Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Latihan


__ADS_3

"Hasilnya lumayan bagus"ucap Lian yin.


"Iya, tapi aku masih belum puas"gumam Yiwen.


"Baik. lanjutkan lagi"gumam Lian yin


"Yiwen"panggi Lyli dan berjalan mengarah ke arah Yiwen dan Lian yin.


"Gimana kalian bisa tahu aku di sini?" tanya Yiwen, menoleh seketika mendengar suara Lyli memanggilnya.


"Aku melihat lian yin tadi lari ke belakang, jadi aku mengikutinya. Tapi aku ajak mencari Lay dulu"ucap Lyli.


"Gimana latihan kamu"tanya Lay.


"berjalan dengan sempurna"ucap Yiwen tersenyum, sekana dirinya sudah latihan dengan serius.


"Pertandingan akan segera di mulai lagi, aku tadi juga melihat Yhing yin bersama dengan temannya, berlatih di ujung sana"ucap Lyli.


"Iya, tapi kenapa kamu bisa tahu kalau itu yhing yin, padahal kamu baru bertemu dengan dia?" tanya Yiwen yang tiba-tiba curiga dengan Lyli.


"Karena dia sudah kenal dengan saudara kembar itu"ucap Lian yin.


"Jadi kalian dengan kenal?"ucap Yiwen.


"Iya, aku kanal dengannya, dan Aku tahu jika Lian yin pernah bertunangan dengan yhing yhi, jadi aku mencari informasi tentang Yhing yhi ternyata dia punya saudara kembar"ucap Lyli mencoba mengelak.


Lain yin berjalan mendekati lyli. "Kenapa kamu berbohong"ucap Lian yin lirih.


"Itu urusan aku, aku gak mau jika dia tahu akalu aku berteman dengannya"ucap Lyli. "Dan jika dia bertanya tentang hal pertunangan kamu dan siapa Yhing yhi maka kamu juga akan kena imbasnya"ucap Lyli berbisik apda Lian yin.


"Baiklah terserah kamu, tapi lama-lama Yiwen juga akan tahu tentang kenyataan sebenarnya. Kalau aku yidak bisa berbohong dengannya. Jika memang dia masih mencintaiku maka dia akn selalu ada di sisiku"bisik Lian yin.


Yiwen menatap ke arah Lyli dan Lian yin. yang diam-diam berbisik di belakangnya.


"Apa yang mereka katakan"ucap Yiwen dalam hatinya. Semakin vuriga dengan apa yang mereka katakan.


Dan Lay juga menatap ke arah Lyli, ia tidak habis pikir Lyli akan bohong soal hal kecil itu dengan Yiwen, entah apa yang iangin ia lakukan, tapi jika ingin memisahkan Yiwen dan lian yin, lay juga tidak akan tinggal diam pada Lyli. Ia akan tetap menjaga Lyli agar tidak merusak hubungan Yiwen dan temannya, Lian yin.

__ADS_1


"Kalian lanjutkan saja, ku mau pergi dulu"ucap Lay, meraih tangan Lyli.


"Kalian mau kemana?" tanya Yiwen.


"Kita mau lihat pertandingan selanjutnya. aku akan beri tahu kalian nanti jika ada hal penting yang akan di sampaikan."ucap lay.


"Tapi.."Ucap Lyli. "Udah sekarang kita pergi dulu"ucap Lay menarik tangan Lyli agar tidak mengganggu moment berdua antara Lian yin dan Yiwen.


"Biarkan mereka pergi, sekarang kamu fokus dengan latihan kamu. Aku akan mencari minum buat kamu"ucap lian yin, menepuk pundak Yiwen dan berlari pergi membeli minuman.


Yiwen hanya tersenyum tipis, ia segera melanjutkan latihannya. Meskipun kadang gagal terkadang berhasil, namun ia yidak menyerah, ia terus mencoba hingga ia bisa memusatkan panahnya ke tengah lingkaran hingga 3 kali berturut-turut. Terkadang Ia masih bertanya dalah hatinya, tentang apa yang di bicarakan Lian yin dan Lyli tadi.


"Kenapa susah?" gumam yiwen, kesal. Ia beranjak duduk, meletakkan busurnya.


"Aku capek"gumam Yiwen yang duduk sendiri, dan mulai membaringkan badanya.


yiwen mencoba memejamkan matanya sejenak, merentangkan ke dua tangannya. Mencoba menghilangkan rasa capek, yang membuat napasnya tak beraturan.


Lian yin yang datang, ia diam-diam menempelkan minuman dingin ke wajah Yiwen.


"Apa yang kamu lakukan" tanya Lian yin duduk di samping yiwen berbaring.


"Kamu capek?" tanya Lian yin.


"Iya"gumam yiwen.


Lian yin, hanya tersenyum , ia membukakan tutup botol minumannya dan memberikan pada Yiwen. "Minumlah"ucap Lian yin.


