Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Mei kembali


__ADS_3

"Kita kepung semuanya" Teriak Lian yin, memberikan apa-apa pada semuanya.


Semua polisi berpencar mengelilingi rumah itu


Lin yin, berjalan ringan menunu ke depan pintu rumah itu. Merasa sepi tidak ada jawaban sama sekali dari orang di dalam, dan.


Brakkkk... Tendangan keras kaki Lian yin, seketika membuat roboh pintu kayu yang menghalanginya untuk masuk. Semua orang di dalam seketika berlarian. Tetapi mereka sudah di kepung dan tidak bisa lari lagi.


“Kalian mau lari kemana?” tanya Lian yin dengan senyum piciknya.


“kalian gak akan bisa lari lagi, semua sudah di kepung. Dan lebih baik kamu menyerah saja pada pilisi. Dan masih beruntung Lian yin tidak memenajarakan kalian sendiri di tempat khusu untuk kalian semua” saut Changmin, berjalan mendekati Lian yin.


"Aku gak perduli" Ucap salah satu orang di dalam, dan mencoba untuk berlari.


Dor... Dor...


Tembakan tepat mengenai ke dua kaki mereka. Membuat mereka tak berdaya. Dan polisi segera menanngkap mereka semuanya.


Tanpa banyak Polisi segera membawa memborgol mereka semua, dan memasukan ke dalam mobil mereka.


Lian yin menarik napasnya lega, tugas hari ini sudah selesai, ia bergegas pergi dari rumah kecil itu, menuju mobil sport merah yang terparkir di samping rumah. ke dua laki-laki itu melemparkan senjata mereka ke belakang mobilnya, dan segera masuk ke dalam mobil.


Lian yin, mengibaskan ke dua tangannya. Melepaskan sarung tangan yang ia kenakan. "Hari ini semua sudah beres" ucap Lian yin, masuk ke dalam mobilnya.


"Iya, dengan bantuan polisi perkerjaan kita lebih ringan lagi" lanjut Changmin.


Lian yin, mulai menyalakan mesin mobilnya.


“Sekarang, Apa lagi yang kamu lakukan?” tanya Changmin, menoleh ke arah Lian yin.


“Kita cari yang lainnya, aku gak mau ada yang tersisa lagi.” Ucap Lian yin.


“Tapi, kamu belum menghubungi Yiwen sama sekali dari kemarin, apa dia gak akan marah nantinya. Lebih baik kita pulang dulu.” Changmin mencoba mengingatkan Lian yin.


Lian yin, menepuk pundak Changmin, “Tenanglah, aku yakin dia pasti mengerti apa yang aku lakukan. Aku sudah kirim pesan padanya kemarin malam.”


“Tapi apa kamu yakin?” ucap Changmin yang sepertinya tidak yakin dengan apa yang di katakan Lian yin.


Lian yin tersenyum, dan segera melanjut pergi dari rumah itu, ia tidak mau berlama-lama di sana. “ udah gak usah bahas tentang itu lagi, sekarang kamu harus cari tahui di mana lagi tempat persembunyian mereka”


Changmin menarik napasnya, ia bingubg dengan jalan pikiran Lian yin. Nanti kalau Yiwen marah binvung sendiri. “ Baiklah!! Tapi kalau nanti kalian bertengkar jangan libatkan aku. aku gak mau jadi terlibat pertengkaran kalian”


Lian yin tersenyum, melirik ke arah Changmin di sampingnya.


“Tenang saja!! Yang harus kamu pikirkan sekarang adalah gimana kamu bisa selalu dekat dengan Grace.” Ucap Lian yin, seketika membuat Changmin tersendak ludahnya sendiri.


“Apa yang kamu katakan?” tanya Changmin. "Mei baru saja aku surih pulang kembali. Dan dia bisa pergi lagi jika kamu mendekatkan aku dengan Grace." lanjutnya khawatir.


Lian yin tersenyum, melirik ke arah Changmin di sampingnya, beberapa detik. “Aku tahu masalah cinta kalian pasti rumit, aku dan Lay juga sudah tahu dari awal. Kamu gak bisa bedakan mana cinta dan mana yang bukan. Tapi perlahan kamu juga akan menyadarinya sendiri. Semua juga butuh waktu. Lebih baik kamu pikirkan lagi dengan siapa cinta kamu berlabuh”


"Tapi aku curiga denganmu sekarang?" tanya Changmin.


"Kenapa kamu curiga denganku. Aku gak berbuat macam-macam. Hanya ingin memunjukan padamu siapa Grace, sebelum kamu menyesal dan dia akan menjadi milik orang lain nantinya"


"Jadi kamu selama ini dengan Lay mengamati aku dan Grace diam-diam. Atau kamu memang sengaja mendekatkan aku dengannya. Agar aku tahu sebenarnya siapa Grace. Da apa tujuan kalian sebenarnya?” Changmin masih tidak percaya dengan apa yabg terjadi pada dirinya.


