei.
"Gak ada apa-apa" ucap Mei.
"Aku boleh tanya untuk yang terkahir gak," ucap Yiwen.
"Tanya apa?" tanya Mei antusias tanpa rasa ragu lagi.
"Kemarin kenapa kamu grogi saat aku tanya tentang siapa yang di rumah sakit dan kenapa luka kamu." Tanya Yiwen.
"Oo.. soal itu, karena aku gak mau kamu tau jika Tao di rumah sakit, Sebelum operasi Feng yin juga telefon kamu. Dan aku juga yang memberikan nomor kamu ke Feng yin." Ucap Mei ia melirik sekilas ke arah Lian yin. "Yin, maaf aku gak bermaksud untuk pertemukan Yiwen dan Feng yin, serta memberi tahu nomor baru Yiwen ke Feng yin. Aku takut saat operasi dia, karena tembakan itu tembus ke bahunya. Waktu itu keadaanya benar-benar mengkhawatirkan. Ia hanya ingin tanya tentang kabar Yiwen. Dan saat telefon juga dia berusaha tidak terjadi apa-apa." ucap Mei.
"Gak apa, aku sudah tidak mengkhawatirkan Yiwen dengan Feng yin, yang paling penting sekarang bukan soal siapa masa lalu Yiwen. Kenapa kamu gak cerita, jika Feng yin sakit kita bisa pergi ke ruamh skait bersama jenguk Feng yin," ucap Lian yin.
"Iya kenapa kamu gak bilang padaku juga." Tanya Lie Wei, yang ikut menerobos pembicaraan mereka.
"Ya sudah sekarang jangan bahas itu, kita harus hati-hati dengan ancaman yang di berikan kemarin pada kita, sebentar lagi dia akan balas dendam karena Lee terluka. Mungkin juga Lee masih di rumah sakit Itali sekarang, tapi anak buahnya masih di sini. Apalagi dia bukan seorang yang bodoh. Dia sangat licik dan cerdik." ucap Yiwen memotong pembicaraan mereka.
"Apa kamu gak pernah lihat wajah Yhing yin. Dia saudara kembar Yhing yhi. Mereka sangat mirip sekali dari segi wajah, tapi dari segi penampilan mereka berbeda, Yhing Yin wanita yang sangat licik. Dia berambut pirang dan berombak kan, sama seperti sempel yang dibawa Lie Wei, Banyak trik cara untuk mengelabuhi musuh, sekarang coba kalain pikirkan gimana cara dia bisa sampai di sana jika dia tidak di hubungi dengan Lee atau Yhing yhin, Mereka bertiga itu bersekongkol untuk menjatuhkan Luhan dan Kamu Lian yin. Entah apa dendam dia padamu." ucap Mei menjelaskan secara detail.
"Cheng yi? Dia siapa?" tanya Yiwen.
Lian yin duduk di samping Yiwen memegang ke dua tangan Yiwen. "Dia adalah orang yang pernah mencintai kamu dulu, dan kamu lebih memilih aku dan pergi bersamaku sampai kamu sekarang jadi istriku.
"Oo.. iya sudah." ucap Yiwen. "Eh.. bentar kata kamu Yhing Yin, aku pernah melihat dia dulu di ruangan Lee, ia membicarakan soal renacananya untuk membebaskan Yhing yhi dan entah rencana apa lagi"lanjut Yiwen.
"Sekarang kita bawa sebua bukti ini ke kentor polisi." ucap Mei.
"Percuma kalau di kantor polisi pasti tidak akan bisa di tangani baik-baik. Bahkan saudara kembar itu bisa lolos." Ucap Lie Wei.
__ADS_1
Yiwen hanya diam, berpikir cara selanjutnya untuk memancing mereka. "Yin, dia pasti balas dendam kan. Boleh aku mancing dia keluar dari persembunyiannya. Aku yakin jika dia berada di sini,"ucap Yiwen.
"Gak boleh, aku gak mau kamu kenapa-napa dulu kamu juga gitu dan akhirnya Lee membawamu kabur dariku."ucap Lian yin.
"Yin, percaya sama aku kali ini, besok aku akan memancing dia. Hanya jekuar dari rumah ini. Aku tahu dia ada di sekitar sini, Kamu bisa menjagaku dari belakang tanpa harus meninggalkanku."ucap Yiwen menjaskan.
"Ku mohon kali ini, aku mau memabntu kamu lepas dari semua masalah ini, bukannya kamu pernah bilang ingin hidup bebas tanpa beban seperti sekarang ini"ucap Yiwen memegang tangan Lian yin.
"Tapi Syang aku.."Belum sempat melanjutkan ucapanya Yiwen menutup mulut Lian yin agar ia tak melanjutkan ucapanya.
"Udah percaya sama aku, aku tidak akan kenapa-napa"ucap Yiwen.
"Baiklah, tapi jangan jauh dariku, jarak kamu dan aku harus 5 meter dari tempat aku sembunyi."ucap Lian yin.
"Baiklah tapi kamu jangan kenggunakan wajah ini"saut Lie Wei.
"Maksuda kamu?" tanya Lian yin.
"Aku punya topeng karet untuk mengganti wajah kamu." ucap Lie Wei.
"Kamu punya itu?" tanya Lian yin ragu.
"Aku yang mendesain sendiri, untuk 3 orang . Dan untuk perempuan aku masih belum buwat karena masih belum ada waktu. Besok kamu dan aku yang akan akan jaga Yiwen di luar. Tapi anggap saja kita seperti orang lewat atau duduk bersantai di sana. Dan kamu Mei kamu diam saja disini."ucap Lie Wei.
"Baiklah, tapi bukannya besok Ley juga akan datang, ya."ucap Mei mengalihkan pembicaraan.
"Kalau masalah itu, entahlah dia jadi apa enggak pulang, karena terlalu asyik di sana." ucap Lian yin.
"Atau mungkin dia sudah punya pasangan lagi di sana." saut Yiwen.
__ADS_1