
"Udah selesai syang makanya"tanya Lian yin.
"Bentar syang, Aku mau tanya padamu, Kamu gak merasa curiga di sini"ucap Yiwen, memutar mata menatap detail setiap sedut ruangan itu, ia melirik tajam ke sampingnya.
"Emangnya kenapa syang?" tanya Lian yin, yang mulai serius lagi.
Yiwen mendekatkan wajahnya ke arah Lian yin. "Ada yang mengikuti dia"ucap Yiwen.
"Siapa?" Lian yin melirik ke arah penjuru ruangan, ia tidak melihat orang yang mencurigakan.
"Dia sudah pergi, aku tadi melihat wanita dengan rambut panjang, pakai tpi dan kaca mata, Aku pikir dia pengunjung biasa. tapi dari tatapannya ke arahku. Membuatku mulai curiga dengannya.
"Apa kita mngejarnya sekarang?" tanya Lian yin.
"Gak usah, kita santai saja, jangan gegabah mengejar dia. Kalau memang yang di incar kita. Dia pasti mengikuti kita. Kamu nurut apa kataku saja nanti. Kalau mau tahu siapa dia. Aku sudah punya rencana sendiri. Jadi nanti sebelum ke hotel kita pura-pura bertengkar nantinya di parkiran. Aku yakin dia akan mengkiuti kira sampai kita menuju ke hotel."gumam Yiwen.
"Kenapa harus bertengkar syang?" tanya Lian yin.
"Yin, cuma pura-pura. Jangan di anggap serius. Lagian siapa yang mau bertengkar denganku sih"ucap yiwen, menepuk jidatnya.
"Baiklah, silahkan cerita apa rencana kamu sekarang"lanjut Lian yin, menyangga dagunya menatap ke arah Yiwen, dan mulai memasang wajah serius yang menggemaskan miliknya.
Yiwen mulai membicarakan setiap detail rencana yang akan ia lakukan untuk memancing dia. Dan Lian yin hanya diam menatap ke arah Yiwen, Ia tak berhentu menatap wjaha cantik Yiwen yang sedang serius menjelaskan setiap apa yang akan ia lakukan. biar rencana bisa tersusun rapi.
"Gimana kamu paham gak?" tanya Yiwen mendekatkan wajahnya ke wajah Lian yin yang dari tadi terus menatapnya.
Lian yin hanya diam, ia terus memandang wajah yiwen, dengan wajah yang dari tadi senyum-senyum sendiri.
"Yin, kamu paham gak?" tanya Yiwen menepuk pundak Lian yin.
"Eh.. iya.. Ada apa syang"ucap Lian yin yang baru tersadar dari lamunannya.
"Kamu paham gak?" tanya Yiwen lagi.
"Paham kok"gumam Lian yin.
"Kalau paham segera laksanakan apa yang aku katakan sekarang, jangan diam dan menatapku gitu terus"gumam yiwen kesal.
__ADS_1
"Emang gak boleh ya aku menatap kamu, kamu itu manis mrlebihi gula yang oernah aku rasakan syang. Wanita secantik kamu gak munungkin aku bisa lepas melewatkan begitu saja memandang kamu terus"gumam Lian yin, menggoda pada Yiwen.
"Kamu selalu merayuku, kalau kamu gak mau lakukan sekarang. Biar aku sendiri"ucap Yiwen, beranjak berdiri.
"Tunggu!!" ucap Lian yin.
Yiwen menghentikan langkahnya. "Aku akan bayar di kasir dulu, kamu tunggu sebentar"gumam lian yin.
"Baik cepetan"ucap yiwen, ia masih kesal dengan Lian yin. Bagaimana gak kesal, Lian yin selalu menggodanya. Dan gak pernah serius di saat genting dan darurat. Bahkan dia menganggapnya bercanda.
"Iya syang, maaf ya sudah buat kamu marah"Gumam lian yin, meraih tangan Yiwen, lalu mengecupnya lembut.
Seakan hatinya langsung luluh, akibat kecupan tak terduga dari Lian yin. Ia tersenyum lebar, menatap Lian yin yang begitu romantis.
"Udah kamu di sini ya, jangan pergi kemana-mana. Tunggu aku syang, aku gak lama kok. hanya sebentar saja"ucap Lian yin, mulai melepaskan tangan Yiwen perlahan.
