Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Lian yin dan Yiwen


__ADS_3

Yiwen yang sudah selesai bersih-bersih ia segera menguping apa yang di bicarakan Lian yin dengan Lay dibbalik teleponnya. Ya, meskipun ia tidak bisa mendengar semua yang di bicarakan mereka. Tapi setidaknya ada sedikit pembicaraan yang ia dengar. 


Yiwen berjalan menghampiri Lian yin, seakan ia berpura-pura membersihkan kamar tidur. dengan memasang pendengaran tajamnya untuk mendengarkan apa yang di katakan Lian yin.


"Gimana tentang perusahaan, apa semua sudah stabil? Dan Changmin apa sudah bertindak dengan cepat? Kamu harus suruh Changmin untuk segera menyetabilkan pasar saham kita. Dan soal penyerangan aku sudah paham siapa dalang di balik semuanya. Kamu juga harus tetap lanjutkan penyelidikan. Jika ada pengawal yang tertangkap segera bawa dia dan paksa dia untuk bicara siapa yang menyuruhnya. Dan kumpulkan semua bukti yang ada" ucap Lian yin dengan nada seriusnya ia tidak bisa tinggal diam. Saat semua dalam kondiri sulit. Tapi ia hanya bisa bergantung dengan Changmin dan Lay sekarang. Mereka satu-satunya harapan Lian yin. Saat ia hanya bisa bekerja di dalam rumahnya memantau keadaan perusahaan dari laptopnya. 


Yiwen yang mendengar hal itu terkejut. Tidak menyangka kalau Lian yin memang benar tidak berbicara tentang Grace, yang ia khawatirkan sekarang adalah perusahaannya. Sepertinya aku harus minta bantuan ayah aku. Dia pasti bisa nengatasi semuanya. Dalam pikiran Yiwen selalu bekecamuk tentan Lian yin. 


Yiwen segera mengambil ponselnya, dan mengirimkan pesan bantuan pada Ayahnya tanpa sepengetahuan Lian yin. Ia ingin membantunya secara diam-diam. Sepertinya ayahnya juga tidak akan menolak, lagian Yiwen adalah anak kesayangannya. Dan Lian yin adalah suamiku.


"Syang kamu lagi apa?" Tanya Lian yin yang sadar jika Yiwen sedang memegang ponselnya.


Yiwen yang terkejur langsung, menghapus segera pesan yang di kirimkan pada ayahnya. Dan meletakkan kembali ponsel itu di atas ranjang.


"Eh.. syang kamu sudah selesai bicara dengan Lay." Ucap Yiwen, mengalihkan kecurigaan Lian yin. 


"Sudah kok, apa kamu sudah selesai juga kalau bersih-bersih?" Tanya Lian yin meletakkan ponselnya di atas ranjang.


"Sudah, semua sudah beres, dan bersih semua" ucap Yiwen dengan perasaan bangganya pada dirinya sendiri. 


"Kalau sudah cepat mandi, sudah jam segini syang." Ucap Lian yin duduk di ranjangnya.


Yiwen menatap jam dinding, jarum jam menunjukan pukul tujuh malam. "Kenapa cepat banget jamnya" ucap Yiwen. "Aku kira tadi maaih jam lima syang" lanjutnya.


"Sudah buruan mandi" gumam Lian yin. 


"Kenapa gak kamu duluan syang" ucap Yiwen


"Gimana kalau kita berdua saja, mandi bersama. Sudah lama kita tidak berendam berdua syang" Ucap Lian yin menggoda, dengan jemari tangan mengusap lembut wajah Yiwen 


"Gak mau!" gumam Yiwen. 


"Kenapa gak mau, bukannya kamu curiga dengan aku. Kalau aku akan menghubungi Grace. Dari pada kamu curiga aku diam-diam mengirim pesan atau apapun. Lebih baik kita pergi mandi berdua saja." Ucap Lian yin. 


Yiwen terdiam, ia bingung gimana Lian yin tahu jika Yiwen curiga padanya. Hemm entahlah.. apa aku harus menuruti apa kata dia, untuk mnadi bersama atau aku tolak saja, yiwen terus menggerutu dalam hati.


Lian yin yang merasa istrinya itu kelamaan mikir, ia seggera mengangkat tubuh Yiwen dan masuk ke dalam kamar mandi berdua. Menutup pintunya rapat. Dengan sangat hati-hari Lian yin menurunkan Yiwen. Dan segera melepaskan helaian benang yang menutupi tubuh mereka.


"Aku mau keluar" ucap Yiwen, mencoba untuk oergi dari Lian yin.


"Keluar kemana syang?" Ucap Lian yin menarik tangan istrinya itu masuk ke dalam dekapan hangatnya. ia memegang tangan Yiwen, dengan tangan satunya memega pinggang rampingnya. Ia mengecup lembut bibir Yiwen agar tidak banyak bicara lagi, Lian yin membungkam mulutnya dengan benda kenyal miliknya. 