“Bukanya dulu kamu sering tanya padaku saat Grace pergi dari rumahku dan pergi meninggalkan kota ini. Bahkan kamu terus merengek, menangis sepanjang malam. menyuruhku mencari dia, aku dan Lah berusaha mencari dia tapi aku gak bisa menemukannya.”


Changmin terdiam, ia memutar ingatanya kembali. Di 15 tahun yang lalu, di saat umurnya masih benar-benar sangat kecil. Dan baru menunjka Smp saat Grace pergi.


~~


#Falash back masa lalu

__ADS_1


“kak Yin, di mana teman kakak? Dimana dia?” Changmin menarik-narik tangan Lian yin, membuat ia merasa sangat kesal.


“Dia sudah pergi!!” ucap Lian yin dengan nada tinggi. “Dia gak akan balik lagi ke sini, dia pergi dan entah kapan dia akan kembali ke sini” lanjutnya, dengan wajah menunduk. Ia merasa kehilangan sama dengan Changmin. Kepergian temannya itu tanpa sepengetahuan mereka, bahkan mereka tidak mendapaykan sebuah surat perpisahan darinya.


Changmin menangis seketika saat mendengar ucapan Lian yin. “Aku mau bertemu dengan dia kak... Aku mau bertemu dengannya, aku akan membalas semua yang telah berikan padaku ka”


Lian yin memegang ke dua bahu Changmin, “Aku janji padamu akan membawa Grace pulang lagi ke sini, dan kamu bisa tinggal dengannya lagi” Mendengar hal itu Changmin mengusap air matanya, wajah yang semula sedih kini berubah, menjadi sebuah senyum manis terukir di wajahnya.


~~


#Back story


“Jadi kamu menepagi janji kamu yang dulu?” tanya Changmin.


“Iya, sekarang aku juga gak tahu, tiba-tiba Lay membawanya pulang ke rumah, Dan itu jadi kesempatan bagus untukku dan Lay menyatukan kalian. Tapi semuanya terserah kamu, aku dan Lay juga tidak memaksa kamu untuk memilih, aku tahu kamu mencintai Mei sekarang, yang bahkan bisa membuat kamu lupa sementara dengan Grace.”


Changmin hanya diam, ia memikirkan apa yang harus ia lakukan sekarang. Ia juga bingung dengan isi hatinya sekarang, membuat ia semakin gundah, ia gak tahu siapa yang harus ia pilih. Ia mencintai Mei tapi di hati kecilnya dari dulu mencintai Grace, tapi pria itu juga bingung untuk membedakan cinta karena ungkapan terimakasihnya dulu yang belum tercapai. Atau cinta tulus dari hatinya.


 



Mei sudah memutuskan kembali untuk segera pulang ke rumah Yiwen. Ia menurut apa kata Changmin dari pada harus kehilangan Changmin.



Dengan langkah penuh ragu, ia menginjakkan kekainya legi ke halaman luas rumah Yiwen. "Apa mereka akan menetawakanku nantinya jika aku pulang ke rumah ini lagi" ucap Mei, menghentikan langkahnya. Ia malu harus menarik ucapanya tadi, dan dengan terpaksa harus kembali ke rumah ini lagi.



Di balik rumah, Yiwen berada di halaman samping rumahnya. Menikmati pemandangan di sekitar, sebuah taman yang luas bersama dengan Grace, ia menelusuir setiap taman tersebut.




"Iya , lagian Lian yin sendiri yang mendesainya." jawab Yiwen.



"Bentar, Itu bukannya Mei!!" Mata Gracr dan Yiwen tertuju pada Mei yang perlahan masuk ke dalam rumahnya lagi.



Senyun senang terpancar di raut wajah Yiwen dan Grace. Mereka segera berjalan mendekati Mei.



"Dasar Changmin, menyuruhku kembali. Tapi tidak mngrntarku. dan lagian kenapa dia pergi lagi.c" gumam Mei.



"Mei, kamu kembali lagi?" tanya Yiwen.


Mei hanya diam, menundukkan kepalanya. Ia merasa sangat malu harus kembali lagi.


"Mei, jangan malu. Kamu kembali ke sini pasti kanu sudah sadar kan. Dengan apa yang aku bicarakan padamu"tanya Yiwen.


"Iya, changmin menamparku saat aku bertemu dengannya. Dan dia malah membela kalian. Aku tahu aku salah. Maafkan aku, aku gak mau jika Changmin marah dengan aku nantingnya."


Yiwen memegang pipi Yiwen yang terlihat memerah, ia segera membawa Mei untuk masuk ke dalam rumahnya dan duduk di sofa. "Sekarang kamu duduk dulu. Aku akan bawakan air hangat untuk kompres pipi kamu" ucap Yiwen, berlari mengambil air hangat untuk Mei. dan meninggalkan Grace dan Mei berdua di ruang tamu.


"Grace, maafkan aku!!" ucap Mei penuh keraguan mengucapkan hal itu.

__ADS_1


"Mei, harusnya aku yang harus minta maaf padamu. Aku yang salah. Aku yang membuat kamu harus seperti ini. Maafkan aku!!" ucap Grace.


