
Dua hari berlalu, Lian yin belum sadarkan diri. Semenjak kejadian kemarin. Lay tanpa basa-basi membawa Lian yin langsung ke rumah. Dan memutuskan untuk pergi tidak perdulikan Grace yang terbaring sakit di rumah sakit, dan dari kabar yang terdengar jika dia masih koma, belum sadarkan diri sampai sekarang. Serta peluru yang menembus berhasil di keluarkan. Namun kondisinya semakin memburuk. Lay yang tahu tentang kabar itu dari seorang mata-mata di sana yang ia kirim. Tidak berani memberi tahu ke Lian yin.
Karena ia tahu jika Lian yin pasti akan nekat pergi ke sana. Lian yin tidak mungkin bisa membiarkan temannya sakit sekarat di rumah sakit. Dan dia hanya diam saja. Lay juga sudah siap jika Yin bertanya ia akan mencoba mengalihkan pembicaraan.
Namun, kejadiaan Grace tak berhenti sampai di situ, Ayah Grace selalu mencari di keamana keberadaan Lian yin secara diam-diam. Ia menyebar seluruh mata-matanya. Untuk mencari tahu di mana Lian yin di rawat. Mereka tidak tahu jika Lian yin punya rumah lagi di pinggiran kota. Rumah yang depannya nampak seperti hutan. Tidak ada yang mengira jika di tengah hutan itu ada rumah megah.
Dan Lyli semenjak kejadian kemarin dia pergi entah kemana . Sekarang kabarnya juga Lyli memang bekerja sama dengan Ayah Grace, benar seperti yang di bilang Grace pada Manda dan Aron sebelumnya. Saat Lyli bilang jika dia masih memendam rasa dengan Lian yin. Yin, menolaknya lagi mentah-mentah dan dia sudah mengetahui niat busuk Lyli padanya dan Manda. Dia kabur, dan Lay juga tidak berhasil menemukannya. Dia bekerja sama dengan ayah Grace, untuk mencari tahu semua informasi tentang Lian yin. Namun, ia hanya di ancam oleh ayah Grace. sekarang Lyli kabur dari kota Timur untuk menebus kesalahannya. Ia tidak di ketahui lagi di mana keberadaannya. Lyli yang masih menyukai Lian yin ia bahkan rela mrlakukan apa saja untuk bisa bersama dengan Lian yin. Termasuk harus bekerja sama dengan ayah Grace. Agar niatnya terwujud.
Ayah Grace memberinya kesepakatan kerja, agar Lyli mau bekerja sama dengannya. Dia akan membantunya untuk bisa mendapatkan perhatian Lian yin lagi. Dan menyingkirkan Yiwen dari hadapannya. Semua sudah terlambat. Tetapi semua sudah mengetahuai apa rencana Lyli. Manda dan Yin jauh lebih hati-hati saat Grace memberi tahunya.
~
Setelah semua masalah selesai di kota Timur. Lian yin yangbterkrna luka tembak, tidak mau di bawa ke rumah sakit. Dan dengan terpaksa Lay langsung membawanya pulang, dan Yiwen juga sangat mendukung, lagian ia bisa panggil dokter pribadi untuk Lian yin nantinya untuk di rawat intensif di rumah. Dari pada Lian yin harus di rawat di rumah sakit. Dengan situasi yang masih sangat mencengkam seperti ini, Dan belum sepenuhnya kondusif. Banyak orang yang masih mencari di mana keberadaan Lian yin sekarang.
Badannya terasa sakit semua, Yin mengusap matanya mencoba membuka perlahan kelopak mata yang sdah dua hari terpejam.
"Yiwen.." Sapa lian yin, yang mulai terbangun, dengan mata masih terasa sangat lengket untuk terbuka.
"Yin!" panggil yiwen, yang duduk di ranjang di samping Lian yin yang masih terbaring. Ia mengusap lembut kepala Lian yin. Yin sejak kemarin masih tertidur pulas dan Lay yang membantunya untuk memapah tubuh kekar Lian yin masuk ke dalam kamar saat sampai rumah kemarin. Kalau Yiwen, ia tidak kuat harus memapah tubuh bugar Lian yin sendirian.
"Yiwen, aku di mana?" tanya Lian yin. Ia baru saja mulai membuka matanya, mencoba duduk di samping Yiwen. Wanita itu dengan segera membantu Lian yin untuk duduk di sampingnya, menyadarkan punggungnya di ranjang.
"Kamu di kamar kamu sendiri syang, Lay yang membantu kamu ke sini." ucap Yiwen.
Lian yin terdiam sejenak, menatap jam di dinding yang sudah menunjukan pukul delapan malam, ia membuka ponselnya. Ingin tahu ada kabar penting atau tidak untuknya hari ini. Setelah sakit karena terlalu banyak pikiran dan lukanya yang semakin menjalar rasa sakitnya, ke seluruh tubuh, membuat ia tidak sadarkan diri selama dua hari. Namun, Lian yin di rawat di rumah dengan dokter khusus yang di panggil oleh Changmin.
"Kenapa kepalaku pusing?" tanya Lian yin, memegang kepalanya.
"Kamu dua hari sakit syang, tubuh kamu demam. Dan dokter yang selama ini merawat kamu di sini menyarankan kamu untuk istirahat total. Lagian kamu juga tetlalu banyak pikiran, setiap malam kamu selalu ngigau nama Grace" ucap Yiwen dengan nada lembutnya. Meski dia cemburu, tapi sekarang ia sudah paham saat Luhan dan Tao menjelaskan padanya. Tentang gikana perasaan Lian yin padanya.