Lian yin semakin memperdalam kecupannya hingga, membuat Yiwen tak bisa berkutik lagi. 


1 jam berlalu..


Lian yin dan yiwen segera keluar dari kamar mandi. Mereka berendam berdua dalam bathup, menbuat Lian yin kali ini merasa tenang, masalah seakan sudah hilang. tak hanya berendam mereka melakukan hubungan yang baisa mereka lakukan. Tanpa ada penolakan dari masing-masing.


mereka keluar menuju ke kamarnya. Baju juga sudah di siapkan Lian yin ri atas ranjangnya.


"Syang apa yang kamu lakukan?" Tanya Yiwen. 


"Aku mau pakaikan kamu baju syang" gumam Lian yin. "Atau kamu begini saja, dan lnagsung tidur" lanjutnya.

__ADS_1


" gak mau, enak kamu syang" gumam Yiwen. 


"Enak gimana syang, kalau aku minta juga sudah kewajiban kamu ngasih" gumam lian yin. 


" udah sini aku mau oakai baju sendiri" ucap Yiwen meraih bajunya. 


"Kamu tidir saja duluan. Aku masih ada pekerjaan yang harus aku lakukan. Kamu jangan kemana-mana ya syang. Jangan pergi lagi, tau diam-diam kamu menghubungi Mei." Sindir Lian yin. 


"Baiklah, tapi bentar inu baju apa syang?" Tanya Yiwen mengangkat bajunya yang seakan bukan miliknya. 


" Itu memang aku sengaja bawa syang, aku selipkan di beberpa baju aku. Eh kamu yang ambil kemarin. Jadi aku ingin kamu pakai langenerin syang" ucap Manda. 


"Gak mau, mana baju aku syang" ucap Yiwen, mengulurkan tangan dengan tatapan tajamnya. 


"Baju kamu aku rendam, biar kamu gak pakai baju itu" ucap Lian yin.


Yiwen memukul dada Lian yin. " syang kenapa kamu rendam" gumam Yiwen kesal.


"Udah pakai itu saja. Nanti selesai kerja aku mau bentar saja syang" ucap Lian yin. "Gak apa-apa kan sekali manjakan suami kamu ini" lanjutnya. 


"Tiap hari bukannya sudah di manjain" ucap Yiwen dengan terpaksa memakai baju yang di bawakan Lian yin.


Lian yin terpanah saat melihat kemolekan tubuh Yiwen yang sangat menggodanya. Ia benar-benar membuatnya tak bisa bekedip. 


Merasa terpancing Lian yin memeluk tubuh Yiwen dari belakang. "Syang kamu sangat menggoda pakai ini" gumam Lian yin, mengecup telinga Yiwen. 


Yiwen melepaskan tangan Lian yin yang merengkuhnya. Ia membalikan badanya. Menjinjitkan kakinya mengecup bibir Lian yin, di balas dengan kecupan dalam dari suaminya. Dengan tangan menjelajahi kemolekan tubuh Yiwen.


Yiwen hanya diam, menikmati apa yang Lian yin lakukan. Tiba-tiba ia teringat sesuatu tentang ayahnya tadi. Ia penasaran dengan jawaban ayahnya nanti. "Syang sudah" ucap Yiwen, mendorong pelan tubuh Lian yin. 


"Bukannya tadi di kamar mandi kamu sudah syang. Besok lagi saja ya" ucap Yiwen. 


"Aku mau nanti malam syang, aku selalu ingin meraskan tubuh kamu" ucap Lian yin. 


"Udah sekarang kamu kerjalan pekerjaan kamu. Nanti Lay juga sudha menunggu kamu." Ucap Yiwen. 


"Baiklah, kamu tidur dulu ya" ucap Lian yin, mengecup kening istrinya itu. 


~


Di sisi lain di rumah besar milik Lian yin. Mei membantu Grace untuk. Membasuh tubuhnya, dan Lay menunggunya di luar kamar Grace. Dengan berdiri tanpa berani masuk ke dlaam kamarnya. 


"Kenapa kamu di luar, di mana mei" tanya Changmin. 


"Dia di dalam, lagi basuh tubuh Grace" ucap Lay. "Kamu jangan masuk" lanjutnya dengan tangan menghalangi Changmin untuk masuk


"Siapa juga yang mau masuk" gumam Changmin. "Lagian kenapa kamu sangat khawatir jika aku masuk. Apa sepertinya kamu khawatir aku melihat pacar kamu itu ya?" Tanya Changmin menggoda. 


"Dia bukan pacar aku, dia hanya teman aku bukan pacar. Ingat itu" ucap Lay dengan pandangan kesalnya. 


"Baik-baik, sekarang memang bukan pcara. Tapi entah emtar kamu bisa suka dengannya. Dan tiba-tiba kamu jatuh cinta terus melamarnya. Maka kamu akan jadi pewaris ketua mafia Timur" ucap Changmin. 


