Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Grace kembali


__ADS_3

Yiwen dan Lian yin duduk bersandar di ranjang. "Syang, aku ingin bicara dengan kamu" gumam Lian yin menatap ke arah Yiwen.


Yiwen yang masih merasa capek, ia duduk di ranjang dengan tubuh masih terbalut selimut. "Syang, apa yang ingin kamu katakan tadi" ucap Yiwen, bersandar di bahu Lian yin yang duduk di sampingnya. Ia sibuk memegang ponselnya. Mengirimkan pesan entah pada siapa, Yiwen tidak melihat jelas, siapa yang menghubungi Lian yin.


Sepertinya memang dia lagi ada urusan dengan Lay dan Changmin. Tapi entahlah..


Yiwen memeluk erat lengan Lian yin yang, bermanja mesra dengannya, menyandarkan kepalanya di bahunya dengan senyum tipis menyungging di bibirnya.


"Apa syang?" tanya Lian yin, meletakkan ponselnya, lalu mengusap lembut rambut Yiwen. membuat Yiwen tersipu malu, dengan wajah mulai memerah.


"Lagi sibuk hubungi siapa? Apa ada masalah lagi dengan mereka?" tanya Yiwen, mendongakkan kepalanya menatap Yiwen.


"Gak ada syang, hanya saja ada hal yang janggal" gumam Lian yin.


"Janggal gimana syang, apa ada yang mencurigakan lagi?" tanya Yiwen semakin serius mendengarkan penjelasan Lian yin.


"Iya, Lay bilang jika dia curiga dengan Mei. Tadi dia melihat Changmin berantem denganĀ  Mei soal masalah orang yang yang masuk ke kantorku tadi" gumam Lian yin, memegang ke dua pipi Yiwen. "Kamu gak seperti Mei-kan syang?" lanjut Lian yin.


"Emangnya Mei kenapa?" tanya Yiwen dengan wajah bingungnya.


"Mei tadi diam-diam bertemu dengan musuh" ucap Lian yin.


Yiwen melebarkan matanya, ia tidak menyangka jika Mei seperti itu. Yapi dia merasa tidak yakin jika Mei benar-venar melakukan hal itu, bertemh dengan musuh diam-diam.


"Apa benar yang kamu bilang?" tanya Yiwen. "Kalau memang benar, aku akan hubungi Mei sekarang tanya tentang masalah itu padanya" ucap Yiwen segera meraih ponselnya di ranjang.


Lian yin memegang tangan Yiwen, mencegahnya untuk ambil ponselnya.


"Eh.. apa yang akan kamu lakukan, jangan gegabah tanya dengannya" ucap Lian yin, mencegah Yiwen untuk menghubungi Mei dulu.


"Jangan gegabah gimana, aku harus tanya padanya. Kita sesama wanita, pasti dia mau cerita padaku. Aku yakin jika dia tidak seperti apa yang di katakan Lay." ucap Yiwen menepis tangan Lian yin.


"Kenapa kamu bisa seyakin itu, bukannya kamu juga baru kenal dengan Mei. Kamu tidak mengenalnya lama. Kenapa kamu bisa percaya jika dia tidak mungkin berkhianat" ucap Lian yin mengingatkan Yiwen.

__ADS_1


"Iya, tapi aku yakin jika dia tidak mungkin melakukan hal itu. Dia itu baik banget sama aku. Selama ini dia bahkan selalu bantu kamu menghadapi bahaya. Apa kamu lupa itu, pengorbanan dia. Dia sangat mencintai Changmin jadi gak mungkin jika dia berkhianat, pada kita dan Changmin. Aku bisa jamin hal itu" gumam Yiwen bangkit dari duduknya. Ia duduk jongkok, mengambil semua baju yang tergeletak di lantai. Dengan segera memakai bajunya.


"Kamu mau kemana syang" tanya Lian yin.


"Aku mau pergi sebentar, mau ambil baju buat kamu. Aku akan coba apa bisa masuk ke dalam teleportasi yang di ciptakan Ayah"gumam Yiwen.


"Baiklah, aku juga ingin bilang dengan kamu nanti. Soal apa yang aku bicarakan dengan ayah kamu kemarin" ucap Lian yin yang masih duduk di ranjang. Berbalut dengan selimut tebal. "Sekalian nyalakan Ac syang, panas banget ini" lanjutnya.


"Iya bawel" gumam Yiwen kesal. Ia segera meraih ponselnya, dan beranjak pergi menuju ke ruangan yang biasa di buat teleportasi ayahnya. Namun langkahnya terhenti, menoleh ke bekakang melihat Lian yin yang hanya berdiam diri di ranjangnya.


"Cepat jangan lama-lama" gumam Lian yin.


"Eh.. bentar syang. Kamu sudah makan belum tadi?" tanya Yiwen.


"Kalau kamu masakin aku ya aku mau syang " ucap Lian yin. "Bukannya aku makan tadi sama kamu di sini" lanjutnya.