"Kenapa aku bisa tidak sadar sampai 2 hari, dan keadaan di sini bagaimana?" gumam Lian yin yang merasa khawatir dengan keadaan kotanya.
__ADS_1
"Semua baik-baik saja, kita yang berjaga di sini." saut Lay, berjalan masuk ke kamar Lian yin bersama dengan Changmin dan Mei.
"Iya, dan aku akan pergi ke Timur untuk mencari sesuatu yang masih menjanggal dengan apa yang di lakukan ayah Grace. Kenapa dia bisa membenci kamu." sambung Changmin.
"Apa yang kamu lakukan, kalian gak usah pergi ke sana. Lagian ini semua akan berjalan dengan semula lagi. Saat semua dendam itu berakhir." ucap Lian yin terkejut.
"Enggak, ada sesuatu yang aku merasa sangat janggal. kalau tidak kenapa Luhan dan Tao berada di sana. Pasti mereka lagi mencari sesuatu" sambung Lay berdiri di samping Lian yin.
Lian yin terdiam, ada sebenarnya apa yang di katakan Lay. Awalnya ia sempat curiga dengan Luhan yang tiba-tiba muncul di pertandingan Yiwen. Dan saat genting tapi dia tidak muncul. Hal itu yang menjanggal di pikirannya.
"Yin, ada apa?" tanya Changmin.
"Kalau kalian memang sudah bertekat untuk pergi baiklah, tapi kalian harus sering menghubungiku. Agar aku bisa selalu bantu kalian di manapun kalian berada" ucap Lian yin, beranjak dari ranjangnya.
Ia mengerutkan matanya, meringis menahan rasa sakit tangannya, yang masih terbalut dengan perban. "Yin, jangan terlalu banyak bergerak dulu tangan kamu masih sakit" ucap Yiwen semakin khawatir dengan kondisi Lian yin.
"Sudahlah ini hanya sakit kecil, besok juga akan sembuh dan bisa beraktifitas lagi seperti biasanya. Aku akan pergi untuk cek semua perusahaan besok." ucap Lian yin.
"Gak, aku harus ambil alih perusahaan lagi selama Changmin tidak ada di sini. Dan aku harap kalian bisa kembali lagi" gumam Lian yin.
"Mengenai Tao dan Luhan, apa kamu tahu sesuatu tentang dia Yin" tanya Lay.
"Gak tahu, dia pernah menemui aku di pertandingan akhir Yiwen. Dan berbicara padaku untuk melindungi Yiwen. Namun ucapannya seakan sudah tahu apa rencana yang di lakukan oleh ayah Grace.
Lian yin kenapa ke arah Yiwen, ia merasa jika Yiwen tahu tentang sesuatu. Kalau tidak kenapa dia hanya diam. Tanpa seuntai kata keluar dari mulutnya.
"Yiwen" panggil Lian yin.
"Iya" ucap Yiwen mengakkat kepalanya menatap Lian yin.
"Bukannya kamu tahu tentang Luhan ya kemarin?" tanya Lian yin.
__ADS_1
"Apa yang mereka bicarakan padamu, tentang masalah mereka di sana. Apa yang mereka lakukan di Timur" ucap Aron.
"Mereka tidak membicarakan apapun padaku" ucap Yiwen tegas.
"Baiklah, kalau begitu aku akan berangkat sekarang Yin, Changmin akan membereskan semua masalah yang ada." jawab Lay, yang memang sengaja untuk ikut Changmin agar dia juga bis amencari Lyli dan bicara baik-baik dengannya. Agar dia tidak salah jalan lagi nantinya.
"Iya, kamu jangan khawatir tentang perusahaan, lebih baik kamu istirahat" sambung Changmin.
"Benar, kata Changmin syang" saut Yiwen.
Lian yin terdiam sejenak, ia memandang ke arah ponselnya yangvterlihat menyala. 'Ada pesan masuk' Yin segera meraih ponselnya sekilas terlihat hanya nomor saja, epertinya ada nomor baru yang menghubunginya. Tidak langsung membuka, Yin mengangkat kepalanya menatap Lay dan Changmin di depannya.
"Baiklah kalian pergi sekarang, jaga diri" ucap Lian yin bangkit dari ranjang, berjalan ringan menghampiri Lay dan Changmin.
"Baik" ucap mereka kompak.
"Aku ingin kamu mencari tahu informasi tentang Grace, lihat gimana keadaannya sekarang" bisik Lian yin. Ia takut jika Yiwen marah dengannya jika mendengar nantinya.
"Baik.." ucap Lay, mereka segera membalikkan badanya dan keluar dari akamr Lian yin. Lagian Lay juga tahu, ia ingin membiarkan Yiwen bisa berduaan dengannya.
"Kalian bicara apa?" tanya Yiwen.
"Gak bicara apa-apa" ucap Lian yin dengan wajah datar, menatap ke arah ponselnya, ia segera membuka isi pesan itu.
'Sebuah gambar Yiwen saat terekam cctv berlari dan sosik luhan mengejarnya dan masuk ke dalam mobil'. Pikiran Lian yin langsung bekercamuk memikirkan hal yang aneh-aneh di lakukan Yiwrn di dalam mobil.
Lagian rekaman itu tidak ada lanjutnya saat mereka berada di dalam mobil bersama.
"Yiwen! aku mau tidur dulu, bisakan kamu pergi dulu dari kamarku" ucap Lian yin, membarikan badannya lagi untuk istirahat.
"Baiklah, aku akan keluar, masak buat kamu setelah itu kamu bisa minum obat terus tidur" ucap Yiwen.
__ADS_1
"Iya, terserah kamu" ucap Lian yin, yang masih kesal, ia juga tidak berniat dulu tanya dengan Yiwen.