Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Kejutekan Yiwen pada Jack


__ADS_3

"Syang!!" ucap Jack memeluk tubuh Yiwen dari belakang.


"Jangan memegangku!!" ucap Yiwen menarik tangan Jack dari pinggangnya.


"Kenapa? Apa kamu sudah gak mau lagi bersama denganku?" tanya Jack curiga.


"Aku mau bersama kamu, tapi aku sekarang gak mau lagi hubungan denganmu. Aku capek! Benar-benar capek!" jelas Yiwen.


"Semoga kamu mengerti!" lanjutnya.


Jack memegang ke dua pipi Yiwen. "Aku tidak dipersalahkan itu, asalkan kamu tetap di sisiku," jelas Jack mengecup kening Yiwen.


Maaf sepertinya aku harus segera pergi meninggalkanmu. Kita bukan saling cinta tapi kamu yang memaksaku.


"Syang! Kenapa kamu diam?"


"Hehe. Gak ada apa-apa" ucap Yiwen sambil meringis.


"Apa kamu langsung tidur?" tanya Jack, dengan tangan kanan memegang tangan Yiwen.


"Oya, sepertinya aku ingin lebih ingin lihat tv" ucap Yiwen beralasan. Dia tahu kalau Jack pasti segera mengajaknya ke kamar.


"Baiklah! Kalau begitu aku ikut," ucap Jack menarik ke dua aslinya ke atas, dengan senyum tipis terukir di bibirnya.


Kenapa di orang gak mau pergi dariku. Padahal aku itu ingin sendiri. Gak mau di ganggu.


"Kamu kenapa diam?" Jack memegang pipi Yiwen, mengamati wajah cantik wanita itu yang yiba-iba melamun di depannya.


"Udah lupain saja." Yiwen mengibaskan tanganya ke atas, menepis tangan Jack dan beranjak menuju ke ruang tv.


"Apa kamu mau cemilan?" tanya Jack berjalan mendekati Yiwen yang sudah duduk bersandar di depan tv.


"Boleh juga!!" jawabnya tanpa menatap ke arah Jack.


Kenapa dia jadi baik pengertian begitu. Tapi sepertinya aku harus cari ketenangan. Agar aku bisa sepenuhnya bisa mengingat semuanya.


Yiwen menyandarkan kepalanya di atas sofa, ke dua matanya terpejam sejenak, suara tv itu terdengar jelas di telinga Yiwen, namun dia tak perdulikan itu. Pikirannya mulai melayang mencoba mengingat semua yang terjadi sampai di titik kenangannya bersama dengan Lian yin. Namun wajah laki-laki itu masih tetap samar dalam ingatnya.


"Lian yin!!" gumam Yiwen lirih, terjingkat dari duduknya menatap ke depan dengan ke dua siku tangan menempel di atas lututnya


Apa yang terjadi, siapa dia. Kenapa juga aku harus memikirkan dia lagi. Kenapa!! Gumam Yiwen, memegang kepalanya sangat erat.


"Kamu kenapa?" suara berat Jack membuat Yiwen segera mengangkat kepalanya kembali. Mencoba untuk bersikap biasa padanya.


"Gak ada apa-apa." ucapnya.


Aku tidak boleh bilang ini. Seperti kata Lian yin. Jika aku tidak boleh bicara dengannya. Biar ini jadi rahasia aku dan dia.


"Yiwen!!" panggil Jack sembari meletakkan cemilan di atas meja.


"Ada apa?" tanya Yiwen tanpa menatap ke arahnya.


"Aku boleh tanya?"


"Tanya apa?"


"Kenapa kamu jadi datar begini. Apa ada yang salah denganku. tau kamu sudah tidak mau melanjutkan pernikahan kita."


"Apa yang kamu katakan, aku tidak paham!!" ucap Yiwen, tangannya meraih salah satu cemilan dan mulai membukanya

__ADS_1


Arga merasa sangat gugup. Entah sejak kapan dirinya berubah jadi kikuk begini saat bersama dengan Yiwen. Seakan laki-laki sadis berubah menjadi sebuah kerupuk hang sudah lama kena angin. "Kalau gak ada yang di bicarakan cepat pergilah. Aku ingin di sini sendiri." ucap Yiwen jutek.


"Kenapa kamu berubah jutek?" tanya Jack sembari menghilangkan rasa gugupnya.


"Hanya tanya itu?" tanya Yiwen menatap ke arah Jack, dengan bibir masih mengigit keripik kentang.


