
1 hari kemudian sebuah acara besar di adakan di kota barat kota dengan teknologi paling canggih di bandingkan kota lainnya.
Di sana tempat berkumpulnya mafia raksasa yang terkenal di penjuru dunia.
Chengyi membuat sebuah acara besar untuk penyambutan Ywen dan Feng yin di negaranya. Bukan tak biasa baginya menyambut seseorang jika mereka masuk ke dalam rumahnya.
Namun ini pertama kalinya Chengyi akan mengundang Lian yin dan kawan kawan untuk datang ke dalam acara. Bukan karena hanya ingin mengundang tapi karena kesengajaan luhan mengundang Lian yin.
Ia ingin tahu seberapa besar nyali Lian yin masuk ke dalam kediamanya. Apalagi tanpa senjata, karena nantinya setiap tamu yang masuk di larang membawa senjata apa pun. Di depan pintu sudah ada penjaga untuk mengecek siapa saja yang masuk dan keluar dari acara itu. Agar tetap aman dan terkendali acara itu sampai akhir.
Sebanarnya sudah lama Chengyi mengenal Lian yin namun baru kali ini ia mengudangnya ke acara yang ia selenggarakan. Kalau bukan karena Yiwen ia tidak mungkin mau mengundang Lian yin. Lian yin terkenal selalu bikin masalah di setiap penyelenggaraan pesta. Dan saat itu Chengyi yang suka kedamaian tak mau bikin acaranya berantakan saat mengundangnya nanti.
Chengyi terkenal dingin dan sadis jika ada seseorang yang berani menentangnya. Apalagi ada orang berbuwat jahat dengan orang lain di depan matanya tak segan ia menembaknya sekaligus. Karena ia tidak mau kota yang ia tinggali penuh dengan tindakan kriminal penyiksaan dll.
--0o0--
Di balik kamar yang luas Yiwen sedang bersiap untuk berdandan. Sudah ada beberapa orang suruhan Chengyi untuk membuat ia tampil Cantik nantinya. Namun bukannya hanya enak di pandang karena ia tidak mau yiwen di hina oleh orang lain karena penampilannya.
Chengyi juga sudah menyiapkan beberapa gaun untuk Yiwen. Tergantung ia memakai gaun apa nantinya.
"Jangan make up, aku terlalu tebal aku tidak suka" pungkas Yiwen
"Baik non"
Hanya butuh satu jam Yiwen sudah berubah jadi wanita cantik yang tidak akan di kenali beberapa orang. Bahkan lebih cantik di bandingkan artis tekenal.
"Apa ini benar aku yang ada di depan kaca" pungkas Yiwen menatap kaca. Ia memegang ke dua pipi mulusnya menatap kagum pada dirinya sendiri.
"Aku gak percaya bisa secantik ini seperti dalam mimpi" pungkas Yiwen melanjutkan ucapanya. Ia tak berhenti memuji dirinya sendiri di depan kaca.
"Iya, non. pasti jadi wanita paling cantik di dalam pesta" pungkas salah satu tukang make up di sampingnya.
"Sekarang waktunya untuk memilih gaun yang cocok" sambung salah satu tukang make up lainya.
Yiwen beranjak berdiri ia segera memilah dan memilih deretan gaun berbagai macam model, dan warna yang berbeda.
"Aku bingung cocok pakai gaun yang mana" Gumam Yiwen mengerutkan bibirnya dengan tangan masih memilih.
"Gimana kalau pakai gaun ini non" pungkas orang di sampingnya menunjukan sebuah gaun putih yang sangat elegan.
"Baiklah aku coba," Yiwen meraih gaun itu dan masuk ke dalam kamar mandi untuk mencoba gaunnya.
Sudah selesai memakai gaun putih yang sangat pas dengan lekuk tubuhnya. Ia terlihat lebih seksi dan cantik. Yiwen berdiri di depan kaca menatap dirinya sendiri yang begitu sempurna berbalut gaun indah di tubuhnya.
__ADS_1
Tok..tok..tok.."
Suara ketukan pintu membuat yiwen terkejut.
"Yiwen apa di dalam" teriak Feng yin.
"Iya. Bentar lagi aku keluar" pungkas Yiwen dengan nada tinggi.
"Baiklah aku tunggu kamu" Jawab Feng yin.
Tak lama Yiwen keluar dari kamar Mandi membuat mata Feng yin terbelalak seketika. Selama ia pacaran dengan Yiwen bertahun tahun baru kali ini ia melihat Yiwen terlihat sangat cantik dengan balutan make up mahal di wajah cantiknya. Dan gaun yang begitu pas dengan lekuk tubuhnya.
"Feng yin?" pungkas Yiwen mengibaskan tangannya ke wajah tao yang duduk di ranjangnya.
"Eh iya..." Feng yin tersadar dari lamunannya.
"Gimana penampilanku" pungkas Yiwen mengibaskan memutar ke kanan dan kiri.
"Super duper cantik " lata Feng yin memuji, dengan tersenyum mengangkat ke dua jempolnya ke atas.
"Benarkah??" Yiwen terdiam seketika ia merasa tidak yakin dengan jawaban Feng yin.
"Benar ngapain juga aku bohong denganmu" Feng yin beranjak dari duduknya mencubit hidung mungil Yiwen.
