Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Cemburu


__ADS_3

“Makasih, sebelunya kamu telah memberikan aku warna baru, dalam cinta yang kamu berikan padaku, makasih untuk semuanya yin. Kamu telah memberi tahuku apa makna cinta. Dan makasih udah tulus merawat aku hingga aku sembuh. ”gumam Yiwen, membalikkan badannya dan pergi menjauh dari Lian yin dan Grace, ia menutup mulutnya berlari menjauh, sejauh mungkin dengan tetesan air mata yang tak hentinya terus turun, dai mata indahnya.


“Yiwen Tunggu!” teriak Luhan, mencoba menarik tangan Yiwen. Namun ia tidak bisa mengapai tangannya. Yiwen semakin jauh dari Luhan.


Yiwen tak perdulikan teriakan seorang yang memanggilnya, ia tetap berlari, hingga sebuah mobil tiba-tiba berhenti di sampingnya meraih tangan Yiwen, menariknya masuk ke dalam mobil tersebut.


“Lepaskan aku!”teriak Yiwen, mencoba meronta, keluar dari mobil.


“Diamlah! Ini aku Tao” ucap Tao memegang erat tangan Yiwen agar dia tenang. Ia melepaskan masker yang menutupi wajahya, seketika Yiwen melebarkan matanya, bisa bertemu dengan Tao lagi.


“kamu?”ucap Yiwen terkejut jika bertemu dengan Tao di sini.


‘Kamu ada di sini? Kemana Luhan?” Yiwen memutar matanya melihat seisi mobil Tao. Tidak ada Luhan di dalam.


“Aku di sini, lagian tadi kenapa aku panggil kamu, tapi kamu malah pergi gak menanggapi aku” ucap Luhan, yang baru saja masuk ke mobil.


"Aku gak tahu kalau tadi kamu memanggilku" ucap yiwen.


"Makanya jangan sedih terus, lagian kenapa kamu nangis hanya gara-gara hal sepele" sindir Luhan.


"Siapa yang sedih" Yiwrn mengusap air matanya.


“Kalian berdua ternyata benar ada di sini? Dan sebenarnya apa tugas kalian di sini?”Tanya Yiwen, mencoba menhalihakn pembicaraan. Ia masih bingung kenapa mereka berdua ada di tempat yang sama dengannya.


“kamu gak perlu tahu”ucap Luhan, "Sekarang di mana Lian yin, kenapa kamu gak sama dia?” saut tao.


“Dia lagi sama seseorang yang suka dengannya, tapi entahlah apa dia masih ingat aku, atau tidak sekarang.”ucap Yiwen, mengerutkan bibirnya. Ia masih merasa kesal dengan Lian yin yang tidak menatap ke arahnya sama sekali.


Tao tertawa terbahak mendengar apa yang di katakan Yiwen, meski sebenarnya dia merasa masih terluka hatinya, namun sekeras mungkin ia mencoba untuk tetap rileks agar Luhan an Yiwen tidak tahu tentang hatinya.


“Kenapa kamu tertawa?’tanya Yiwen,


“Kamu lucu juga, sudah tahu jika dia itu menolong Grace, tapi kenapa kamu malah lard an nangis.”Sindir Tao.


“kamu gak tau gmana sakitnya aku melihat itu, lagain kalau hanya menolong kenapa raut wajahnya sedih begitu, dan sepertinya memang dia menyimpan perasaan dengan Grace." lanjutnya.


Luhan, memegang pudak Yiwen. “ apa kamu pikir dia gak sedih jika ada orang yang rela mengorbankan nyawanya untuk dia, kamu gak tahu saja jika peluru yang menmbak ke Grace tadi adalah jenis 003 Peluru paling mematkan , dari pada tembak 001. Lian yin pasti tahu tentang itu”ucap Luhan, menjelaskan pada Yiwen.

__ADS_1


Yiwen terdiam sejenak, ia berpikir tentang apa yang di katakan Luhan ada benarnya juga. Kenapa aku jadi seperti anak kecil gini, tiba-tiba ngambek tanpa tahu apa yang terjadi sesungguhnya, Yiwen terus bergumam dalam hati, ia menyesal apa yang dia lakukan pada Lian yin tadinya.


“Lebih baik sekarang kamu pergi dan temui Lian yin, aku harap hubungan kalian jangan terjadi salah paham lagi.”ucap Luhan, memegang ke dua tangan Yiwen.


“Jangan pergi sekarang, Lihatlah Lian yin keluar membawa Grace ke dalam ambulan, dan itu ayahnya juga berjalan di belakang Lian yin.” Ucap Tao menunjuk ke depan.


Luhan dan Yiwen menyondongkan badannya ke depan, ia melihat memang benar Lan yin menolongnya, tapi sepertinya Ayah Grace menolak dia untuk ikut ke rumah sakit.


---000—


“Pergi dari sini, jangan sentuh anakku. Semua akibat ulah kamu sekarang anak aku jadi seperti ini” Bentak Ayah Grace mendorong tubuh Lian yin menjauh dari anaknya.


