Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Ruangan Rahasia


__ADS_3

Di hotel yang begitu megah nampak yiwen bertemu Feng yin di lobi duduk sendiri dengan wajah nampak sangat gelisah menunggu seseorang. Tanpa menatap Feng yin, ia bergegas masuk ke dalam kamar untuk menemui Lian yin. Langkahnya terhenti mendengar panghilan Feng yin di belakangnya.


"Yiwen tunggu aku ingin berbicara padamu?" Feng yin berdiri menghampiri Yiwen


Tak menggubris Feng yin, dan Yiwen berjalan dengan langkah terburu-buru menuju lift.


"Tunggu Yiwen" teriak Feng yin masih berusaha menggapai tangan yiwen.


Namun langkah Yiwen seolah terhenti menyangkut sesuatu. Ia menoleh ke belakang menatap Feng Yin sudah berdiri tepat di belakangnya.


"Jangan pergi?"  Feng yin dengan wajah nampak sedih.


tanpa menjawab ucapannya, Yiwen menepis tangan Feng yin dan beranjak masuk ke dalam lift yang sudah mulai terbuka.


Feng yin belum sempat masuk ke dalam lift pintu lift sudah mulai tetutup. Feng yin berpikir cepat ia berlari melewati tangga mengikuti lift itu pergi. Lantai demi lantai ia lihat nampak tidak ada Yiwen berhenti di sana. Semangatnya untuk minta maaf pada Yiwen membuat dia tetap semangat meski Yiwen tetap tak menggubrisnya.


Pintu lift terbuka di lantai 11 Yiwen bergegas menuju kamar Lian yin. Tanpa mengetuk pintu dia membuka pintu kamar Lian yin. Matanya terbelalak seketika melihat lian yin bermain dengan Yhing yhi di pandangannya. Entah kenapa ia ingin menangis menjerit sekuat tenaga melihat semuanya di depan mata. Hatinya nampak sangat sakit, kecewa, dan hancur terluka melihat semua.


Yhing yhi yang sadar ada Yiwen di depan pintu ia hanya tersenyum tipis seolah kemenangan berada di pihaknya.


"Dasar menjijikkan" ucap Yiwen dengan nada keras melangkah pergi.


Sontak Lian yin menoleh ke belakang menatap Yiwen. Tanpa pikir panjang ia berdiri meraih kemejanya. Dengan kecepatan jemarinya ia segera memakai baju membalut tubuh kekarnya. Tanpa perdulikan yhing yhi yang maish berbaring berbalut selimut di rnajangnya ia segera mengikuti yiwen berlari.

__ADS_1


Lian yin merasa sudah menyakiti hati yiwen ia tidak pikir panjang jika Yiwen tahu nantinya. Meski mereka salalu bertengkar namun apa yang yang terjadi saling perhatian nampak mencul di setiap mereka bersama. Seolah membuang kemarahan pada masing masing.


Yiwen terus berlari ia tak sanggup lagi menahan air matanya yang sudah mulai bercucuran. Feng yin dengan napas kasih ngos-ngosan ia nelihat yiwen menangis dengan langkah terburu -buru melewatinya.


"Yiwen" ucap Feng yin meraih tangan Yiwen yang berjalan cepat mencoba melewatinya.


Tanpa mengucap kata Yiwen memeluk tubuh Feng yin, meluapkan semua kesedihannya. Ia terbayang Lian yin berbuwat itu pada yhing yhi entah kenapa hatinya merasa sangat sakit.


"Bawa aku pergi sekarang jauh dari kota ini" ucap Yiwen sontak membuat Feng yin terkejut. Ia sudah menduga ada hal yang membuat hatinya terluka dan kini tiba-tiba ia memeluknya dan ingin pergi. Tanpa banyak bertanya Feng yin segera menarik tangan Yiwen berlari pergi dari hotel itu.


Feng yin menuju ke sebuah mobil sport hitam miliknya. Ia segera menyalakan mesin mobilnya. Tancap gas dengan kecepatan tinggi keluar dari hotel. Ia melaju melebihi kecepaat standartnya bersama Yiwen biasanya. Karena yiwen tidak mau Feng yin naik mobil dengan kecepatan tinggi dianselalu mual. Tapi sepertinya saatKali ini, ia tahu apa yang membuat Yiwen sedih pasti dia sekarang ada masalah dengan Lian yin . Lalu Lian yin berusaha mengejarnya itu yang membuta Yiwen menginginkan pergi dari kota ini.


"Kemana kita akan pergi?"


"Baiklah kita pulang ke rumah bilang sama ayah kamu jika kita akan meninggalkan kota . Kita harus cari solusi dengannya" Feng yin berusaha untuk menasehati Yiwen agar dia merasa lebih tenang lagi. Meski kini ia merasa sudah di anggap hanya sebagai teman itu tak lebih dari terima kasihnya pada Yiwen maish memberikan kesempatan untuknya.


