
"Baiklah, sekarang terserah kamu, tapi kamu harus lebih hati-hati. Aku gak mau kamu kenapa-napa Yiwen. Aku khawatir dengan keadaan kamu"ucap Lian yin memegang ke dua pipi Yiwen. "Jangan marah lagi, jika kamu mau terusin silahkan, aku akan dukung kamu. Tapi jangan marah lagi ya"lanjut Lian yin mengecup kening Yiwen lembut.
Yiwen yang semula marah, ia seakan sudah mulai tenang, Yiwen tersenyum menatap ke arah Lian yin. "Iya, jangan seperti itu lagi"ucap Yiwen mengusap rambut Lian yin hingga berantakan.
"Aku sekarang pergi dulu, kamu balik lagi ke tempat kamu dan aku juga ke tempat aku sendiri"lanjut Yiwen.
"Baiklah, kamu harus selalu hati-hati, harus waspada dengan mereka"ucap Lian yin, dengan jemari mengusap pipi Yiwen.
"Iya bawel"gumam yiwen, memegang tangan. Lian yin di pipinya, dan melepaskan tangannya. Ia mulai melangkahkan kakinya pergi menuju ke tempat duduknya kembali. Namun kini ia ingin gabung dengan 3 wanita yang membuat ia tertarik untuk gabung dengannya.
"Huuff.. Hari ini aku harus tuntaskan semuanya. Dan bagi kamu yhing Yin dan saudara kamu, aku mau lihat kemampuan kamu. ya, kalau di beri kesempatan bertanding dengan kamu, ku inhin segera bertanding dengan kamu. Sejauh mana kemapuan kamu"gumam Yiwen menatap tajam ke arah Yhing yhi dan Yhing Yin yang dari tadi menatapnya tidak suka.
Yiwen segera duduk di samping mereka tanpa ragu, maupun canggung. Ia sengaja duduk mendekati saudara kembar itu. Karena Yiwen ingin tahu apa yang akan mereka lakukan dengannya saat mereka saling dekat seperti itu. Atau mereka hanya diam saja, memendam rasa tidak sukanya. Atau ingin mengusirnya dari tempat duduk itu.
"Kenapa dia duduk di sini?" tanya Yhing yin pada Grace yang duduk di sampingnya.
"Dia ingin dekat dengan kamu mungkin"jawab Grace, tanpa menatap ke arah Yiwen yang memang hanya berjarak 2 kursi darinya. "Biarkan saja dia jangan gegebah mengambil tindakkan. Kamu pasti akan di diskualifikiasi nantinya"ucap Grace mengingatkan, yang fokus dengan pertandingan di depan.
"Baiklah" Ucap Yhing yin.
"Rasanya aku juga sudah ingin menendang jauh dari tempat duduknya itu"ucap Yhing Yhi, yang masih memendam rasa tidak suka dengan Yiwen. Karena Lian yin, Lee jadi tertembak dan hampir kehilangan nyawanya. Tapi ia tidak tahu jika yang menembak itu afalah Yiwen dari jarak jauh, karena awlanya Yhing Yhi memang tidak mengira jika Yiwen ada di kamarnya, dan membawa senjata.
Yiwen hanya diam saja, ia mendengar pembicaraan mereka. Namun Yiwen mencoba untuk tanang tanpa terpancing emosi dengan ucapan mereka. Yiwen sudah berniat ingin mengalahkan mereka di dalam ring, dari pada berdebat atau melawan mereka sekarang. Dari pada di diskualifikasi nantinya, sangat bahaya bagi Yiwen jika mereka di diskualifikasi.
"Kamu hati-hatilah dengan dia, jika kamu atau kita yang bertanding duluan dengan dia. aku harap kamu harus melihat taktik dia. Aku akan menceritakan semuanya nanti tentang dia di asrama kita. Kamu entar malam datanglah ke sana. Dan jangan bawa orang lagi selain kamu"ucap Yhing yin.
"Baiklah, aku harap yang ingin kamu bicarakan itu sangat berguna untukku."ucap Grace santainya.
"Sangat berharga, aku ingin kamu tahu informasi tentang Yiwen, jadi sebelumnya kamu harus hati-hati dulu dengannya"ucap Yhing Yin.
"Baiklah"gumam Grace.
"Mereka ternyata sangat membosankan, membicarakanku di belakangku, benar-benar memalukan." ucap Yiwen dalam hatinya.
__ADS_1
"Pertandingan ke lima adalah Yhing yhi dan Qiu"ucap Mc itu lantang, dengan suara menggema di stadion.
Di iringi dengan sorakan dari 0enontong yang masih menyaksikan pertandingan.
"Shiitt.. Ternyata bukan aku lawannya" Gumam Yiwen. Lawan akan tersingkir dua lagi, Apa dia akan menang nantinya atau malah sebaliknya. Lawannya yang akan menang nantinya"ucap Yiwen.
Lian yin hanya diam menatap pertandingan yang ada. Ia sesekali melirik ke arah Yiwen yang duduk santai dengan menatap ke arah Yhing Yhi. "Apa yang mereka lakukan"ucap Yiwen.
-----00----
Yhing yhi memulai pertandingan dengan bersalaman dan saling menyapa satu sama lain. Sikapnya yang ramah di atas jauh beda dengan sifatnya bersama dengan Yiwen.
