Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Grace dan Lie Wei


__ADS_3

Yiwen menatap ke arah Mei, yang terdiam sekaan memikirkan salahnya. 


"Apa kamu mikirin Lie Wei?" Tanya Yiwen. 


"Iya, dia selalu saja dekat dengan wanita. Tapi aku curiga dengannya jika dia akan mencintai orang lain" 


"Sudahlah, jangan terlalu curiga seperti itu. Percaya Lie Wei itu sangat mencintai kamu. Jadi kamu harus jaga hubungan kalian ya, jangan ada pertengkaran terus dalam hubungan kalian" gumam Yiwen. 


"Iya tapi dengan Grace dia terlalu dekat!!" ucap Mei kesal. 


"Sudah sekarang jangan bahas itu lagi. Dari pada kamu sakit hati terus, lebih baik kamu nanti pikirkan sendiri kesalahan kamu jika sudah sampai di rumah. Jika kamu suka dengan Lie Wei, cinta dengannya. Harusnya kamu itu bisa mengerti apa tugas dia, pa pekerjaan dia. Jangan terus salahkan dia jika kamu tidak ingin dia lama-lama pergi menjauh dari kamu. Kamu harus lebih perhatian lagi dengannya. Tapi sepertinya tidak sekarang. Kalau sekarang Lie Wei pasti sibuk dengan Lay nantinya." Ucap yiwen, membuat Mei terdiam dan memutar otaknya untuk memikirkan apa yang terjadi pada dirinya. Kenapa dia terlalu over dengan Lie Wei selama ini. 


 


Lie Wei sudah melakukan semua tugasnya, ia tadi langsung pergi dan pulang segera menemui Grace seperti apa yang di bilang Lian yin. Ia belum sempat membuka file itu. Karena ia tidak mau tahu lebih dulu, lagian ia hanya bisa menghapus file itu dan membuka berkas depan sebelum membuka file. Dan file itu menggunakan sandi yang sangat susah di bobol dengan mudah. 


Lie Wei berjalan dengan langkah sangat cepat. Menuju kamar Lian yin, ia segera membuka ruang rahasianya milik Lian yin. 


"Grace!!" Panggil Lie Wei dengan nada terburu-buru. membuat Grace yang semula sibuk ia sontak terkejut dan menatap ke arah sumber suara. 


"Ada apa? Kenapa kamu terlihat buru-buru begitu? Apa ada masalah?" Tanya Grace memastikan. 


"Sekarang buka file ini! Lian yin menyuruh kamu untuk buka. Dan sepertinya ini file dari ayah kamu yang dia curi, tapi entah aku juga tidak tahu siapa yang sebenarnya mencurinya." ucap Lie Wei 


"Tapi gimana caranya Lian yin mencurinya. Dia gak mungkin bisa, masuk ke timur itu sangat ketat, tidak akan bisa jika dia datang ke sana sendiri, pasti ada orang yang membantunya." 


"Maksud kamu? Tapi ini ada di tangan Lian yin" ucap Lie Wei. 


"Iya tapi Lian yin selama ini selalu di sini, bersama dengan Yiwen dan kalian juga kan. Semenjak pulang dari Timur mereka tidak pernah balik lagi ke sana. Dan itu tidak akan mungkin terlintas dalam otak Lian yin. Karena dia saat itu juga terluka di tangannya, dan sekarang rangannya pasti masih merasakan sakit. Aku yakin ini pasti Lyli ya g melakukannya. Hanya dia yang bisa masuk ke rumahku dengan mudah. Dia yang menghianati Lian yin dulu." 


"Lyli? Bukannya dia sudah pergi?" tanya Lie Wei memastikan. 


"Dia memang berkhianat. Tapi sepertinya dia sekarang sudah baikan dengan Lian yin, dan Lian yin sudah memaafkannya dengan mudah. Kita lihat saja Lyli nanti apakah dia bisa berubah atau tidak. Kamu juga harus hati-hati dengannya." Ucap Grace. 


"Baiklah!!"


Grace segera membuka file itu di laptopnya. Ia terdiam, fokus mengamati desain gambar depan file itu yang sama seperti punya Mr x yang baru saja ia berhasil membuka situsnya. Butuh waktu berhari-hari dan akhirnya ia berhasil dan ternyata dia menggunakan hal yang sama ke semua situs yang ia buat. 

__ADS_1


Kalau di lihat dari gambar pasti menggunakan kata sandi yang sama, lebih baik aku coba pakai sandi yang sama, siapa tahu bisa, pikir Grace dalam hatinya. 


"Kenapa bisa dia?" tanya Lie Wei memastikan. 


