
Melihat Lian yin sudah mulai pergi menjauh, Yiwen menarik tangan Mei, kali ini Yiwen merasa ada wanita yang bisa ia ajak bicara dan curhat. "Ada yang masih aku ingin bicarakan padamu" tanya Yiwen. Beranjak duduk kembali bersandar di ranjangnya.
"Baiklah, apa yang akan kamu bicarakan?" Tanya Mei yang sudah mulai penasaran dengan pertanyaan Yiwen nantinya.
"Apa benar aku akan menikah dengan lelaki tadi, entah siapa namanya dia?" tanya Yiwen.
Mei tersenyum tipis, "Lian yin maksud kamu?" tanya Mei. "Ya memang sih, dari yang aku dengar begitu. Tapi, semoga kamu cepat nikah, biar gak ada lagi yang berani menganggumu lagi kali ini" jawab Mei.
"Iya, tapi kondisi dia saat ini belum memungkinkan untuk segera menikah. Dan lagian aku tidak kenal dengan Lian yin itu" ucap Yiwen.
"Kamu kenal sama dia, bahkan sangat-sangat kenal. Kamu juga sangat mencintai dia. Dulu kamu selalu bersama dia. Bahkan tak berhenti terus mengkhawatirkannya. Dan sekarang kamu bilang gak kenal?" Tanya Mei, ia mencoba membuat Manda agar mau mengingat sedikit tentang Lian yin.
"Benarkah??" tanya Yiwen masih ragu. Ia mencoba mengingat kembali namun tetap gak bisa.
"Aku gak bisa mengingat semuanya, aku gak bisa" ucap Yiwen, yang sudah mulai lelah terus mencoba mengingat hal yang benar-benar tak bisa ia ingat sama sekali sekarang.
"Baiklah kalau kamu gak bisa ingat gak apa, suatu saat kamu akan mengingat dia jika sudah menikah nantinya. Jika kamu terus bersamanya nanti aku yakin kamu akan selalu mengingatnya." ucap Mei.
"Menikah?" Yiwen terkejut saat ia akan menikah.
"Iya kalian akan menikah nanti di Itali, mungkin besok Lian yin akan menyiapkan pemberangkatanmu dan dia ke sana" ucap Mei.
"Kamu gak ikut?" tanya Yiwen memegang tangan Mei, berharap ia ada teman untuk ke sana.
__ADS_1
Mei memgang tangan Yiwen, "maaf aku mungkin gak bisa ikut, kamu di sana hanya beberapa hari saja, dan nanti kamu juga balik lagi ke sini. Selama masa pengobatan kamu, kamu tetap di sini tidak boleh kemanapun meskipun nanti sudah menikah. Dan aku yang akan menjagamu di saat Lian yin tak ada" gumam Mei.
Yiwen hanya tersenyum, ia merasa tidak asing kali ini dengan Mei. Namun masih sangat sulit untuknya mengingat semuanya. "Baiklah, makasih. Aku tidak mau di dunia itu lagi, di kota itu. Aku tidak mau kesana. Aku merasa aneh dan sangat asing. Bahkan aku merasa salalu dalam bahaya di sana" cerita Yiwen, seakan membayangkan hal mengerikan yang baru saja ia alami.
"Sudahlah, kamu akan aman di sini. Lian yin pasti akan menjagamu, selalu menjagamu. Karena kamu adalah jantung dia."ucap Mei. "Sekarang kamu istirahat" lanjut Mei.
"Baiklah" Yiwen mulai membaringkan tubuhnya.
Mei beranjak pergi meninggalkan Yiwen yang perlahan sudah mulai memejamkan matanya. Tak mau mengganggu istirahat Yiwen ia beranajak pergi meninggalkan Yiwen.
"Sekarang masalah baru muncul lagi, aku khawatir jika ketua mengetahui keadaan Yiwen dia akan memanfaatkan Yiwen. Aku harus merahasiakan semuanya. Rahasia Yiwen hilang ingatan tidak boleh di ketahui siapapun"gumam Mei terus berjalan menemui Lie Wei di ruangan Lian yin.
Ia membuka sedikit pintu kerja Lian yin tanpa sengaja ia mendengar pembicaraan Lian yin dan Ley serta Lie Wei di dalam ruang kerja itu.
"Sudah tapi mungkin belum begitu lengkap, karana sangat sulit mendaptakn informasi tentang dia. Karena semua data masa lalunya sudah di hapus. Dia bernama Lee, orang yang mungkin kota selatan. Dia diam-diam menyelidiki kota kita. Dan mencari cara gimana menerobos masuk ke sini. Dan dengan Yhing yhi..." ucapan Lie Wei terdiam seketika.
