Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
mengetahui semuanya


__ADS_3

Yiwen mulai tersadar dari tidurnya, ia menatap sekelilingnya, tempat yang asing lagi baginya, tapi ia merasa pernah datang ke tempat itu. Namun ia lupa di mana dia sekarang. "Aku dimana?" tanya Yiwen memegang kepalanya yang terasa sangat pusing.


Ia mencoba untuk duduk namun badanya masih terasa lemas.


"Kamu sudah bangun?" ucap Mei yang dari tadi duduk di sampingnya, terus menunggu sampai Yiwen teman barunya itu sadar.


Yiwen mencoba untuk duduk kembali, dengan tangan masih memegang kepalanya yang masih terasa sakit.


"Kamu siapa?" tanya Yiwen bingung menatap wanita di sampingnya itu.


Ternyata benar kata Lian yin, Yiwen hilang ingatan. Pasti ada yang sengaja menghilangkan semua ingatanya. Sepertinya aku harus membantu dia mengingat semuanya. Nanti aku akan menghububgi temanku yang ahli dalam bidang kedokteran, gumam Mei dalam hati. Namun sekarang dia masih di luar negeri.


Mei tersenyum menatap Yiwen, "Kenalkan aku Mei"ucap Mei mengulurkan tangan ke arah Yiwen.


"Mei??. Apa aku sebelumnya kenal denganmu?" tanya Yiwen dengan wajah masih nampak sangat ragu pada Mei.


"Bukannya kita pernah temenan, meski belum lama sih, tapi kita sebelumnya udah saling kenal kok. Namun semenjak kamu hilang entah kemana, aku sudah tidak bisa menghubingimu lagi. Padahal kita juga mau bertemu di sebuah Cafe untuk berbicara hal penting. Tapi sepertinya kamu sekarang sudah lupa dengan semuanya. Jadi gak masalah, sekarang aku akan di sini merawat kamu, membantumu mengingat semuanya." cerocos Mei tak hentinya, dengan tangan memegang ke dua pundak Yiwen di depannya.


Yiwen menggeser duduknya untuk duduk bersandar di ranjangnya, meskipun merasa sangat berat tubuhnya, ia menyeret tubuhnya dengan bantuan Mei akhirnya bisa bersandar juga.


"Jangan terlalu bergerak berlebihan, kamu baru saja pulih," ucap Mei.


"Iya, tetapi aku masih penasaran dengamu, apa kamu bisa cerita semua tentang kehidupanku. Karena aku merasa ada yang aneh dengan diriku saat ini" ucap Yiwen menatap bingung ke arah Mei.


Ia masih bingung dengan semua yang terjadi padanya sekarang.


"Baiklah, aku akan menceritakan semuanya, tetapi kamu harus berusaha ingat ya, semampu kamu jangan dipaksakan, nanti tampah pusing kepalamu" gumam Mei.


"Baiklah, aku mau mulai pertanyaanku padamu. Sebenarnya namaku siapa? Dan cicin ini selalu jadi tanda tanya biwatku? Dan di mana aku tinggal sebenarnya?." Tanya Yiwen memegang ke dua bahu Mei. Berharap dia akan cerita panjang lebar dengannya tentang kehidupannya. Masa lalunya yang semaat ia lupakan. Bahkan juga ia tak sadar apa yang terjadi pada dirinya.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan jawab satu persatu, nama kamu Yiwen, kamu tinggal bersama kita. Dan soal cincin itu..."Mei yang tak tahu tentang cincin itu ia menghentikan ucapanya.


"Cincin itu adalah dariku, sebegai tanda aku sangat mencintaimu. Kita juga akan segera menikah 2 hari lagi. Dan saat persiapan mau pernikahan kamu tiba-tiba di culik oleh seseorang yang tak di kenal" saut Lian yin yang baru saja berjalan masuk ke dalam kamar Yiwen.


"Apa benar yang kamu ceritakan?" tanya Yiwen penuh keraguan dalam pikirannya.


Ia masih bingung dengan semuanya, bahkan siapa yang harus ia percaya dia juga masih ragu.


Yiwen mencoba mengingat kembali apa yang terjadi. Namun ia benar-benar tak mampu untuk mengingat semuanya. Semua ingatannya seakan sudah terhapus.


"Apa kamu masih sakit?" tanya Lian yin beranjak duduk di samping Yiwen.


"Aku sangat pusing" ucap Yiwen terus memegang kepalanya.


"Ley cepat kemari, bawa dokter itu segera periksa Yiwen" teriak Lian yin pada Kay yang berdiri di luar berbincang dengan Dokter di depan pintu.


