Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Mandi


__ADS_3

Keesokan harinya, Yiwen yang sudah tersadar dari tidurnya, karena pantulan sinar matahari pagi yang menembus langsung ke wajahnya membuat ia langung terbangun.


"Emmmm.. udah pagi"gumam Yiwen mengusap ke dua matanya yang terasa penuh kotoran yang menempel. Matanya memutar melihat sekeililing ruangan kamarnya, dan pandangannya berhenti di sampingnya.


Lian yin masih tertidur dengan posisi duduk, merengkuh perutnya erat. "Ternyata dia tidur di sini semalaman." ucap Yiwen menyilakan rambut Lian yin yang menutupi wajahnya.


"Wajah yang begitu sangat polos saat tertidur, dia tidak terlihat garang jika seperti ini, dan wajahnya juga sangat tampan."gumam Yiwen terus menatap detail ukiran wajah tampan Lian yi. yang masih tertidur lelap dengan kepala bersandar di pinggiran ranjangnya.


Sebuah kecupan mendarat di kening Lian yin lembut. "Pagi sayang.."gumam Yiwen meskipun Lian yin, terlihat masih tidur.


"Sepertinya aku haru pergi dulu." ucap Yiwen beranjak berdiri.


"Kamu mau kemana?" tanya Lian yin memegang tangan Yiwen, namun matanya masih terpejam.


"Dia nginggau"gumam Yiwen.


Lian yin semakin merengkuh erat perut Yiwen. "Jangan pergi!!" gumam Lian yin.


"Nih orang kenapa sih aneh banget ngigaunya"Gumam Yiwen.


"Yin!!" panggil Yiwen.


"Heemmm.." gumamnya tanpa membuka mata bulatnya.


"Bangun dong." ucap Yiwen.


"Iya bentar aku juga mau bangun kok." gumam Lian yin yang masih sangat malas untuk membuka matanya. Ia segera beranjak di duduknya, menarik ke dua tangannya ke atas untuk merenggangkan otot-ototnya yang terasa sangat capek, tubuhnya benar-benar rasanya mau rontok tidur dengan posisi seperti itu semalaman.


ia mengusap ke dua matanya


"Kamu sudah dari tadi bangun." tanya Lian yin menatap wajah Yiwen yang masih duduk di ranjang.


"Gak juga, aku tadi lihat wajah kamu saat tidur itu lucu juga."goda Yiwen.


"Jadi kamu tadi menatapku ya, aku ingetin jangan terlalu lama menatapku. Nanti kamu cinta mati lo padaku." ucap Lian yin.


"Apa sih, udah mau pergi mandi dulu, sekarang waktunya tugas." gumam Yiwen.


"Tugas apa?" tanya Lian yin bingung.


"Emang kamu sudah lupa apa yang kita bicarakan semalaman." tanya Yiwen.


"Gak aku masih ingat kok, cuma masak harus sepagi ini, sih." ucap Lian yin.


"Pagi gimana syang ini tuh, sudah jam berapa, lihat jam deh mendingan." ucap Yiwen menarik kepala Lian yin untuk mentap Jack backer yang sudah menunjukan pukul 08.00.

__ADS_1


"Jam 8 kenapa kamu gak bangunin aku dari tadi." ucap Lian yin terlihat sangat panik.


"Emangnya ada apa?" tanya Yiwen.


"Kerja sayang, ada meeting hati ini. Oya dan ingat jangan berbuwat macam-macam dulu jika gak ada aku, tunggu sampai aku selesai meeting." ucap Lian yin mengingatkan.


Ia tidak mau Yiwen bertindak gegabah lagi, pertaruhkan nyawanya untuk tugas itu, bukannya dia gak mau Yiwen membantunya. Tapi Lian yin lebih perduli dengan keselamatan dia, tak mau Yiwen jadi sasaran musuh lagi.


"Iya deh." ucap Yiwen lemas. "Padahal-kan aku ingin melaksanakan itu tugas sekarang, segera pancing wanita itu." gumam Yiwen mengerutkan bibirnya.


"Memangnya kenapa syang antusias banget sama wanita misterius itu." ucap Lian yin.


"Aku khawatir jika nanti kamu di goda dengannya." ucap Yiwen polos.


Lian yin tertawa, ada saja istriku ini, mana mungkin sih syang. meskipun di goda aku juga tidak tertarik sama sekali. Aku sudah punya istri yang sangat cantik dari siapapun. Dan akunjuga sudah tidak tertarik lagi melirik wanita lain." ucap Lian yin.


"Benaran?" tanya Yiwen tak percaya dengan ucapan Lian yin.


"Udah kamu cepat mandi ikut aku ke kentor gak, biar kamu bisa pantau aku setiap harinya."ucap Lian yin.


"Kamu dulu yang mandi." ucap Yiwen.


"Mandi berdua saja." goda Lian yin.


"Gak mau!" ucap Yiwen tegas.