"Baiklah"
Lian yin tersenyum dan beranjak pergi menuju ke kasir,ia segera membayar semua makanan yang sudah ia pesan. Banyak makan yang ia pesan dan berbagai harga yang mahal.
"Sudah ayo pergi"ucap Lian yin, membawa beberapaa brlanjaan mereka sekaligus hingga menutupi tubuhnya.
"Apa sih syang, udah bawa gak usah banyak komen"ucap Yiwen.
"Kamu panggil aku syang?" tanya Lian yin, dengan wajah langsung memerah sekstika mendengar oanggipan itu dari mulut Yiwen.
"Gak aa sekali"ucap yiwen.
Plakkk..
Yiwen tiba-tiba menampar pipi kanan Lian yin tanpa penjelasan.
"Kenapa kamu menamparku"gumam Lian yin kesal, ia menurunkan belanjaan yang menggangtung di ke dua tangannya.
"Kamu kenapa bicara seperti itu tadi?" tanya yiwen.
"Bicara apa?" gumam Lian yin.
__ADS_1
"Apa kamu sadar kamu tadi bicara apa?" Yiwen meninggikan suaranya.
"Apa yang kamu bilang, aku gak tahu maksud kamu"ucap Lian yin.
"Udah lah, malas aku denganmu, sekarang aku mau pergi"bentak Yiwen, beranjak pergi. Ia berjalan menjauh dari Lian yin.
"Kenapa dia tiba-tiba marah, tadi akting atau beneran, tapi kenapa dia tidak memberi ku kode lebih dulu. Aku gak tahu rencananya." ucap Lian yinn, menatap Yiwen yang sudha mulai berjalan menjauh
Tap... Tap..
Brukk... sebuah pukulan tiba-tiba dari belakang, yang mengincar kepala belakang Yiwen, di tepis oleh yiwen dengan tangan, meraih balok kayu, namun banyak perlawanan dari Wanita itu. Perkelahiran tak tekendali antara dua wanuta yang sama-sama jago dalam bela diri.
Yiwen menendang balok kayu itu, hingga terlempar jauh, kecepatan tangannya, mampu menmbus pertahanan tangan wanita itu, hingga tepat di leher wanita yang tidak ia kenal.
"Ternyata kamu muncul juga"ucap Yiwen semakin menariknya ke atas.
"Sialan, kamu berani melawanku"ucap Wanita itu.
"Kenapa aku gak berani, kamu bukan apa-apa bagiku. Dan ingat jangan mengangguku, aku gak tahu kamu siapa."ucap Yiwen, yang mulai meraih jepit rambut di poninya. Ia menggores ke tangan wanita itu.
"Aku kasih kamu tanda yang bagus, jika kita bertemu tanpa sengaja, aku bisa ingat jika kita pernah saling berantem di sini"ucap yiwen, merobek baju panjang menutupi lengan wanita itu.
KRAAAKKK...
Srekk.. Srekk..
"Aww"Sebuah goresan silang di tangan kanan wanita itu meninggalkan bekas, hingga darah segar keluar dari tangan putihnya, yiwen segera melepaskan tangannya dari leher wanita itu.
"Sampai jumpa lagi"ucap Yiwen, beranjak pergi meninggalkan Wanita itu yang masih meringis kesakita.
"Arrggg... Sialan. Awas kamu Yiwen"gumam wanita itu,
"Aku tunggu kamu membalasku"ucap Yiwen, mengangkat tangannya. Melambaikan tangan ke arah Wanita itu.
Lian yin hanya diam, ia menatap Yiwen yang memang benar-benar tak bisa di ragukan lagi kemampuannya. Tapi baru kali ini ia terlihat sadis seperti itu. Terlihat sangat menyeramkan dengan tatapan jahatnya ke arah wanita itu.
"Ayo cepat masuk ke mobil. Semua sudah beres"ucap Yiwen, beranjak membuka pintu mobil dan segera duduk di kursi depan.
__ADS_1
Lian yin yang semula menatap bingung, ia langsung menuruti apa kata Yiwen. meski banyak hal yang ingin ia tanyakan pada Yiwen nantinya. Tapi setidaknya ia segera masuk dalam mobil. Dan membawa semua barang belanjaannya juga.