"Iya, aku gak suka kalau kamu seperti ini terus. Kamu istriku. Dan harus menurut apa yang aku inginkan. Tapi kenapa kamu malah pergi begini." jawab Jack menggebu.


"Aku sama saja. Tapi aku lagi banyak pikiran jadi tolong jangan buat aku seperti ini."


"Kamu berbeda saat pulang dari rumah Yin." Jack memegang ke dua bahu Yiwen, menggoyangkan pelan.


"Gak ada yang berubah sama sekali," jawabnya masih datar.


"Jujurlah!! Apa ada yang di bicarakan Changmin padamu? Apa dia..." Jack menghentikan ucapannya, hampir saja dia keceplosan soal dirinya sendiri. Yang akan membuat Yiwen malah semakin benci dengannya nanti.


"Memangnya Changmin kenapa?" tanya Yiwen.


"Gak ada apa-apa, lupakan saja." gumam Jack, menarik tangannya kembali, dan duduk tegak menatap wajah Yiwen sebentar, lalu menatap ke arah tv.


"Ooo."


"Pergilah jika kamu ada urusan. aku akan tetap di sini," Yiwen melirik ke arah Jack yang terlihat sangat gusrah.


"Oke.. Baiklah aku akan pergi sebentar." Jack beranjak berdiri. "Kamu gak masalah aku tinggal sendiri?" tanyanya.


"Gak!!"


Jack mengecup bibir Yiwen, sontak membuat wanita itu terkejut. Seketika Yiwen mendorong tubuh Jack menjauh darinya.


"Apa yang kamu lakukan?" Yiwen mengusap bibirnya dengan punggung tangannya berkali-kali, menghilangkan bekas kecupan yang membuatnya merasa sangat risih.


Sejak kapan dia mengakui aku istrinya. Aku hanya pelampiasan hasratnya. Sekarang aku sudah mulai pulih. Dan berharap lebih baik aku pergi dari belenggu cintanya. Yang membuat aku merasa tersiksa.


"Yiwen! Aku tahu jika kamu ada masalah? Tapi apa masalah kamu cerita padaku." Jack mengusap rambut Yiwen, mengecupnya lembut.


Kenapa perlakuannya jadi seperti ini. Membuat aku merasa sangat bosan. Aku ingin lari.. Lari sejauh mungkin darinya. Gumam Yiwen dalam hatinya.


"Sudah perhilah!! Yolong! Aku ingin sendiri!" ucap Yiwen lirih, mencoba memohon padanya untuk segera meninggalkan dia sendiri.


"Baiklah!!" Jack melepaskan sentuhan tangannya di pipi Yiwen, membalikkan badannya, baru satu langkah dia menoleh lagi ke belakang, Melihat Yiwen yang diam menunduk, sembari mengusap wajahnya berkali-kali.


Merasa sudah di hiraukan lagi. Jack yang merasa sangat kesal, ia segera mencari para kepercayaannya untuk segera mencari tahu tentang Changmin dan yang lainnya.


Sedangkan Yiwen, masih terlibat sangat gusrah, dia menyandarkan kembali kepala di atas sofa, an ke dua tangan terlentang.


"Aku harus tetap di sini. Lagian Lian yin harus segera menyelesaikan semua masalahnya dan pernikahannya dengan wanita murahan itu." gumam Yiwen, teringat saat Yin berhubungan dengan wanita itu. Meski tidak melihat langsung, tapi dia mendengar sangat jelas, saat dia melakukannya dan suara itu tak bisa hilang dari pikirannya


"Arggg... Aku ingin sekali mengakhiri semua ini. Dasar Yin kurang ajaran. Dia permainkan aku dan wanita itu pada hari yang sama. Dia melakukannya ke dua kalinya. Kesalahan yang membuat aku benci denganya!!" gumam Yiwen dengan nada sedikit keras dan penuh kemarahan, lalu dia terdiam sejenak. Mengingat kembali apa yang dia katakan tadi.


Kesalahan ke dua? Berarti memang dia Lian yin, dia yang selama ini di pikiranku. Dan kesalahan ke dua itu berarti dia pernah melakukannya dulu.


Yiwen yang masih berusaha untuk mengingat lagi kejadian dulu. Dia mencoba menguras semua tenaganya untuk berpikir lebih keras lagi


-----------


Sedangkan Jack masih di ruang kerja, dengan dua orang kepercayaannya.