Kecepatan tingginya biasa perjalanan yang seharusnya di tempuh dua jam. Kini Hampir 1 jam perjalanan dia sampai di sebuah ibu kota dimana tempat tinggal Yiwen berada. Mobil sport hitam milik Feng yin berhenti tepat di depan rumah. Yiwen Beranjak turun bebarengan bersama Feng yin masuk ke dalam rumah.


Ayah Yiwen yang sudah mencium aroma berbahaya sebelumnya. Ia membuka gerbang bawah tanah untuk menyembunyikan mobil Feng yin yang terparkir di depan di balik tanah di halaman depan agar tidak ada yang mengetahuinya jika mereka berada di rumah itu.


"Ayah!! " Yiwen memeluk ayahnya erat seakan sudah bertahun tahun tidak pernah bertemu. Yiwen sangat dekat dengan ayahnya semenjak kakeknya meninggal, ia tidak punya siapa siapa lagi selain ayahnya. Dan ibunya meninggalkan saat dia melahirkan Yiwen. Bahkan Yiwen belum sempat menatap wajah ibunya.


Kini ayahnya yang harus menjadi sosok ibu dan ayah sekaligus untuk membuat dia senang sampai dia dewasa sosok ayah lah yang selalu di sampingnya. Selalu kasih semangat dia, meski terkadang ayahnya selalu buwat dia jengkel dan Yiwen kabur dari rumah.

__ADS_1


------------


Suasana rumah nampak hening seolah tidak ada tanda kehidupan di dalam. Hening, sunyi dan hanya beberapa lampu yang menerangi rumahnya.


"Di mana ayah?? Apa Lian yin sudah menangkap ayah" Raut wajah Yiwen nampak khawatir tidak melihat ayahnya.


Tertulis pesan dari sebuah LID yang terpapang di tembok putih depannya.perlahan muncul kata demi kata.


"Aku sudah tahu kedatangan kalian. Sekarang Feng yin bawa Yiwen ke depan pintu ruang kerjaku. Tidak ada waktu lagi untuk berpikir panjang Lian yin sudah menuju ke sini"


Selesai membaca semua Feng yin menarik tangan Yiwen segera. Menuju ke depan pintu kerja tanpa pikir panjang lagi. Di berhenti tepat di depan pintu tidak membukannya lebih dulu seperti semula ayah Yiwen menarik tangan mereka masuk ke dalam ruangan yang nampak sangat gelap. Tidak seperti berjalan seolah mereka masih tetap di posisi yang sama. Namun semua terasa sangat gelap dan semakin gelap. Entah apa yang di lakukan ayahnya atau mungkin dia menggunakan mesin pemindah atau mesin waktu. Semua tidak bisa di lihat jelas semua gelap sekali tak ada sedikitpun penerangan.


Hingga sampai disuatu ruangan yang nampak ada sedikit cahaya. Mata Yiwen memutar melihat sekelilingnya. Terkagum melihat ruangan rahasia yang di ciptakan ayahnya itu. Dan baru pertama kali Yiwen datang ke ruang itu karena memang dari awal ayahnya tidak mau beri tahu Yiwen. Tapi sekarang karena keadaan kepepet mereka harus sementara tinggal di dalam ruangan itu.


Yiwen yang masih terkagum ia berjalan mengelilingi ruangan yang nampak kecil mungkin setengah dari rumahnya.


"Sementara kita tinggal di sini, aku sudah siapkan makanan untuk 5 bulan ada di sebuah freezer besar di ujung sana. Dan masih ada snack dan beberapa sayuran di kulkas. Aku sengaja membawa semua makan ke sini karena saat ini sudah waktunya untuk tinggal di sini sementara"


Terlihat tidak ada yang saling bicara Wo jian ayah Yiwen memulai pembicaraannya.


"Tapi kenapa ayah menyembunyikan semua ini dariku" saut Yiwen yang masih berjalan keliling melihat lihat.


"Karena kamu masih belum dewasa kamu bisa dengan mudah memeberitahukan tempat ini pada orang lain" jawab Wo jian menuju ke dapur membuat dua cangkir kopi untuk Feng yin dan dirinya. Kalau Yiwen dia tidak suka dengan kopi hitam. Dia lebis suka minum teh hijau sekalian untuk perawatan kulitnya.

__ADS_1


Selesai membuat kopi Wo jian menuju ke sofa lalu meletakkan dua cangkir kopi itu di atas meja. Feng yin yang masih berdiri malangkahkan kakinya ke sofa. Feng yin masih berpikir bingung kenapa dia bisa sampai di tempat ini. Dia masih belum menemukan jawaban yang terus mengganggu pikirannya itu.


__ADS_2