“Tolong ijinkan aku melihat dia, aku akan menangungbsemua biaya perawatan dia meski di luar negeri-pun aku akan bayar semuanya. Asalkan dia sembuh.” Lian yin kencoba ikut masuk ke dalam ambulan, namun pengawalanya menghalangi dia untuk ikut.


“Gak usah, aku bisa biayai sendiri.” Bentak ayah Grace.


Ayah Grace segera masuk ke dalam ambulan, ia menemani anak kesayangannya itu. pengawalnya mendekati ayah Grace, seolah ada sebuah pesan yang ingin di sampaikan padanya.


“Bawa dia, tangkap dan kurung dia di penjara bawah tanah. Setelah menyelesaikan masalah Grace, aku akan datang dan mengintrogasinya sendiri” bisik ayah grace.


Yiwen yang masih di dalam mobil melihat mereka dari kejauhan, tak langsung turun, ia mengamati detail apa yang dilakukan oleh ayah Grace.


"Apa yang mereka bicarakan”Tanya Yiwen.


“kamu masih cemburu dan curiga padanya?”Tanya Luhan.


“Iya, sepertinya Lian yin sangat sedih jika akan kehilangan grace”ucap Yiwen.


‘Iya pasti dia sedih, bukannya dia adalah teman" sambung Luhan.


“Teman?” Yiwen menoleh menatap Luhan , ia terkejut bagaimana bisa Luhan tahu kehidupan mereka, gumamnya dalam hati.


“Kamu pasti bingung, kenapa aku bisa tahu tentang semuanya. Aku kemarin malam tiak sengaja mendengarkan pembicaraan kalian bertiga. Dan kamu juga dengan Grace juga sangat akrab, terus kenapa kamu sekarang berpikir negatif dengan Lian yin. Dia tidak salah, hanya saja ia merasa bersalah temannya dari kecil harus terluka hanya untuk melindungi dia, gak Cuma drngan Grace saja, meski dengan Lay dan yang lainnya juga sama, dia pasti akan sedih jika ada tamnnya rela mengorbankan nyawanya untuk melindungi dia. Bukannya teman masa kecil itu juga penting” Luhan melirik ke arah Tao, ia tahu dari kecil Yiwen dan Tao selalu bersama.


Mendengar penjelasan dar Luhan, ia terdiam sejenak, menguntupkan bibirnya. Mencoba berpikir sejenak, menatap ke depan, pikirannya seketika terhenti saat melihat Lay sendiri di sana, berlari meghampiri Lian yin.


"Lay” ucap Yiwen. "Kenapa dia sendiri? Di mana Lyli?" lanjutnya heran tak ada Lyli di samping Lay.

__ADS_1


“dan dari mana dia, kenapa dia baru kembali?”gumam Yiwen dalam hatinya.


“Kenapa kamu diam? Tapi aku harap kamu percaya dengan Lian yin, dia bahkan rela mempertaruhkan nyawanya untuk membawa kamu kabur dari rumah aku, itu karena dia sangat mencintai kamu. Dia rela menerobos bahaya demi kamu, dan dia mau menemani kamu sampai sini juga dia khawatir dengan kamu” lanjut Luhan.


Yiwen hanya terdiam dan bergumam dalam hatinya, “Apa yang harus aku lakukan?” Tanya yiwen, dengan pandangan masih fokus ke depan.


“Lebih baik kamu sekarang cepat turun, temui dia. Aku tunggu kalian di gerbang depan kita akan bertemu lagi di sana” ucap Luhan.


“Iya, kamu turun saja bicara baik-baik dengannya, dan sepertinya ayah Grace merencanakan sesuatu.” Saut Tao.


"Baiklah, aku akan turun, makasih untuk saran kalian” gumam Yiwen, beranjak turun dari mobil Luhan.


--------


“Kamu ikut aku” ucap pengawal ayah Grace pada Lian yin.


“Mau apa kalian” teriak Lay, yang berlari mendekati Lian yin.


“Jangan bergerak” pengawal itu menodongan senjata ke arah Lay.


“ Buukkkk..” Yiwen meloncat menendang punggung lelaki kekar yang berani menodongkan senjata ke arah Lay dan suaminya.


“ Yiwen!” ucap Lian yin.


“Kalian pergi atau aku yang akan membalas tembakan ke kalian”gumam Lay, mencoba mengancam 3 pengawal itu.


“Aku gak akan takut” semua pengawal membawa senjata, dan termasuk beberapa anak buah ayah Grace mulai datang menghampiri mereka.


Pengawal itu tersenyum sini.  “Kalian di sini sudah terkepung, jadi serahkan diri kalian dan ikut bersamaku”


“Kita gak akan ikut dengan kamu” ucap Yiwen tegas.


“Yiwen, sepertina kita harus ikut mereka, aku gak mau jika terjadi apa-apa dengan kamu seperti Grace.” Ucap Lian yin, meraih tangan Yiwen.


“Aku yakin jika Luhan dan Tao akan menolong kita” ucap Yiwen lirih.


“apa katamu?” tanyaLian yin memastikan. “Apa mereka ada di sini juga?” Tanya Lay.

__ADS_1


__ADS_2