"Mari kita bertanding secara fair , jika kamu mengalah denganku. aku akan memberimu apa yang kamu inginkan. Dan aku tahu kamu lagi butuh uang kan untuk ikut konpetisi ini. Dari pada kamu kalah nantinya melawan Grace dan tidak bisa mendapatkan uang. Aku beri kesempatan kamu untuk dapat uang, jika kamu mau mengalah untukku"ucap Yhing yhi lirih.
Wanita itu hanya diam, ia memang lagi butuh uang untuk perawatan ibunya, yang sedang sakit di rumah sakit. Dan butuh biaya sangat banyak. Jika ia meneruskan makanan akan kalah dengan Grace yang terkenal dengan jago bela dirinya.
"Baiklah aku terima tawaran kamu, sekarang aku harus bagaimana"ucap Qiu wanita yang jadi lawan Yhing yhi.
Pertandingan ini sangat ketat, meskipun Grace juga ikut. Tapi jika dia melakukan kesalahan dia juga akan di depan dari pertandingan. Papanya tidak mau jika dia jadi anak manja yang terus mengandalkan papanya. Dan apa kata orang jika anaknya selalu di nomor satukan dalam pertandingan.
Ia ingin pertandingan itu berjalan dengan fair siapa yang menang, berarti mereka berhak menang dan dapat imbalan yang sudah di janjikan.
Pertandingan di mulai, dan seperti yang di bilang Yhing Yhi, lawannya mengalah dengan cepat. Dan tanpa harus mengeluarkan beberapa tenaga ekstra untuk melawan Qiu, wanita yang di kenal dengan kepintarannya dalam bela diri.
"Sudah aku lakukan, ku tunggu kamu di luar sekarang juga"ucap Qiu.
"Baiklah"gumam Yhing Yhi. Meskipun dia sangat sinis dengan semua orang. Tapi dia punya rasa iba, sebanarnya Yhing yhi sangat baik hati, namun dia lebih cenderung sensitif jika dengan musuhnya.
"Pemenangnya adalah Yhing Yhi"ucap MC itu.
Namun ia sedikut penasaran kenapa Qiu bisa kalah, karena Mc itu juga kenal dengan Qiu wanita yang jago dalam segalanya. Namun tiba-tiba kalah dengan Yhing yhi.
"Kenapa kamu bisa kalah hari ini, bukannya kamu sangat hebat dalam bela diri."tanya Mc itu.
__ADS_1
"Karena kondisiku yang sedang tidak enak"ucap Qiu. Yhing yhi yang khawatir jika Qiu akan cerita, tubuhnya langsung keringat dingin dengan tangan bergetar.
Namun setelah Qiu mengngkapkan alasan yang begitu tepat, Yhing yhi merasa lega.
"Jangan bilang, jika kamu ingin da0atkan uang"uncam Yhing Yhi.
Yiwen menatap aneh pada Yhing Yhi seolah dia tahu jika wanita itu mengancam Qiu. Sepertinya aku harus selidiki dia, gumam Yiwen menatap tajam ke arah pertandingan.
Qiu segera turun, berlari keluar dari pertandingan itu. Ia tidak jika banyak pertanyaan yang akan menyerbunya nanti.
"Baguslah"gumam yhing yhi.
"Yiwen mengikuti arah Yhing yhi pergi ta pa sepengetahuan yang lainnya.
"Ini cek buat kamu 200jt, ini sudah lebih buat pengobatan ibu kamu. Aku ingin kamu pergi dari sini."ucap Yhing yhi mengulurkan cek pada Qiu.
"Baiklah, makasih sebelumnya, ini sufah lebih dari cukup."ucap Qiu. meski uang pertandingan itu jauh lebih banyak. Tapi ia hanya jago dalam bela diri. Tapi tidak jagi dalam bidang lain. Beda dengan Grace, yang bisa dalam segela hal. Jika dia melwan Grace kalah lebih baik dapat uang seadanya dan pergi menemui ibunya.
"Aku pergi sekarang"ucap Qiu.
Yhing Yhi hanya fiam dan mengangguk, ia tersenyum tipis, Mengibaskan tangannya. "Pertama beres"ucap Yhing yhi. "Karena aku ikut pertandingan bukan karena uang, tapi hanya ingin menunjukan pada dunia jika aku wanita ahli dalam segala bidang yang bisa mengalahkan Grace."ucap Yhing yhi.
Yiwen yang bersembunyi di balik tiang besar, yang tidak jauh dari tempat pertemuan mereka. Ia mendengar semua apa yang di bicarakan mereka berdua.
"Perbuatan yang licik"gumam Yiwen kesal, ia mengepalkan tangannya, memukulkan ke tiang itu.
"Aww.. sakit juga ternyata" gumam Yiwen, mengibaskan tangannya.
"Yin, kamu dengar aku gak. Sekarang kamu keluarlah. Ikut aku menyelidiki sesuatu. Dan kamu bilang pada Lay, suruh beri tahu aku jika pertandingan sudah di mulai"gumam Yiwen
"Baiklah, emangnya ada apa?" tanya Lian yin di balik alat percakapan itu.
"Nanti aku akan bicarakan, sekarang kamu keluarlah cepetan"teriak Yiwen kesal pada Lian yin yang tidak bisa langsung bergerak saat suasana genting begini.
__ADS_1