"Karena dia kabur dari Lian yin dan bertemu dengan ayah aku. Jika Lian yin tidak mungkin dia bisa masuk ke dalam rumahku begitu mudah. Ayah aku akan mmenangkapnga dan menghukumnya di penjara bawah tanah" ucap Grace, yang sudah berhasil membuka filenya hanya dalam hitungan detik. 


"Ini filenya sudah terbuka!! Sebenarnya ayah aku juga belum bisa membuka file ini. Dia dulu mencuri dari kakek Lian yin dulu. Dan dia sudah mencari semua orang dalam bidang hacker dan sebagainya untuk membuka file ini tapi semuanya tidak ada hasilnya, mereka tidak bisa membukanya. " Ucap Grace membuat Yiwen mengerutkan keningnya. 


"Tapi kenapa kamu bisa membukanya dengan mudah? Dan ini sebenarnya milik siapa?" tanya Lie Wei yang bingung dengana apa yang di bicarakan Grace. 


"Kamu tahu siapa yang membantu Lian yin menyetabilkan perusahaannya. Dia yang menbuat file ini dan dia juga yang menguncinya." Ucap Grace, mendekatkan laptopnya pada Lie Wei, melihatkan apa yang sudah ia temukan dari kemarin. "Lihat ini!! Kamu tahu jika sebenarnya yang membantunya adalah Wo jian" Mendengar hal itu seketika Lie Wei memutar otaknya mengingatkan dia dengan ucapan Ley, tentang siapa sebenarnya Wo jian.


"Wo jian!! Bukannya itu ayah Yiwen?" Gumam Lie Wei lirih. Ia belum melihat isi filenya yang bada dalam pikirannya adalah seorang yang sangat familiar di otaknya. 


"Apa ayah Yiwen? Dia orang terkenal itu kan? Kenapa dia bantu Lian yin diam-diam?" tanya Grace. 


"Aku juga gak tau.."


Lie Wei mencoba melihat isi dalam file itu. Tapi belum sempat emnatap setiap detail. Ponselnya bergetar.


"Bentar sepertinya ada telepon aku angkat dulu" ucap Lie Wei, meraih ponselnya dan berjalan agak jauh dari Grace. 


Ia menatap layar ponselnya, sebuah panggilan dari Lian yin, tak banyak menggerutu ia segera mengangkat teleponnya. 


"Gimana keadaannya apakah sudah stabil?" Tanya Lie Wei menerobos, berbicara lebih dulu. 


"Sekarang Ley di rumah sakit" ucap Lian yin. 


"Apa? Ley di rumah sakit?" Tanya Lie Wei memastikan.


"Iya" 


"Kenapa bisa?" 


"Dia tertembak, sekarang kamu cepat ke sini nanti bantu aku bawa Ley ke rumah, aku akan mencarikan dokter terbaik untuk perawatan dia di rumah." Ucap Lian yin. 


"Baiklah!!"

__ADS_1


Lie Wei yang masih tidak percaya ia segera beranjak pergi .


"Kamu mau kemana?" Tanya Grace yang terlihat bingung dari tadi Lie Wei datang dan pergi dengan wajah yang terlihat sangat panik. 


"Aku mau pergi dulu!!"


"Kemana?" tanya Lie Wei. 


"Ley ketembak, dan sekarang dia di rumah sakit." ucap Lie Wei. 


"Aku ikut denganmu, ku juga mau melihatnya. Aku bosan di sini. Aku mohon boleh ya aku ikut dengan kamu!!" ucap Grace, dengan mata memohon pada Lie Wei Membuat laki-laki igu terdiam.dan terpaksa harus membawa Grace. Ia juga kasihan membiarkan dia di rumah terus. 


"Baiklah!!" ucap Lie Wei.


Seketika Grace tersenyum lebar. 


"Baik ayo kita pergi!!" 


Lie Wei segera mendorong kursi roda Grace keluar dari ruangan itu.


"Tuan apa perlu aku bantu?" Tanya pembantu Lian yin. 


"Bawakan kursi roda ini ke bawah ya?" ucap Lie Wei. 


"Baik tuan!!" 


Lie Wei segera mengangkat tubuh Grace, berjalan menuruni anak tangga. Dan Grace hanya diam, ia menatap wajah Lie Wei yang begitu polos. Wajah kecil yang dulu sekarang sudah beda. Dia masih tidak percaya jika dia sudah dewasa sekarang. 


"Kenapa kamu menatapku seperti itu?" tanya Lie Wei.


"Gak apa-apa, kamu sekarang sudah beda tidak seperti dulu" ucap Grace.


"Iya beda sekarnag aku lebih tampan ya" ucap Lie Wei menarik alisnya ke atas bersamaan dengan tatapan menggoda.


"Apaan sih!!" ucap Grace yang merasa gugup, ia malu jika jujur mengatakan hal itu.


 

__ADS_1


__ADS_2