Mendengar teriakan Lian yin, Ley segera masuk ke dalam kamar Yiwen. "Dok cepat periksa" ucap Ley pada dokter yang ikut berlari di belakangnya.


Segera bertindak cepat, semua nampak berdiri membiarkan dokter itu memeriksa Yiwen sejenak.


Tak butuh waktu lama, dokter itu sudah selesai memeriksanya. "Bagaimana dok keadaannya?" tanya Lian yin yang nampak lebih panik dari pada yang lainnya.


Dokter itu hanya diam, menunduk sejenak. Ia menarik napasnya memberanikan diri berbicara dengan Lian Yin. "Ingatan Yiwen sudah di hapus, orang itu memberikan cairan ada syarafnya untuk menghapus semua ingatan pada dirinya. Jadi dia tak biaa lagi mengingat masa lalunya. Tapi entah kalau kekuatan hati pasti dia tak akan pernah di lupakan"ucap Dokter itu.


"Argg... sialan, siapa yang berani membuat Yiwen seperti ini."decak kesal Lian Yin.


"Sudahlah Yin sekarang kita harus fokus dengan kesehetan dia"ucap Ley. Menepuk pundak Lian yin. "Aku yakin jika Yiwen masih sangat mencintaimu, meski ia lupa dengan ingatannya tapi tidak dengan hatinya. Dia tak akan pernah lupa" gumam Ley.


Lian yin terdiam, ia berpikir ada benarnya juga apa kata Ley, setidaknya ia harus membuat hati Yiwen lulih lagi padanya. Bahkan seperti pertama kali bertemu. Meski harus mengulang kisah yang sama. Ia tak perduli, demi kesembuhan Yiwen apapun akan Lian yin lakukan.

__ADS_1


"Ley, aku mau kamu dan Lie Wei konsen dengan perusahaan dan semua tugas, sementara aku akan terus merawat Yiwen, jika ada client maka hubungi aku dengan segera" ucap Lian yin. Ia melangkahkan kakinya ke arah yiwen yang berbaring di ranjangnya.


"Dok sebentar!" ucap Yiwen manarik tangan dokter itu.


"Ada apa?" tanya Dokter.


"Apa benar aku hilang ingatan seperti yang kamu bilang. Dan jadi lelaki kemarin dialah penyebabnya atau aku korban tabrakan"tanya Yiwen, membuat semua menatapnya bingung.


"Korban tabrakan, gak ada sama sekali yang lecet dari tubuhmu kan. Dan ingatanmu memang sengaja di lumpuhkan" ucap dokter itu terus terang.


Yiwen soktak terkejut, ia baru tahu jika lelaki itu telah membohonginya. Dan di pikir-pikir kata dokter itu benar, tubuhnya bahkan tak ada lecet sama sekali. Semua yang di bilang lelaki itu hanya sandiwara. Tapi apa maksud dia menculikku. Dan melumpuhkan ingatanku. Apa aku kenal dengan dia, atau ada masa lalu tentang aku dan dia, gumam Yiwen.


"Kamu gak napa-napa, kan??" tanya Lian Yin yang duduk di samping Yiwen. Semula dia merasa aneh pada Lian yin. Tapi di dalam hatinya dia seakan sangat dekat dengannya. Meski belum sepenuhnya ingatannya pulih kembali.


"Gak napa-napa, aku hanya sedikit pusing" ucap Yiwen sedikit mengelak, kali ini.


"Ya sudah kamu istirahat saja, biar Mei yang menjagamu" ucap Lian yin.


Yiwen hanya tersenyum, dan sekilas melirik ke arah Mei.


"Dok kamu ikut aku" ucap lian yin.


Dokter itu melangkahkan kakinya mengikuti Lian yin.


"Apa gak ada cara untuk menyembuhkan ingatanya" tanya Lian yin. Yang masih berdiri di depan pintu.


"Kasih syang" ucap dokter itu singkat. "Sayangilah dia, jika hatinya sudah mulai mengingat perlahan maka otaknya akan bekerja untuk mengingat" lanjutnya


Lian yin terdiam, ia memikirkan cara utama untuk membuat Yiwen senang dan betah dulu tinggal di sini.

__ADS_1


"Baiklah, makasih" ucap Lian yin bersalaman dengan dokter itu sebelum pergi menunu tempat kerjanya.


Kali ini masih banyak misi yang akan di bicarakan dengan Ley, dan Lie Wei yang masih dalam perjalanan.


__ADS_2