
“Yin, kamu gak kasihan dengan mereka, kenapa harus mereka yang bayar”ucap Yiwen, mendongakkan kepalanya menatap Lian yin yang lebih tinggi darinya.
“Sudahlah, makanannya gak teralalu mahal juga, mungkin hanya habis beberapa saja. Mereka sanggup baya itu semua”ucap Lian yin santainya.
“Tapi kasihan juga”ucap Yiwen.
"Sudahlah, tenang saja, kenapa kamu harus kasihan dengan Lay. Aku akan transfer uangnya nanti. Mana mungkin aku menyuruh mereka membayar sekian banyaknya makanan itu. Lagian kamu juga pesan banyak makanan.”ucap Lian yin, memandang wajah Yiwen yang berdiri di sampingnya, ia mencubit pipi menggemaskan Yiwen.
Yiwen menarik napasnya lega, “Hah.. ya, sudah kalau kamu mau bayar, lagian aku yang makan banyak tapi kamu gak mau bayar."ucap Yiwen.
" Sekarang kamu tahu di mana orang yang mengikuti kita itu”Tanya Yiwen, melirik tajam, menoleh ke belakang, ia melihat ada yang mencurigakan di belakang mereka. Tapi hanya sekilas seakan seperti bayang yang lewat.
Tak ada hal mencurigakan di belakang, apa orang itu sudah pergi atau mereka menyebar dan mengikuti Lay juga, hal itu yang masih dalam pertanyaan di dalam otak Yiwen.
"Mungkin begitu"ucap Lian yin. Yak ada jawaban dari Yiwen.
“Kenapa kamu diam syang”Tanya LIan yin pada Yiwen, yang masih sibuk menatap sekelilingnya.
“Diamlah, aku mau mencari di mana keberadaan mereka sekarang, jangan ganggu kosentrasiku.”ucap Yiwen, menghentikan langkahnya sejenak, lalu memejamkan matanya. Mencoba mendeteksi dengan pendengaran tajamnya. “Aku mendengar suara langkah kaki, berjalan ringan dengan hentakan tipis, dia sangat hati-hati, dengan langkah sangat teliti di balik kerumunan orang di belakang kita.”Ucap Yiwen. “Langkah yang semakin cepat, namun ringan tidak menimbulkan hentakan berjalan semakin dekat menghampiri kita”ucap Yiwen, seketika langsung menoleh ke belakang kompak dengan Lian yin.
Merasa telah ketahuan, seorang yang mengikuti Lian yin dan Yiwen itu berlari, menerobos kerumunan banyak orang pejalan kaki, yang mau jalan-jalan menuju ke pasar yang tak jauh di sana.
“Heh,, kamu berhentilah.”teriak Yiwen. Berlari mengikuti orang itu.
“minggir-minggir”ucap Yiwen menerobos kerumunan orang banyak itu.
“Maaf tolong minggir”lanjut Yiwen, ia tak sengaja menabrak seseorang dan beranjak melanjutkan larinya.
Yiwen berhenti sejenak , mencoba mencari jalan pintas. “Kamu kejar dia, aku akan menunggu dia di ujung jalan, kamu pancing dia masuk ke dalam pasar, aku akan segera ke sana.”ucap Lian yin dengan nada buru-buru. Menepuk punda yiwen dari belakang.
“Baiklah”ucap Yiwen, yang langsung melanjutkan larinya mengejar orang itu, dan Lian yin memotong jalan, mencari jalan pintas untuk menangkap orang misterius yang selalu nengejarnya itu.
“Heh.. Berhenti! Jangan lari!”teriak Yiwen.
Orang misterius itu terus berlari menjauh, hingga behenti tepat di depan Lian yin.
“Kamu mau kemana lagi sekarang?”ucap Lian yin, mencoba melawan orang itu, hanya dengan beberapa gerakan perlawanan. Ia bisa meraih masker yang di gunaka. “Kamu?”ucap Lian yin, membelakkan matanya, melihat seorang wanita yang mengikutinya dengan Lian yin.