Ia menekuk tangan kananya ke pinggang ia memberi kode pada Yiwen untuk memeluk tangannya.
Tak berapa lama terdengar suara hentakan kaki menuju ke kamar Yiwen.
"Sudah siap!" ucap Chengyi terlihat sangat tampan hari ini membuat Mata Yiwen tak bisa berhenti memandang.
"Ih Yiwen.. kenapa kamu memandangnya. Ingat kamu harus benci dengannya" pungkas Yiwen dalam hatinya.
Yiwen hanya tersenyum tipis pada Chengyi menandakan ia sudah siap. Chengyi mengulurkan tangan kananya pada Yiwen. Namun Yiwen hanya terdiam berjalan lurus menyenggol tangan Chengyi beranjak keluar lebih dulu.
Chengyi tersenyum tipis dengan sigap ia memegang tangan yiwen di belakangnya. " Kamu mau kemana?" pungkas Chengyi dengan nada datarnya.
"Ada orang ternyata. Maaf aku gak lihat tadi" pungkas Yiwen dengan lirikan tajam.
Yanpa perdulikan kekasih Yiwen di belakangnya. Ia menarik tangan Yiwen agar merengkuh tangan kananya berjalan keluar dari kamar menuju tepat pesta yang berada di lantai bawah.
Meskipun pandangan Feng yin merasa sangat risih dengan perlakuan luhan dengan Yiwen. Ia mencoba untuk tetap tenang agar tak terlihat jika ia cemburu.
"Lepaskan aku" Yiwen mencoba menarik tangannya, namun Chengyi semakin memegangnya erat membuat ia tak berkutik.
__ADS_1
Mereka turun dari tangga menuju ke pesta. semua mata tertuju padanya. Bagaimana tidak ia terlihat sangat cantik bagaikan seorang putri. Dan berjalan bersama dengan luhan terlihat sangat serasi.
"Selamat pagi tuan" sapa para pelayan yang berbaris menyambutnya. Dan sudah ada beberapa tamu yang hadir di sana. Tak lupa lian yin ternyata juga sudah datang bersama dengan Yhing yhi menikmati jamuan yang ada di meja. Dan terlihat mereka sedang berbincang dengan tamu lain.
Entah apa yang mereka bicarakan di sana. Yiwen yang melihatnya membuat ia merasa sangat geram. Apa lagi melihat Yhing yhi terus memegang tangan Lian yin yang membuat ia semakin kesal di bakar rasa cemburu. Ingin rasanya menuangkan sebotol minuman itu ke tubuh Yhing yhi.
"Kenapa dia juga datang" gumam Yiwen lirih.
"Dia aku yang undang, lebih baik kita ke sana menyambut mereka" Pungkas Luhan berjalan menghampiri lian yin.
"Selamat datang tuan yin" pungkas Chengyi mengulurkan tangannya ke arah Lian yin.
Meski terlihat tidak terlalu suka dengan luhan. Lian yin terpaksa menerima uluran tangan Chengyi dengan senyum tepaksa nya.
"Apakah ini calon istri kamu?" tanya lian yin dengan senyum terpaksa. Ia tak mengenali Yiwen sama sekali.
"kenapa sepertinya aku kanal denganya tapi siapa?" batin lian yin.
"Iya," Jawaban Chengyi tak di tolak oleh Yiwen ia tak mendengar jelas ucapan mereka. Pandangannya tertuju pada Yhing yhi.
Yiwen hanya terdiam menahan emosinya melirik tajam ke arah Yhing yhi. Ia tahu jika mereka pasti tidak akan mengenalinya kali ini. Maka ini saat nya ia memberi pelajaran dengan Uhing yhi.
"Lepaskan aku sebentar" bisik Yiwen pada luhan di sampingnya.
Tanpa memikirkan lagi Chengyi melepaskan tangan Yiwen.
Yiwen segera berjalan menuju ke arah Yhing yhi. "Gimana kalau kita berbincang di sana. Biarkan para lelaki kita ngobrol berdua" Pungkas Yiwen menggandeng tangan Yhing yhi berjalan menjauh dari lian yin.
Tanpa menolak Yhing yhi dengan senang hati mengikuti setiap langkah Yiwen.
"Silahkan di coba hidangan yang ada" Pungkas Yiwen . Meraih dua gelas minuman denga mata memutar melihat sekelilingnya. Kebetulan ada seorang pelayan yang akan lewat menuju ke arahnya. Ia segera melaksanakan aktiknya berjalan mundur agar pelan agar pelayan itu menabraknya.
"Upsss" dua gelas minuman itu tumpah tepat di wajah dan baju Yhing yhi membuat make up nya rusak dan apa lagi bajunya basah kuyup.
"Maaf non" pungkas pelayan
"Udah gak papa, cepat pergilah" pungkas Yiwen. Ia tahu jika Yhing yhi pasti sangat marah dengan pelayan itu nantinya.
"Maaf aku gak sengaja tadi" Yiwen membantu Yhing yhi membersihkan bajunya.
"Udah gak papa, aku bisa ganti baju" ucap Yhing yhi berakting seolah dia jadi orang baik. Ia berlari pergi menjauh dari pesta menuju kamar mandi.
"Hemzz ini baru awal Yhing yhi" Gumam Yiwen berjalan kembali menuju ke arah Chengyi dan Lian yin.
__ADS_1