"Kamu selidiki siapa orang yang bernama Yin itu." ucap Jack kesal. Dia mengepalkan tangannya sangat kuat, tak bisa lagi menahan amarahnya.

__ADS_1


"Dan satu lagi!! Kamu bawa Changmin ke sini. Aku ingin dia sendiri yang bongkar semuanya!!" lanjutnya.


"Baik tuan!!"


"Jangan sampai gagal. Kalau kalian gagal, maka aku tidak akan segan-segan membunuh kalian." ucap Jack sembari menggebrak meja sangat keras. Membuat semua pengawal di depannya bergidik takut.


"Iy-- iya tuan!!" jawab mereka ketakutan.


"CEPAT PERGI SEKARANG!!" bentak Jack sangat keras.


"Ba--Baik tu-t--uan!!" semua ketakutan dan segera berlari keluar dari ruangan itu. meski di luar mereka saking senggol satu sama lain, saling menyalahkan akan kemarahan yang sudah terjadi tadi di dalam.


Dan Yiwen yang semula masih duduk, ia sudah mulai paham dan mengingat semuanya. tapi dia sudah jatuh terperangkap dalam kadang singa sekarang. Dia beranjak menuju ke lemarinya membereskan semua barang-barangnya. Dia sudah siap jika Lian yin akan membawanya pergi nanti. Tanpa membawa baju yang akan membuat jack semakin curiga. Yiwen hanya membawa ponsel yang di berikan Lian yin.


"Ponsel ini!! Sepertinya aku harus memakainya sekarang. Aku akan coba hubungi Lian yin!!" gumam Yiwen ke dua tanganya gemertar, membuatnya kesulitan mengetik nomor yang Lian yin.


"Yin!! angkat!! Aku ingin pergi sekarang!!" guman Yiwen dia menggigit ibu jarinya mencoba menghilangkan rasa cemas.


Kenapa dia masih belum juga mengangkat teleponku. Gumam Yiwen berjalan mondar mandir tak hentinya dia trus mengumpat kesal. Sudah hampir 4 kali dia berusaha menelpon Lian yin tapi masih belum juga ada balas.


"Apa dia sedang bermain dengan wanita itu lagi, shittt.. Aku harus gimana sekarang!!" gumam Yiwen cemas.


Yiwen menatap ponselnya mencoba menghubungi Lian yin untuk yang ke sekian kalinya.


"Yiwen!! Kamu di dalam?" tanya Jack mengetuk pintu kamar Yiwen.


Haduh.. Gimana ini. Dia datang lagi Apa yang harus aku lakukan. Apa aku sembunyikan saja ponsel ini dulu. Nanti coba hubungi dia lagi. Sekarang aku harus cari alasan.


"Emm.. Iya. Aku lagi ganti baju!!"


"Aku masuk, ya."


"Jangan!!"


"Kenapa? Bukanya aku sudah pernah liat setiap hari!!"


Apa setiap hari. Jadi dia? Dia sudah melihatnya bahkan sudah menyentuh tubuhku setiap hari...


Sialaan!! Selama aku hilang ingatan apa dia sudah menodaiku berkali-kali. Pantas saja Yin marah dan melakukan dengan wanita lain.


"Yiwen! Kamu gak napa-napa, kan?" tanya Jack mulai khawatir.


"Aku buka sekarang, ya?" tanya Jack.


"Jangan!! Pintunya aku kunci bentar lagi aku buka!!"


Jack mencoba memutar knop pintu dan membuka pintunya perlahan.


Ckleekkk..


"Haaahhh..."


"Aku bilang keluar dulu!! ucap Yiwen, melemparkan pakaian tepat ke wajah Jack agar dia tak melihatnya.


Jack menarik baju yang ada di wajahnya. tanpa perdulikan Yiwen, ia melihat tubuh Yiwen di depannya.


"Jangan beraninya kamu mendekatiku sekarang" ucap Ywien, segera memakai pakaiannya.


"Aku gak mau kamu menghindar terus dariku. Tenang saja aku tidak akan menyentuhmu" Jack berjalan medekati Yiwen. Dia tersenyum tipis, lalu mengusap lembut rambut Yiwen.

__ADS_1


"Kita tidur seperti ini saja" Jack menarik tangan Yiwen ke atas ranjang, Dia yang masih mengenakan kaos saja merasa risih pandangan mata Jack terus melihat ke bawah. Dan Yiwen menutupnya dengan ke dua tanganya.


__ADS_2