“Pantas saja, kamu bisa mengimbangi bela diriku. Ternyata kamu”ucap Lian yin, yang harus mengeluarkan bela dirinya. Hanya untuk melawan seorang wanita.
__ADS_1
"Siapa kamu sebenarnya, kenapa bela dirimu seprtinya aku kenal?" tanya Lian yin berjalan mendekati wanita itu, dan hanya di balas senyuman tipis.
“Siapa?”Tanya Yiwen betlari ke arah Lian yin.
Yiwen langsung berjelan mendekati Lian yin, namun wanita itu berlari, dan berhasil lolos dari Yiwen, dan belum sempat Yiwen melihat wajahnya.
“Siapa dia?”Tanya Yiwen pada Lian yin.
“Dia Grace, tapi aku bingung, kenapa dia mau susah paya mengikuti kita. Dan tidak menyuruh orang lan.”ucap Lian yin.
“Benar juga kata kamu"ucap Yiwen, dengan pandangan ke atas mencoba berpikir sejenak.
"Aku semakin yakin jika dia mengincar kamu, dan ingin berniat untuk menyingkirkan ak dari sisi kamu, karena tidak mungkin seorang anak dari orang yang berpengaruh di sini, susah payah sendiri mengintai kita. Aku ykin jika dia ingin mencari informasi tentang kamu sendiri, atau mungkin sebelumnya kamu pernah kenal dengan dia. Tapi aku beri saran padamu, bicaralah berdua dengannya.”Lanjut Yiwen.
“Bicara dengannya?”ucap Lian yin.
“Iya, kamu besok cari kesempatan untuk bicara dengan dia berdua, aku gak akan cemburu kok asalkan kamu tidak macam-macam dengan wanita itu, dan hanya bicara saja, tidak lebih.”ucap Yiwen.
“Tapi benar kamu gak cemburu nanti syang?”Tanya Lian yin, melirik ke arah Yiwen.
“Cemburu kalau kamu berlebihan dengannya”ucap Yiwen tersenyum tipis.
“Entah”ucap Yiwen.
“Ya, kamu ini ya. Bikin solusi tapi malah ngambek”ucap Lian yin, mencubit hidung Yiwen yang terlihat memerah karena cemburu sebenarnya. Tapi ia tidak bisa berkata jujur pada Lian yin, dan lagian dia juga mau Lian yin segera menyelesaikan masalahnya dengan Grace. Sebenarnya juga mereka sama-sama tidak tahu masalah tentang apa bersama Grace. Dan Yiwen terpaksa harus merelakan Lian yin untuk menemui Grace dengan segera, ia ingin tahu apa alasan Grace mengejar-ngejar Lian yin, hingga dia bisa benci dengannya.
“Baiklah, besok aku akan menemui dia, tapi kamu beneran kan gak cemburu. Aku gak mau kamu sakit hati syang, makanya aku ijin kamu lebih dulu”Ucap Lian yin memegang ke dua tangan Yiwen.
“Enggak, asal itu buat kebaikan kita juga syang”ucap Yiwen dengan senyum manisnya.
“Ya, sudah sekarang kita mau kemana, mobil kita masih di restaurant”ucap Lian yin yang teringat mobilnya masih ketinggalan di restaurant tempat ia makan tadi. Tapi entah sudah di bawa Lay atau belum.
“Sudah entar saja diambil, aku mau jalan-jalan ke pasar dulu, sepertinya pasar malam di sini sangat ramai, aku ingin beli sesuatu”ucap Yiwen, yang mulai melangkahkan kakinya pergi menjauh dari Lian yin.
Dengan segera Lian yin, meraih tangan Yiwen, menggegamnya erat, “Jangan pergi jauh dariku”ucap Lian Yin.