"Iya aku luoa syang" ucap Yiwen, membalikkan badannya berjalan kembali menuju ke dapur.


"Baiklah aku akan masak buat kamu, mau makan apa syang" tanya Yiwen.


"Baiklah, kamu tunggu di sini bentar" gumam Yiwen. "Aku masak mie buat kamu ya." ucap Yiwen.


Yiwen segera memasak mie goreng untuk Lian yin. Karena ia buru-buru keluar ingin menghubungi Mei, kalau ada Lian yin nanti masalah tambah ribet.


Tak lama mie yang sudah jadi, ia ketakkan di atas meja. Lengkap dengan satu gelas minuman di sampingnya. "Sudah cepat makan syang" ucap Yiwen yang langsung pergi.


~


Di sisi lain Lay yang sediri di kantor Lian Yin, ia duduk di depan halaman kantornya. Pikirannya melayang memikirkan Lyli, yang entah kemana sekarang. Nomornya juga sudah tidak bisa di hubungi lagi.


"Lyli maaf mungkin aku gak bisa selalu ada di samping kamu sekarang" gumam Lay.


"Kenapa kamu masih di sini?" tanya seorang wanita yang tiba-tiba duduk di sampingnya,

__ADS_1


Lay menoleh menatap ke arah wanita di sampingnya. "Grace?" ucap Lay, yang spontan bangkit dari duduknya, yang terkejut saat melihat Grace ada di sampingnya.


"Kenapa kamu bisa di sini? Apa yang kamu rencanakan semuanya? Apa hang kamu inginkan?" tanya Lay, dengan nada tingginya.


"tenang dulu, aku ke sini hanya untuk melihat keadaan kalian di sini. Terutama keadaan Lian yin." ucap Grace, dengan tangan yang masih memegang perutnya.


"Jangan banyak alasan, pasti kamu yang membawa pasukan untuk menyerang kantor Lian yin." ucap Lay menatap tajam ke arah Grace.


Grace menahan sakit yang semakin membuatnya tersiksa.


"Apa kamu gak tahu kalau aku terluka, aku bahkan belum sepenuhnya sembuh. Dan aku kabur dari rumah sakit untuk oergi ke utara. Aku ke sini hanya mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan Lian yin setelah aku terbaring beberapa hari du rumah sakit" ucap Grace, dengan senyum tipisnya.


"Apa maksud kamu?" ucap Lay, yang kembali duduk di samping Grace. Ia masih tidak percaya jika dia kabur dari rumahnya.


"Bawa aku pergi sekarang, aku akan bicarakan semuanya padamu" ucap Grace memegang tangan Lay.


"Gak mau, sekarang lebih baik kamu pulang. kalau ayah kamu datang mencari kamu di sini, pasti akan berbuat onar di kota ini" ucap Lay, menepis tangan Grace. Ia tidak mau akan menjadi beban bahaya bagi Lian yin jika ada Grace di sini.


"Aku mohon padamu, bawa aku pergi sekarang. Aku gak mau pulang ke rumah. Aku ingin ikut dengan kamu" ucap Grace yang langsung duduk di bawah tepat depan Lay.


Lay yang dari tadi bersikeras tidak mau membawa Grace, melihat wanita itu yang terus memohon padanya. Ia merasa sangat kasihan juga. Setidaknya kali ini semoga dia dapat di percaya.


"Jangan seperti itu, berdirilah." ucap Lay, membantu Grace untuk berdiri dan duduk di sampingnya.


"Sekarang ikut aku" ucap Lay, menarik tangan Grace agar segera masuk ke mobilnya.


"Aww... Berhenti dulu" Grace tiba-tiba merasakan nyeri pada perutnya. "Aku gak sanggup jalan jauh lagi, aku sudah capek" ucap Grace, membungkukkan badanya dengan tangan memegang perutnya.


"Non Grace" teriak para pengawal ayahnya.


"Tolong cepat bawa aku pergi" ucap Grace, mecengkram erat tangan Lay.


Lay menarik napas panjangnya, ia melirik sekilas ke arah pengawal yang sudah berlari ke arahnya. Lay dengan sigap mengangkat tubuh Grace ala bridal style masuk ke dalam mobilnya. Meletakkan tubuh Grace di kursi belakang. "Berbaringkah di sini, jangan duduk jika perut kamu masih sakit" ucap Lay, yang di kenal tegas tidak punya hati, melihat wanita kesakitan ia tidak tega. Ia membayangkan jiak itu ibunya, maka sama saja ia harus merawatnya.

__ADS_1


"Makasih" ucap Grace, perlahan membaringkan tubuhnya.


Lay segera mengemudi mobilnya pergi jauh dari kantor Lian yin, sebuah dokumen yang banyak di buru orang sudah ada di tangannya. Tinggal nunggu Lian yin datang maka ia akan memberikan padanya.


__ADS_2