"Kenapa dengan Yhing yhi?" tanya Lian yin semakain penasaran dengan ucapan changmin.
"Dia sebanarnya adalah mata-mata yang selama ini di kirim oleh Lee. Dan asal kamu tahu, Lee juga punya agen intelijen yang terkenal dan sangat rahasia. Namun belum ada yang tahu tentang itu." sambung Ley.
Mei yang mendengar tentang Lee langsung masuk ke dalam ruangan itu. "Apa maksud kamu Lee yang membuat onar semuanya. Dan melakukan hal yang tak semestinya pada Yiwen." saut Mei.
Changmin menatap Mei. Ia bingung apa yang di lakukan Mei di sana. "Apa kamu kenal dengannya??"tanya Changmin mulai curiga.
__ADS_1
"Iya, aku kenal sangat kenal"ucap Mei berjalan mendekat. "Kamu salah jika dia punya anggota intelijen. Karena dia bukan dari anggota itu. Dia hanya seorang pecundang yang terus larut dalam kesedihan. Aku sebenarnya sudah tahu semua tentang kalian juga. Para pembunuh orang tuaku"ucap Mei membuat semua mata menatapnya tercengang seketika.
"Maksud kamu apa??" Tanya Lian yin.
"Kamu, pernah kan dulu waktu kamu masih remaja mungkin baru umur belasan tahun. Dan pertama kali jadi ketua mafia, seenaknya membunuh orang yang tak bersalah di kita selatan. Dan kamu juga yang membuat semua anak seperti ku menderita. Dan termasuk juga dengan Lee, dia juga senasip denganku. Tapi pemikiran dia hanyalah seorang pecundang yang tak mau hilang dalam bayangan masa lalu." Ucap Mei menjelaskan.
Changmin berjalan mendekati Mei, ia tak menyangka jika kehidupan Mei pernah menyedihkan dan itu juga karena ulahnya dan Lian yin waktu meteka sama-sama masih remaja.
"Maafkan aku!"ucap Changmin memegang kep dua tangan Mei.
"Gak apa, uku sudah lupa semuanya. Lagian itu kejadian masa lalu. Lagian dulu kalian juga sudah di hukum dan di suruh tinggal di pulau terpencil selama 1 tahun. Sebagai hukuman kalian telah membunuh orang yang tak bersalah"lanjut Mei.
"Jadi kamu tahu semua tentang Lee, siapa sebenarnya dia?" Tanya Lian yin yang semakin penasaran kali ini.
"Dia adalah seorang korban juga sama seperti aku, dan dia lebih memilih mengumpulkan semua korban yang lain. Dan membalas semua perbuwatan yang kalian lakukan. Aku dengar kabar jika dia sudah persiapkan semuanya sudah dari 10 tahun untuk merencanakan semuanya dengan matang" ucap Mei.
"Jadi dia sebenanya adalah boss dari mafia selatan. Dan dia juga yang mencuri berlian itu menggunakan jasa Yhing yhi pacarnya. Dan dia juga sudah menyiptakan banyak robot. Namun dulu untuk bertahan hidup ia bekerja menjadi hacker untuk menbobol aset perusahaan."ucap Mei.
"Jadi sebenarnya niat dia adalah untuk balas dendam denganku. dan perlahan mau menjatuhkanku"tanya Lian yin.
"Iya, aku harap kamu bisa lebih hati-hati lagi. Dia punya banyak ide dan cara untuk menyusup. Banyak mata-mata dia yang tersebar di kota utara, dan barat. Bahkan yang di manfaatkan dia adalah wanita. Karena wanita sangat mudah untuk menyusup. Dan juga jarang sekali di curigai."gumam Mei menjelaskan lebih detail.
"Terus kenapa kamu mengungkap semuanya, kenapa kamu tidak gabung dengan dia."tanya Changmin penasaran.
__ADS_1
"Karena aku dulu di temukan dan di rawat oleh ketua agen intelijen yang selama ini jadi pekerjaanku. Aku sudah melupakan semua masa lalu itu. Meskipun Lee pernah membujukku. Aku tidak pernah tertarik dalam dunianya. Karena bagiku itu tak penting, sekarang aku sudah di sini bersama kamu. Kalau aku dulu ikut dengan dia pasti tidak akan bertemu denganmu" ucap Mei, tersenyum memegang tangan Changmin.