Yiwen kembali membawa satu baskom air hangat dan mulai mengompres pipi Mei.


"Sudah selesia, ekarang kamu masuk ke dalam kamar kamu dulu ya. Aku mau ke kamar melihat telopo. dari Lian yin.


"Baiklah!!"


Yiwen dan Grace menuju ke kamar. Mencari ponselnya untuk menghubungi Lian yin.


"Yiwen, kenapa tadi kamu gak tanya pada Mei, di mana dia bertemu dengan Changmin dan dengan siapa dia pergi. Siapa tahu Lian yin ada di sana juga." ucap Grace.


"Oo.. iya kenapa aku gak kepikiran itu tadi." ucap Yiwen. "Sekarang aku mau hubungi Lian yin dulu"


Yiwen segera menghubungi Lian yin, namun belum ada jawaban darinya. Merasa kesal belum juga di angkat panggilan teleponnya, ia melemparkan ponselnya di atas ranjang.


"Gimana?" tanya Grace.


"Gak ada jawaban darinya" ucap Yiwen, mengerutkan bibirnya kesal.


"Apa dia sengaja mau pergi meninggalkan aku" tanya Yiwen, duduk di ranjangnya.


"Yiwen, jangan berpikir hal itu lagi. Gak mungkin Lian yin pergi meninggalkanmu" ucap Grace, mencoba menenangkan hatinya Yiwen.


"Tapi dia gak bisa di hubungi sama sekali. Bahkan nomor Changmin juga gak bisa di hubungi. Apa mereka semua kerja sama? Kenapa melakukan tugas lupa denganku? Apa dia memang senagaj agar bisa bertemu dengan wanita lain?" berbagai pertanyaan muncul di otak Yiwen, mulai dari pertanyaan negatif yang selalu membuat Yiwen merasa pusing.


"Yiwen!! Jangan terlalu di pikirkan" ucap Grace, "Yakinlah, dia akan baik-baik saja. dan dia juga pasti setia denganmu"


“Yiwen, apa kamu sudah ada kabar dari Lian yin?” tanya Mei, yang juga semakin khawatir dengan Changmin.


Yiwen dan Grace menatap Mei kompak. “Belum, aku masih menunggu dari tadi, tapi masih saja belum menghubungiku. bahkan dia tidak bisa di hubungi. " ucap Yiwen.


"Changmin juga sama!!" ucap Mei.


Yiwen duduk di ranjangnya, dengan wajahnya sudah semakin cemas. Ia sudah mencoba menghubungi Lian yin  berkali-kali, tapi ponselnya di matiin.


Grace dan Mei juga sama wajah mereka terlihat sangat cemas, bahkan mereka mencemaskan laki-laki yang sama dalam pikirannya. “Udah sekarang lebih baik kalian istirahat saja” ucap Yiwen, melirik jam tangan yang melingkar di tangannya.


“Emangnya kamu mau kemana?” tanya Mei.


“Aku mau pergi sebentar, aku gak bisa tinggal diam di sini dan harus menunggu mereka pulang. Aku harus cari dia” Yiwen bergegas berdiri dari duduknya, segera mengambil jaket, topi dan senjata untuk melindungi dirinya sendiri.


“Yiwen aku ikut dengan kamu ya” Ucap Mei.


“Aku juga iku kamu” Sambung Grace.


Mei menoleh ke arah Grace dengan tatapan sinisnya. “Kamu mau ikut? Apa aku gak salah dengar, kamu bisa bantu apa sekarang dengan kondisi kamu seperti ini” sindir Mei.


Yiwen memegang langan Mei, “Mei udah, jangan seperti itu. Kita semua di sini itu teman. Jangan ada musuh lagi di antara kita. Kondisi Grace seperti ini juga karena aku, aku yang gak bisa mengalahkan dia di pertandingan dulu. Bahkan dia yang menyelamatkan suami aku” ucap Yiwen, tersenyum, mendekati Grace yang hanya menundukkan kepalanya tanpa banyak suara lagi.


Mei, menarik bibirnya tipis. Meski sebenarnya ia tidak suka dengan Grace.


“Grace lebih baik, kamu jangan ikut ya. Aku gak mau kamu kenapa-napa, kondisi kamu gak memungkinkan seperti ini” ucap Yiwen, mecoba berbicara baik-baik dengan Grace.


"Tapi Yiwen!!"


"Sudah lebih baik kamu di rumah saja" Sambung Mei.


"Bukanya aku gak mau kamu ikut aku. Tapi kondisi kamu yidak memungkinkan Grace." Ucap Yiwen. "Dan, maaf jika aku melarang kamu. Tapi aku khawatir dengan kondisi mu" lanjut Yiwen.


"Baiklah, tapi kalian hafua hati-hati." ucap Grace.


Yiwen aku tunggu kamu di kamar aku. aku mau ambil keperluan yang akan aku bawa. Aku gak mau kamu pergi sendiri. Dan dalam bahaya sendiri" ucap Mei.

__ADS_1


"Baiklah!!"


__ADS_2