"Gimana kamu bisa gak?" tanya Lian yin menatap ke arah lingkaran di depannya.


"Lihat sendiri, aku hanya bisa beberapa kali"ucap Yiwen, yang terlihat pasrah dan mulai meneguk minumannya.


"Jangan menyerah, bukannya kamu biasanya jago, aku yakin saat kamu kepepet kamu akan bisa melakukannya"ucap Lian yin, tersenyum menatap wjaah Yiwen yang di penuhi dengan tetesan keringat.


Yiwen meneguk minumannya kembali, menatap ke arah Lian yin. "Tapi, entah aku nanti bisa melakukannya atau tidak, lawan aku pasti sekarang jauh lebih jago lagi. Meski lawan aku sekarang bukan yhing yin. Tapi dia juga berusaha keras latihan, dan Grace hanya diam duduk melihat pertandingan, dia sudah pasti bisa mengalahkan semua peserta"ucap Yiwen, seakan sudah mulai menyerah.


"Kanapa kamu jadi gak optimis begitu, aku yakin kamu bisa menang. bukan berarti yang sudah pengalaman akan bisa menang di pertandingan ini. Dia bisa juga kalah telak dengan kamu."ucap Lian yin, menepuk pundak Yiwen.

__ADS_1


"Aku yakin kamu menang, asalkan kamu benar-benar konsentrasi"ucap Lian yin, yang mulai meneguk minumannya lagi.


"Baiklah"gumam yiwen, ia merasa ada dorongan semangat baru dari Lian yin.


"Oya, gimana kamu tadi bisa beli minuman ini, tidak ada yang curiga dengan kamu kan."ucap yiwen.


"Jika di luar arena pertandingan, semua tidak masalah aku perempuan atau laki-laki. Kalau di dalam pertandingan harus perempuan, karena pertandingan ini khusus untuk perempuan"ucap Lian yin.


"Oya, setelah yhing yin kalah nantinya, dia tidak mungkin tinggal diam, aku yakin dia akan berusaha keras menggagalkan kamu"gumam Lian yin.


"Tapi jika dia menggagalkanku, maka dia akan di diskualifikasi dari pertandingan ini"ucap Yiwen.


"Bukan dia yang bertindak, tapi orang lain. Maka dari itu kamu juga harus hati-hati yiwen"gumam lian yin mengusap kepala Yiwen, hingga rambutnya berantakan.


"Kebiasaan, selalu membuat rambutku bernatakan"ucap Yiwen, memegang kepalanya, dengan wajah cemberutnya.


"Udah sekarang latihan lagi, kamu harus berjuang demi yang terbaik. Jika kamu ingin menang, pikirkan untuk siapa kamu bertanding. Tunjukan pada dia jika kamu mampu untuk menang telak"ucap Lian yin, mengusap kepalanya lembut.


"Sekarang ayo berdiri"ucap lian yin, yang mulai berdiri. mengulurkan tangan ke arah Yiwen, dan di terima uluran tangan Lian yin, untuk membantunya berdiri.


"Kamu harus bisa, ini latihan terakhir kamu. Aku dengar kabar pertandingan kuda sudah selesai, dan Grace juga menang dalam pertandingan kuda tadi melawan Yhing Yhi. Dan sekarang kamu juga harus memang berturut selama 3 kali, agar kamu bisa memang pertandingan hari ini"gumam lian yin, mengingatkam Yiwen.


"Baiklah, tapi aku ingin kamu selalu menemaniku"ucap Yiwem tersenyum, ia menjijitkan kakinya menggapai kepala Lian yin dan mengusapnya lembut.


"Aku ingin mengusap kepala kamu"gumam Yiwen, mencubit pipi menggemaskan milik Lian yin.


"Kamu jahil banget ya"gumam Lian yin.


"Jahil gimana?" tanya Yiwen menggoda.


"Sudah sekarang lanjutkan latihan, ku akan duduk di belakang melihat kamu latihan, hanya butuh waktu 5 menit kita latihan. sudah gak ada waktu banyak lagi"gumam Lian yin.


"Baiklah, bawelku"gumam Yiwen, segera meraih busurnya kembali. Dan Lian yin duduk di belakang melihat yiwen mencoba berlatih kembali.


Lian yin tersenyum melihat kemajuan Yiwen yang semakin cepat, jika seperti ini terus maka kamu akan bisa jadi paling ahli dalam memanah, dam tidak ada yang bisa menyayangi kamu, gumam Lian yin.


"Yee... aku bisa"teriak Yiwen meloncat kegirangan. Dan akhirnya latihannya bisa membuahkan hasil juga.

__ADS_1


"Sekarang kamu cepat pergi ke pertandingan lebih dulu, aku akan menyusul kamu nanti."ucap Lian yin.


"Baiklah"ucap yiwen, segera berlari menuju ke pertandingan. Karena pertandingannya pertama. Dan yang ia hadapi adalah Grace, entah dia bisa mengalahkannya atau tidak.


__ADS_2