"Gak mau, udah deh jangan berpikir mesum seperti itu." ucap Yiwen.


"Siapa yang berpikir mesum sih, lagian di kamar mandi ada bathup dan shower. Lagian juga tempatnya gak berdekatan ada tirai penutup di dalam"ucap Lian yin.


Yiwen terdiam, wajahnya memerah gara-gara berpikir mesum lebih dulu. "Kenapa aku gak nyadar dari tadi ya" gumam Yiwem dalam hatinya.


"Udah ayo mandi gak? jadi ikut sekalian ke kantor apa gak? kalau enggak ya kamu di rumah saja" ucap lian yin beranjak menuju kamar mandi.


"Kalau aku gak ikut entar matanya jelalatan lagi sama wanita lain, ku gak mau, sepertinya aku jarus ikut sekarang"batin yiwen.


"Tunggu, aku ikut ke kantor. dan sekarang ayo mandi, tapi aku yang berendam di bathup kamu mandi di shower. tapi dengan satu syarat kamu gak boleh menatapku ataupun melirik ke arahku"gumam Yiwen.


"Iya terserah kamu deh"ucap Lian yin yang mulai menutup pintu kamar mandi. Yiwen menatap Lian yin canggung harus berada berdua di dalam kamar mandi bersamanya.


"Kamu jadi mandi gak? kanapa melamun?"tanya Lian yin.


"Eh.. iya ini aku mau mandi" ucap Yiwen.


"Ya sudah cepat mandinya" gumam Lian yin ia mulai menyalakan showernya, dan sementara Yiwen masih diam bingung, kenatap air di dalam bathup. Mau membuka baju tapi takut jika Lian yin menatapnya.

__ADS_1


"Yin"panggil Yiwen di balik tirai.


"Ada apa? apa kamu mau aku temani di dalam bathup"ucap Lian yin.


"enggak! aku hanya mematiskan saja jika kamu gak ngintip aku"ucap Yiwen.


"Siapa yang ngintip, udah cepat mandi keburu aku tinggal ke kentor kalau kelamaan, soalnya aku sekarang sudha telat"ucap Lian yin.


"Iya, ini baru mau berendam. Kalau kamu sudah selesai bilang ke aku ya" ucap Yiwen yang sudha mukai berendam.


"Syang, mana handuk kamu aku mau keluar dulu"ucap Lian yin tepat di depannya.


Yiwen langsung menutup matanya, "cepat pergi apa yang kamu lakukan di sini, kalau mau handuk ambil saja,sudah cepat pergi jangan di depanku"ucap Yiwen yang masih enggan untuk menatap ke arah Lian yin.


Lian yin meraih handuk dekat yiwen, dan menutupi bagian tubuhnya.


"Kenapa kamu tutupi mata kamu, bukannya dulu sudah sering lihat, sekarang kenapa malu-malu gitu kalau mau lihat"ucap Lian yin tersenyum tipis dan beranjak pergi.


Mendengar suara pintu yang tertutup, ia mengintip di balik jemari tangannya. sudah tidak ada Lian yin di sana. Akhinya dia pergi juga, gumam Yiwen, bisa bernapas lega Lian yin sudah pergi dari depannya.


"Eh.. tapi handuk aku, terus aku keluar nanti pakai apa?" ucap Yiwen yang terlihat panik.


"Lian yin" teriak Yiwen, namun tak ada jawaban dari Lian yin.


"Kemana dia" gumam yiwen dalam hatinya.


"Yin ambilkan aku handuk dong?" teriak yiwen kembali. Dan tetap masih tidak ada jawaban darinya.


Kemana sih lian yin apa dia sudah pergi, terua aku keluarnya gimana, gerutu Yiwen.


Ia mulai beranjak keluar dari dalam bathup mengintip di balik pintu kamar mandi tak ada siapapun di dalam kamarnya. Merasa sudah aman Yiwen keluar kenutupi tubuhnya dengan tangan sebisanya.


"Yiwen kamu sudah siap belum"ucap Lian yin dengan tangan menekuk ujung lengannya. Berjalan masuk ke dalam kamarnya


"Eh.. kenapa.kamu masuk"ucap Yiwen menutupi tubuhnya dengan pintu lemari.


Lian yin tertawa, "Ngapain kamu di situ?" tanya Lian yin.


"Kamu keluar dulu, ku amu ganti baju"ucap Yiwen.


"Apa mau aku ambilkan baju kamu?" tanya Lian yin.


"Ya sudah cepat ambilkan baju yang vocok untuk ke kantor."Ucap yiwen yang hanya menunjukan kepalanya.


"Pakai kemeja dan balezer ini ya serta rok span pendek ini pantas di badu dengan sepati hitam ini sangat pas"ucap Lian yin.

__ADS_1


"Udah jangan banyak bicara, sudah sini aku mau pakai sekarang"gumam Yiwen.


__ADS_2