"Kenapa kamu tahu jika Grace anak ketua mafia Timur?" Tanya Lay menatap bingung ke arah Changmin. 

__ADS_1


"Aku sudah tahu bukannya dia yang bilang sendiri pada Mei" ucap Changmin. 


"Oo.. apa saja yang di ceritakan?" Tanya Lay dengan wajah juteknya. 


"Hanya itu, emangnya apalagi yang akan dia ceritakan. Atau memang kalian pacaran diam-diam ya?" Goda Changmin.


Lay menghembuskan napasnya kesal. "Terserah apa kata kamu" ucap Lay. 


Tokk.. Tokkk.. Tokk..


"Mei kamu sudah selesai belum?" Teriak Changmin dari balik pintu.


"Sudah, Lay di depan suruh masuk saja." Balas Mei.


Tanpa banyak bicara Changmin segera mendorong tubuh Lay agar masuk ke dalam. "Kamu jaga Grace, aku mau pergi dengan Mei. Ada hal yang aku mau selesaikan berdua dengannya" ucap Changmin berjalan mendekati Mei, dan menarik tangannya untuk segera pergi meninggalkan Grace dan Lay sendiri. Agar dia bisa berdua dan berbincang berdua. 


"Aku pergi dulu" ucap Changmin melambaikan tangannya pada Lay di balas dengan tatapan kesalnya.


"Dasar mereka selalu saja di saat seperti ini pergi kencan" ucap Lay kesal. Ia menatap ke arah Grace yang berusaha untuk duduk. Demgan segera Lay membantunya. "Hati-hati" ucap Lay. 


"Apa kamu sudah makan?" Tanya Lay, di balas dengan gelengan kepala oleh Grace. 


Tanpa banyak bicara lagi, ia segera mengambil makanan di meja, dan mulai suapin Grace yang duduk bersamdar di ranjang. 


"Kenapa kamu mau membantuku?" Tanya Grace bingung. 


"Bukannya kamu sudah tahu sendiri" ucap Lay. 


"Maksud kamu?" Tanya Grace bingung. 


"Kamu kenal aku bukannya sudah lama, dan juga sebaliknya aku juga kenal kamu sudha lama" ucap Lay. 


"Kamu apa Xing Lay, teman Lian yin wkatu SMA, kamu yang pernah di selamatkan Lian yin dari pengeroyokan dulu?" Tanya Grace nemastikan. 


"Iya, kita sudah lama kenal kamu masih saja tidak tahu. Kamu dan Lyli berteman akrab dulu. Apa sekarang kamu tahu di mana kepergiannya" ucap Lay. 


"Kamu berbeda, benar-venar beda dari kamu yang dulu. Membuatku tidak biaa mengenalimu" ucap Lay. "Aku tidak tahu kemana dia pergi, semenjak kita berantem dulu. Aku gak pernah berbicara dnegannya lagi" ucap Grace. 


"Oo.. aku kira kamu akan tahu keberadaanya. Karena kabarnya dia memang bersekongkol dengan ayah kamu." Ucap Lay. "Dan memangnya aku berbeda gimana" lanjutnya. 


"Kamu lebih tampan. Soal Lyli aku tidak tahu. Aku saru minggu di rumah sakit. Yidak mendnegar sama sekali kanar darinya" ucap Grace.


Lay terus menyuapi Grace dengan mulut yang tak berhenti bertanya dengannya. "Ya sudah lupaka saja tentang Lyli. Habis makan jangan lupa minum obat" ucap Lay. 


"Baiklah, makasih" ucap Grace. 


"Makasih buat apa lagi?" Tanya Lay bingung. 


"Kamu sudah biak dengan aku, aku beruntung bisa bersama lagidengan kalian." Ucap Grace, ia memegang tangan Lay. "Aku mohon padamu jangan bawa aku ke tempat ayah aku lagi, ak ingin di sini" ucap Grace memohon.


"Baiklah, tapi kamu harus menuruti apa perintah di sini. Kalau aku menyuruh kamu tetap diam di sini. Kamu tetap tinggal di sini, jangan kemana-mana, tau bernecana kabur lagi" ucap Lay, meletakkan piring kosong di atas meja. Ia segera mengambilkan obat penghilang nyeri yang di berikan dokter. Dan membantu Grace untuk meminumnya. 


"Istirahatlah" ucap Lay bangkit dari duduknya. 

__ADS_1


"Baik" ucap Grace tersenyum tipis. Lay membantu Grace membaringkan tubuhnya lagi ke atas ranjang. Dan beranjak pergi meninggalkan Grace sendiri. 


Lelaki yang aneh, dulu dia sangat suka bergaul.dengan siapa saja. Tapi kenapa dia jadi aneh, tanpa banyak bicara lagi. Dan wajahnya juga terlihat dingin, batin Grace yang mulai mematikan lampu di meja sampingnya.


__ADS_2