
"Jika kamu memang ingin pergi bersama dengan kita. Sekarang kamu ikut dengan aku. Aku gak mau kamu bertemu dengannya." ucap Lie Wei, menoleh ke belakang menatap Grace yang sudah di banjiri dengan air mata yang terus mengalir dari mata indahnya.
"Aku akan ambil barang-barang aku dulu. Kalian tunggu di sini!!" ucap Grace, segera berlari terburu-buru pergi menuju ke kamarnya ia segera bersiap untuk ikut pergi menyelematkan Lian yin. Selesai memasukan bajunya kr dalam koper, Grace berlari menghampiri Lie Wei yang masih menunggunya di depan teras rumahnya.
"Kenapa lama srkalai," ucap Lie Wei.
"Maaf, aku aku harus tinggalkan surat juga agar ayah aku tidak mencari aku." gumam Grcar.
"Kamu mau pergi krmana?" suara berat seorang laki-laki membuat pembicaraan mereka terhenti, mereka menoleh kompak ke arah sumber suara itu.
Seketika mata mereka melebar melihat siapa yang sudah berdiri di depannya itu. "Kamu?" ucap Lie Wei, terkejut.
"Chengyi!!" Grace tak kalah terkejutnya lagi sama seperti Lie Wei.
"Kenapa kamu bisa ada di sini?" tanya Lie Wei.
"Aku mau jemput Grace, calon istri aku. Ada hal yang ingin aku katakan. Dan kamu teman Lian yin, kan? Ada apa kamu di sini? Dan dia bukanya anak bauh Jack, kenapa kalian bisa saling kenal?" tanya Chengyi, menatap sinis menarik sudut bibirnya dengan pandangan mata penuh rahasia yang belum terungkap.
"Kamu mau bicara apa lagi padaku. Apa kanu tahu aku sudah menunggu kamu lebih dari 6 jam di luar rumah. Dan kanu apa? Kamu baru datang, dan kamu bilang jika datang kemarin malam, tapi nyatanya sampai sore kamu baru datang." ucap Grace menarik bibirnya sinis, menggelengkan kepalanya sekali. "Jangan pernah temui aku. Aku sudah kecewa. Dan sekarang aku akan pergi dengan Lie Wei. Aku gak bisa membiarkan Lian yin terluka." lanjut Grace.
"Maksud kamu apa?" tanya Chengyi yang tidak tahu apa yang di maksud oleh Grace.
"Jangan berlagak gak tahu. aku yakin jika kalian semua bersekongkol untuk melenyapkan Lian yin. Aku tahu kamu dan Tahu juga ikut campur dengan pembunuhan Lian yin." umpat kesal Lie Wei menatap tajam ke arah Chengyi.
"Apa yang kamu katakan. Aku tidak tahu apa yang kalian bicarakan. Kenapa dnegan Lian yin. Aku juga tidak tahu.." ucap Chengyi membela dirinya.
"Apa kamu tidak suka dengannya?" tanya Changmin.
"Suka dengan siapa?"
"Yiwen? Bukanya kamu adalah cinta pertamanya. Dan kenapa kamu membiarkan Jack membawa dia pergi!!"
__ADS_1
"Dan kamu Feng yin, kamu mantapnya, tapi kamu tidak tahu di dimana Yiwen berada selama ini. Dan kamu juga bodoh, kenapa kamu kerja sama dengan orang yang akan menyakiti orang yang kamu cintai,"
"Yiwen? Kemana Jack membawanya pergi?" tanya Chengyi, menatap ke depan, menyembunyikan kekesalannya, dengan ke dua tangan mengepal sangat erat di celana tepat di garis tengahnya.
"Katakan di aman Jack membawanya pergi?" tanya Feng yin, mencengkeram kerah Lie Wei. Seketika langsung di dorong olehnya. "Kenapa aku, bodoh? Aku mana tahu di mana dia, harusnya aku yang tanya sama kalian berdua. Di mana Jack pergi dengan Yiwen. Jika terjadi apa-apa dnegan Yiwen maka aku akan menyalahkan kalian juga,"
"Gimana Yiwen bisa masuk ke dalam rumah Jack, apa yang di carai?" tanya Chengyi mencoba untuk tetap tenang sejenak, tidak terbawa arus emosi yang kini sebenarnya mulai membara dalam dirinya.
"Harianya jika kamu juga pernah ke sana. Kamu tahu siapa wanita baru masuk ke dalam rumahnya, jelas Boby, menyerobot pembicaraan mereka. Ia yang dari tadi diam, tidak mau masalah terus terjadi pada mereka.
"Jack? Aku tidak akan tinggal diam jika kamu berani menyentuh Yiwen. Dia adalah wanitaku," ucap Chengyi lirih, dan tanpa sengaja Grace mendengar apa yang di katakan Chengyi tepat di sampingnya itu.
"Apa yang kamu katakan? Yiwen milik kamu, terya aku apa kamu? Kamu anggap pernikahan kita apa? Emmm.. Iya aku tahu sekarang... Jika pernikahan kita hanyalah sebuah bisnis, bukan hal yang patut di bahagiakan," ucap Grace, mendorong tubuh Chengyi menjauh darinya yang terlihat menghalangi jalannya.