Yiwen menatap ke arah Lian yin, tersenyum tipis ke arahnya. “Kamu mau beli apa, baju wanita sekalian ya”ucap Yiwen, dengan tatapan menggoda ke arah Lian yin, Yiwen tak bisa menahan senyumnya, membayangkan jika Lian yin, menggunakan gaun wanita. Dan make up seperti wanita, pasti sangat cantik, seakan pikiran Yiwen selalu membayangkanhal itu tak hentinya, dan terus mentap Lian yin dengan senyum tipisnya melihat wajah Lian yin,.
“Kenapa kamu melihatku seperti itu?”Tanya Lian yin.
__ADS_1
Yiwen tersenyum, “Gak apa-apa, hanya lucu saja”ucap Yiwen.
“Lucu gimana?”Tanya Lian yin bingung.
“Aku membayangkan wajah kamu saat make up jadi wanita, dengan gaun wanita, pasti akan terlihat cantik”ucap Yiwen, yang masih menatap wajah Lian yin.
Lian yin, mengusap lembut kepala Yiwen, dan mengacak-acak rambutnya. "Kalau bukan karena kamu, aku gak akan mau melakukan hal bodoh itu. Aku rela melakukan semuanya demi kamu, demi keselamatan kamu syang”ucap Lian yin, mencubit pipi Yiwen yang terlihat cabi.
“Iya, deh. Tapi kamu jangan cari kesempatan jika menyamar sebagai wanita, awas saja kalau kamu mencari kesempatan dekat dengan wanita lain”ucap Ywen, yang mulai menghentikan langkahnya. Duduk di kursi pinggirjalan menatap angsung ke arah danau di depannya, duduk membelakangi keramaian pasar.
“Iya, syan. Siapa juga yang mau dekat dengan wanita lain”ucap Lian yin.
“Ya, siapa tahu ada wanita cantik, dan Grace juga canti, berbakat lagi”gumam Yiwen, kesal dengan tangan bersendekap.
“Tapi, bagiku wnita paling cantik itu hanya istriku, yang bawel ini”ucap Lian yin, duduk di samping Yiwen, merengkuh pudak Yiwen, dengan tangan Kenan menyandarkan kepala Yiwen di pundaknya.
“Aku harap kamu bisa berbicara itu seterusnya”ucap Yiwen, menatap pindahnya pemandangan danau di depannya.
“Jangan pernah berpikir aku akan berpaling, apa kamu tahu perngorbananku dulu yang pernah aku lakukan.”ucap Lian yin, mengusap lembut kepala Yiwen.
“Ya, enggak tahu syang, lagian itu dulu. Aku sudah gak ingat semuanya.”ucap Yiwen.
“Tapi entah kenapa, meskipun aku hilang ingatan, sekarang aku merasa sangat nyaman dekat kamu, aku mulai bisa menganggap kamu sebagai suami aku.”ucap Yiwen.
“Ya, karena aku terlalu lembut padamu, hingga kamu mulai tergila-gila denganku. Atau aku terlalu tampan?”ucap Lian yin dengan percaya dirinya, manatap kea rah Yiwen di sampingnya.
“Tampan di lihat dari mana ya?”ucap Yiwen, mengerutkan alisnya, menatap detail wajah Lian yin.
Sebenarnya sih dia tampan, tapi aku mau jika mengucapkan terus terang dengannya, nanti malah dia kepedean lagi, gumam Yiwen dalam hatinya.
“Benar aku gak tampan, tapi cara kamu melihatku, wajah kamu terlihat memerah’Ucap Lian yin, mencolek pipi Yiwen.
“Apaan sih, udah ayo balik”ucap Yiwen, Lian yin menarik tangan Yiwen yang mau beranjak berdiri, hingga ia terjatuh tepat di depan tubuh Lian yin yang masih duduk, dan benda kenyal menempel di bibir lian yin. Yiwen yang terkejut melebarkan matanya, dan duduk kembali dengan tangan memegang dadantya yang tiba-tiba berdegup sangat cepat.
“Kenapa dengan jantungku”ucap Yiwen dalam hatinya, dengan tangan memegang dadanya, mencengkram erat bajunya.
“Kamu kenapa syang?”Tanya Lian yin.
__ADS_1