"Kamu mau kemana?" tangan Chengyi memegang lengan Grace mencegahnya pergi, dan langsung di tepis cepat oleh Lie Wei.
"Jangan sentuh dia... Dan jangan halangi kemana dia pergi.." ucap Lie Wei.
"Grace!! Dulu memang aki suka dengan Yiwen, tapi sekarang dia sudah menikah. aku gak mungkin lagi terus berharap padanya. Dan aku juga akan menikahi kamu," jelas Chengyi, menatap ke arah Grace penuh harapan dalam matanya.
"Iya, benar apa yang kamu katakan!!" ucap Cheng yi menoleh menatap sekian detik ke wajah Feng yin.
"Grace kamu ikut enganku," Chengyi memegang tangan Grace.
"Tapi..." Grace menatap ke arah Lie Wei yang awalnya melihatnya, ia memutar kepalanya membalikkan badannya beranjak pergi lebih duku menuju ke mobilnya.
"Gimana?" tanya Chengyi.
"Maafkan aku Lie Wei.. Tapi aku tetap saja gak bisa marah dengan Chengyi. Jika aku melihat wajahnya, aku ingat dengan ayah aku. Apa yang di katakan ayah aku tiba-tiba terngiang di otakku.
Feng yin yang semula bersama dengan Luhan, ia berlari mengajar Lie Wei dan masuk ke dalam mobil Lie Wei, "Kenapa kamu masuk ke dalam mobilku?" tanya Lie Wei, yang sudah di dalam mobil.
__ADS_1
"Aku tidak mau jadi obat nyamuk nantinya," gumam Feng yin, tersenyum tipis.
"Lagian kamu mau ke rumah Jack kan?" Aku akan bawa kamu ke sana. Chengyi pasti jiga menunjukan pada Grace jika dia sudah tidak suka dengan Yiwen.
"Kenapa kamu biarkan Chengyi dan Grace sendiri?"
"Memangnya kenapa? Chengyi tidak mungkin menyantuh Grace, lagian ada hal yang ingin di bicarakan oleh Luhan padanya. Luhan meminta bantuanya untuk menemukan adiknya." jelas Tao, seketika Lie Wei menoleh kr brlakang, dan Boby yang mengemudi mobilnya perlahan menjauh dari halaman rumah Grace.
"Apa maksud kamu? Adik?" tanya Lie Wei, yang mukai teringat lagi tentang kakanya yang hilang.
"Iya, adik? Tapi aku gak tau jelasnya gimana kamu bisa tanya pada Kuhan atau Grace nantinya." Jawab Feng yin, yang mulai menyandarkan punggungnya di kursi jok belakang mobil.
"Apa Grace sebelumnya sudah tahu?"
"Belum, dan Chengyi baru saja akan memberi tahunya. Dan lebih baik kamu tanya padanya nanti. Kau gak tahu detail gimana adiknya hilang, dan hanya tahu tetang adiknya saja yang sudah lama hilang dan tidak pernah sama sekali ia melihat wajahnya."
Changmin hanya diam, menundukkan kepalanya. Kenapa kisahnya sama dengan aku? Dan siapa adiknya? Gak mungkin jika aku adalah adiknya? Sepertinya aku harus selidiki ini, aku gak mau jika dia adalah kakak aku, dan gimana jadinya jika wanita yang aku suka ternyata menikah dengan kakak aku sendiri.
--------
Chengyi dan Grace saling diam di dalam mobilnya, sepuluh menit perjalanan mereka tanpa suara sama sekali, hening! Hanya ada suara musik klasik yang menemani perjalanan mereka.
"Grace!! Apa kamu suka dengan aku?" tanya Chengyi, membuat grace seketika menatap ke arahnya.
"Kenapa kamu tanya seperti itu?" tanya Grace.
"Aku gak mau jika menikah dengan orang yang tidak sama sekali suka denganku!!" gumam Chengyi.
"Gimana jika dia tahu jika aku tidak suka dengannya. aku mau menikah dengannya hanya karena ayahnya yang memaksanya. Tapi aku tidak akan menolak jika menikah dengannya." gumam Grace dalam hatinya. Ia menundukkan kepalanya, menarik napasnya dalam-dalam. Lalu mendongakkan kepalanya menatap Luha, menarik dua sudut bibirnya mengukir sebuah senyuman tipis di bibirnya.
"Aku akan menikah dengan kamu. Aku suka dengan kamu. Aku gak mau pergi dari kamu. Dan pernikahan kita tetap di lakukan seperti tanggalnya," ucap Grace tegas.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan segera menikahi kamu," ucap Luhan mengusap ujung kepala Grace, membuat gadis itu seketika tersipu malu.
"Maafkan aku Changmin. Tapi ini pilihan aku, pilihan hidup aku. Aku gak akan melukai hati ayah aku lagi. Dan bentar lagi aku akan membawa ayah aku dalam penjara. Dan yang hanya bisa menjaga aku dan meneruskan usaha aku hanya Luhan. Karena dia berinvestasi banyak di perusahaan ayah aku. Maaf!! Tadi aku memberikan harapan padamu," gumam Grace dalam hatinya. Dan di sisi lain Changmin juga memikirkan Grace, tentang apa yang di lakukan Grace di dalam mobil nantinya dengan Luhan. Meski rasa cemburu merasuki hatinya membuat ia semakin gelisah.